NovelToon NovelToon
Mr. Culun & Mr. Perfect

Mr. Culun & Mr. Perfect

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi
Popularitas:290.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yulianti Sukendar

Sequel Menikahi Sopir Kaya


Namanya Cantika, tetapi tak seperti penampilannya yang jauh dari kata cantik.


Keseharian Cantika bekerja sebagai asisten rumah tangga di keluarga yang memiliki dua orang Tuan Muda, yaitu Mr. Culun dan Mr. Perfect.

Akankah di masa depan Cantika mengalami keberuntungan yang tak pernah ia mimpikan sebelumnya? Atau kehidupannya tak akan pernah lepas dari hinaan orang-orang kepada dirinya yang jelek, miskin dan culun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Sukendar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin berhenti bekerja

Sejak awal, Kiky tak meninggalkan kamar hotel dan masih menunggu Tamara dan Thoriq selesai berkencan. Mungkin lebih tepatnya, Kiky berusaha menguping kejadian di kamar itu. Kiky membayangkan, semua yang terjadi di antara mereka, benar-benar berjalan sesuai dengan rencananya.

"Bisakah pemilik Hotel ini berbaik hati kepada ku dan tak menggunakan pengedap suara seperti ini?" Kiky mendengus kesal sambil memukul pintu kamar yang menjadi penghalang pendengaran nya.

Meski demikian, Kiky tak menyerah dan hendak menempelkan telinganya kembali di pintu itu, tetapi kali ini Kiky dikejutkan dengan kehadiran Thoriq yang baru saja keluar.

Kiky melompat mundur dan mengarahkan pandangannya ke atas atap, pura-pura tak menyadari kehadiran Thoriq.

Thoriq menggelengkan kepalanya, "Dasar banci!!" Gumam Thoriq.

Setelah Thoriq memasuki lift untuk menuju tempat mobilnya terparkir, Kiky tampak tidak sabar menemui Tamara untuk merayakan kemenangan mereka.

"Temi....!! Langkah Kiky terhenti ketika melihat disekelilingnya banyak pecahan gelas dan piring yang awalnya tersusun rapi di meja makan. Kiky melihat Tamara tengah duduk dengan penampilan yang berantakan. Rambutnya yang sejak sore sengaja di tata rapi hanya untuk pertemuan malam ini, kini terlihat sangat kusut.

Sepertinya, Mr. Perfect begitu liar di tempat tidur, sehingga mampu membuat penampilan Temi seperti itu.

Kiky kembali melangkah, kali ini lebih lambat dan hati-hati, karena khawatir kakinya menginjak serpihan gelas dan piring yang berserakan.

Tamara mengangkat wajah nya, sejak ituah Kiky melihat ada sesuatu yang aneh.

"Temi? Apa kau menangis?" Kiky bertanya ketika melihat wajah merah Tamara dan mataya bengkak seperti habis menangis.

Tamara menatap tajam ke arah Kiky, kali ini ia merasa ada seseorang yang bisa ia jadikan tumbal untuk melampiaskan kemarahannya.

"Ini semua gara-gara ide bodoh mu!" Tamara berteriak.

Kiky mengernyitkan dahinya, "Temi? Apa maksudmu?"

"Pergi kau dari sini! Atau aku akan..." Amarah Tamara memuncak dan akhirnya mengusir Kiky.

" Ahhh tidak!!" Kiky lari terbirit-birit ketika Tamara melemparnya dengan gelas. Untungnya, gelas itu tidak mengenai tubuhnya melainkan pecah membentur diniding yang tak jauh dari tempat Kiky berdiri.

***

Luna berdecak kesal, ketika ia tak juga menemukan jejak-jejak pelaku penyerangan kemarin.

Aidan memperhatikan Luna dari meja kerjanya yang memang masih dalam ruangan yang sama, kemudian bertanya, "Kau sedang apa, Luna? Kenapa serius sekali?"

Sambil tak melepaskan pandangannya dari layar komputer, Luna menjawab, "Aku sedang mencari penjahat itu, tapi kenapa tak ada sedikitpun jejak-jejak pelaku penyerangan itu? Padahal, kita punya akses data semua penduduk negeri ini."

Aidan mengerutkan dahi kemudian berkata, "Kecuali, jika orang itu berasal dari negara lain.

Luna tersentak mengutuk dirinya sendiri, "Bodoh! Kenapa aku tidak berpikir sampai kesana?"

Aidan menghampiri Luna dan membantu Luna mencari data orang-orang asing yang pernah menjalin kerja sama bersama mereka.

"Apa menurutmu penjahat itu ada hubungannya dengan proyek yang baru kita menangkan kemarin?" Tanya Aidan.

"Tidak! Aku sudah mendapatkan semua informasi tentang klien baru kita itu, tetapi tak ada satu pun yang mengarah kesana." Jawab Luna.

Dalam usahanya mencari informasi, Luna melihat sebuah video yang tiba-tiba muncul di beranda komputer nya.

Ada Thoriq dan seorang wanita yang menjadi Thumbnail dalam video tersebut.

"Kak Aidan, sepertinya kau harus melihat ini!" Luna meminta Aidan ikut menyaksikan tayangan video tersebut.

Video itu berdurasi selama dua menit empat puluh tiga detik. Luna dan Aidan mulai menyaksikan tayangan video tersebut dan akhirnya, keduanya merasa geram. Terlebih lagi Luna yang sampai memukul layar komputer di hadapannya.

"Sial...!! Siapa yang berani meng-upload video sepert itu?" Aidan mendengus kesal.

Luna mencengkram rambutnya dengan kedua sikut yang bertumpu di atas meja.

"Siapa pun orang nya, dia sedang berusaha menghancurkan karir Mr. Perfect." Ujar Luna.

Aidan meraih ponselnya dan menekan nomor ponsel Thoriq yang tersimpan dalam memori ponselnya.

"Thor, kau dimana?" Tanya Aidan setelah Thoriq menjawab panggilannya.

"Mr. Culun? Ada masalah apa sampai kau menelpon dan mengganggu tidur ku?"

Sekarang *s*udah jam sebelas siang dan dia masih tertidur?

"Bangunlah! Dan temui aku di perusahan ku! Ada hal penting yang harus kau ketahui!"

Thoriq mengerutkan dahi, tak biasanya ia mendengar nada bicara Aidan sampai seserius itu.

"Baik Mr. Culun! Mr. Perfect ini akan menemui mu. Tapi beri waktu aku sebentar lagi untuk melanjutkan tidur ku!" Jawab Thoriq masih dengan suara serak layaknya orang baru bangun tidur.

Aidan hendak memberitahu tentang video itu, agar Thoriq segera datang menemuinya, tetapi Thoriq malah memutuskan panggilannya.

Aidan menghubungi Thoriq lagi, tetapi sepertinya Thoriq benar-benar tak ingin diganggu hingga mematikan ponselnya.

Sial...!!

"Ada apa?" Luna bertanya ketika melihat Aidan begitu kesal.

"Anak itu mematikan ponselnya dan memilih untuk tidur, tanpa menyadari masalah besar yang akan ia hadapi."

Aidan begitu marah dengan kemunculan video itu, karena jika sampai semua orang melihatnya, bukan hanya karir Thoriq yang akan hancur, melainkan akan berdampak pada bisnisnya. Para investor maupun pemilik produk yang selama ini mempercayakan Thoriq sebagai brand ambassador produk mereka, tentu saja tidak akan terima dan kemungkinan akan memutuskan semua kesepakatan kerja sama mereka.

"Ayo Luna, sepertinya kita yang harus menemui Mr. Perfect tukang tidur itu!" Aidan mengajak Luna untuk pulang kerumahnya dan menemui Thoriq.

.

.

.

.

.

.

Setelah mendapatkan tugas baru dari Bu Ratih, Cantika sempat berpikir untuk berhenti dari pekerjaannya.

Cantika menghubungi Ibu nya di Desa dan hendak bercerita tentang keputusannya untuk mencari pekerjaan baru. Tetapi, sebelum Cantika bercerita, Ibu nya lebih dahulu menceritakan keadaan mereka di Desa.

Cantika mendapat kabar, jika Valdi, adik laki-laki Cantika yang baru lulus Sekolah Menengah Atas, saat ini diterima di sebuah Universitas ternama di Ibu Kota. Letak Universitas itu cukup dekat dengan tempat Cantika bekerja, dan Ibu nya itu mengatakan, meskipun Valdi diterima dengan beasiswa, tetapi akan membutuhkan biaya sehari-hari disana, termasuk untuk membeli buku-buku yang harus membelinya dengan uang sendiri.

Cantika sangat gembira mendengar perkembangan adiknya itu, tetapi Cantika bingung, bagaimana ia harus membantu membiayai keperluan Valdi di kota besar jika dirinya berhenti bekerja. Apalagi, Ibunya bilang, Valdi akan berangkat tiga hari lagi dan membutuhkan uang untuk ongkos dan mengontrak tempat tinggal di kota.

Karena tak ingin mengecewakan Ibunya dan Valdi, Cantika mengatakan akan meminjam uang dari teman atau atasannya dan akan segera mengirimkan uang itu untuk kebutuhan Valdi.

.

.

.

.

Pagi ini Cantika menemui Hera di kamarnya dengan maksud ingin meminjam uang kepada Hera.

Cantika mengetuk pintu kamar Hera. "Hera? Aku Cantika. Apa aku boleh masuk?"

Hera segera membukakan pintu untuk Cantika.

"Cantika? Ada apa menemui ku pagi-pagi sekali?

"Emhh... Begini Hera, Ibu ku menelpon dan mengatakan sedang membutuhkan uang. Apa aku boleh meminjam uang mu? Aku akan mengembalikan nya dengan uang gaji ku bulan ini." Cantika memberanikan diri mengatakan maksudnya.

"Cantika, aku sungguh minta maaf. Uang gaji ku bulan lalu sudah aku kirimkan ke desa. Orang tua ku sedang merenovasi rumah kami di desa, untuk itu, setiap bulannya aku selalu mengirimkan semua uang ku kepada mereka." Dengan sangat menyesal, Hera mengatakan dirinya tak bisa membantu Cantika.

***

Bersambung...

1
Miranty14
Thor mana kelajutannya
Miranty14
bagus ceritanya
Rita
cantika....
Ray D
makin gak seru....sifat mc nya buruk semua...
Made Jangkung
thor untuk kelanjutannya bisa liat di mana ya?
Ezra Sumadi
lanjut
Ezra Sumadi
mantap Thor
Jihan Zahra
kapan update nya ?
Eko Nur Yanto
Lumayan
Kaoru
up lagi Thor... penasaran nih
Sumarta Oktaviani
keren
Ismei Dhamayanti
Akhirnya pindah lapak bacanya,,,,
sibung
lanjut dong thor
Indah Yuli
percintaan luna kaya ibuny......
Erif Agustin
iris mata itu apa ya?
Linda Marlina
bgs
Alfiyati Al-Ikhlas
monoton dong kalau sama2 culum
Ayu Rezeki
keren guys novely , dapet bgt feell disetiap karakter pemainy 😍😍😍😘😘😘😘😘
semangat author nulisy 🌹🌹🌹🌹
Ayu Rezeki
ngakak sama pimikiran aidan🤣🤣🤣
Ayu Rezeki
nyimak dulu,sampai sini ternyata bagus aku suka tatanan bahasay, swmngat ya authorrr nulis novely 😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!