Diantha dan Althaf saling mengenal dan menjadi sahabat di bangku SMA..
di sekolah, mereka benar benar tidak terpisahkan, bahkan satu sekolah mengira mereka pacaran.
sebenarnya mereka sama sama memiliki perasaan cinta, hanya saja , mereka sepakat untuk selalu menjadi sahabat dan tidak akan pernah pacaran, agar persahabatan mereka langgeng..
Sayangnya Diantha tidak sanggup untuk menahan perasaannya lagi hingga membuat jarak di antara meraka..
bagaimana kisah Diantha dan Althaf dalam cinta yang rumit dan persahabatan yang ingin di jaga..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tatapan kakak kelas
Saat sesi berkeliling ruangan telah selesai, para siswa-siswi kembali berkumpul di lapangan, mereka akan di perkenalkan kepad para guru dan kepala sekolah serta bagian operator sekolah..
Althaf yang berada di belakang Diantha sedikit maju untuk membisikkan sesuatu ke telinga Diantha..
" lihat deh kakak kelas di lantai dua , mereka ngeliatin kamu tuh " bisik Althaf
Seketika Diantha mendongak, melihat beberapa kakak kelas yang bersandar di pagar pembatas koridor lantai dua.
Di antara kerumunan siswa senior itu, ada satu sosok yang paling mencolok, kakak kelas laki-laki bertubuh tinggi dengan seragam yang rapi namun terkesan santai, bernama Reyhan..
Reyhan dan ketiga temannya sedari tadi memang tidak beralih sedikit pun dari posisi berdiri mereka.
Awalnya mereka hanya berniat melihat keramaian anak baru yang sedang mengantre giliran masuk ke laboratorium..
Namun, begitu Diantha mendongak, tatapan mereka langsung terkunci.
"Eh, Rey.. lihat deh yang di sebelah cowok tinggi itu. Anak baru kelas berapa ya? Gila, adem bener dilihatnya," bisik salah satu teman Reyhan.
Reyhan tidak menyahut, tapi seulas senyum tipis terukir di sudut bibirnya. Matanya yang tajam menatap tepat ke arah manik mata Diantha yang tampak sedikit terkejut karena tertangkap basah sedang melihat ke atas.
Ada pesona alami yang memancar dari wajah polos Diantha pagi itu, Rambutnya yang dikuncir rapi, dengan beberapa anak rambut yang membingkai wajahnya yang mulai merona kemerahan karena malu..
"Wah, parah sih. Cantik banget, natural lagi. Rey, saingan lu bakal banyak nih kalau nggak gerak cepat," sahut teman Reyhan yang lain, ikut-ikutan menggoda.
Melihat Diantha yang langsung salah tingkah dan buru-buru memalingkan wajahnya kembali ke depan, Reyhan terkekeh pelan.
Ia menopang dagunya di pagar koridor, masih memandangi punggung Diantha yang kini tampak kaku karena gugup.
"Jangan digodain, nanti anaknya malah takut," ucap Reyhan santai, namun matanya tetap enggan lepas dari sosok adik kelas barunya itu.
Sementara di bawah, Diantha bisa merasakan detak jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Ia menyenggol lengan Althaf dengan panik. "Althaf, ih! Kenapa dikasih tahu sih? Kan aku jadi malu !" bisiknya dengan wajah yang sudah merah padam, membuat Althaf hanya bisa tertawa kecil melihat reaksi teman barunya yang menggemaskan itu..
" itu namanya Kak Reyhan, kakak kelas kita yang ku ceritakan kemarin.. Dia yang kasih tau aku seluk beluk sekolah ini , dia baik kok orangnya , cuma sedikit cringe aja , hehehe " ucap pelan sedikit berbisik kepada Diantha
" ooh , tapi kok dia ngeliatin terus ya? Aku jadi nggak nyaman di liatin kek gitu.." balas Diantha
" Ya karena kamu cantik " Ucap Althaf tanpa ragu , ia juga mengedipkan satu matanya untuk menggoda Diantha..
Diantha dalam hati.." Ya Tuhan, bisa pingsan aku dengarnya "
"Apaan sih" seru Diantha mendengar gombalan Althaf, wajahnya sudah pasti bersemu merah , ia pun berusaha keras menetralkan perasaannya agar tidak ketahuan oleh Althaf bahwa ia salah tingkah karena di puji cantik..
setelah drama tatapan kakak kelas , Althaf dan Diantha kembali fokus mendengarkan ucapan Pak Gunawan yang memperkenalkan guru guru satu persatu.
Pak Gunawan memulai dari memperkenalkan diri kepada semua murid baru..
" Baiklah anak-anak sebelum kalian kembali ke kelas masing masing, alangkah baiknya kalian mengenal terlebih dahulu para pendidik dan tenaga kependidikan yang akan membimbing kalian selama tiga tahun ke depan," ujar Pak Gunawan ramah.
"Pertama, tentu saja Bapak sendiri. Nama Bapak Gunawan Prasetyo, kalian bisa panggil Pak Gunawan. Di sini Bapak mengajar mata pelajaran IPS sekaligus bertindak sebagai Ketua Panitia MOS tahun ini."