Penyesalan yang selalu datang terlambat! Carla Magnolia Haines, menyesal meninggalkan suaminya demi pria yang ia pikir mencintainya, ternyata hanya menginginkan warisannya.
Saat ia mati ditangan pria yang ia pikir tulus mencintainya, barulah ia tahu suami kejam dan yang ia anggap terlalu kasar padanya, ternyata pria yang sangat tulus mencintainya.
Apakah waktu bisa diulang? ia ingin mengulang waktu bersama dengan suami kejamnya, dan mendengarkan suami kejamnya itu, dan bahkan akan membiasakan dirinya menerima sikap posesif suaminya padanya.
Aku ingin kembali! bhatin Carla penuh harap saat ia menutup matanya.
Akankah Carla dapat kembali lagi bersama suaminya, untuk mengulang waktu kebersamaan mereka, yang telah terbuang diantara mereka berdua, karena ulah orang ketiga menghancurkan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14.
Diruang utama Mansion Alford.
Lukman Haines bersama Edgar Hugo tidak berani duduk di sofa, melihat sekitar lima belas bodyguard Alexander berada di sana memandang sangar pada mereka.
"Lama sekali dia datang menemui kita!" Lukman sudah tidak tahan berlama-lama lagi dikediaman Alford.
Ia sedari tadi sudah sangat gelisah, dan gemetar melihat bodyguard Alexander memandang sangar ke arah mereka.
"Apakah kita aman nantinya keluar dari sini?" bisik Lukman berbisik pada Edgar semakin gemetar.
Edgar yang juga gemetar sedari masuk ke dalam kediaman Alford, memegang lengan Lukman dengan erat.
"Mu.. mudah-mudahan, Paman" jawab Edgar berbisik, "Aku dengar Tuan Alford itu temperamennya sangat kejam, aku yakin Carla sudah tidak selamat lagi"
Sudut bibir Lukman diam-diam menyunggingkan senyuman senang, "Apa benar kemarin kamu melihat Carla dibawanya paksa?"
"Iya, mungkin tubuh Carla sudah dia siksa begitu sampai di kediamannya ini"
Senyum Lukman diam-diam semakin lebar.
Ia senang sekali akhirnya tujuannya tercapai, dengan membawa tubuh tidak bernyawa Carla, ia dengan mudah dapat mengambil alih warisan yang telah menjadi milik Carla.
"Ternyata si Alford ini berguna juga memaksa menikah dengan Carla, dengan begitu kita tidak perlu susah payah menyingkirkan anak tidak tahu diri itu!" geram Lukman memikirkan, bagaimana sulitnya ia mendapatkan warisan dari istri pertamanya yang sudah mati.
Sementara itu di atas tangga Mansion, Carla melihat Butler berdiri memandang ke arah ke dua tamunya, yang menunggu dengan gelisah ditempat mereka masih berdiri.
"Nyonya!" sapa Butler sopan melihat Carla, "Mereka terlihat mencurigakan!"
"Laki-laki yang satu itu Ayah kandungku, dan yang satu lagi keponakan jauhnya! tidak perlu diawasi, aku akan bicara sebentar dengan mereka!" jawab Carla memandang dingin ke arah dua orang yang telah membunuhnya di kehidupan sebelumnya.
"Oh, baik, Nyonya!"
Dengan raut wajah terlihat datar dan dingin, Carla melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga, menemui dua orang yang tadinya ia pikir orang terbaik dalam hidupnya.
Sementara Lukman dan Edgar sebisa mungkin melemparkan senyuman ramah, kepada para bodyguard Alexander yang memandang dingin pada mereka.
Mata mereka seketika membulat melihat Carla menuruni anak tangga, dengan keadaan baik-baik saja tanpa mengalami apa pun.
Mereka kemudian memperlihatkan raut wajah ramah, dan tidak terkejut melihat keadaan Carla yang terlihat sangat baik.
"Carla! putriku!" panggil Lukman tersenyum ramah, tapi lututnya masih terasa gemetar.
Carla dengan tenang duduk di sofa, tidak terlihat senang seperti biasanya melihat Ayahnya datang menemuinya.
"Aku dengar dari Edgar, kamu kemarin diculik Alexander! aku sampai takut kamu kenapa-kenapa! untunglah kamu baik-baik saja!"
"I.. iya! kami sangat khawatir sekali padamu!" kata Edgar menambahkan.
Cih! khawatir? kalian datang kemari ingin memastikan, apakah aku ini sudah mati atau belum! bisik hati Carla melihat akting ke dua lelaki di depannya itu.
"Carla!!" bentak Lukman seketika emosi, karena Carla diam saja tidak menjawabnya, "Apa kamu sudah bisu? sampai tidak menjawabku?!!"
Sikap Carla yang terlihat begitu tenang membuat Lukman keheranan, Carla tidak ketakutan seperti biasanya ingin segera ia bawa pergi dari kediaman Alford.
Carla memandang Ayahnya dengan acuh tak acuh, lalu menopang kan satu kakinya ke atas kaki satu lagi.
Sudut bibirnya menyunggingkan senyuman dingin, "Siapa yang bilang aku diculik, aku suka rela dibawa suamiku pulang! sudah seharusnya seorang suami membawa istrinya pulang, karena melihat pria tidak tahu diri menggoda istrinya, iya kan?!"
"Apa?!"
Lukman dan Edgar semakin bingung melihat sikap Carla, yang sangat jauh berbeda dari mereka tahu sebelumnya.
Carla memandang ke dua orang, yang tampak tidak berkedip memandangnya tidak percaya.
Bersambung........
tapi Clara nya tak ngeh dari awal🤣🤣🤣🤣🤣
napa terlalu lama nungul ya???