NovelToon NovelToon
Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Action / Mengubah Takdir
Popularitas:704
Nilai: 5
Nama Author: royco

menceritakan tentang seorang pemuda bernama royy yang tereinkarnasi menjadi entitas bayangan dan membangun peradaban serta menjadi raja iblis...
(Kage no Karada toshite Tensei Shita node, Saikyō no Danjon Ōkoku o Tsukurimashita!)
(reinkarnasi menjadi entitas bayangan, dan membangun kerajaan terkuat di dalam dungeon)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon royco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(perjalanan 2, politik Oscar) satu Minggu setelah kekalahan raja iblis

"Ahh... Aku... di mana...?" Ucapku lirih, memaksakan sebilah kalimat keluar dari sela-sela bibirku sembari membuka sepasang kelopak mataku secara perlahan.

Rasa pening yang teramat hebat mendadak menusuk sirkulasi kesadaranku. Pandanganku yang tadinya buram perlahan mulai fokus, menangkap visual langit-langit kamar mewah Istana Aethelgard yang sangat kukenal. Seluruh tubuh manusiaku terasa kaku dan lemas, sisa dari pertempuran kosmik gila-gilaan di luar angkasa seminggu yang lalu.

"Tuan Miko...! Syukurlah... Anda akhirnya sudah sadar..."

Sebuah suara lembut bergetar menahan tangis terdengar tepat di sebelah ranjang tempat tidurku. Aku menolehkan kepalaku pelan. Di sana, Alpha sang Penyihir Agung Elf sedang duduk bersimpuh sembari menggenggam erat telapak tanganku menggunakan kedua tangan lembutnya Sepasang mata indahnya tampak berkaca-kaca, memancarkan rasa lega yang luar biasa mendalam.

Aku memaksakan otot tubuhku untuk bangkit dari posisi berbaring, mencoba duduk bersandar di kepala ranjang. Napasku kuatur se-konstan mungkin sebelum akhirnya meluncurkan pertanyaan kepada Alpha mengenai apa saja yang sebenarnya telah terjadi selama raga manusiaku terkapar tidak sadarkan diri.

Mendengar pertanyaanku, Alpha perlahan menyeka sisa air mata di pipinya, lalu mulai menceritakan seluruh kronologi kejadian pasca-perang besar secara detail saat aku sedang tidak sadarkan diri.

Tepat satu minggu yang lalu...

DUARRRRRRRRRRRRRRR!!!!!!!

Sebuah dentuman ledakan berskala raksasa mendadak mengguncang perimeter depan pos medis darurat garis depan. Sebuah tekanan energi yang teramat dahsyat meluncur deras dari langit hampa, menjatuhkan sesosok benda berat yang terbakar api jingga bagaikan meteor jatuh berkecepatan cahaya tepat di atas permukaan tanah gersang. Tatkala Alpha, Delta, beserta beberapa orang yang berada di sana bergegas berlari keluar tenda untuk memeriksa pusat kawah jatuhnya hantaman tersebut, seluruh pasang mata seketika terbelalak horor menahan terkejut.

Di dasar kawah debu yang pekat itu, yang mereka lihat tidak lain adalah raga manusiaku

yang terkapar pingsan bersimbah darah segar, dan di sebelahku terdapat jasad kaku pahlawan Jerry yang ikut terlempar keluar dari sistem inventory-ku yang melonggar.

Kondisi ragaku saat itu dinyatakan masih bernapas kritis akibat kehabisan sisa pasokan mana inti. Sedangkan Jerry... ksatria tangguh dari bumi itu bener-bener tidak terselamatkan lagi. Dia telah tiada, gugur di atas pangkuanku demi mempertahankan sisa peradaban benua.

Setelah badai pertempuran itu resmi mereda, proses evakuasi skala makro langsung digelar secara besar-besaran di bawah komando garis belakang. Ribuan jasad korban perang dari berbagai faksi diamankan dengan penuh rasa hormat. Ribuan pasukan Undead milikku yang strukturnya sudah hancur lebur dan tidak bisa lagi dibangkitkan menggunakan sihir necromancy, terpaksa dikumpulkan lalu dibakar massal hingga abunya dialokasikan menjadi pupuk penyubur tanah. Sementara itu, ribuan prajurit dari pasukan Goblin setiaku yang tewas gugur di medan laga, langsung dipulangkan menuju ke faksi keluarga mereka masing-masing agar bisa dimakamkan secara layak atau dibakar menjadi abu suci.

Setelah proses evakuasi yang melelahkan itu selesai, roda kepemimpinan tertinggi kerajaan dungeon Aethelgard dipimpin sementara secara kolektif oleh Alpha dan Epsilon.

"Mengingat janji awal dan utang politik nyawa yang mereka miliki kepada faksi kita, saya dan Epsilon langsung mengajukan surat tagihan kompensasi perang secara mutlak kepada pihak Kerajaan Oscar, Tuan Miko," ucap Alpha menjabarkan strategi diplomasinya dengan wajah polos.

"Kami mengambil keuntungan dalam jumlah yang sangat besar, berupa koin emas murni dalam jumlah masif dan pasokan batu magis berkualitas tinggi dari dalam brankas utama Kerajaan Oscar sebagai upeti balas budi."

Mendengar penjabaran dari Alpha, sepasang mataku seketika membulat sempurna. Aku terkejut setengah mati, menatapnya dengan pandangan kaget.

“Ahh... Sialan... Untung besar sih emang langkah diplomatik mereka, tapi... aduhhh, Alpaaaa! Sebenernya aku mau mengajukan negosiasi itu sendiri secara langsung ke Raja Oscar buat menagih hutang nyawa tersebut... Gua maunya dapet bonus Harem ciwi-ciwi gemes dari kalangan bangsawan mereka juga buat ngisi istana ini woi... Kenapa lu malah cuma ambil duit sama batu doang, alpaaaa...!” Teriakku menjerit frustrasi di dalam batin kegelapanku, meratapi hilangnya kesempatan harem impian buminya.

Alpha yang melihatku mendadak terdiam menghentikan bicaranya. Dia menatap wajahku dengan tatapan kosong yang kebingungan, menyaksikan ekspresi mukaku yang tampak kebingungan menahan kesal.

"Anu... Tuan Miko...?" Tanya Alpha kebingungan dengan muka polosnya yang teramat menggemaskan sembari memiringkan sedikit kepalanya ke samping.

"A-... Ahh... Iya bagus, Alpha... Bagus banget..." Ucapku memotong cepat, berusaha mengendalikan ekspresi wajahku. Aku mengulurkan tangan kananku ke depan, mengelus lembut kepala Alpha dengan pelan. "Kamu sudah bekerja keras memimpin kerajaan selama seminggu ini. Bagus, aku bener-bener bangga padamu."

Setelah aku memuji langkah taktisnya, Alpha tersenyum manis lalu bercerita lagi perkembangan faksi militer kami. Katanya, sisa-sisa faksi musuh dari Kerajaan Iblis yang berada di wilayah Lembah Kegelapan kini telah resmi tunduk menyerah kalah dan menjadi hak milik mutlak Aethelgard. Wilayah baru itu kini diberi sebutan sebagai Dark Aethelgard—sebuah cabang kerajaan wilayah bawah yang berada di bawah otoritas absolutku, namun sistem birokrasi hariannya dikelola oleh para petinggi dari ras iblis lokal yang sudah bersumpah setia.

Dan menariknya lagi, di dalam kerajaan ini juga telah mulai diisi oleh beberapa ras iblis baru, termasuk beberapa kandidat bertalenta tinggi yang dengan sukarela mendaftarkan diri untuk bekerja sebagai healer (penyembuh) ataupun pendeta suci di bawah panji kegelapan kami.

Berdasarkan data sensus terbaru, ras iblis yang menetap di kerajaan utama saat ini berjumlah sekitar lima ribu jiwa, sedangkan rakyat yang berada di wilayah luar Dark Aethelgard sudah menembus angka ratusan ribu jiwa. Kalau ditotal secara keseluruhan, pengikut setiaku beserta rakyat dungeon saat ini bener-bener sudah meledak sukses menembus angka ratusan ribu jiwa! Terlebih lagi, saat proses evakuasi ras iblis kemarin, faksi kami juga mendapatkan rakyat baru dari kelompok ras Ogre, ras Orc, hingga barisan kaum manusia semi-hewan seperti faksi semi-serigala, semi-rubah, semi-kucing, dan beberapa ras lainnya.

“Yah... Kerajaan makin ramai dan makmur, aku pun juga ikut senang. Walaupun aku gagal dapet Harem putri bangsawan yang aku impikan karena langkah Alpha, tapi ya tak apa lah. Toh di kerajaan ini juga ada anak buah kesayanganku di istana ini yang mukanya manis-manis dan setia tingkat dewa,” pikirku menghibur diri sendiri.

Aku pun menyuruh Alpha untuk segera menyambut mereka semua di dalam ruang makan utama, karena jam dinding sihir sudah menunjukkan waktu makan siang.

Saat Alpha membungkuk hormat lalu melangkah pergi menuju ruang makan untuk menyiapkan hidangan makan siang dan mengumpulkan para kandidat yang akan menjadi pekerja baru di kerajaan ini, aku pun bangkit dari kasur tempat tidurku. Langkah kakiku bergerak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah menyiram tubuh ragaku dengan air segar, aku memilih untuk mengenakan setelan pakaian kasual rumahan yang santai; tidak terlalu megah menyala namun juga tidak terlalu lusuh, murni hanya sebatas pakaian kain rumah biasa.

"Hmmm... Tadi kata Alpha gimana...? Ada pendeta yang mau jadi pendeta kerajaan...? Dan ada ras semi-rubah yang mau jadi pasukan pengintai...? Juga ada kelompok ras Dark Elf...?" Gumamku lirih pada diri sendiri sembari berjalan melangkah santai menyusuri aula utama menuju ke arah ruang perjamuan makan.

"Tapi secara logika militer, ras Dark Elf kan fokusnya ke arah pertarungan jarak dekat tingkat tinggi. Sedangkan untuk posisi panglima perang kan posisinya sudah dikunci mati oleh Delta... Hmmm... Aku harus merombak total seluruh sistem jabatan militer nanti biar lebih taktis," gumamku lagi sembari membetulkan posisi pakaian kasualku.

Begitu langkah kakiku melangkah masuk melewati gerbang pintu ruang makan, pemandangan di dalam sebuah meja panjang perjamuan sudah bener-bener ramai luar biasa oleh orang-orang baru yang akan menjadi bagian dari jiwa kerajaan ini.

Begitu siluet tubuhku bermanifestasi di dalam ruangan, detik itu juga seluruh orang baru di meja makan serentak berdiri tegak lurus, menundukkan kepala mereka demi memberikan penghormatan mutlak kepadaku.

"Ahh... Santai aja lah, gak usah terlalu kaku begitu. Silahkan duduk lagi semuanya," ucapku santai sembari ikut menduduki kursi utama di ujung meja perjamuan.

"Sebelum hidangan perjamuan siang ini kita santap bersama, bolehkah saya bertanya dulu kepada kalian semua yang berada di ruangan ini?" Tanyaku kepada orang-orang baru itu, mengedarkan pandanganku dengan ekspresi tenang.

"Tentu saja, Yang Mulia!" Jawab mereka serentak dengan suara penuh rasa hormat.

Aku mengulas sebuah senyuman tenang dan menjawab.

"Aku secara makro sudah mengetahui perbedaan latar belakang kalian. Jadi, buat yang nantinya bertugas di dalam kerajaan ini, kalian boleh diam menyimak dulu. Dan khusus untuk perwakilan yang bertugas di luar kerajaan, bisakah kalian memberikan penjelasan laporan kepadaku sekarang?" Ucapku penuh wibawa kepemimpinan sejati.

Detik itu juga, satu orang pria bertubuh kekar langsung berdiri tegak, meletakkan tangan di dada lalu membungkuk hormat ke arahku.

"Siap...! Perkenalkan Yang Mulia, nama saya Georg Wiliam, selaku pemimpin petinggi dari wilayah lembah yang kini telah resmi melebur menjadi teritorial Dark Aethelgard. Saya berdiri di sini untuk memberikan keterangan laporan secara detail," ucapnya dengan penuh hormat.

Georg pun mulai menjabarkan secara detail mengenai apa yang terjadi di luar wilayah istana dan langkah taktis apa saja yang harus kulakukan untuk mengamankan perimeter ke depannya.

"Begitu ya... Penjelasan yang bagus. Baiklah, Georg, silahkan duduk kembali..." Ucapku tenang, menganggukkan kepalaku puas mendengar laporan matangnya. Pria iblis itu pun kembali duduk tenang.

"Kalau begitu, sekarang giliran kandidat yang akan bekerja di dalam kerajaan. Silakan berdiri, perkenalkan diri kalian satu per satu beserta status kemampuan kalian," perintahku, menatap barisan kursi sebelah kiri.

Beberapa orang bertalenta tinggi di sisi meja makan langsung berdiri tegak secara bersamaan.

"Mulai dari urutan paling kiri dulu melingkar..." Ucapku memberi instruksi arah.

Sosok gadis berkulit gelap dengan telinga runcing khas ras Elf langsung melangkah maju, menatapku dengan pandangan mata yang tegas.

"Siap...! Saya Tinker Layla Lulutina, seorang Dark Elf atau Elf petarung garis keras. Skill spesifik bawaan lahir saya adalah mampu memanipulasi elemen air murni dan bisa mempercepat ritme pergerakan fisikku untuk bertempur di garis depan!" Ucapnya dengan suara yang tegas nan disiplin.

"Layla ya... Baiklah, nama yang bagus. Silahkan duduklah kembali," ucapku santai, mencatat namanya di dalam struktur taktis batin. Gadis Dark Elf itu pun kembali menduduki kursinya.

"Kau berikutnya, cepat perkenalkan dirimu," ucapku menunjuk pemuda di sebelah Layla.

Pemuda dari bangsa iblis berpakaian jubah putih panjang langsung melangkah maju dan membungkuk sangat dalam ke arahku.

"Siapp...! Perkenalkan nama saya Kelvin Lucivier, berasal dari bangsa iblis murni dan merupakan keturunan garis darah orisinil dari Lucivier Algo sang raja iblis di masa lalu. Saya berstatus sebagai Pendeta Suci Kerajaan. Kapasitas sihir penyembuhanku mampu memulihkan luka fisik seberat apapun dalam sekejap mata, dan saya bahkan memiliki kapasitas untuk membangkitkan kembali orang yang baru saja mati sekalipun!" Jawab Kelvin dengan nada suara yang mantap.

"Bagus... Kemampuan yang sangat langka. Sekarang, kau duduk kembali, Kelvin," ucapku tenang, menganggukkan kepalaku puas. Pemuda iblis itu pun kembali duduk rapi.

"Dan kau?" Tanyaku, mengalihkan fokus garis pandanganku ke arah kandidat terakhir yang berdiri paling ujung—sang gadis kecil dari ras semi rubah.

Mendapatkan tatapan langsung dariku, sekujur tubuh kecil gadis semi rubah itu mendadak gemetaran hebat akibat diserang rasa gugup yang luar biasa pekat.

"S-S-S-Siapppp...! N-N-Nama sayaa... Alisaaa...!" Jawabnya dengan suara yang gemetar gugup terbata-bata parah, memejamkan kedua matanya karena takut. "Saya... Saya semi rubah dengan keunggulan diberkahi kemampuan pengamatan super jeli serta memiliki daya pergerakan yang sangat lincahhh...! S-Saya... Saya siapp ditempatkan untuk menjadi mata-mata di faksi kegelapan istana ini...!" Jawabnya gugup mengakhiri kalimat.

"Hoo... Menarik. Kau berhasil menarik perhatian taktisku hari ini, Alisa. Silahkan duduk kembali dengan tenang," ucapku tenang dengan nada suara yang melembut. Gadis semi rubah itu pun bernapas lega lalu kembali duduk di kursinya.

Setelah seluruh kandidat pekerja baru selesai menuntaskan sesi perkenalan mereka dengan sempurna, aku perlahan bangkit berdiri. Tangan kananku bergerak meraih sebuah gelas berisi cairan wine merah pekat, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi ke atas udara ruangan perjamuan makan.

"Dengan rasa penuh hormat kuucapkan... Kalian semua secara resmi diterima di dalam keluarga besar shadow Aethelgard dan menjadi bagian dari jiwa Aethelgard yang takkan pernah bisa hancur! Bersulang!" Ucapku tegas, suaraku menggelegar penuh wibawa mutlak menembus setiap sudut aula dinding kastil.

"Bersulang...!" Jawab mereka semua serentak dengan suara bergemuruh penuh semangat, mengangkat gelas mereka tinggi-tinggi ke udara.

Kami pun mulai menyantap hidangan makan siang mewah yang telah disediakan bersama-sama dengan penuh rasa kekerabatan. Aku mengunyah makananku sembari menatap ke luar jendela, tersenyum dingin di dalam hati .

“Inilah awal baru dari lembaran sejarah draf dungeonku. Dunia yang penuh dengan kehinaan dan kebohongan politik ini... akan segera kuubah menjadi dunia yang penuh arti di bawah kuasa absolut kegelapanku!” Ucapku membatin penuh keyakinan taktis.

1
Quinnela Estesa
belum baca LN Tenshura sih. berharap ada risiko aja untuk tokoh utama. risikonya belum ada sama sekali
royco: ouhh ini genre berat aslinya kak.. ikutin teruss yaa.. ini udah sampai skala war antar kerajaan kok..🙏😍
total 3 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Blue Lock München Gaiden
royco: siapp
total 1 replies
Crimson
Semoga nggak putus di jalan ya, min. Sayang banget kalau putus di tengah jalan./Grin//Grin//Grin/
royco: amann lanjut terus sampe tamat bahkan bakal ada volume lainnya😄
total 1 replies
Crimson
tuh kan, sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣
royco: 🤭 iyya
total 1 replies
Crimson
Gini, nih, kalau karakter sok keras. Sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣🤣
royco: wkwkwkwkwkk
total 1 replies
Crimson
Gas, jangan sampai putus di jalan min. Kyk hubungan ku sama dia, anjay klas king. Wkwkwk 😅😅😅
royco: waduu
total 1 replies
Crimson
Rada" plenger jugak nih, orang.🤣🤣🤣
royco: wkwkkwkwk
total 1 replies
Crimson
Udah kyk Rimuru Jir, War di awal pakai wujud aslinya. wkwkwk 🤣🤣😁
royco: hehehee
total 1 replies
Crimson
Saran gw sih Thor, biar seru. beri MC nya bawahan thor, hehehe 😁
royco: ikuti terus kak alur cerita nya makin ke sini makin rame kok
total 1 replies
Crimson
adegan ini lagi, mirip Rimuru Jir, yang mau masuk ke kota para dwaf. /Facepalm/
royco: reall wkwkkwkwk
total 8 replies
Crimson
Good job, Thor. Nanti aku mampir lagi. /Grin/
Crimson
Wah, gw udah kyk baca novel tensura, ya, baca nih novel. /Grin/
royco: siapp
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!