Apakah waktu adalah dapat mengubah semuanya? Termasuk setiap kehidupan. Mungkin iya. Dan itulah yang dirasakan oleh gadis biasa yang terlempar ke dunia lain, dalam seketika dia mengubah semuanya dengan kedua tangannya sendiri.
Sebuah Negara yang amat besar harus terpecah belah menjadi dua sehingga memiliki latarbelakang yang sangat buruk.
Kehadiran gadis itu mungkin bukan main-main. Sehingga siapa saja dapat mengira bahwa gadis itu adalah 'Sebuah Ancaman'.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mauraa_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tindakan
"Pa-Paman!" Setibanya di depan Mansion Hiragi berteriak begitu kencang, membuat Erthan terkejut dan khawatir.
Erthan pun langsung turun ke bawah untuk melihat keadaan, begitu pula dengan Yuri.
Terkejut bukan main, melihat keponakan kesayangannya itu meringis menahan luka. Erthan langsung memapah Harui menuju kamar.
"Hanson, Grid! Panggil Dokter Sia kesini!"
...☄☄☄☄...
Yuri, Erthan dan Hiragi menunggu di ruang tamu selama pemeriksaan Harui. Erthan takut jika anak panah itu mengandung racun yang bisa membahayakan mereka. Jadi Erthan lebih memilih menyuruh semua orang menjauh dari kamar Harui dan membiarkan dokter memeriksanya lebih teliti.
Mungkin saat ini bukan waktu yang tepat untuk menanyakan penyebab kejadian ini pada Hiragi. Erthan melihat gadis itu sangat terpukul, dan Yuri terus menenangkannya.
Entah apapun yang terjadi saat ini, prioritas utamanya yaitu keponakan tercintanya, yang dipercaya oleh saudaranya sendiri.
《Di Sisi Lain Kediaman Mansion Keluarga Hans.》
"Jadi kau melukai Tuan Muda Harui."
"Ma-Maafkan hamba Nona."
"Kau telah melukai Tuan Muda ku, apa aku pantas mengampunimu."
Krista sangat emosi mendengar anak buahnya salah sasaran, dan malah melukai Harui, orang yang sangat dicintai Krista.
CTAK!
Satu cambukkan mengenai punggung kedua bawahanya itu.
"Aku beri kalian satu kesempatan, jika gagal, kalian akan tahu akibatnya." Ancam Krista. "Saat ini aku harus membalas semua perbuatanmu padaku ditempo hari, kau mempermalukanku Hiragi! Lihat saja aku akan membuat nyawamu yang menjadi bayarannya, dan Harui akan datang dengan sendirinya padaku." Krista tertawa keras dengan penuh kemenangan.
"Tenanglah anakku, Ibumu ini pasti akan membantumu." Tambah Fresa.
...☄☄☄☄...
Dokter pun turun dari atas menuju ruang tamu untuk memberitahu keadaan Harui. Dengan sejenak Dokter menatap Hiragi.
"Hemm.. Begini sebenarnya itu bukanlah hal yang bahaya, Tuan Muda Harui hanya terkena anak panah biasa, dan tidak ada racun di anak panah itu." Jelas dokternya.
Erthan dan Yuri mendengarnya menjadi lebih baik dan lega, tetapi tidak dengan Hiragi, gadis cantik berambut biru gelap itu langsung berlari ke kamarnya, karena saat ini Harui akan istirahat di kamar aslinya untuk proses penyembuhannya.
BRAK!
Suara bantingan pintu terdengar keras membuat Harui yang ingin tertidur menjadi terbangun.
Hiragi melihat Harui terbangun dari tidurnya dan menatap gadis itu dengan kerutan alis. Hiragi mendekati Harui dengan langkah cepat.
"Ha-Harui tangan-mu, kau baik ba-"
"Hei aku baik-baik saja, bukankah Dokter sudah menjelaskannya padamu, anak panah ini tidak beracun." Penjelasan itu memang terdengar jelas dikedua telinga Hiragi namun, entah mengapa dia terus khawatir dengan keadaan Harui.
"Maaf~" Lirihnya dengan wajah kecewa.
"Hah, kau ini, aku bukanlah pecund-"
"Aku khawatir! Sungguh! Kenapa kau harus melindungiku, jika kau tidak melakukannya, kau tidak mungkin akan seperti ini!" Bentak Hiragi yang tidak sengaja. Saat ini dia benar benar dikuasai oleh emosinya sendiri. "Tolong... Untuk kedepannya jangan gunakan dirimu sebagai tameng untuk melindungiku."
Harui langsung berbaring menatap langit-langit kamar, selain kedua Orang Tuanya serta Pamannya tidak ada yang bisa menahan depresinya, dan akhirnya gadis ini ikut serta dengan mereka.
"Istirahatlah, aku akan kembali membawa makan malam untukmu, dan aku akan mengambil pedangku besok pagi." Ucap Hiragi dingin lalu pergi dengan perlahan keluar.
"Aargh!" Rintihnya pelan. "Hiragi telah pergi, syukurlah!" Lirih Harui sambil menahan sekuat tenaga luka di lengan kirinya.
"Apakah kau puas membohonginya untuk pertama kalinya?"
Harui melirih kesakitan sambil memandang orang yang berbicara padanya.
"Pa-Paman!"
Erthan menghela nafas panjang lalu membantu Harui beristirahat dengan baik.
Erthan menanyakan bagaimana hal itu terjadi, dan Harui menjelaskannya dengan detail atas terjadinya hal itu.
Saat telah menyikapi cerita dari Harui, Erthan yakin ini ada hubungannya dengan Krista.
...☄☄☄☄...
Pukul enam pagi Hiragi telah bersiap diri untuk melakukan latihannya tanpa Harui di sisinya. Dia harus bisa dengan apa yang telah Harui ajarkan.
Seperti biasa rambut yang terurai panjang dan diikat di beberapa bagian agar tidak mengganggu proses latihan, serta tidak lupa memakai jubahnya untuk menutupi dirinya dari dingin.
Hiragi pun pergi menuju kamar Harui, yang dulu sempat menjadi kamarnya. Kamar dengan dua daun pintu sangat besar itu adalah kamar istimewa khusus Harui.
"Apa kau bisa bergerak, jika tanganmu seperti itu." Ucap Hiragi sambil menahan punggung Harui.
"I-Iya." Ucapnya
SYUT~
Pedang besar itu keluar dari Force Meginal miliknya.
Harui menyerahkan pedang itu, dengan tatapan khawatir, justru saat ini Hiragi yang merasa sangat khawatir saat dirinya tidak melihat kondisi Harui lebih lanjut.
"Tenang saja, aku akan menjadi kuat setelah kau pulih." Ucap Hiragi dengan senyuman tulusnya sambil mengusap hangat pucuk kepala Harui.
Dan sekali lagi, Harui merasa tenang dengan senyuman Hiragi. Entah apa yang terjadi pada Mansion ini jika tanpa Hiragi.
Setelah selesai Hiragi langsung melambaikan tangannya kepada Harui, dan meninggalkan kamarnya. Saat ini Hiragi meletakkan pedang besarnya di punggungnya.
Saat ingin keluar dari Mansion, Hiragi melihat Erthan dengan pakaian lengkap seperti yang Hiragi kenakan.
"Paman kau ingin pergi kemana?" Tanya Hiragi sambil menuruni anak tangga mendekat ke arah Erthan.
"Hmm... Begini, aku akan menjadi pelatih pengganti Harui." Jelas Pamannya.
"Tapi kan sejak awal Paman tidak mau!" Ucap santai Hiragi tepat mengenai hati Erthan.
"E-eh saat itu-"
"Aku yang akan melatih Hiragi, harus aku!" Dengan lantang Harui mengatakannya.
"Jika bukan karena dia aku tidak akan terjebak oleh pertanyaan seperti ini." Batinnya.
Erthan menjelaskan dengan keadaan sekarang mustahil bagi Harui untuk melatih Hiragi. Jadi dengan polos dan bodohnya Hiragi mengangguk paham.
...☄☄☄☄...
Sepanjang jalan jika diperhatikan Erthan dan Hiragi seperti pasangan kekasih. Memang saat ini umur Erthan bisa diucapkan harus menikah segera, tetapi karena tampangnya yang selalu muda melihatnya seperti seumuran Hiragi.
"Paman kenapa kau menutupi wajahmu?" Tanya Hiragi.
Karena sepanjang perjalanan Erthan menggunakan penutup kepala jubah untuk menutupi wajahnya. Sebenarnya ada alasan kuat dibalik ini.
Tapi dengan jahil Hiragi membuka paksa penutup kepala itu.
"Kau sangat tampan Paman Erthan, kenapa kau menyembunyikannya?!" Teriak ceria Hiragi.
Beberapa perempuan di jalan berhenti dan menoleh ke arah Hiragi dan Erthan. Hiragi menatap sekeliling dengan bingung.
"Ada ap-"
"Itu pangeran Erthan!"
"Pangeran Erthan?!"
"Dia sudah kembali!"
"Tampannya!"
"Pangeran ini aku!"
Suara teriakan gadis bergeming di kedua telinga Hiragi. Dalam sekejap Hiragi tak sadar bahwa dia terpisah dengan Erthan.
"Eh-Eh? Pa-Paman!!" Teriak Hiragi di luar kerumunan penggemar setia Erthan.
Saat ingin melakukan sesuatu untuk menyelamatkannya dari lautan wanita. Entah mengapa wajah seri-seri Erthan terlihat jelas di mata Hiragi.
"Kurasa dia tidak membutuhkan pertolongan." Batin Hiragi.
Jika disimpulkan, Erthan Haries memang sangatlah tampan, dengan rambut emas panjangnya serta warna mata yang senada. Dia adalah salah satu Pangeran dari Raja sebelumya yaitu Kyouga Mahiru, Ayah dari Harui Mahiru. Dan Raja saat ini adalah Atsa.
Walaupun saat ini Hiragi masih belum terlalu mengenal Raja.
Moga komen ma like nya tersampaikan okey, yaa walau cuma 'Abc' ma 'Xyz'😆😆
Knp sad ending????