Perjodohan yang dilakukan orang tua ku dan teman mereka membuatku terjebak dengan seorang Dosen killer. Dia meninggalkan aku di sebuah rumah besar miliknya, namun dia terus menafkahiku. Pria itu berjanji akan menceraikan aku setelah ia kembali.
Setelah 5 tahun, dia kembali dan meminta diriku untuk tetap bersamanya. Setelah aku menyanggupinya, tiba-tiba saja ada wanita yang datang dalam kehidupan kami dan mengaku sebagai istrinya.
Siapa wanita itu sebenarnya? Dapatkah kami mempertahankan rumah tangga ini hingga akhir?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Secarik rindu di senja hari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14. Siapa dia?
Nathaline tidak masuk ke kantor hari ini karena ia ingin beristirahat sejenak dari segala kepenatannya selama bekerja. Wanita itu berendam sejenak untuk memanjakan tubuhnya yang sudah lama tidak ia rawat.
Tampak sesekali wanita itu memijat-mijat kepalanya yang terasa begitu pusing. Karena terlalu kelelahan dan kurang waktu tidur selama ini.
Perlahan ia menenggelamkan wajah dan seluruh tubuhnya di dalam bak mandi cukup lama, kemudian ia langsung beranjak dari sana dan mengganti pakaiannya.
Kurang lebih dua puluh menit, ia sudah keluar dari kamarnya dengan make up tipis yang menghiasi wajah cantiknya.
Baru saja ia ingin menuju ke arah dapur dan memasak makanan untuk makan malam sang suami, gadis itu kembali beranjak setelah mendengar seseorang terus saja membunyikan bel rumahnya.
'Siapa yang berkunjung sore-sore seperti ini? tidak biasanya ada tamu,' batinya, seakan penuh tanya.
Karena penasaran, gadis itu segera menuju ke arah ruang tamu untuk membukakan pintu. Entah mengapa, hatinya tiba-tiba saja merasa tidak enak saat tangannya mulai menyentuh dauh pintu.
'Perasaan apa ini? sepertinya ada yang ganjil,' batin wanita itu sembari memegangi dadanya yang terasa begitu tidak nyaman saat ini, seolah hatinya tidak mengizinkan ia untuk membuka pintu tersebut.
'Siapa wanita ini?' batinnya bertanya kepada dirinya sendiri, ketika mendapati seorang wanita cantik dan seksi tengah berdiri tepat di hadapannya.
"Maaf, cari siapa?" Nathaline langsung bertanya kepada wanita yang sedari tadi terus menatap tajam ke arah dirinya.
Tanpa menjawab pertanyaan Nathaline, wanita itu tiba-tiba masuk begitu saja ke dalam rumah Nathaline tanpa menghiraukan Nathaline yang masih berdiri menunggi jawaban.
"Dimana Reyhans?" Wanita itu mulai angkat bicara saat Nathaline mendekat dan berdiri tepat di sampingnya.
Nathaline terdiam, 'ada perlu apa wanita ini mencari suamiku?' batinnya kembali bertanya.
"Dia sedang bekerja, mungkin sebentar lagi akan pulang. Ada perlu apa mencari suami ku?" ucap Nathaline yang memberanikan diri untuk bertanya kepada wanita yang terus saja memandangnya dengan sinis itu.
"Kenalkan aku, Vanny. Berhentilah berbicara kepadaku, jangan sok dekat dengan diriku. Kita bicara saat Mas Rey pulang," ucap wanita itu, sangat ketus, hingga membuat hati Nathaline sangat geram.
Siapa dia? Seenaknya saja memasuki rumah orang tanpa permisi? Semaunya memandangi sang pemilik rumah dengan sinis? dan sesuka hatinya saja dalam berbicara. Apa haknya untuk mencari Reyhans?
Nathaline tampak sangat risih ketika harus duduk di hadapan wanita itu. Ia tampak sangat gelisah dalam duduknya, hatinya juga mulai tidak sabaran menanti kepulangan sang suami.
Seakan begitu banyak pertanyaan di hatinya yang harus segera di jawab oleh pria itu saat ini.
Lama menunggu, Reyhans belum kunjung kembali, wanita itu juga masih betah duduk berlama-lama di sofa ruang tamu Nathaline sembari memainkan ponselnya. Sementara Nathaline, sudah merasa jenuh dan sudah tidak sabar mengetahui siapa wanita itu.
"Pak Rey? akhirnya kau sudah pulang." Nathaline langsung beranjak dari duduknya ketika mendapati Reyhans perlahan memasuki ruang tamu. Nathaline segera berlari kecil dan memeluk tubuh sang suami.
"Ada apa?" tanya Reyhans yang bingung karena sifat Nathaline yang tiba-tiba saja menjadi manja seolah sangat takut kehilangan pria itu.
Reyhans sama sekali tidak menyadari bahwa sedari tadi tadi ada yang sedang terbakar cemburu dan terus menatap sinis ke arah mereka yang tengah bermesraan di ambang pintu.
"Sampai kapan aku harus menyaksikan drama romantis ini? Aku sangat iri. Kau tidak ingin memeluk diriku juga mas?" tanya Wanita bernama Vanny itu.
Reyhans yang kaget ketika mengenali suara itu, sontak saja langsung melepaskan pelukan Nathaline secara paksa. Tampak sekali raut wajah pria itu seperti maling yang sedang terciduk mencuri uang.
"Vanny? Bagaimana kau bisa berada di sini di sini?" tanya Reyhans, seketika raut wajahnya tampak sangat terkejut melihat kedatangan wanita itu.
"Kenapa? Kau takut semua rahasia mu terbongkar di hadapan istrimu itu?" sindir Vanny.
Wanita itu berdiri tegak sembari menyilangkan kedua tangannya di atas dada, sembari menatap tajam ke arah Reyhans yang sudah tampak mati kutu itu.
"Pak Rey, siapa wanita itu?" Nathaline memberanikan diri mengangkat suaranya.
"Sudahlah jangan di pikirkan Nathaline, masuklah ke dalam kamar mu, aku ingin berbicara kepada wanita ini sebentar," pinta Reyhans sembari mengelus kedua belah pipi Nathaline.
"Tidak, katakan yang sejujurnya! siapa wanita itu?" tanya Nathaline yang mulai meninggikan nada bicaranya dan bertanya tegas kepada sang suami.
"Berhenti bertanya! turuti saja keinginanku dan masuklah ke dalam kamar mu." Reyhans untuk pertama kalinya membentak sang istri.
Nathaline tampak masih mematung di tempatnya berdiri, ia masih tampak kaget dan seolah tidak percaya, jika suaminya yang selalu bersikap lemah lembut kepada dirinya untuk pertama kali membentak dan meninggikan suara terhadapnya.
Air mata tampak mengalir di wajah cantiknya dan membasahi kedua belah pipinya. Raut wajah Nathaline tampak datar sembari terus menatap sendu ke arah sang suami.
Reyhans tertunduk kemudian menghela nafasnya dalam-dalam. Ia sepertinya menyesal dan merasa bersalah karena lagi-lagi kembali menggoreskan luka di hati sang istri.
"Maafkan aku, Nathaline. Aku tidak sengaja membentakmu, jangan menangis lagi. Sekarang kau masuklah ke dalam kamarmu, aku akan menjelaskan semuanya nanti," ucap Reyhans selembut mungkin sembari terus menyeka air mata Nathaline yang masih tumpah.
Nathaline hanya mengangguk, kemudian berjalan perlahan dan semakin menjauh dari Reyhans, tampak gadis itu sedang memegangi dadanya yang terasa begitu sesak saat ini.
Sementara itu, di ruang tamu. Reyhans mengajak wanita itu duduk untuk berbicara baik-baik. Tetapi wanita itu selalu saja memancing emosinya.
"Baiklah Vanny, sekarang katakan apa mau mu?" tanya Reyhans yang mulai lelah berdebat dengan wanita itu, seakan tidak ada habisnya jika meladeni wanita itu berbicara.
"Aku datang menagih janji mu mas, kapan kau akan menceraikan wanita itu? Kau bilang kau akan menceraikannya dalam waktu 5 tahun! Sekarang sudah lebih dari waktu yang kau janjikan, tetapi kau masih tetap bersamanya." Vanny berbicara dengan raut wajah serius sembari menatap dalam ke arah mata pria itu.
"Bukahkah kau mengatakan jika kalian menikah hanya karna perjodohan? sebab itulah aku mengizinkanmu untuk menikah kembali. Tapi apa? aku malah merasa kau semakin terpesona oleh kecantikannya," ucap Vanny dengan nada lirih, sembari memalingkan wajahnya seolah enggan melihat wajah pria yang telah menikahi dirinya seecara sirih tersebut.
"Sayang, dengarkan aku baik-baik! Aku butuh waktu untuk melepaskannya. Ini sebuah pernikahan, bukan sekedar mainan!" Reyhans berusaha memberi pengertian kepada wanita tersebut.
Vanny hanya tidak bergeming, wajahnya tampak kian kesal saat mendengar beribu alasan yang terlontar dari mulut pria itu.
...Next.......
...Terima kasih yang sudah baca, jangan lupa like dan tinggalin jejak di kolom komentar😘...
Terima kasih atas kritik dan sarannya.
benci aku sama Reyhans
ko jdi gini si, uda ngga seruh lgi