NovelToon NovelToon
THE MAFIA BRIDE 2

THE MAFIA BRIDE 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Poligami / Roman-Angst Mafia / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Supaya tidak bingung, alangkah baiknya membaca The Mafia Bride 1.


Siena gadis berusia 20 tahun harus merelakan suaminya untuk wanita lain dan takdir mempertemukannya dengan Kenzi. Seorang pria dingin dan kejam membawa Siena ke dalam hidupnya. Perjalanan panjang, lika liku kehidupan dan bayang bayang kematian mengiringi perjalanan hidupnya. Hingga takdir memisahkannya dari Kenzi dan kedua putranya.

Dapatkah mereka bersatu kembali menjadi keluarga yang utuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

You are dead

Entah sudah berapa lama Siena duduk meringkuk di bawah pohon. Matanya sembab, rambutnya berantakan. Bahkan ia ia tidak perduli dengan sekelilingnya. Perlahan ia menyeka air matanya dengan ujung kerudung yang ia kenakan. Siena bangkit dari duduknya, memperhatikan sekitar sesaat.

"Sudah mulai sore, mungkin anakku sudah menunggu di rumah," gumam Siena pelan. Lalu ia membenarkan kerudungnya supaya menutupi sebagian wajahnya yang rusak. Ia melangkahkan kakinya menyusuri tepi jalan sembari menundukkan kepalanya, ia malu jika ada orang yang melihat wajahnya.

Ia semakin mempercepat langkahnya, tapi sialnya karena ia berjalan merundukkan kepala, tanpa sengaja menabrak seorang pria yang tengah berdiri sembari menelpon. Hingga akhirnya ponsel miliknya terjatuh ke jalan dan berantakan.

'Ma, maaf Tuan," ucap Siena pelan tangannya tetap memegang ujung kerudung supaya tidak lepas.

"Maaf, maaf, kalau jalan lihat lihat!" gerutu pria itu kesal. Lalu ia membungkukkan badan mengambil ponselnya yang berantakan.

"Kau lihat? ponselku rusak gara gara kau!"

"Maaf Tuan, saya tidak sengaja." Siena membungkukkan badannya lalu kembali melangkahkan kakinya, tapi pria itu masih kesal pada Siena. Lalu ia menarik ujung kerudung Siena hingga terlepas. Siena langsung balik badan coba menarik kembali kerudungnya, tapi sayang kerudungnya jatuh ke bawah.

Pria itu terkejut melihat wajah Siena, ia langsung balik minta maaf padanya, "Maaf Nyonya." Kemudian ia memungut kerudung milik Siena lalu di berikan padanya.

"Terima kasih." Siena mengambil kerudung di tangan pria itu lalu memakainya kembali. "Saya permisi tuan." Siena membungkukkan badannya sesaat lalu balik badan.

"Hei, kau mau kemana?" tanya pria itu menarik lengan Siena.

"Saya mau pulang tuan, anak anak saya sudah menunggu di rumah."

Pria itu terdiam sesaat, "aku antar kau pulang, sebentar lagi gelap. Ayo." Pria itu menarik lengan Siena.

"Terima kasih Tuan." Siena tidak menolak tawaran pria yang seusianya itu. Kakinya cukup lelah untuk terus berjalan.

Sepanjang perjalanan Siena hanya diam, ia tidak dapat melupakan kejadian tadi di rumah Kenzi. Tiada bisa ia lupakan saat yang indah bersama Kenzi, semua kenangan dan kebiasaan yang telah mereka lewati telah menjadi kenangan. Kini ia merasa sendiri benar benar sendiri, tiada lagi Kenzi di sampingnya yang akan menemani hari hari melewati suka dan duka.

"Jika itu yang terbaik untuk diriku, walau berat berpisah denganmu. Aku iklas, kau telah mengingkarinya, kau telah mengkhianati semua yang telah kau janjikan padaku," gumam Siena dalam hati.

"Sudah cukup aku menderita, sudah cukup aku menangis," tangannya mengusap air matanya dengan ujung kerudung, pria yang mengemudikan mobil sesekali melirik ke arah Siena.

"Kau pengkhianat! kau telah mengkhianatiku, Kenzi!" jerit Siena dalam hati.

Pikiran boleh menyangkal, bahwa ia bisa dan iklas. Namun hati tidak dapat ia pungkiri, luka yang Kenzi berikan terlalu dalam menyakiti perasaannya. Wanita mana yang bisa tahan melihat suaminya tengah bercinta dengan wanita lain, apalagi situasinya dalam keadaan buruk.

"Namamu siapa?" tanya pria itu membuyarkan lamunan Siena.

"Siena." Ia menjawab dengan singkat.

"Avram." Pria itu menyebut namanya, tapi Siena sama sekali tidak perduli. Saat ini hatinya sedang hancur.

Tak lama mereka telah sampai di depan rumah Siena. Pria itu menepikan mobilnya.

"Terima kasih telah memberiku tumpangan." Siena tersenyum samar, lalu membuka pintu mobil.

Avram hanya menganggukkan kepalanya, ia memperhatikan Siena yang melangkahkan kakinya menuju rumah.

"Sepertinya dia sedang mengalami hal yang buruk, wajahnya terlihat menakutkan. Tapi senyumannya sangat manis." Avram bicara sendiri. "Tidak ada salahnya kalau aku ingin mengenal Siena dan keluarganya." Avram tersenyum lalu ia memutar mobilnya setelah memastikan Siena masuk ke dalam rumahnya.

***

"Ibu!" seru Angela berlari ke arah Siena yang baru saja membuka pintu, di ikuti Jiro dari belakang.

"Bagaimana Bu? apa ada kabar tentang Ayah?" tanya Jiro memapah tubuh Siena duduk di kursi, sementara Angela membawakan air mineral untuk Siena.

Mendapat pertanyaan seperti itu, hati Siena semakin teriris perih. "Aku tidak akan mengatakan kalau Ayahnya masih hidup dan tengah bahagia bersama wanita lain. Rasa bangga mereka terhadap Ayahnya tidak boleh ternodai oleh kebencian," ucap Siena dalam hati.

"Ibu kenapa?" tanya Angela khawatir.

Siena menarik napas dalam dalam, ia pejamkan matanya sesaat. "Ayahmu sudah mati."

"Apa?!" Jiro menatap tajam Siena. "Jadi benar apa yang di beritakan selama ini?"

Siena menganggukkan kepalanya, lalu tangannya terulur menarik bahu kedua anaknya.

"Doakan saja dia tenang, yang terpenting sekarang kalian masih punya Ibu." Siena memeluk erat keduanya. "Kita fokus cari adikmu Ryu."

"Kau benar Bu," sahut Jiro.

Siena terdiam, bibirnya tersenyum tapi batinnya menangmenangis.

***

Sementara itu Kenzi yang tengah betistirahat di kamarnya, ia tidak dapat memejamkan matanya. Bayangan Siena dan kedua putranya terbayang bayang di pelupuk mata.

"Sayang, maafkan aku yang telah mengkhianatiku. Beristirahatlah kau dengan tenang di sisiNya," gumam Kenzi, berpikir kalau keluarganya tidak ada yang tersisa.

Perlahan ia bangun lalu turun dari atas tempat tidur, berjalan menghampiri jendela menatap lurus ke depan.

"Kenapa aku tidak mati saja Tuhan, buat apa aku hidup seperti ini. Aku benar benar malu dan menjijikkan," ucap Kenzi merasa dirinya sudah kotor. Matanya terpejam mengingat wajah Siena. Ia menundukkan kepalanya mendesah kecewa. Sepintas mata, ia melihat sesuatu yang bersinar di bawah jendela kamarnya. Perlahan senyumnya mengembang, saat teringat dulu. Sewaktu memberikan hadiah ulang tahun untuk pertama kalinya pada Siena. Sebuah kalung liontin, kalung itu akan bersinar berwarna biru apabila terkena cahaya lampu.

"Kalung?" Kenzi buru buru keluar dari kamarnya menuju tempat di mana sinar itu berada.

"Kalung liontin?" Kenzi membungkukkan badannya mengambil kalung liontin yang bersinar biru terang. Ia menatap kalung itu di tangannya. Rasa penasaran semakin kuat, ia memperhatikan dengan seksama kalung itu.

"Milik siapa ini?" Kenzi bergegas masuk lagi ke dalam rumah, lalu menyalakan layar monitor, di rumahnya terpasang cctv untuk memastikan ia tidak kecolongan seperti dulu lagi dari pihak musuh yang mungkin masih punya rasa dendam. Kemudian ia memutar kejadian dari pagi hingga detik ini. Kenzi terdiam saat melihat seorang wanita berpakaian warna hitam, kepalanya menggunakan kerudung hitam tengah mengintip lewat kaca jendela.

"Siena kah? kau kah itu?' gumam Kenzi.

" Ya Tuhan, jika benar itu istriku. Apa yang sudah kulakukan padanya." Kenzi memukul kepalanya sendiri berkali kali.

Kenzi kembali menatap kembali layar monitor, memperhatikan langkah kaki wanita di dalam layar itu.

"Ya Tuhan, itu Siena istriku!" pekik Kenzi menutup mulutnya sendiri.

Meski wajahnya tidak nampak, namun Kenzi sangat mengenali tubuh mungil Siena.

"Apa yang sudah kulakukan Tuhan.." Kenzi mematikan layar monitor saat suara pintu ruangan terbuka. Nampak Laila berdiri di ambang pintu tersenyum padanya.

"Ah, aku bodoh!" ucapnya dalam hati.

1
Joel Natan Tarigan
keren bgt...yg udah tamat...
Tita Amelia
bgus bgt ceritanya thor dr awal smpai akhir season 3 psti ga kalah bgus klo d filmkn psti kereeen abis
Tita Amelia
Luar biasa
R.A
MAKSUD KAMU APA WINA (AUTOR NOVEL INI)??? BAYAR !!! JANGAN HANYA BISA JANJI, JANGAN KABUR. BAYAR!!!! INGAT WINA AKU ITU CUMAN MAU MINTA UANG KU, BUKAN UANG KAMU.. BAYAR!!!!
Linda Ratumbuisang
ceritanya seru abis...penasaran mau lanjut baca mafia bride yg ke 3 tpi kok ndak bisa di buka ya thor...🤩
Rina Susilowati
salut aku dengan novel mu thor kalimat kalimat yg disanikan bagiku begutu menakjubkan. sehingga dapat mengubah suasana hati bertubi yubi. senang, sedih, syahdu dan menonjolkan pentingnya seorng ibu ... sungguh luar biasa
inerz
capek terus terusan gak ada bahagianya
Afri Widiasih
sebenernya bagus ceritanya,tp terlalu di putar2 alur ceritanya
Rianti Karmila
aq bru ingat thorr joe itu orang keprcayaan siena..
aq slah dtu reders yg hoby membca novel tentang mafia tpi kli ini aq bru menemuka kisah mafia yg tak pernah membosankan untuk di bca krna alur dan crtanya sngat bgus dan ke'ren.. smgantt dan trus brkarya author ku syank ummaccc😘
......: mafia bride 3 juga sudah ada kakak.
total 1 replies
Riya Azza
bagus angela biar tuh keguguran bayinya..dan kau kenzi..!!! ah..speechless aku..
Riya Azza
gereget aku gereget banget..sumpah pengen tak bejek2 tuh orang..tega banget..sakit hati aku..
Ay
love love bgt sama ceritanya
Yuyun Yuliani
lama sudah aku menanti sepasang sejoli keren ini siena and kenzooo.... dimasa jaya nyaa yg penuh dng perjuangan mempertahan kan ataupun melepaskan sesuatu yg sudah melekat pada kel nya...... epose2 nya menegangkan, penuh dng misteri dan juga penuh derai airmata..... aku sukaaa banget... wellcomeback wina..... aku penggemar mu😘😘
arfan
up
Kartini Rotua Situmorang
typo dikurangi
Kartini Rotua Situmorang
wehhh
Dewi Nurlela
siapa si Joe ini,tp keren thor
Dewi Nurlela
siapa ayahnya zidan
Dewi Nurlela
satu persatu keluarga genzo ditemukan,semoga mereka berkumpul kembali
Dewi Nurlela
syukurlah aranza ga seperti bapaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!