Aku adalah Arumi Ayunda, Putri satu-satunya dari konglomerat nomor 1 Indonesia, Kakak Pertamaku adalah Adlan, Kakak Keduaku Arnold, sedangkan Ayahku Abraham Aditama, sedangkan ibuku Paula Singh, keturunan India, ya kakek ibuku orang India.
Hidupku tak seperti kebanyakan putri orang kaya lainnya, aku tak lebih baik dari anak yang hidup di Panti Asuhan.
Jika kedua kakakku ke sekolah Naik mobil dan di antar sopir, juga sekolah di sekolah mahal, aku hanya di sekolahkan di dekat rumah, ke sekolah naik motor di antar ibu pengasuh.
Untuk makan aku harus menunggu keluargaku selesai, barulah aku makan, kejadian ini terjadi setelah ibuku meninggal saat datang mengambil ijazah SD ku, demi menyelamatkan ku ibu di tabrak mobil dan meninggal di rumah sakit setelah 1 Minggu di rawat.
Selesai pemakaman ibuku, semua berubah, ayah dan kedua kakakku mulai membenci ku, hingga aku mati terkurung dalam gudang.
Namun mahakuasa memberikan ku kesempatan, dengan hadirnya jiwa yang lain... ikuti ceritaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhon Dhoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 14. Rencana membeli Bank
Arumi kini berhadapan dengan hukum, dia di laporkan oleh Buruh yang di rumahkan, mereka di kerahkan oleh para petinggi yang dipecat secara tidak hormat.
Dengan santai Arumi dan Adeline yang ditemani Marsha dan Tere, mengikuti jalannya sidang.
Tak ada rasa ketakutan, Tim pengacara miliknya mengajukan bukti, tindakan-tindakan indisipliner para buru, seperti masalah kehadiran, dan tanggung jawab, mereka dengan sengaja memperlambat pekerjaan agar dapat dihitung sebagai lembur, target selalu tidak tercapai.
Pihak pengadilan memutuskan Arumi menang, setelah melalui 5 kali persidangan.
Setelah urusannya selesai, dia kembali ke Desa, baginya hanya tempat itu yang bisa membuatnya tenang, aplikasi buatannya sangat membantunya dalam mengontrol perusahaannya.
Arumi memberikan formula untuk membuat produk makanan miliknya agar lebih enak dan tentunya mengurangi zat kimia,
Rutinitas di kampung yang adem ayem, membuatnya betah, rumah - rumah di desa 100 % sudah permanen, kelompok usaha dan Bank Desa bersinergi dengan baik, hingga banyak pemuda yang tidak ingin keluar terlalu jauh dari kampung.
Pakde dan Bude terus berinovasi, kali ini dia dan Bank Desa berencana membuka usaha Rumah Potong Hewan, mereka bekerja sama dengan beberapa desa sekitar yang telah mengikuti cara Desa mereka, bahkan 3 pasar besar sudah di survei, dan dalam pembuatan proposal untuk perijinan dari beberapa pihak terkait tidak akan jadi masalah.
Liburan sudah selesai, Arumi pun sudah kembali kerumah kontrakan nya yang kini sepi kembali, karena Adeline sekarang tinggal di Jakarta. Arumi memasuki semester 7, tidak ada satupun nilai nya yang gagal, diapun saat ini sudah tidak lagi menggunakan motor, tapi mobil.
Banyak mahasiswa yang kaget, karena Arumi membawa mobil, tapi mereka tidak berkomentar, apalagi Arumi menutup diri pergaulan kampus, interaksi nya hanya sebatas keperluan kampus, hingga yang membencinya semakin banyak, hanya Tere dan Marsha lah teman dekatnya, dia ke kantin juga jarang, mereka bertiga selalu makan di taman, dengan bekal masing-masing, hanya saja Arumi selalu membawa lauk lebih.
Arumi selalu tampil sederhana dan acuh, Rudolf kini telah ada perubahan, dia sudah minta maaf dan bersumpah akan hidup dengan baik dan siap membantu Arumi di masa depan.
Ayah angkat Rudolf kini berubah haluan setelah bertemu dan bertarung dengan Arumi, hasilnya Arumi menang telak, Ayah angkat Rudolf memohon pinjaman modal, dia ingin membuat Perusahaan Jasa Keamanan, dan dia butuh tempat sebagai pusat pelatihan.
"Jika Paman ingin merubah cara hidup, saya akan membantu dengan ikhlas, saya berikan cek senilai 1 triliun, latih dulu anggota Paman yang sudah ada, gaji mereka sesuai UMR kota Surabaya, atau Malang selama pelatihan mereka.
Biar bagaimanapun mereka pasti punya tanggungan di rumah, bayar guru yang bisa mengajar tentang perilaku saat bekerja, dan bekerjasama lah dengan pihak kepolisian, agar anggota Paman ada statusnya dan pasti pihak yang akan menggunakan jasa perusahaan Paman akan percaya.
Dimasa depan, saya akan menggunakan jasa pengamanan dari Paman, jadi berusahalah, soal Rudolf, dia sudah saya ampuni, jadi jangan kuatir lagi.
Saya bangga dengan Paman, walau kata orang paman seorang penjahat, tapi niat tulus Paman dalam membesarkan Rudolf itu sangat mulia, ambil Pill - Pill ini dan berikan kepada anggota Paman.
Jadikan mereka sebagai sebagai Anggota Pertama dan sebut mereka dengan Anggota Elite, Pill tersebut adalah Pill Pengetahuan, apapun yang paman dan anggota pelajari maka dengan sangat muda kalian bisa memahaminya.
Ambil juga buku ini, pelajari jurus yang yang ada, setelah menelan Pill pengetahuan, kalian akan menjadi orang yang tangguh selama tahun berlatih.
Selesai Pelatihan, saya akan mereka semuanya, termasuk Paman, ucap Arumi panjang Lebar, saat mereka selesai bertarung.
Perlahan namun pasti, kedua perusahaan milik Arumi, berjalan dengan baik, Adeline juga sebelum menjadi CEO, sudah di berikan Pill Regenerasi Fisik dan anti racun serta zat-zat adiktif lainnya, dan yang utama adalah kemampuan beladiri, bahkan Adeline mampu berhadapan dengan 100 orang Grand Master.
Arumi juga sudah memberikannya Cincin Dimensi, walau hanya tingkat sederhana, paling tidak bisa gunakan untuk menyimpan barang-barang berharga dan. juga makanan.
Tere dan Marsha juga, walau mereka berasal dari Keluarga Kaya di daerah mereka, tapi mereka sudah berjanji dan bersumpah, akan selalu menjadi saudara yang saling mendukung dan menopang, juga bersepakat mengangkat Adeline sebagai kakak mereka, Tere nomor 2, Marsha nomor 3 dan bungsu adalah Arumi atau Mereka menyebut nya An Rui atau Rui saja.
Di kampus kini tidak ada lagi yang berusaha menyinggungnya, apalagi Arumi ke kampus memakai mobil, Tere dan Marsha sudah di belikan mobil, untuk Adeline sendiri, Arumi membelikan nya Ashton Martin Vanquish, untuk dia gunakan jalan-jalan, Sedangkan Toyota Yaris dia gunakan ke kantor juga ke kampus.
"Kak Tere, ayo temani adek ke Jakarta, adek ade ada meeting, ajak Arumi.
"Ia dek, kakak sudah selesai mandi, adik Marsha apa sudah berangkat ke Kampung nya belum? teriak Tere dari kamarnya.
"Sudah kak, singkat Arumi.
Kini mereka sudah berada di Jakarta, tepatnya di Hotel langganan Arumi setiap Ke Jakarta, Perusahaan baru saja membeli Apartemen, dan masih tahap Renovasi.
Keesokan hari nya, di ruang meeting Kantor AR Property and Building, mereka membahas tentang pembangunan Pasar dan Supermarket, agar di prioritaskan terlebih dahulu, agar para calon pembeli rumah lebih tertarik, selanjutnya adalah sekolah.
Apalagi dalam tempo 2 tahun ke depan, akan dimulai penyerahan kunci bagi pembeli periode pertama, Ucap wakil CEO.
Baiklah, Silahkan di kerjakan, untuk lahan yang 200 hektar, bangun rumah sederhana, paling mahal 500 juta, dan paling murah 250 juta, agar warga berpenghasilan Rendah dan sedang, bisa memiliki rumah.
Untuk itu, saya ingin, kita juga membangun Sebuah Bank, ada 2 Bank yang mau di jual, jadi saya harap para petinggi lainnya memikirkan akan hal ini, kita fokus pada Program Kredit Rumah dan Mengatasi Roda 4, serta Kredit modal Kerja untuk UMKM, juga untuk pasar yang lebih besar, kita bisa menangani Kredit modal Kerja.
Untuk modal jangan Ragu, selesai pembelian kedua bank itu, kita langsung merger, dan namakan dengan Global Network Bank , ucap Arumi
"Baik Nona Muda, saya punya teman, dia saat ini Manajer marketing di salah satu Bank swasta terbaik di Indonesia, ucap Wakil CEO.
"Silahkan kamu hubungi dia, dan ini ada sebuah Gedung Perkantoran, saat ini sedang dalam pengawasan Bank, yang akan di lelang, hubungi pihak Bank juga, biar gedung setinggi 60 lantai itu, jadi milik kita, ucap Arumi.
"Baik Nona Muda, kebetulan saya dan kenalan petinggi di Bank tersebut,
penasaran nii