Sebuah kisah cinta seorang gadis buta bernama Chaiya dan seorang pemuda yang selalu chaiya panggil dg sebutan Surya...
Hidup chaiya serasa mendapatkan sinar nya setelah ia bertemu surya. Namun saat surya berusaha mewujudkan impian chaiya untuk melihat dunia...surya menghilang entah kemana. Di saat mata chaiya mendapat cahaya untuk meliat dunia, dia justru kehilangan sinar Surya tercintanya...
Bagaimana kah akhir dari kisah chaiya? akan kah dia mendapatkan cahaya dalam hidup nya?...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian D'n jell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di manakah kau Surya?
Melihat itu seketika Surya yang sedari tadi berada di samping Chaiya memegang tangan Chaiya, kemudian memeluk nya agar ia merasa tenang. "Aku di sini sayang, selalu di sisi mu...dan akan selalu seperti itu selamanya." ucap surya lalu mencium kening Chaiya.
💖💖💖
Mata Chaiya kini sedang dalam masa pemulihan pasca operasi. Perban putih masih membalut mata Chaiya. Rasa cemas selalu di rasakan Chaiya setiap detik nya. Tak sabar ingin segera merasa kan bagaimana wajah dunia yang selama ini hanya bisa diraba oleh nya. Tentu saja yang paling utama adalah dapat melihat wajah Surya tercinta nya. Perawat di rumah sakit memeriksa kondisi Chaiya dengan rutin. Mereka juga rutin menyediakan obat-obatan untuk dikonsumsi Chaiya tiga kali dalam sehari. Dengan setia Surya selalu mendampingi Chaiya. Tak sedetik pun ia bisa jauh dari Chaiya. Dengan telaten Surya menyuapi Chaiya di setiap waktu makan nya, meminumkan obat, dan sesekali membawa Chaiya sekedar berkeliling rumah sakit.
Pagi ini Chaiya dan Surya menghabiskan waktu di taman rumah sakit. Walau pun berada di dalam rumah sakit taman itu cukup luas dan indah. Pasien yang ada di sana akan sangat betah menghabis kan waktu di sana. Sama hal nya dengan Chaiya dan Surya, mereka sangat nyaman dan menikmati berada di taman itu. Gemericik air mancur yang ada di tengah taman, juga beberapa burung yang ada di sana membuat suasana menjadi tidak seperti di rumah sakit. Chaiya dan Surya duduk di sebuah kursi panjang yang ada di taman. Surya kemudian mengambil tangan Chaiya, kemudian meletakkan sebuah kotak kecil di telapak tangan Chaiya. Di raba nya kotak itu oleh Chaiya "Benda apa ini Surya?" tanya Chaiya penasaran.
"Bukalah..." pinta Surya yang membuat Chaiya makin penasaran. Dengan perlahan Chaiya meraba kotak itu hingga akhir nya berhasil membuka nya. Kembali Chaiya meraba bagian dalam kotak itu, dan ternya terdapat sebuah cincin di sana. Surya kemudian mengambil cincin itu dan memasang kan nya di jari manis Chaiya. "Setelah kau pulih nanti, kita akan menikah sayang." Mendengar ucapan Surya tentu saja itu membuat Chaiya menjadi terharu. Surya kemudian memeluk dan membelai pucuk kepala Chaiya dengan lembut seraya berkata "Aku mencintai mu Chaiya..." Chaiya pun membalas ucapan cinta Surya "Aku juga mencintaimu Surya. Aku akan selalu mencintai mu kini dan selamanya..." Chaiya pun memeluk Surya dengan erat, seolah tak ingin kehilangan Surya. Entah mengapa hari ini Chaiya merasa seperti itu, merasa seolah Surya akan akan jauh dari nya.
Surya berharap setelah semua ini, Chaiya akan mendapat kan kebahagiaan dalam hidup nya. Harapan untuk hidup bahagia bersama Chaiya seolah terbentang di depan nya. Hari ini Surya meminta izin pada Chaiya untuk pergi sebentar. Surya mempercayakan kepada Dr Jhon selaku dokter Chaiya untuk menjaga Chaiya selama ia pergi. Surya berencana akan membuat kejutan bagi Chaiya setelah keluar dari rumah sakit. Ia merencanakan sebuah pesta pernikahan tanpa sepengetahuan Chaiya. Dengan hati yang sangat bahagia dan berbunga-bunga Surya mengemudikan mobil nya. Ia begitu bahagia sampai tidak fokus dalam mengemudikan mobil nya. Mobil Surya terus melaju, yang tanpa sadar telah melewati trafict light di persimpangan yang sudah menyala dengan warna merah. Tanpa Surya sadari dari arah kanan nya, sebuah truk dengan kecepatan cukup tinggi melaju menuju arah nya.
"Bruak!!!!!" tabrakan pun terjadi. Truk itu menabrak mobil Surya hingga terguling-guling tiga kali. Mobil yang di kendarai Surya dalam keadaan ringsek parah dengan posisi terbalik. Begitu pu keadaan Surya, kepala Surya terbentur dengan sangat keras hingga membuat nya mengucur kan darah. Seketika pandangan Surya mulai memburam, ia mulai kehilangan kesadaran nya. Namun dalam benak nya masih teringat Chaiya. "Cha...Chaiya..." lirih Surya hingga akhir nya ia benar-benar tidak sadar kan diri.
"Suryaaaa!!!!" jerit Chaiya yang terjingkat dari tidur nya. Ternyata Chaiya bermimpi buruk. Dalam mimpi nya, Surya pergi meninggalkanya sendirian. Nafas Chaiya tersengal-sengal, keringat dingin pun bercucuran. Mimpi itu sangat jelas dan terasa nyata. Seketika hati Chaiya di selimuti ketakutan, ia begitu cemas dan berharap Surya akan segera datang. Hari-hari pun berlalu hingga saat nya untuk membuka perban mata Chaiya. Chaiya ingin saat mata nya terbuka, yang pertama kali ingin di lihat nya adalah Surya. Tapi apa boleh buat, hingga saat ini Surya belum juga muncul. "Kenapa kau melupakan saat ini Surya? bukankah kau sudah berjanji akan ada di sisiku saat aku membuka mata..." batin Chaiya dengan peraan sedih.
Kini Dr Jhon dan beberapa perawat sudah bersiap untuk melepas perban penutup mata Chaiya. Dr Jhon mulai membuka perban di mata Chaiya. Helai demi helai perban di lepaskan, dan terakhir tinggal kapas yang menempel di kelopak mata Chaiya. Dr Jhon meminta Chaiya untuk membuka mata nya perlahan-lahan. Chaiya melakukan seperti yang di perintahkan Dr Jhon. Ia mulai membuka mata nya sedikit demi sedikit. Dan perlahan mata nya telah terbuka. Kini mata Chaiya telah memiliki cahaya. Semua yang ada di sekeliling nya dapat di lihat nya, kecuali Surya. Di saat yang membahagiakan itu seharus nya Chaiya tersenyum, tapi tidak. Air mata lah yang menetes dari mata Chaiya, ia sangat sedih karna Surya tidak bersama nya di saat seperti ini. "Tenanglah Chaiya...Surya pasti akan datang. Lagipula kau tidak sendiri, aku sudah berjanji pada Surya untuk menjaga mu." hibur Dr Jhon yang tidak tega melihat Chaiya bersedih.
Hari demi hari Chaiya terus menanti kedatangan Surya tercinta nya. Namun sudah dua minggu sejak perban mata Chaiya di buka, Surya belum juga kembali. Dr Jhon tidak tega melihat Chaiya bersedih. Maka ia putus kan untuk mengajak Chaiya tinggal sementara di rumah nya sampai Surya kembali. Ia khawatir jika Chaiya harus tinggal sendiri di apartemen dalam keadaan nya sekarang. Selain itu Chaiya masih harus melakukan perawatan pasca operasi nya. Dr Jhon adalah orang yang sangat baik. Namun sayang, kehidupan tidak begitu baik pada nya. Keluarga Dr Jhon yaitu istri dan putri nya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Sehingga kini ia hanya seorang diri tinggal di rumah nya.
Rumah Dr Jhon cukup besar dan mewah. Ya...tentu saja, karna ia adalah seorang dokter spesialis yang sudah terkenal. Sehingga membuat nya berpenghasilan cukup besar. Selain itu ia sering menangani pasien di luar negri. Sebenar nya Dr Jhon memiliki seorang asisten rumah tangga, namun hanya datang tiga hari sekali untuk membersihkan rumah nya. Chaiya dengan senang hati ikut membantu membereskan rumah Dr Jhon. Walau sudah di larang oleh Dr Jhon, ia tetap melakukan nya. Chaiya pikir mungkin kegiatan nya akan sedikit menghibur nya sambil menunggu kedatangan Surya.
dukung juga novelku cinta adalah sebuah perjalanan yang indah 🙏
feedback ya...😀😀
sudah mampir boom like
sukses iya untuk karyanya
jangan lupa mampir di karya pertamaku yang menceritakan cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY
Terimakasih 🙏
Maaf baru bisa mampir
Jangan lupa mampir dikaryaku
Aisyah Aqila ya
Jika ada waktu mampir lagi ya, kekaryaku sudah up lagi :)
salam dari RINDUKU DI UJUNG SURGA
😄😄
"Istri yang Terabaikan telah UP!"
Jangan lupa mampir dan berikan like dan komentar nya ya. Terimakasih.
semangat selalu.. Jangan dlu end dong..
mari saling mendukung
salam Mengintip Jodohku ❤️