NovelToon NovelToon
Ternyata Cinta

Ternyata Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:48.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: Elgaa

Arindi Azzahra adalah gadis cantik berusia 22 tahun bekerja sebagai pemilik usaha catering. Ia menikah dengan seorang CEO muda berumur 27 tahun akibat perjodohan terselubung yang berkedok kesalahpahaman.

Bagaimana jadinya ya? Apakah mereka bisa saling menerima atau sebaliknya?

follow ig: @xxpfrk_12

Mau tau bagaimana kelanjutan ceritanya, stay terus ya di karya pertama ku🌼

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

"Ri, kamu makan dulu ya, dari tadi kamu belum makan loh." Ucap Rama perlahan melepaskan pelukan Riri.

Bukannya melepas pelukan dari Rama, tetapi Riri malah semakin mengeratkan. Sehingga membuat Rama tidak tega melepaskannya.

"Sebentar lagi, aku belum lapar." Balas Riri kemudian terisak isak memanggil ibunya.

"Ri, kamu tidak boleh berlarut larut dalam kesedihan. Aku tau sangat berat rasanya kehilangan sosok seorang ibu, tapi kamu gak boleh menyiksa diri kamu sendiri Ri." Ujar Rama mengelus punggung Riri sesekali mengecup puncak kepala Istrinya. Entah itu merasa nyaman atau ia memang sudah menerima bahwa Rama adalah suaminya.

Perlahan Riri melepas pelukannya, kemudian menerima ajakan Rama untuk makan siang.

"Habis makan siang nanti aku mau ke kantor ya, soalnya ada banyak berkas yang harus aku tandatangani." Ucap Rama

Riri mengangguk tanda mengiyakan.

.

.

Usai makan siang setelah kepergian Rama ke kantor Riri memilih untuk duduk di taman belakang untuk menenangkan dirinya. Di taman belakang terdapat pohon yang rindang, bunga bunga didalam pot yang tersusun rapi serta beberapa ekor Burung peliharaan Anton.

Beberapa saat kemudian datanglah Shinta menemui Riri di taman belakang. Ia bermaksud menemani Riri agar tidak merasa kesepian.

"Sayang... Kamu sedang apa disini." Tanya Shinta.

"Mmm a-anu Ma, Riri gak ngapa ngapain kok Ma. Cuma lagi menikmati udara segar disini." Jawab Riri.

"Oh iya, Rama kemana?" Tanya Shinta lagi.

"Rama tadi ke kantor Ma, katanya ada banyak berkas yang harus dia tandatangani."

"Kalau kamu ada apa apa jangan dipendam sendiri ya." Ucap Shinta karena merasakan ada sesuatu yang tersimpan dibalik tatapan Riri.

Riri tak menjawab beberapa saat, seketika suasana menjadi hening.

"Ma?" Tutur Riri lirih

"Iya? Ada apa sayang"

"Mengapa nasib Riri seperti ini Ma? hiks hiks. Belum lama Ayah pergi ninggalin Riri, sekarang Ibu lagi." Ujarnya

"Riri, Kamu dengerin Mama ya." Shinta mengambil kedua tangan Riri lalu menggenggamnya. "Setiap makhluk hidup yang ada didunia ini ada kalanya pasti akan pergi. Sekarang Ibu dan Ayah kamu sudah bahagia disana. Riri tidak boleh sedih lagi seperti ini, karena tuhan punya rencana yang terbaik dari setiap ujian yang diberikan kepada hambanya. Sudah... jangan nangis lagi" Ujar Shinta.

Riri pun tersenyum melihat Ibu mertuanya sangat baik dan perhatian kepadanya, tak seperti yang dibayangkannya pada saat awal awal pernikahan.

Sudah 1 jam lebih mereka mengobrol panjang lebar di taman, entah apa yang mereka bicarakan.

"Oh iya, Bagaimana hubungan kamu sama Rama? Apa kalian sudah membuat cucu untuk Mama?" Canda Shinta.

"Mama ihh... Belum Mama. Tidur aja masih pisah ranjang."

"Hmm Apa kamu sudah mencintai Rama?" Tanya Shinta penasaran.

"Hmm bagaimana ya Ma. Kalau dibilang soal cinta atau enggak, sayang atau enggak Riri juga belum tau. Tapi setiap Rama berada didekat Riri, Riri merasa nyaman" Jelasnya.

"Syukurlah... Itu berarti kamu sudah bisa menerima Rama sebagai suami kamu."

Riri tersipu malu mendengar penjelasan dari Mama mertuanya itu.

"Berhubung kalian berdua sepertinya sudah saling menerima, mungkin sudah waktunya Mama kasih tau sekarang." Ujar Shinta

"Ekhem!" Terdengar suara Rama dari belakang. Rama tampak berdiri disebelah jendela yang memisahkan satu ruangan dengan taman belakang.

"Ehh Rama, sejak kapan kamu berdiri disana? Tanya Shinta.

"Hmm mungkin sekitar 5 menit yang lalu." Rama berjalan menuju kursi panjang tempat duduk Riri dan Shintam

Berarti dia mendengar apa yang aku bilang barusan

"Ayo duduk disini" Ucap Shinta menepuk tempat kosong disebelahnya.

"Kok kamu udah pulang sih Ram?" Tanya Riri ketus.

"Gak boleh emangnya? Ma... Liat tuh Riri gak bolehin Rama pulang cepat." Rengeknya pada Shinta. Rama memang tergolong anak manja, karena sebagai anak tunggal kasih sayang kedua orang tuanya hanya untuk dia seorang.

"Sudah sudah." Ucap Shinta menengahi.

"Tadi Rama dengar Mama mau ngasih tau sesuatu sama Riri, apa itu Ma?"

"Hmmmm Rahasiaa~~" Ucap Shinta.

"MAMA!!!" Ucap Riri dan Rama bersamaan.

"Iya ya, Tapi kalian janji dulu gak akan marah setelah Mama cerita?!"

"Janji!" Ucap keduanya.

"Apa kamu sudah mencintai Riri." Shinta mengulang pertanyaan yang sama seperti yang ia ajukan kepada Riri tadi.

Deg

Apa yang harus ku katakan?

Rama mengangguk kemudian tak berani lagi menatap Riri.

"Berhubungan kalian berdua sudah bisa saling menerima, Mama akan mengatakan yang sebenarnya terjadi kepada kalian berdua. Sebenarnya sebelum kesalah pahaman yang terjadi malam itu, beberapa jam sebelum itu kami memang sudah merencanakan perjodohan kalian berdua."

"Tapi kenapa waktu Riri datang, Mama terkejut saat mengetahui Riri anak nya Ibu?" Tanya nya

"Agar kamu tidak curiga, Ibu kamu sudah menceritakan semuanya sama Mama tentang kamu. Dan kebetulan malam itu ada waktu yang tepat agar bisa menjodoh jodohkan kalian berdua." Shinta terkekeh.

"Apa Rama juga sudah mengetahui perjodohan berkedok makan malam pada hari itu?"

"Rama sama sekali tidak tau, ini hanyalah akal akalan Mama, Papa, dan Ibu kamu. Ups" Shinta menutup mulutnya kemudian tertawa kecil.

.

.

Malam harinya, mereka sudah berada didalam kamar. Rama sudah berada diatas ranjang sambil memangku laptopnya. Sementara Riri masih berada didepan meja rias melakukan kegiatan rutinnya yaitu skincare an sebelum tidur. Riri merupakan tipe wanita yang sangat memperhatikan kesehatan kulit, maka dari itu ia merawat kulit wajah dan badannya dengan produk kecantikan yang benar benar cocok untuknya.

"Ram." Riri memanggil Rama yang fokus menatap laptopnya.

"Hmm" Jawab Rama singkat

"Besok aku kembali kerja ya. Kasihan Meira kalo gak ada aku, dia yang harus ngerjain semuanya." Ucap Riri sambil mengoleskan krim diwajahnya.

"Iya boleh. Tapi berangkatnya harus sama aku." jawab Rama yang terlihat sibuk itu.

Riri melangkah duduk ditepi ranjang.

"Apa boleh?" Tanya Riri ragu ragu.

"Ri..." Rama menutup laptopnya. Kemudian menatap ke arah Riri disebelahnya. "Aku ini siapanya kamu?" Tanyanya.

"Suami"

"Trus apa salahnya aku antar kamu kerja" Tanya nya lagi.

"Gak apa apa emangnya?"

"Ya gak apa apa lah Arindi Azzahra Istriku yang cantik tercinta dan tersayang." Rama menarik tangan Riri ke pangkuannya.

Riri tersipu malu mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya. Malam ini memang bukan malam pertama mereka tidur satu ranjang tapi semenjak satu minggu yang lalu, saat berada di kediaman Riri.

"Ihhh kamu gombal" Riri mendorong Rama kemudian memalingkan wajahnya.

"Hmm Riri?" Ujar Rama.

"I-iya?" Riri merasa gugup, karena sudah menujukkan tengah malam.

"Apa kamu sudah benar benar menerima aku sebagai suami kamu?" Tanya nya.

"Kalau kamu?"

"Hmmm bukannya jawab tapi malah nanya balik. Cepat jawab." Balas Rama.

"U-udah. Aku sayang sama kamu." Riri langsung menutup kepalanya dengan selimut. Rama terkekeh melihat tingkah istrinya, dan merasa senang dengan pengakuan itu.

Tak terjadi apa apa malam itu, Riri terlelap didalam pangkuan Rama.

...----------------...

Hai Readers!!! Bagaimana dengan bab kali ini? Semoga masih menghibur ya. Jangan lupa like, kritik, saran dan Vote, supaya Author jadi makin semangat dan rajin update😍😘

1
Perjuangan cinta Tuan Muda
hai thor aq balik lg. semangat trus upnya. dtunggu dlapakku ya.
brshaaffn_18★HFN★
hai kak 👋🙃
maaf baru feedback sekarang hehe 😅, aku udah like sama rate 5 ya 😁

always spirit 💪😄
salam hangat dari MACAC dan RTBAC ✌️😆
S R
Like..like..like..

Ditunggu bab selanjutnya y thor..

Salam dariku Jadi Bodyguard Janda Cantik

Feedback karyaku juga ya.. Makasih
kh!@#g fu sh3=g
hai thor, aku mampir datang membawa 20 like, jangan lupa mampir di karyaku jangan panggil aku monster. salken untukmu
Noejan
Tetep semangat~ 😘
Noejan
Mantap!
Avie Lia Bento
udah mampir ni akuh kak
Senja
semangat upnya kakakkkkk
Ismi Kawai
8 like menyusul
Ismi Kawai
maaf telat mampir
Miss Dara
Hai, semangat trus upnya Ka
Andrias CPC
mantap 👍
Fitri Fitri
yang mn ni yg di pilih
Fitri Fitri
critanya bagus
Machan
2 like kak
ttfauziyah
like,. semangat
Jenna
semangat kak aku mampir lagi. aku tunggu up epesode selanjutnya 💚✨

Salam dari _Until we found the lost memory
Vigilo
hai aq mampir lagi kak. semangat up terus sampai sukses! mari saling dukung sesama penulis ke depannya :D
Tilyt🧚
hadir like, next up...

jangan lupa feedback ya😊
ptr_25
Yuk semangattt 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!