Satria Wira Pratama adalah Seorang pimpinan perusahaan besar yang terkenal dingin dan juga sangat kejam. Tiba-tiba menjadi tak berdaya menghadapi seorang OG yang super ceroboh. Melinda Permata Sari, seorang gadis yang berasal dari keluarga menengah kebawah memiliki tiga adik laki-laki yang super protektif terhadap kakak perempuan mereka.
Jarak usia keempatnya tidak terlalu jauh sehingga sering Linda (Panggilan Melinda ) dicap sebagai seorang play girl karena gonta ganti pasangan.
Kehidupan Linda yang biasa-biasa saja mulai berubah semenjak dia pindah bekerja di sebuah Perusahaan Adi Kuasa di Kota Metropilitan ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Empat Belas
Satria masih memandang wajah antusias Linda, dan membuatnya sangat gemas. Ingin sekali mencubit pipinya itu.
"Kita menikah."
Mata Linda melotot tidak percaya mendengar ucapan atasannya yang se enak jidat itu.
What nikah? Gila lo ya? Gue lagi pusing gimana caranya lepas dari perjodohan sama si br*ngs*k Bayu, ini malah kasih ide gila kayak gini. Ini bukan solusi bego!!! Iihhh lama-lama bisa stroke gue! Eh jangan lah, masak cewek cantik stroke. Trus nambah enak dong si brengsek itu.
"Maaf Pak. Maksud bapak apa ya?" Dengan wajah penuh tanya Linda menatap Satria curiga.
"Ini aturan mainnya." Satria menyerahkan tumpukan kertas ke hadapan Linda yang masih mematung.
Linda mengambil itu lalu membacanya dengan teliti.
Dia membaca baris demi baris. Wajahnya semakin masam membaca isi tulisan dalam kertas.
"Apakah kamu sesenang itu??" Satria mengagetkan Linda yang masih membenamkan wajahnya dalam tumpukan kertas itu.
"Hah??? Ini namanya bapak nyuruh saya makan buah simalakama. Dimakan saya kehilangan kebebasan saya, tidak dimakan masa depan saya hancur." Linda terlihat kesal setelah mengucapkan kalimat itu.
Hahahahaha
"Di dunia tidak akan ada yang berjalan seindah dan semulus di negri dongeng nona! Keduanya sama-sama untung.... Kamu hanya tinggal memilih." Satria merasa menang telak dengan rencananya. Karena dia yakin OG cantik ini tidak akan menolaknya.
"Tapi pak! Jika saya memilih menolak kerja sama ini, bagaimana dengan kuliah saya? Dan jika saya menerima ini, memang sih kuliah masih bisa lanjut. Tapi dengan status menjadi istri anda?? Dan gilanya lagi anda menginginkan anak dari saya!! Bapak kira saya terima jasa pembuatan anak???" Linda mencoba menahan amarahnya. Berusaha agar tangannya tidak ikut bicara.
Namun di dadanya berkecamuk, antara galau menjadi istri atasannya atau Bayu ******* itu.
Jika menolak menjadi istri atasannya, sudah dipastikan kuliahnya hancur dan dia harus menikah dengan musuhnya.
Jika dia menerim, memang sih harus selalu ikut dengan ide gila atasannya. Tapi paling tidak dirinya tidak perlu menjadi istri Bayu dan bisa lanjut kuliah. Pekerjaan juga aman. Bahkan malah disuruh berhenti kerja. Tapi kalau tidak kerja. Apa yang akan dia lakukan? Menjadi babu? Babu dengan pangkat Jendral alias istri atasan?
Linda masih mematung memikirkan pilihan terbaiknya. Tapi sayang, keduanya tidak ada yang baik.
Ingin rasanya menghancurkan isi ruangan ini dan menggantung orang dihadapannya yang sedang senyum-senyum seperti orang gila.
"Bisa saya meminta waktu pak?" Akhirnya Linda memecah keheningan di ruangan ini.
"Silahkan!! Waktu kamu hanya sampai sore ini. Karena mulai besok tawaran ini sudah tidaka berlaku lagi......." Terlihat senyum licik Satria.
Lihatlah My Princess, masih adakah yang bisa kamu lakukan untuk menghindari ku? Dan aku rasa kamu akan sangat senang dengan tawaran emas ini. Karena semua akan sama saja.
Selama tiga puluh menit Linda terlihat gusar, wajahnya berubah-ubah. Dari masam, bingung, marah bahkan senyum tipis penuh arti.
"Baiklah, saya terima. Tapi bisakah saya juga mengajukan syarat?" Kali wajah Linda terlihat sangat serius.
"Silahkan.."
"Kedepannya, saya tidak ingin bapak ikut campur dalam urusan pribadi saya. Contohnya soal pergaulan saya dan cara saya menghabiskan waktu luang.."
"Ditolak!"
Wajah Linda terlihat sangat marah mendengar penolakan Satria.
"Kenapa?" Dengan wajah masih tidak terima Linda menatap tajam kearah Satria.
"Apakah kamu gila?"
"Saya waras."
"Pernahkan kamu lihat Ayahmu tidak perduli jika ibumu tidak ada di rumah saat beliau pulang kerja?"
"Ayah akan panik dan menyuruh kami pergi mencari ibu, walau hasilnya tetap sama." Wajah Linda nampak putus asa dengan kenyataan itu.
"Pernahkan Ayahmu diam saja saat ibumu duduk diam penuh masalah dikepalanya?"
"Ayah akan bertingkah konyol jika itu sampai terjadi."
"Kesimpulan?"
Dengan wajah pasrah Linda menjelaskannya, "Anda tidak akan diam saja jika saya murung. Dan anda akan marah jika saya tidak ada di rumah saat anda pulang."
"Nah itu kamu tahu,, Kenapa masih bertanya?"
"Tapi pak! Kenapa sampai harus punya anak? Nanti apa kata orang kalau kita pisah? Saya tidak mau memberikan harta saya kepada pria yang tidak saya cintai.."
"Apakah sebuah pernikahan akan menghujat istrinya jika dia hamil dengan suaminya??"
"Memang tidak pak. Tapi kan kita tidak saling cinta Pak!" Linda benar-benar dibuat mati muda hari ini
Bagaimana tidak? Sepagi ini sudah mendapat masalah konyol dan membuat masa depannya semakin suram
"Ya terserah kamu," Satria mulai menarik ulur situasi.
"Kalau kamu sudah paham, tanda tangan disini." Satria menunjukan bagian dengan nama Melinda untuk tandatangan diatas nama itu.
Haduhhh gimana ini? Ini adalah pekerjaan paling gila yang harus gue jalani kalau mau menghindari perjodohan dengan Bayu. Dan semoga semoga semoga malam pertamaku tidak diambil olehnya.
"Baiklah Pak!" Wajah Linda masih kusut dan menerima pulpen dari tangan Satria. Setengah yakin dia menandatangani kontrak gila ini.
Dan di pasal itu, Satria adalah penguasanya. Dia sutradaranya. Dia yang menentukan apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Selesai menandatangani kontrak, Linda terbebas dari pekerjaan sebagai OG. Dan bisa mulai kuliah sesuatu jadwal.
Namun harus mulai berakting menjadi kekasih bayaran Satria.
"Mulai hari ini kamu tidak usah bekerja lagi, karena kamu akan sibuk dengan kuliah dan juga mengurus suamimu nanti. Hari ini kamu ikut saya keluar. Karena nanti sore harus bertemu dengan mama."
Linda kali ini tidak dapat membantah. Dan jika anak buahnya melihat. Maka dia akan ditertawakan. Seekor macan kumbang berubah menjadi kucing rumahan yang sangat penurut.
Mungkin itu yang akan menjadi julukannya nanti. Linda berdiri hendak meninggalkan ruangan Satria.
"Mau kemana kamu?" Satria mulai berdiri dari duduknya.
"Saya...."
"Kamu harus belajar dulu"
"What?? Belajar apa Pak?"
"Kamu lupa? Sore nanti kita akan bertemu mama ku. Maka akan lucu jika kamu menggunakan bahasa formal jika di depan mama."
"Oh anda benar." Dengan gontai Linda berjalan menuju sofa tempat Satria berada.
"Ingat, mulai hari ini kamu panggil aku sayang."
"Maaf Pak? Apakah tidak terlalu berlebihan?" Linda memicingkan matanya
"Lalu?"
"Setidaknya memanggil nama lebih waras Pak! Dan lagi kita bukan pasangan kekasih yang lagi dimabuk cinta."
"Nanti juga kita akan mabuk dengan sendirinya...." Satria terkekeh dengan ucapannya sendiri
Padahal tadi hanya iseng mengusulkan panggilan sayang, dan ternyata responnya sangat lucu.
Satria meraih tangan Linda, tapi segera ditepis oleh Linda
"Bapak mau apa?"
"Kita kan kekasih sekarang? Harus terbiasa pegang tangan agar aktingnya bagus." Satria mencari alasan yang tepat. Tapi memang iya. Nanti sore jika keduanya terlihat kaku, maka rencananya membuat mama tunduk akan berantakan.
"Apakah kamu mau mamaku curiga kalau kita memang sedang berbohong?"
Akhirnya Linda pasrah saja, demi terbebas dari Bayu sialan itu. Ternyata memang Bayu lah penyebab kesialannya belakangan ini.
Linda terlihat senyum sinis, membayangkan betapa Bayu akan mengamuk saat tahu dirinya akan menikah