NovelToon NovelToon
Perjodohan Dan Pernikahan

Perjodohan Dan Pernikahan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Putritritrii

Seberkas Cinta dari perjodohan, apakah ada?

Davina gadis berumur 25 tahun, mencoba ikhlas akan perjodohan yang dilayangkan oleh sang Ayah yang sedang berjuang melawan penyakit Kankernya.

Hati anak mana yang tidak sakit. Melihat sang Ayah berjuang untuk bertahan hidup. Di selah rasa kuatir sang Ayah akan dirinya, bila mana suatu saat nanti, selamanya menghilang dari dunia, tanpa ada sosok pria pengganti dirinya untuk sang putri.

Jadilah Albert nama sang Ayah, menjodohkan putri semata wayangnya Davina dengan cucu sahabat kakeknya Davina.


"Aku harus ikhlas, mungkin Rasyid bukan jodohku. Apakah kelak, ada seberkas cinta dari perjodohan ini? Mari kita coba." Davina duduk di koridor rumah sakit sambil mengusap air matanya.
.
Jangan lupa follow IG saya, @putritritrii_
Tolong jadi pembaca yang aktif
Tolong berikan dukungan kalian. Terima kasih ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB14 - Berbeda

Seperti rencana Dave di awal. Seusai dia memimpin rapatnya, Dave bergegas untuk menemui Ecca di apartemennya. Dave memberikan kabar ke Ecca, akan kedatangannya lebih dulu. Dengen mengendarai mobil sport keluaran terbaru miliknya, Dave melesat di jalanan Ibu Kota yang tidak dalam jam sibuk.

Satu jam kemudian, mobil yang di kendarai Dave berhenti di area parkiran apartemen di mana Ecca tinggal. Dave menjejakkan kakinya di atas lantai parkiran basement khusus untuk dirinya agar terhindar dari paparazzi.

Tidak lama kakinya terhenti di depan salah satu pintu cat berwarna hitam. Tanpa menunggu lama, Dave langsung saja menempelkan access card kamar Ecca.

Kakinya kemudian melangkah masuk dan mengedarkan pandangannya, kesekeliling area apartemen sang kekasih.

"Ca," panggil Dave.

"Aku di dapur sayang," saut Ecca senang.

Dave berjalan perlahan menuju ke arah dapur untuk mendapati sang kekasih. Terlihat dari posisinya, tubuh Ecca yang di balut dengan lingerie hitam berbahan satin, dengan aksen renda-renda di bagian dadanya. Mengekspos keindahan tubuh Ecca yang berkulit putih dan mulus. Wajar sih, Ecca adalah seorang model foto di salah satu majalah bergengsi.

"Dia sedang apa? memasak atau sedang mengincar mangsanya?" gumam Dave dalam hatinya.

"Selamat datang kekasih hatiku," sapa Ecca sambil berbalik. Melihat Dave langsung duduk tanpa memberikan kecupan bahkan pelukan seperti biasanya, membuat dahi wanita itu berkerut. Apa-apaan pikirnya, kenapa pria yang biasanya memuja keseksian dan kecantikannya tiba-tiba berubah haluan. Tidak ada daya tarik dari kedua bola mata Dave.

"Kau tidak memelukku?" tanya Ecca dengan menatap ke Dave.

Dave membalas tatapan Ecca. Sejenak dia menghela napasnya.

"Entahlah Ca. Aku sedang tidak mood." Dave mengusap gusar wajahnya.

Ecca meninggalkan masakannya, datang mendekati Dave yang sedang duduk di depan meja bartender miliknya. Tangan Ecca mulai menggeluti tubuh Dave.

"Apa aku melakukan kesalahan sayang?" tanyanya dengan manja.

Dave langsung saja menggelengkan kepalanya.

"Tidak. Aku hanya sedang tidak mood aja Ca," balas Dave malas.

"Terus? kenapa kamu bertingkah aneh seperti ini Dave?"

"Entahlah. Apakah masakanmu sudah bisa di makan ? aku belum makan siang," balas Dave seraya berdiri menghindari Ecca.

"Tunggulah sebentar lagi. Jika sudah masak, akan aku hidangkan secepatnya," balas Ecca seraya berjalan ke arah kompor dengan mata yang masih menatap aneh pada Dave.

Dave duduk di depan kaca putih yang tembus pandang. Pandanganya tampak menerjang jauh ke arah awan-awan yang masih berselimutkan langit biru. Entah kenapa, tiba-tiba perasaan Dave meras gusar. Entah karena pesan balasan dari Davina yang mampu menggerakkan hati dan perasaannya.

Dave.

✔ Hey kelinci manis. Apa yang sedang kau lakukan sekarang? Ini aku suamimu.

Pesan pertama yang di kirimkan Dave, seusai dia keluar dari ruangan rapat. Dia sengahja mengetikkan kata suamiku untuk menggoda Davina. Tidak butuh waktu lama. Dave mendapatkan pesan balasan dari Davina.

Istriku.

✔ Aku sedang memikirkan suamiku.

Balasan pesan dari Davina, refleks menghentikan kaki yang semula dia tapaki untuk keluar dari gedung perusahaannya. Setelah terus menerus menatapi pesan dari istri yang tidak di cintainya itu, Dave akhirnya membalas pesan Davina.

Dave.

✔ Kenapa kau memikirkanku? apa ada yang salah dengan pikiranmu?

Dave melanjutkan langkah kakinya. Berjalan dengan elegan, menuju mobilnya yang sudah berada di depan pintu otomatis lobby kantor. Tangannya masih menggenggam erat benda pipihnya. Menunggu jawaban dari pesan yang ia kirimkan ke Davina. Saat mobil melaju dan melesat di jalanan, suara pesan masuk pun terdengar. Buru-buru, Dave membuka pesannya.

Istriku.

✔ Pikiranku hanya menolak lupa Dave, kalau sebenarnya aku sudah bersuami. Aku tadi hanya lupa meminta nomor ponselmu. Teruss … ya kepikiran aja sih. Ya sudah, jangan lupa makan siang Dave.

Balasan terakhir dari Davina kembali membuat perasaannya tergelitik. Wanita itu kenapa bisa dengan mudahnya mempengaruhi pikiran dan hatinya. Hanya pengingat makan siang biasa dari Davina, mampu membuat Dave merasa ada sesuatu dari hatinya.

“Dave!” panggilan Ecca menghempaskan pikiran Dave tentang Davina. Sesaat dia beranjak berdiri dan berjalan menuju meja makan. Di sana, tampak Ecca yang berpakaian seksi di  mata Dave. Dan untuk pertama kalinya bagi Dave maupun Ecca, tidak ada bola mata yang memuja dari keseksian Ecca sore itu.

“Duduklah Dave,” kata Ecca seraya mendaratkan tubuhnya di atas kursi meja makan.

“Terima kasih,” balas Dave singkat. Balasan Dave, membuat Ecca sedikit terkejut. Kapan dia bisa dan pintar mengucapkan terima kasih. Selama satu tahun, Ecca dan Dave menjalin hubungan sepasang kekasih, Dave bahkan tidak pernah mengatakan terima kasih dalam segi apapun. Bukan hanya pada Ecca saja. melainkan pada orang-orang yang di kenal Ecca. Tapi ini berbeda. Dave yang di depan Ecca, bukanlah seperti Dave yang biasanya.

“Selamat makan,” kata Dave dengan seulas senyuman.

“Selamat makan Dave,” balas Ecca dengan sedikit kaget.

Keduanya makan dengan sangat tenang. Dentingan garpu dan sendok yang bersaut-sautan terdengar menyentuh piring keduanya. Ecca merasa tidak suka dengan keadaan canggung seperti yang di rasakannya sekarang. Sejak kapan Dave menjadi pendiam pikirnya

“Dave,” panggil Ecca.

“Ehemmmm …,” balas  Dave masih focus ke makanannya.

“Kamu kenapa sih Dave? kok kayaknya bedah gitu hari ini? kayak bukan kamu loh,” balas Ecca memperhatikan Dave.

Dave mengangkat wajahnya dan menatap ke Ecca.

“Bedah gimana sih maksud kamu, Ca? Kayaknya aku masih sama deh. Masih ada mata, hidung, mulut, tangan, kaki. Sama aja semuanya seperti sebelumnya.” Dave meletakkan sendok dan garpunya di atas meja seraya mengambil gelas yang berisi air putih dan meneguknya. Tiba-tiba saja selera makannya terganggu oleh pertanyaan Ecca barusan.

“Dave … bukan itu maksudku. Kenapa kamu seperti tidak suka gitu melihatku? Di kantor juga kamunya begitu. Dan sekarang di apartemenku, kamu seperti acuh sama aku. Biasanya kalau melihatku kan kamu meluk aku, cium aku, mengelus pipiku dan rambutku. Ini gak ada Dave. Kamu seperti menghindar dari aku. Aku bisa merasakannya,” nada Ecca mulai  meninggi.

Dave bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah ruang tamu. Ecca langsung saja mengikuti ke mana tubuh Dave berhenti. Sesungguhnya, Ecca tidak terima dengan perubahan Dave yang di rasanya sangat janggal.

Dave mendaratkan tubuhnya di atas sofa di ikuti oleh Ecca yang duduk di samping Dave.

“Dave,” kedua mata Ecca terlihat frustasi. Tanganya mengguncang pelan lengan tangannya.

“Apa sih Ca. Kenapa kamu jadi resek banget sih?”

“Kok gitu?! Kamu benar-benar aneh Dave! sebelumnya kamu gak pernah ngatai aku seperti ini.” Ecca mengusap air matanya yang semula ia tahan, tiba-tiba mengalir dari pelupuk matanya.

Dave menarik napasnya. Dia sendiri bingung memulainya dari mana. Balasan pesan dari Davina, mampu menyadarkan dan menggoyahkan perasaannya. Dave menangkup kedua pundak Ecca. Sebelum dia mempertahankan hubungan yang tidak mungkin lagi di lanjutkannya, ada baiknya dia mengakui sekarang dari pada terlambat di kemudian hari.

“Ca! sebelumnya aku minta maaf sama kamu. Ini benar-benar berat dan di luar dugaanku. Aku …,”

Ecca memperhatikan wajah Dave dengan seksama. Diiringi dengan isakan tangisannya yang masih menjadi-jadi. Ada wajah bersalah tampak memenuhui wajah Dave sendiri.

“Aku sebenarnya sudah menikah, Ca.” Dave memejamkan matanya singkat.

“Apa kamu bilang?!”

“Ca! ini keputusan oma dan papaku. Aku tidak bisa berbuat apapun,” kata Dave dengan berat.

Ecca menepis tangan Dave dengan  kasar seraya bangkit berdiri.

“Aku tidak peduli Dave! mana mungkin kamu memutuskan aku begini. Yang kamu cintai itu aku. Jadi, kenapa kamu memutuskan aku!” teriak Ecca dengan sesenggukan.

Dave berdiri dan mencoba menyentuh lengan Ecca. Ecca lagi-lagi menepisnya.

“Dengarkan aku dulu, Ca.” Ecca menatap dengan penuh kebencian. Terlihat di balik mata yang di banjiran buliran air mata yang di hiasi mata sinisnya.

“Aku tidak butuh penjelasanmu, Dave. Jika kamu mencintaiku, meskipun kamu menikah, kenapa aku yang kamu putuskan. Seharusnya wanita yang di jodohkan denganmu. Kenapa aku yang di korbankan!”

“Ca! kamu kan tau seperti apa oma dan papaku kalau mereka sudah turun tangan. Apa kamu yakin, bisa bertahan denganku, sampai tidak ada ujungnya? keluargaku tidak menerima kamu sejak di awal kita pacaran, Ca!” bentak Dave dengan tegas.

“Terserah apa kata-mu, Dave!  pokoknya aku tidak terima!!!” Ecca berlari ke arah tangga meninggalkan Dave. Perasaan Dave sesungguhnya juga sangat menyakitkan bagi dirinya. Untuk pertama kali bagi Dave, wanita itu menangis karena dirinya.

Dave menarik napasnya dalam-dalam serta menyentuh pelipis matanya yang panas.

Bersambung.

1
Margareta Djawan
Lumayan
Margareta Djawan
Biasa
Micke Rouli Tua Sitompul
ecca pelakor
Micke Rouli Tua Sitompul
tinggalkan aja si dave
muhammad anshari
Kecewa
muhammad anshari
Buruk
srimusvita
seru
Vera Wilda
terima kasih Thor...
Vera Wilda
Alurnya agak bolak balik, 🤔🤔🤔
Vera Wilda
selalu aja ada yg mengganggu jd gak selesai2 🤭😄😄😄
Vera Wilda
kelamaan banget Thor dg situasi SPT ini, belum ada perkembangan mereka berdua, jd bosan dikit 🤭😊
Vera Wilda
kok Dave ngomong nya jd begitu ? ngomong SM Davina nya mau sama2 belajar mencintai sekarang ngomong k William lain lagi...
kirain bener Dave mulai menyukai Davina 🤔🤔🤔🤔
Vera Wilda
masak iya Davina cuma gara2 d cium aja marah, dia kan suami mu, agak lebay sich sikap Davina ... 😊
Vera Wilda
hadir nich Thor ....
Rari
Cerita menarik tidak bertele2
Melani Mardiansyah
rekomemded banget cerita ny
Siti Aminah
😊
Ayu Prasetyowati
❤️❤️
Risti Sari
👍❤
sari emilia
kl gtu hrs nya byk berdoa ucp syukur krn selamat bukan mlh minun2an....dasar manusia tdk berguna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!