Alya adalah mahasiswi cantik yang masih polos. ia sangat manis dan ceria. suatu hari kecelakaan saat mereka pergi berlibur telah menewaskan ibunya.
ayahnya lalu menikah sepeninggal ibunya. lima tahun setelah ayahnya menikah dengan ibunya. ayahnya meninggal karena serangan jantung. kini ia hidup dengan ibu tirinya berdua saja. namun sejam lima bulan meninggalnya ayahnya, ibunya akhirnya memiliki pacar baru. dilema muncul saat calon ayah tirinya jatuh cinta padanya. apa yang harus Alya lakukan dengan keadaan itu. sementara ayah tirinya adalah crussnya saat sekolah dulu. Di balik itu dia punya pacar bernama Anjasmara seorang penderita NPD temperamen yang terlalu mencintainya. Akankan dia bisa menghadapi kedua lelaki itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACASTAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LOLOS DARI MALAM MENYIKSA
Pagi yang agak tenang
"Ma, Alya pamit dulu, ya, mau kuliah." dengan sopan yang tidak dibuat-buat, Alya mencium tangan dan kedua pipi, Mamanya Anjasmara. Mata Anjasmara membola melihatnya, dia begitu terpana setiap kali Alya dan mamanya beradegan akrab seperti itu. Katanya Alya sosok yang diinginkannya kelak jadi ibu rumah tangga di rumahnya.
"Alya, sering-sering main ke sini, ya." sambil mengusap rambut Alya, mamanya Anjasmara membalas kemesraan yang ditujukan padanya.
Anjasmara pun sama berpamitan pada mamanya. Lalu ia mengantar Alya ke kampusnya dan dia pun kuliah ke kampusnya.
Hari demi hari berganti, Anjasmara masih sama dengan karakter egois dan masih mengintimidasi Alya. Begitu juga Alya, masih berada dengan kepingan hati yang sabar menjadi kekasih yang berusaha jadi penyembuh buat Anjasmara, tapi malah dia yang jadi sakit. Hubungan toxic yang entah kapan berakhirnya.
Hari-hari yang bagai neraka tapi tetap saja dijalani oleh Alya.
Di otaknya setiap kali Anjasmara marah-marah adalah ingin putus, tapi bila Anjasmara sudah reda marahnya lalu merayunya untuk berbaikan dan minta maaf, ia akhirnya luluh. Di otaknya, suatu saat Anjasmara akan berubah. Begitu terus setiap hari.
Anjasmara dengan tabiatnya dan amarahnya.
"Anjas, sudah, biarin, mungkin orangnya gak sengaja lihat." Lagi-lagi dia harus meredakan amarah Anjasmara. "Apanya yang gak sengaja. Udah kelas tuh cowok lihatin kamu terus." teriak Anjasmara. "Anjas, malu, dilihat orang." Alya berusaha menenangkan Anjasmara.
"Kamu kenal dia, ya?"
"Enggak, kapan kenalnya coba."
"Trus kenapa dia lihatin kamu terus?"
"Gak tahu Anjas, mungkin gak sengaja lihat, atau aku mirip seseorang yang dia kenal mungkin."
"Bohong!"
"Buat apa aku bohong."
"Gue, mau samperin itu orang."
"Anjas jangan."
"Kamu tadi ngelihatin juga ke dia kan."
"Enggak."
"Awas kalau caper ke cowok lain!"
"enggak, Anjas."
Anjas masih memandang sewot pada Alya yang gak tahu kenapa tiba-tiba Anjasmara bisa naik pitam karena ada cowok katanya lihatin Alya dari tadi. Alya juga gak tahu kalau cowok itu ngelihatin dia.
(Rumit emang hubungan ini. Kalau kata author, yah, mendingan Alya kabur aja kuliah ke luar negeri biar lepas dari Anjasmara, atau gak dia nikah lagi sama orang lain gitu)
Hari-hari dipenuhi dengan air mata. sehari tersenyum, sehari nangis. Pada malam Minggu yang sendu, setelah diomeli karena terlalu lama dandan jadinya telat masuk ruang bioskop membuat dia dimarahi habis-habisan.
Rambutnya ditarik, tangannya diremas sepanjang film. Dan Alya menangis, yang lucunya, Alya malah memaafkan saat Anjasmara minta maaf dan memeluknya. 🤔
Pernah dijemput pas pulang kuliah, dia cuma telat lima menit nyamperin mobil Anjasmara yang sudah menunggu di parkiran, Anjasmara malah maki-maki gak jelas. Anjasmara memakinya lelet dan manja. Alya cuma bisa diam dan menangis.
"Lama amat sih, gue pegel nungguin!"
"Maaf, Njas, tadi aku menemui dosen dulu."
"Alah, alasan."
"Beneran Anjas."
"Dosenmu ganteng, hah, ooo, pantes!"
"Enggak udah tua, dah 50 tahun."
"Beneran?"
"Iya, Anjas."
Namun, amarah itu akan reda nanti atau keesokan harinya dengan gantinya suasana hati Anjas. Pokoknya mereka tergantung suasana hati Anjasmara deh.
Kalau Anjasmara moodnya sedang bagus, dia akan mesra banget. Kalau sudah reda itu dia akan melunak dan akan mesra kembali pada Alya. Nah, penyakitnya ini yang susah disembuhkan kalau sudah mesra suka maksa minta lebih.
Minta cium, minta yang lebih secara terus terang pada Alya. Alya tentu saja menolaknya. Baginya itu adalah hal berharga. Yang ada ujung-ujungnya Alya dimaki lagi, disebut sok suci lah, sok jual mahal lah. Hadeh....
karena vivi itu licik