NovelToon NovelToon
Hingga Hutan Memisahkan

Hingga Hutan Memisahkan

Status: tamat
Genre:Time Travel / Cinta Seiring Waktu / Survival / Tamat
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Adra

Mendaki adalah napas bagi Evan, pria berjiwa bebas yang tak pernah gentar menantang puncak tertinggi. Bersama teman-temannya, ia nekat menjelajah hutan perawan yang dikelilingi sungai berarus deras tempat yang bahkan penjaga hutan pun melarang untuk dimasuki. Satu per satu temannya menyerah pada ganasnya medan, hingga Evan harus melanjutkan perjalanan sendirian, tersesat di tengah belantara yang belum pernah dijamah manusia.
Di dunia yang berbeda, ada Sierra, gadis manja pewaris konglomerat, yang lebih sering membakar uang di pusat perbelanjaan. Liburannya ke pulau eksotis berubah menjadi mimpi buruk ketika pesawatnya dihantam badai. Dengan parasut gagal terbuka, Sierra terhempas ke rimba misterius dan hanya pohon yang menyelamatkannya dari maut.
Dua jiwa yang bertolak belakang kini terperangkap di dunia liar tanpa jalan pulang. Saat mereka bertahan hidup bersama, hutan mulai mengungkap rahasia gelap yang selama ini terkubur..., mampukah mereka menemukan jalan keluar?

Ig deemar38

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Adra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HHM 14

Obor dari lumut kering menyala berkelip, asap tipisnya naik ke langit-langit gua yang basah. Bau tanah lembap bercampur dengan aroma aneh membuat Sierra langsung menutup hidung dengan wajah manyun.

“Ughhh... serius deh, baunya kayak kulkas mati,” celetuknya sambil menggeliat di batu.

Evan melirik sekilas, tapi pandangannya tetap kembali ke Victor. Lelaki itu duduk tak jauh dari mereka, bahunya membungkuk, bayangan dari obor membuat wajahnya tampak lebih cekung dan misterius. Luka gores di lengannya meninggalkan bekas merah kehitaman.

“Lo bilang tadi bagian dari itu semua,” suara Evan rendah tapi tegas. “Apa maksud lo? Apa lo udah terkontaminasi?”

Victor tertawa pelan suara yang tidak wajar, lebih seperti desisan. Ia menatap Evan dengan mata yang berkilat aneh. “Lo... cepat sekali menebak. Tapi gue nggak akan menyebutnya terkontaminasi.” Ia mengangkat tangannya, memperlihatkan goresan di kulitnya. “Ini bukan sekadar luka. Ini tanda.”

Sierra spontan bertanya, “Tanda apaan? Kayak tato membership gitu? Jangan-jangan lu masuk klub aneh di hutan ya?”

Evan mendesis, “Sierra.” Ia tahu gadis itu asal nyeplos, tapi pikirannya sudah terlalu serius untuk sekadar bercanda.

Victor hanya tersenyum samar. “Tidak semua yang masuk ke hutan ini keluar sebagai manusia. Kebanyakan mati. Sebagian kecil... berubah. Gua...” ia berhenti sebentar, seolah menahan sesuatu di tenggorokannya, lalu melanjutkan, “Gua salah satu yang... dipilih.”

Sierra langsung geleng-geleng, “Oke, itu creepy banget. Dipilih sama siapa? Sama makhluk slimy itu? Hell no, gue nggak mau ikut membership beginian!”

Evan mencondongkan tubuhnya sedikit. “Dipilih? Maksud lo elo... sama dengan makhluk itu?”

Victor mengangkat bahunya, matanya berkilat samar. “Gua lebih dari sekadar melihat mereka. Gua sebagian dari mereka. Dan mereka sebagian dariku. Lo kira kenapa gua masih bisa bertahan di sini sementara yang lain sudah jadi bangkai di akar pohon?”

Kata-katanya menggantung. Sierra membeku, lalu pelan-pelan merapat ke Evan, meski tetap berusaha menutupi ketakutannya dengan nada sarkas. “Ya ampun, ini kayak drama Netflek rating 18+. Bisa nggak kita keluar aja sebelum doi tiba-tiba growl kayak zombie?”

Evan menggenggam erat pisau kecil di pinggangnya, tatapannya tak lepas dari Victor. Dalam hatinya ia tahu laki-laki di depan mereka bukan lagi sepenuhnya manusia.

Victor mengangkat kepalanya perlahan. Tatapannya gelap, bukan marah, tapi seperti orang yang sudah terlalu lama menanggung rahasia. Senyumnya samar, setengah getir.

“Berbulan-bulan gua tinggal di sini. Bertahan... bersembunyi. Dan setiap orang yang masuk hutan ini, setiap orang yang mencoba... nggak pernah kembali. Gua tau kenapa. Gua tau karna gua...” ia berhenti sejenak, suaranya serak, “...gua udah tersentuh oleh mereka.”

Sierra langsung teriak.

“Gila! I knew it! Evan, dia tuh udah kena! Gue nggak mau di sini! Gue nggak mau jadi zombie di hutan ini!”

Dia menepuk-nepuk jaketnya, kayak mau kabur keluar gua. Tapi langkahnya tertahan karena suara gemuruh samar di luar, seperti geraman rendah yang bergema melewati pintu masuk gua.

Evan cepat-cepat menahan bahu Sierra.

“Tenang dulu. Kalau lo keluar sekarang, lo malah mati dimangsa. Kita harus denger dulu apa yang dia maksud.”

Sierra mendelik ke arah Evan.

“Evan! Dia tuh udah luka, udah ngaku dia bagian dari semua ini! Next step-nya apa? Dia jadi kayak mereka! Gue nggak mau stuck in horror movie gini, please!”

Victor mengangkat tangannya, memperlihatkan luka cakar itu lebih jelas. Kulit di sekitar luka menghitam samar, tapi anehnya tidak membusuk. Justru ada semacam pola, seperti urat-urat bercahaya samar yang menyebar.

“Gua belum sepenuhnya... berubah,” ucapnya pelan. “Mungkin itu alasan kenapa gua masih bisa bicara dengan kalian, masih bisa menyalakan api. Tapi gua juga bukan lagi manusia biasa sepenuhnya.”

Evan menatap luka itu lama, wajahnya kaku.

“Lo bilang elo belum sepenuhnya berubah. Berarti ada kemungkinan... lo akan berubah sepenuhnya?”

Victor menunduk, menarik napas panjang.

“Itu sebabnya gua bilang gua bagian dari ini semua. Karena gua hidup di antara dua dunia. Dunia kalian, dan dunia mereka. Gua melihat dengan mata sendiri apa yang terjadi pada rekan gua dulu. Gua satu-satunya yang tersisa...”

Sierra gemetar, wajahnya pucat. Tapi lidahnya tetap cerewet.

“Ya Tuhan... jadi lo tuh kayak setengah manusia setengah monster gitu?!”

Suara tawanya pecah, jelas itu nervous laugh, bukan benar-benar lucu.

Victor menoleh lambat, sorot matanya aneh campuran lelah dan sesuatu yang hampir tak manusiawi. “Aku... bagian dari semua ini. Tapi tenang saja. Aku masih di pihak kalian.”

Sierra langsung menjerit kecil, “HELLOOO?? Itu tuh literally nggak bikin aku tenang sama sekali! Lu ngomong gitu malah kayak villain di film horror Netflek, tahu nggak?!”

Obor bergoyang lagi karena Victor terguncang tertawa samar. Dinding gua yang sempit memantulkan cahaya, memperlihatkan sesuatu goresan-goresan di batu, mirip coretan kuku atau simbol aneh yang tak selesai.

Evan melihatnya, rahangnya mengeras. “Kau yang bikin ini?”

Victor tidak menjawab. Ia hanya menunduk, bahunya naik turun, lalu berkata samar, “Kalian tak akan paham.”

Sierra berdiri dengan panik, melangkah mundur, hampir tersandung batu. “Nggak, nggak, nggak. Gue nggak suka banget vibe ini. Kita harus cabut dari sini sekarang. Evan, please, kita keluar aja! Gua creepy, cowok aneh, coretan freaky everywhere like, NO THANKS!”

“Diam dulu, Sierra!” Evan membentak, tapi suaranya sendiri bergetar. “Kalau dia sudah terkontaminasi, kita nggak bisa sembarangan.”

Sierra makin panik, tangannya nutup mulut. “Bro, lu jangan bikin gue makin anxiety attack deh! Gue tuh bukan karakter film survival, gue cuma cewek normal yang suka matcha latte, oke!”

Suasana makin chaos. Evan gusar, Victor tenang tapi terlalu tenang, Sierra seperti mau histeris penuh.

Victor akhirnya menoleh ke keduanya, senyumnya samar, samar banget sampai bikin bulu kuduk berdiri. “Percaya sama gua...” nadanya pelan, namun menusuk. Obor bergoyang lebih keras, cahayanya jatuh tepat di wajahnya yang setengah tersembunyi bayangan. “Kalian nggak akan keluar hidup-hidup kalau ninggalin tempat ini.”

Evan dan Sierra terdiam. Hanya suara tetesan air dari langit-langit gua, dan napas tiga orang yang sama sekali tak sinkron.

1
Pa Muhsid
huh kesel kalo tak berani ungkapan 'tak bantuin katakan cinta❤😘
Pa Muhsid
lama lama enek juga sama karakter Siera mungkin diawal lucu tapi kalau terus menerus ni orang munafik gak ada syukur syukur nya gak jadi pelajaran itu hidup, kan lu yg mau liburan ditempat terisolasi pas dikabulkan gak Terima,,, itulah sifat alami manusia
Daniah
iya KK pokoknya aku sll ngikutin kayamu. Lop lop 😘😘
Daniah
haha... kena Lo van😂
Sri Wahyuni Abuzar
van undangan buat aku titipin kak dee aja..aku mau blusukan dulu x aja ada yang mau minjemin aku kebaya buat hadir di nikahan kalian 😍😍
Dee: Wkwkwk kak 😭 masalahnya lokasi nikahnya jauh banget. Google Maps aja pas liat alamatnya langsung bilang "aku menyerah" 🤣
total 1 replies
Sri Wahyuni Abuzar
jangan panik van..reaksi wajar dari kondisi sierra selama ini...cuuus rumkit biar dokter tangani sesuai prosedur...kalau sierra udah baikan ajakin nikah yaa van..aku tunggu undangan nya..titipin aja ke kak dee 😍😍
Daniah
kalo aku sih langsung aja bos💍😅
Halimah Limah
semangat kak💪
Sri Wahyuni Abuzar
tetep jadi sierra yg sebelumnya..bukan marah tapi lebih ke ngedumel khas nya sierra yang ujung² nya memeluk erat evan karena takut evan akan pergi ninggalin sierra and than nikah laah tapi tinggal di hutan konservasi sekalian buat nyembuhin sierra..
Sri Wahyuni Abuzar
aku pada mu van ✌🏼
ayoo kita sama² ke rumah sierra van..bikin sierra sadar akan kehadiran dirimu setelahnya langsung akad nikah ..than kita bawa sierra tinggal di hutan konservasi cinta..peduli setan dengan bisnis pak konglo..😛🤣🤣
Halimah Limah
semangat kak ,,lanjut up yg banyak..💪
Sri Wahyuni Abuzar
tuan konglo datang membawa misi agar evan mau ikut bersama beliau melihat kondisi sierra yang menyedihkan..iihhh kalau bukan ayah nya sierra pengen tak santet aja lhoo ..yaa kan van 🤣🤣
Sri Wahyuni Abuzar: aku tuu suka gemesh kak sama orkay sombong sukanya pamer harta seolah semua bisa di tundukan pake uang...bilangin ke evan yaa kak dee jaga cintanya buat sierra 🥰
total 2 replies
Halimah Limah
lanjut kak..
Sri Wahyuni Abuzar
bener² ini si bapak konglo minta di ungsikan ke selat hormuz..
Sri Wahyuni Abuzar: /Facepalm/
total 2 replies
Halimah Limah
semangat kak💪
Sri Wahyuni Abuzar
van aku bantu yaa buat ngirim papa sierra ke laut hormuz 🤣
Halimah Limah
lanjut kak,,aku slalu semangat KLO kka update 💪
Daniah
makin pinisirin nih, si Evan diterima gk ya sm ayah siera🤔
Halimah Limah
lanjut KA..
semangat💪
Halimah Limah
knpa lama kak baru up
Dee: Maaf ya Kak, kalo updatenya lama 🥹
Kadang real life memang nggak bisa diajak kompromi. Ada hal2 yang harus didahulukan dan menyita tenaga jg pikiran. Tapi tenang, ceritanya nggak ditinggal kok. Aku tetap lanjut pelan2 sambil nyari waktu terbaik buat nulis lg😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!