NovelToon NovelToon
Pendekar Puncak Keabadian

Pendekar Puncak Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:72.7k
Nilai: 5
Nama Author: Laghrima~

Daratan Xuanwu penuh dengan Pendekar hebat sepanjang sejarahnya, seorang pemuda lugu berna Ling Tian berhasil menjadi salah satu deretan Pendekar hebat yang melegenda selama seribu tahun namun tidak terduga Dewa iri kepadanya dan membuatnya jatuh ke dalam jurang keputus asaan selama lima ratus tahun. Dalam keputus asaan itu Ling Tian mendapat sebuah kesempatan kedua untuk kembali ke masa lalu dan memperbaiki semua penyesalannya, Ling Tian kembali dengan menentang takdirnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laghrima~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dalih Mengambil Murid

Senyuman Bai Duan bergetar dan bola matanya nanar setelah selesai memeriksa nadi Qin Mu serta menemukan jika bocah lima tahu lebih itu rupanya memiliki tulang yang sangat tinggi yang jarang di miliki oleh jenius sekalipun.

Meski Bai Duan tidak bisa merasakan adanya tenaga dalam namun dia bisa melihat jika Qin Mu berbakat untuk menjadi pendekar, dengan kualitas tulang yang seperti itu serta kebugaran tubuhnya Bai Duan memperkirakan jika anak itu bisa menandingi bakat jenius di Klan Bai.

Bai Duan juga bisa mempercayai sedikit ucapan Qin Mu yang sombong tentang bisa memukul mati seekor babi seberat 50 pon, melihat dari tulangnya yang begitu kuat.

"Meski kau belum menjadi pendekar tapi kau berbakat untuk melakukannya!" Bai Duan tersenyum lebar, meski sedikit iri dengan kualitas tulang Qin Mu yang lebih tinggi darinya yang jelas seorang pendekar.

"Benarkah?! Aku bisa jadi pendekar sepertimu Bai gege?" Qin Mu bertanya dengan antusias, sementara di dalam hatinya dia begitu lega.

Sebelumnya Qin Mu sangat panik ketika Bai Duan memeriksa nadinya tiba-tiba hingga Qin Mu harus berpikir keras untuk memberikan alasan yang masuk akal agar tidak di curigai, namun sebelum itu Bai Duan malah bereaksi di luar bayangan Qin Mu dan Bai Duan tidak menemukan energi dalamnya.

"Tentu saja namun sebelum itu kau harus mencari guru yang bisa membimbingmu." Ucap Bai Duan sambil mengangguk.

"Aku tidak ingin mencari yang sulit, aku ingin belajar dengan Bai gege!" Qin Mu berbinar-binar.

Bai Duan terbatuk pelan sebelum menggeleng beberapa kali, "Bagaimana aku mengajarmu? Sementara aku sendiri bukan pendekar yang kompeten..." Bai Duan menghela nafas lesu.

Qin Mu memasang wajah cemberut sambil mendengus kesal meski sebenarnya dalam hati dia merasa geli dengan kelakuannya sekarang.

"Mengapa demikian? Aku sendiri merasa Bai gege itu guru yang terbaik untukku, daripada belajar dengan orang lebih baik aku jadi pengemis saja!" Qin Mu membuang wajahnya seraya mendengus kesal.

Qin Mu mendengar Bai Duan menghela nafas panjang, Qin Mu berharap Bai Duan setuju sehingga dia bisa bebas berlatih lebih maksimal ke depannya tanpa bersembunyi lagi juga bisa menyeret Bai Duan lebih alami ke pasukan Bulan Terang Klan Bai nantinya.

"Mengenai permintaanmu itu, aku perlu sedikit waktu untuk memutuskannya..." Bai Duan bangkit dan mengelus pelan kepala Qin Mu.

Qin Mu tersenyum canggung dengan perlakuan berulang Bai Duan itu namun juga tidak tahu cara untuk menolaknya.

"Baiklah, aku benar-benar berharap Bai gege mau menerimanya!" Qin Mu tersenyum cerah dan pamit untuk pergi.

Bai Duan menarik nafas pelan, setiap kali dia bersama dengan Qin Mu dia selalu merasa jika anak itu sangat misterius teruma saat pertama kali mereka bertemu yang menurutnya tidaklah wajar di hutan penuh bahaya itu ada anak kecil yang bahkan Bai Duan sempat tidak merasakan aura kehadirannya sama sekali.

☆☆☆

Sementara itu Qin Mu di tugaskan untuk membantu para Tabib di kediaman Bai Duan untuk sementara karena kepala pelayan kediaman itu melihatnya hanya bersantai.

Awalnya Bai Duan sempat marah karena merasa kepala pelayannya terlalu memaksa anak kecil namun Qin Mu mengatakan jika dia tidak punya hal untuk di lakukan dan membantu orang dewasa di kediaman itu tidaklah buruk.

Padahal niat aslinya Qin Mu ingin mencari lebih banyak herbal yang bagus untuk meringankan luka dalam Bai Duan meski tidak sepenuhnya bisa langsung menyembuhkannya.

"Rumput Peri Hijau? Kau mencarinya untuk apa, bocah?" salah satu Tabib yang berusia cukup tua mengerutkan alisnya heran saat Qin Mu bertanya tiba-tiba saat selesai menyusun tanaman obat.

"Aku dengar Bai gege itu terluka dan di buku medis rumput itu bagus untuk luka." jawab Qin Mu.

Tabib bernama Bai Xian itu tersenyum hangat, "Kau masih terlalu kecil untuk urusan itu, serahkan saja pada orang dewasa!" ucapnya seraya mengelus kepala Qin Mu.

Qin Mu menyingkirkan tangan Bai Xian sambil mendengus pelan, dia mengambil sepiring ayam goreng di meja Bai Xian lalu pergi begitu saja meninggalkan si pemilik ayam yang tertawa karena menganggap tingkah bocah lima tahun itu lumayan lucu saat kesal.

Saat keluar dari aula pengobatan, Qin Mu bisa mendengar para pelayan sedang mengejeknya dengan mengatakan jika mengurus Bai Duan saja sudah membuat mereka kerepotan dan sekarang datang lagi anak pengemis yang hanya sibuk menghabiskan apapun di Klan Bai.

"Bisa-bisanya Bai Duan tahan hidup di Klan penuh orang seperti mereka..." gumam Qin Mu dan berlalu pergi tanpa peduli lagi dengan tatapan sinis para pelayan.

Qin Mu membawa sepiring ayam goreng itu menuju ruang kediaman Bai Duan, namun saat tiba di sana dia tidak mendapati pemuda itu yang rupanya sedang keluar menemui Ketua Klan lagi untuk membicarakan sesuatu. Setidaknya itulah yang di ketahui Qin Mu setelah bertanya dengan beberapa pelayan yang tidak terlalu membencinya.

"Semuanya akan lebih mudah jika Klan Qin tidak bernasip seperti itu... Takdir benar-benar mempermainkan orang!" Qin Mu bergumam pelan dan duduk di atas batu kediaman Bai Duan.

Qin Mu mengambil sepotong ayam goreng sambil menunggu Bai Duan kembali, dia ingin membujuk pemuda itu agar mau mengambilnya murid agar bisa berlatih dengan tenang dan menjadi kuat secepat mungkin lalu membalas dendam.

"Bai gege!"

Qin Mu melambaikan tangannya saat melihat Bai Duan di kejauhan dan sedang menuju kediamannya, Qin Mu mengerutkan alisnya saat melihat wajah lelah dan murung Bai Duan dan menebak jika pasti pemuda itu dalam masalah lagi.

"Kau makan tanpa menungguku, Xiao Mu?" Bai Duan tersenyum hangat saat tiba di depan kediamannya, jelas sekali dia tidak ingin menampakkan wajah sedihnya.

"Aku bisa meminta paman Bai Xian memberikan lagi jika Bai gege ingin!" Qin Mu tersenyum ceria, "Dari pada itu, aku hanya penasaran mengapa Bai gege terlihat sedih?"

'Dia melihatnya dari jarak sejauh itu?' batin Bai Duan, dia merasa cukup ngeri karena di matanya Qin Mu sama sekali bukan pendekar dan hanya memiliki kualitas tulang yang bagus.

"Hanya masalah yang sama..." Bai Duan menghela nafas pelan, raut wajahnya kembali kusut setelah teringat ancaman Ketua Klan.

"Menikahi wanita lagi?" Qin Mu mengangkat kedua alisnya dan Bai Duan mengangguk.

"Di kondisiku saat ini aku hanya akan menghancurkan masa depan wanita itu jika menikah..." Bai Duan kembali menghela nafas, "Dari pada itu lebih baik aku bergabung ke Bulan Terang saja, setidaknya jika mati tidak ada yang akan hancur!" lanjutnya.

"Aku tidak akan punya siapapun lagi jika Bai gege pergi!" Qin Mu memasang wajah sedihnya membuat hati Bai Duan terenyuh.

"Bukankah semua orang di kediamanku ini termasuk keluargamu juga Xiao Mu? Mereka semua itu orang baik meski kadang mereka malu untuk terus terang." Bai Duan berkata dengan nada hangat.

'Mereka semua sama sekali tidak pantas kau percayai seperti itu!' batin Qin Mu memutar matanya malas.

"Lalu apa Bai gege akan mengambilku sebagai murid jika begitu?" Qin Mu memasang wajah penuh harap.

Bai Duan tersenyum hangat, "Untuk sementara aku bisa menjadi gurumu sampai suatu saat aku menemukan orang yang cocok mengajarimu!" ucapnya seraya mengelus kepala Qin Mu.

'Tolong hentikan elusan itu! Aku bukan lagi anak kecil, sial!' batin Qin Mu menahan malu.

"Aku akan belajar sungguh-sungguh dengan, Guru Bai!" Qin Mu memberikan hormat pertamanya, hatinya bersorak senang rencana keduanya berhasil mulus.

1
Herna We Lahh
ajiib joose
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz 🔥🌽
agus yulianto: gaskeun thor
total 1 replies
Uswatun Hasanah
mantap
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
agus yulianto
mantappp thor 😍😍😍
Uswatun Hasanah
lama up nya
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Supangat eh semangat 🔥🌽
agus yulianto
lanjut thor..😍😍😍
agus yulianto
uppp
Uswatun Hasanah
lanjut
kas
up lagi jangan lama lama
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
mantap lanjut Thor
Arlet's MoZad
kapan kultivator pedang naga up
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Pemanasan 🔥🌽
Uswatun Hasanah
lama nggak up
Uswatun Hasanah
lanjut
Herna We Lahh
kemana thor?
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow 🔥🌽
Herna We Lahh: belum update thor
total 1 replies
Uswatun Hasanah
mengerikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!