Alundra Kylie patah hati saat mengetahui Arsenio Ghaisan, cinta pertamanya, ternyata dijodohkan dengan sepupunya, Alora Eleandra.
Untuk melupakan cinta pertamanya itu, Alundra memutuskan untuk kembali ke luar negeri menyusul orang tuanya yang menetap di sana. Namun, saat perjalanan menuju bandara, Alundra tidak sengaja menabrak seseorang hingga mengalami koma.
Masalah kian rumit saat orang yang Alundra tabrak ternyata adalah kekasih Qireia Zhavara, seorang Nona kaya yang terkenal arogan.
"Aku akan mengampunimu, tapi dengan satu syarat, kamu harus menggantikanku menemui calon tunanganku. Kamu harus berpura-pura menjadi aku." Qireia Zhavara.
Apa yang akan terjadi, jika tunangan Qireia tahu Alundra menyamar sebagai Qireia?
Apa yang akan Alundra lakukan saat mengetahui tunangan Qireia ternyata dosen killer baru di kampusnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 14
"Opa, kita pergi sekarang," ucap Alundra dengan napas yang masih terengah.
Wanita cantik berjalan menghampiri Gefanda yang tampak terkejut mendengar ucapannya.
"Tapi, Abang baru saja telpon opa, dia bilang sedang dalam perjalanan ke sini."
Alundra mengusap wajahnya dengan kasar. Dia lupa, beberapa waktu yang lalu saudara kembarnya mengatakan akan mengunjunginya.
Kalandra Keil Alaska, saudara kembar Alundra. Keduanya memiliki ikatan batin yang sangat kuat. Walaupun keduanya tinggal terpisah, Kalandra yang tinggal bersama kedua orang tuanya di Paris, namun, jarak tidak menjadi penghalang kedekatan mereka.
Kalandra selalu bisa merasakan jika terjadi sesuatu pada adik kembarnya. Beberapa hari sebelumnya, Kalandra sempat memiliki firasat buruk tentang Alundra. Namun, adik kembarnya itu selalu mengelak setiap kali ia menanyakannya.
Karena itu, Kalandra memutuskan untuk memastikan sendiri keadaan Alundra. Pria tampan itu tidak akan merasa tenang sebelum membuktikan jika adik kembarnya baik-baik saja.
Bagaimana ini? Kalau nunggu Abang, bisa keburu ketahuan, gumam Alundra dalam hati.
Alundra yakin, saat ini Sabiru sudah mulai mencurigainya. Apalagi ia pergi dari restauran itu tanpa pamit. Mungkin saat ini Sabiru sedang mencarinya.
Gefanda mengernyitkan keningnya, ia memperhatikan Alundra yang tampak sangat panik. Cucu kesayangannya itu sejak tadi berjalan mondar-mandir dengan ekspresi yang sulit diartikan. Kadang tampak bingung, kadang juga khawatir. Sesekali juga Alundra menunjukkan ekspresi ketakutan, membuat Gefanda sangat khawatir melihatnya.
"Sayang, sebenarnya ada apa? Cerita sama opa."
Gefanda termasuk orang yang dekat dengan Alundra, ia tahu, cucu kesayangannya itu sedang dalam situasi yang buruk. Entah kali ini karena Arsenio atau ada masalah lain yang mengganggu pikirannya.
Gefanda menuntun Alundra untuk duduk di sampingnya. Ia berharap cucunya itu mau menceritakan masalah yang sedang mengganggunya. Gefanda tidak ingin Alundra tertekan apalagi stress hanya karena terlalu memikirkan masalahnya.
Apa aku cerita saja sama opa? Batin Alundra.
Bukan hal yang sulit untuk Gefanda, jika Alundra menceritakan masalahnya pada opanya, sudah pasti Gefanda akan bertindak lebih cepat. Alundra juga tidak perlu memikirkan lagi ketakutannya yang belum tentu terjadi.
Tapi...
Jika Gefanda tahu, Alundra baru saja menipu Sabiru Arzen Ardeo, apakah Gefanda akan baik-baik saja?
Walaupun secara usia, Gefanda berada jauh di atas Sabiru, pengalamannya pun tentu lebih banyak dibanding pria tampan itu. Namun, keluarga Sabiru jauh lebih berkuasa, membuat Alundra kembali dilema.
Aku tidak bisa menyusahkan Opa. Ini semua salahku, aku yang harus bertanggung jawab, gumam Alundra dalam hati.
Biarlah nanti Alundra akan membicarakan masalah ini dengan Qireia. Wanita itulah yang paling bertanggung jawab atas semuanya. Untuk saat ini, Alundra hanya perlu pergi sejauh mungkin dari Sabiru.
"Nanti Lundra akan ceritakan sama Opa, tapi untuk saat ini, Alundra belum bisa kasih tahu Opa," ucap Alundra. Wanita cantik itu berusaha menyembunyikan kerisauannya dari sang Opa. Alundra tidak ingin opanya khawatir dan ikut terbebani oleh masalah yang menimpanya saat ini.
"Baiklah. Tapi kamu harus janji, kamu akan cerita semuanya sama Opa!"
Alundra menganggukkan kepalanya. Ia bersyukur memiliki Opa yang sangat pengertian. Opanya itu tidak pernah memaksa ataupun bertindak sesukanya. Gefanda selalu mengutamakan kebahagiaannya.
"Terima kasih, Opa. Lundra sayang Opa," ucap Alundra. Wanita cantik itu memeluk tubuh tegap Gefanda. Walaupun usia Gefanda sudah tidak muda lagi, namun, pria paruh baya itu terlihat masih sangat bugar. Tentu saja karena Gefanda selalu menjaga kesehatan dan rajin berolahraga.
"Kalau begitu kamu siap-siap, kita berangkat sekarang."
...----------------...
Sementara itu Arsenio tampak duduk termenung. Sudah hampir setengah jam, pria itu duduk di meja makan sambil mengaduk-aduk makanannya. Walaupun begitu, tidak ada satu suap pun makanan yang masuk ke dalam mulutnya.
Sejak berpisah dengan Alundra, pria itu tampak linglung. Arsenio merasa ada sebagian dirinya yang ikut hilang, bersama dengan kepergian Alundra.
Hatinya terasa kosong, harinya lebih sunyi dari biasanya, namun isi kepalanya sangat riuh, penuh dengan berbagai pertanyaan yang belum ia temukan juga jawabannya.
Kenapa Alundra tiba-tiba pergi?
Kenapa Alundra memutuskan begitu saja hubungannya?
Padahal, selama ini Alundra begitu mencintainya. Tapi, hanya karena LDR, wanita cantik itu memilih untuk mengakhiri hubungannya.
Yang membuat Arsenio semakin bingung adalah, kenapa hatinya sangat sakit dengan kepergian Alundra? Padahal, inilah yang dia inginkan sejak awal—berpisah dengan Alundra. Karena cepat atau lambat, tanpa Alundra mengakhiri hubungannya pun, mereka tidak akan pernah bersama, karena, yang Arsenio cintai hanyalah Alora Eleandra.
Namun, Arsenio tidak pernah menduga, perpisahannya dengan Alundra akan meninggalkan bekas luka sedalam ini. Entah ini rasa bersalah, atau rasa tak ingin kehilangan. Yang pasti, sejak berakhirnya hubungannya dengan Alundra, isi kepalanya hanya diisi oleh Alundra.
Ini pasti karena aku merasa bersalah, ya, aku yakin. Sampai kapanpun aku hanya mencintai Alora, gumam Arsenio dalam hati.
Pria itu meyakinkan dirinya sendiri, jika yang dirasakannya saat ini hanyalah perasaan bersalah pada Alundra. Karena selama ini, ia hanya pura-pura mencintai Alundra.
"Arsen, kamu ada masalah apa?" Tanya Suci, Mommynya Arsen. Beberapa hari ini, wanita paruh baya itu selalu memperhatikan, putranya itu tidak seperti biasanya. Arsenio lebih banyak diam seperti memendam banyak pikiran.
Ditambah lagi, Arsenio tampak tidak napsu makan. Karena sejak tadi, pria itu hanya mengaduk-aduk makanannya saja. Padahal itu makanan favoritnya.
"Nggak, Mom. Aku gak ada masalah apa-apa," jawab Arsenio. "Kenapa Mommy bertanya seperti itu?" Tanya Arsenio.
Pria itu mengernyitkan keningnya, ia sedikit bingung dengan pertanyaan sang mommy. Apa begitu terlihat jelas wajah galaunya? Pikir Arsenio.
"Tapi wajahmu tidak enak dilihat, seperti orang yang baru saja putus cinta," celetuk Mommy Suci.
Ucapan Mommy Suci itu berhasil menghentikan pergerakan Daddy Arsenio yang hendak memasukkan nasi ke dalam mulutnya.
"Kamu putus sama Alundra?" Tanya Ardy, Daddynya Arsenio.
Arsenio tidak menjawab, namun, pria itu menganggukkan kepalanya.
Ardy tampak mengeraskan rahangnya, ia sangat kecewa dengan jawaban putranya. Padahal, Ardy sangat berharap Arsenio bisa menikah dengan Alundra.
Alundra adalah wanita yang sempurna, dalam segi apa pun, wanita cantik itu adalah kandidat terbaik sebagai jodoh Arsenio. 4 tahun berpacaran dengan putranya, pria paruh baya itu sudah sangat mengenal sosok cantik itu.
Ditambah lagi, hubungan pertemanannya dengan keluarga Alundra yang terjalin sejak lama membuat Ardy sangat menyayangkan jika hubungan Arsenio dan Alundra harus berakhir.
"Kenapa kalian putus? Apa tidak bisa dibicarakan dulu? Mungkin kalian hanya salah paham?" Tanya Ardy.
Arsenio tampak menghembuskan napasnya kasar, lalu menggelengkan kepalanya.
"Alundra yang ingin hubungan kami berakhir. Aku tidak bisa memaksa," ucap Arsenio.
"Tapi, kamu kan bisa memperjuangkan hubungan kamu. Jangan asal terima saja," ucap Daddy Ardy sedikit kesal. Bagaimana Daddy Ardy tidak kesal, kesempatannya berbesanan dengan Rigel Alaska, harus musnah karena kebodohan putranya.
"Aku tahu Daddy kecewa, tapi aku benar-benar sudah menerimanya. Lagipula, aku tidak mencintai Alundra. Karena sejak awal, wanita yang aku cintai hanya Alora," ucap Arsenio.
Bukan hanya Ardy yang terkejut, Suci juga tampak sedikit shock mendengar pengakuan sang putra.
Bagaimana mungkin Arsenio tidak mencintai Alundra, sedangkan selama 4 tahun berpacaran, mereka tampak sangat harmonis. Dan yang tidak habis pikir lagi, Arsenio justru mengaku mencintai Alora, yang notabene adalah sepupu Alundra sendiri.
"Kamu yakin tidak mencintai Alundra?" Tanya Mommy Suci. Wanita paruh baya itu menjeda sejenak ucapannya.
"4 tahun bukan waktu yang sebentar, kamu yakin selama 4 tahun ini, kamu tidak goyah? Alundra sangat cantik, sebagai seorang wanita, Alundra sangat sempurna. Kamu yakin tidak mencintai Alundra? Atau kamu tidak menyadari perasaanmu sesungguhnya?"
Deg
Pertanyaan bertubi-tubi dari sang Mommy itu berhasil membuat Arsenio tertegun. Pria itu tampak berpikir, apa benar yang dikatakan Mommy?
To be continued
sementara alundra sedang berada diambang menuju ke move on an dari arsenio karena dia GK bakal sempet mikirin masa lalu kalo udh mulai dipepet SM pk dosen 🤣
ayo pk dosen jerat pak jerat biar alundra cepet move on dari si kadal buntung itu 🤣
ayo land bilang ke anakmu itu sebabnya krna alundra udh tau kebohongan mereka gtu 🙄