NovelToon NovelToon
Jeritan Hati Arumi

Jeritan Hati Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Misteri
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“ Hidup itu harus di jalani saja ”


Perkataan itu. Membekas di telingaku suara hangat nenek yang memberitahu ku bahwa hidup harus ku jalani dengan ikhlas


Namun waktu cepat berjalan, sehingga aku muak dengan perkataan seperti itu bagi mereka seorang gadis yang tidak berkecukupan harus di perilaku kan berbeda karena dia tidak mampu untuk apapun.



Terkadang kita lelah untuk menjadi orang yang baik, entahlah aku hanya letih menjadi seorang wanita yang baik dan di pandang sebelah mata sama semua orang.





— Jeritan Hati Arumi —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14 Pernikahan

Beberapa minggu kemudian. Acara pernikahan di lakukan hanya akad nikah saja seperti apa yang Arumi pinta karena dirinya masih tidak mau membebani keluarga Adrian yang sudah begitu baik sekali kepada dirinya, seorang gadis yang tidak punya apapun

Acara hanya di hadiri tetangga dan beberapa kerabat saja. Sebenarnya Laila menginginkan resepsi juga namun, Arumi enggan Adrian jadi menuruti kemauan Arumi gadis cantik yang sudah resmi menjadi istri Adrian itu. Tersenyum malu kepada Adrian yang duduk di dekatnya

Kalau ia bisa meminta ia akan meminta, ia akan mengulang pagi tadi saat Adrian dengan lantang menyembutkan namanya. Membuat hatinya menghangat sekali — Adrian tersenyum miring melihat Arumi yang tengah duduk di sebelah nya,

" Sayang, ayo makan siang kalian pasti lapar sekali bukan? "Kata Laila sembari menuangkan makanan untuk dirinya. Arumi bangkit dan mengambil kan makanan untuk sang suami ia selalu ingat sekali kata neneknya agar selalu berbakti oleh suami,

" Rencana bulan madu kemana sayang? " Tanya Laila memecahkan kesunyian yang ada di ruang makan tersebut.

Arumi menelan makanannya dengan tenggorokan kering mendengar pertanyaan sang mama mertua. " Ke mana sayang? " Tanya Adrian ia menoleh ke Arumi yang kelagapan di tanya,

" Terserah abang saja, lagian kan aku tidak tahu jakarta seperti apa " sahut Arumi terbata-bata

" Kamu mau nya kemana?, ada tempat yang mau kamu kunjungi di Jakarta ini? " Tanya Adrian lagi

" Oh, ya bang aku harus ke rumah paman aku ingin kasih kabar ke paman kalau misalnya. Aku sudah menikah dan tinggal sama abang.. Gimana menurut abang? " Kata Arumi dengan nada pelan ia teringat dengan sang paman.

" Sayang mama ikut ya, mama mau kenalan sama paman kamu " Sahut Laila

" Ya ma "

" Yang paman kemarin kamu telepon tapi, istrinya ngga izinkan dia ke pernikahan kita sayang? " Tanya Adrian Arumi menganggukkan kepalanya

" Besok sehabis ke kantor abang bawa kamu ke rumah paman kamu " Putus Adrian

" Makasih bang "

" Sama-sama "

****

Arumi meneguk ludahnya saat melihat kamar Adrian yang begitu besar sekali, sangat beda dengan kamarnya yang hanya terisi kasur palembang dan lemari kayu yang sudah lapuk. Matanya berkaca-kaca ia tidak sangka bisa berada di rumah yang begitu layak untuk di huni

Arumi mengusap cincin peninggalan sang Ibunda. Ia mengulas senyuman manis

" Ibu, nenek, aku sekarang sudah bahagia.. Kalian tidak usah khawatir aku baik-baik saja. Nenek, Ibu, doakan Arumi agar bisa menjadi istri yang baik " Katanya air matanya mengalir deras mengingat kedua wanita yang selalu menjadi sandaran untuk nya ketika dirinya rapuh.

𝘒𝘳𝘦𝘬!

Arumi sontak menoleh kebelakang saat mendengar suara knop pintu, terlihat Adrian yang masuk ke dalam kamar tersebut Adrian membuka jas yang ia kenakan saat acara akad nikah tersebut.

Wajah Arumi memerah kala melihat hal tersebut, tidak ia sangka ia akan ada di satu kamar dengan seorang lelaki tersebut. Adrian melirik dengan ekor matanya ke Arumi

" Kamu tidur aja, abang mau mandi terus ke kantor ada kerjaan yang harus abang selesaikan. " Kata Adrian membuat Arumi spontan menatap jam dinding yang tergantung di dinding.

Jarum panjang mengarah ke angka dua belas sedangkan jarum pendek terselip diantara di angka enam dan tujuh. Arumi mengghela napas berat mendengarnya suara rintikan air terdengar menyapu telinga nya

Ia bergegas menyiapkan pakaian untuk sang suami, yang menurutnya itu adalah sebuah kewajiban dan tanggungjawab seorang istri. Tidak lama kemudian Adrian keluar dari kamar mandi — dengan handuk sebatas pinggang sedangkan dadanya polos

𝘎𝘭𝘦𝘬! Arumi menelan ludahnya, kala melihat buliran air yang tersisa di dada bidang— tersebut membuat nya. Memerah ia memalingkan wajahnya ke arah lain

" Kamu yang siapkan? " Tanya Adrian membuat Arumi menoleh " Ya maaf kalau ngga sesuai sama apa yang abang, inginkan tapi — setidaknya aku sudah menjalankan tugasku " Sahut Arumi tegas

" Abang suka lakukan lah, apapun yang kamu kasih akan abang pakai! " Kata Adrian tanpa ragu ia memberikan kecupan di dahi Arumi membuat gadis itu memerah.

1
Emily
lanjut thour
Emily
curiga samudra itu arwah
bidadari: 🙂🙂 baca terus ya ka
total 1 replies
Emily
laila pemuja syaiton
Emily
wah udah murtadkah keluarga adrian
Emily
Innalillahi wainnailaihi rojiun ya thour
Emily
kenapa obatnya gak disimpan di saku malah di tenteng tenteng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!