Namaku Lin Mey, Putri dari seorang Kaisar, Kekaisaran Lin, ibuku bernama Xin Xia Fei, dari Klan Xin.
Pernikahan Politik, itu biasa terjadi, karena kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan dari Pernikahan itu.
Ibuku adalah wanita Genius, Ahli dalam Alkemis dan Formasi, tapi semuanya di rahasiakan dengan baik, setelah aku berumur 7 tahun, ibuku mulai melatih ku.
Kediaman kami yang terbilang jauh dari Istana, dimanfaatkan ibuku melatih ku.
Keberadaan ibuku sangat tidak disukai oh siapapun, termasuk ayahku, karena hanya Politik.
Dia tidak pernah datang melihatku, hanya jika ada acara Formal baru aku dan ibu bertemu dengannya.
Saat Umurku 10 tahun, entah ada masalah apa, tiba-tiba aku dan ibuku di kembalikan ke Klan dan status kami di cabut.
Kami tiba di Klan, terlihat suasana sudah kacau, ternyata Klan ibuku sudah di hancurkan, dengan tuduhan memberontak.
Ibuku tetap tenang, dan kemudian dia membawaku ke Hutan.
Penasaran lanjutannya... ikuti terus cerita ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhon Dhoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 14. Hana
Lin Mey, tersenyum bahagia, karena Putrinya sudah bangkit, tapi dia belum ingin bertemu dengan putrinya, dia tidak ingin putrinya akan kembali manja dan keras kepala.
"Akhirnya aku tidak lagi hidup menderita, tunggulah laki-laki bejat, akan ku ratakan kehidupan mu hingga kamu bisa merasakan penderitaan melebihi apa yang ku rasakan, monolog Hana.
Hana berkeliling dalam Cincin Ruang , dia bahagia karena seluruh hartanya tidak berkurang, Pill buatannya sendiri masih tersimpan rapi, tumbuhan herbal miliknya, telah berevolusi.
Sebulan sudah dia bangkit dari tidur panjangnya, dan selama itu dia memanen seluruh tanaman herbal yang dulu dia tanam, buah-buahan abadi juga banyak yang berjatuhan dan tumbuh menjadi tanaman baru, dia memanen semua itu dan masukkan ke gudang penyimpanan.
Hewan-hewan miliknya juga sudah berevolusi, walau hewan-hewan itu telah di batasi dengan umur maksimal 1 juta tahun, tapi tetap masih sangat banyak.
Hartaku sangat banyak, aku akan menjual beberapa berlian dan akan membangun usaha, agar keturunan ku di Bumi tidak akan kekurangan saat aku dan ibu bertemu kembali, Daniel harus jadi orang terkenal di Dunia ini, monolog Hana dan keluar dari Cincin Surgawi.
Lin Mey juga keluar dari Ruang Jiwa, dan menyalakan kompor untuk memasak sarapannya, hari ini adalah hari Sabtu, dia tahu pasar pasti ramai, dia juga harus belanja keperluan dapurnya.
Walau sebenarnya Lin Mey tidak perlu belanja banyak, paling hanya bumbu Modern saja, tapi karena dia sudah terbiasa dan menikmati acara belanjanya, maka dia tetap ke pasar.
Di pasar dia sudah memiliki banyak kenalan, yaitu para ibu-ibu yang berjualan sayuran, juga abang-abang yang menjual daging dan ikan.
Dengan motor Scoopy, dia keluar dari Gerbang rumahnya dan tujuannya adalah pasar, bahkan pak Ernest sudah menyediakan parkiran khusus buat Lin Mey.
"Halo Nona cantik, belanja apa hari ini? tanya seorang ibu langganan nya.
"Siapkan sayur seperti biasa, nanti ambil, aku mau ke tempat bibi yang jualan kue dulu, baru ke Abang dan paman yang jualan ikan dan daging, baru kesini, ucap Lin Mey dan beranjak.
Namun Lin Mey kecewa dan sedih saat tiba di tempat biasa dia beli kue basah, karena si bibi tidak jualan.
"Bibi, kenapa bibi Iroh tidak jualan? Tanya Lin Mey ke penjual kue lainnya.
"Emang Nona tidak tahu, Bu Iroh di usir suaminya dan sudah di ceraikan Minggu lalu, ucap Ibu penjual kue itu.
"Oh gitu ya, apa ibu punya nomor telepon bi Iroh? Tanya Lin Mey
"Ada, dia juga kalau WA pasti tanya kamu", jawab ibu itu dan memberikan nomor Bu Iroh.
Lin Mey langsung menelpon Bu Iroh dan akhirnya mereka bercerita, ibu Iroh ternyata sudah pulang kampung karena sudah tidak punya modal lagi.
"Meylin kirim uang buat ibu asal ibu kembali ke sini dan tetap berjualan, bagaimana? Ucap Lin Mey.
"Lapak ibu katanya sudah di ambil orang, jawab Bu Iroh.
"Belum jadi katanya, saya bayar lapaknya sekarang, besok Bu Iroh sudah harus ada dan Senin sudah bisa jualan lagi, bagaimana? Tanya Lin Mey.
"Tapi ibu sudah tak punya apa-apa, jawab Bu Iroh.
"Kirim rekeningnya dan aku kirim buat ibu", ucap Lin Mey dan menutup telpon.
Setelah nomor rekening Bu Iroh di kirim, Lin Mey langsung mengirim uang 25 juta, kemudian dia ke kantor pengelola dan membayar lapak Bu Iroh sebesar 600 ribu perbulan, dan Lin Mey membayar untuk 1 tahun.
Lin Mey melanjutkan belanjanya dan semua yang mengenal nya pasti akan menyapanya, Lin Mey pun akan membalas sapaan mereka.
Sementara di perkampungan tempat Hana tinggal terjadi kegemparan, warga tercengang melihat perubahan Hana, saat dia dan bayinya pagi-pagi sudah rapi dan berdiri depan rumah.
"Hana, kamu mau kemana, kok tidak jualan, tanya seorang ibu langganan kuenya.
"Biasa Bu, mau ke pasar, semua bahan kue sudah habis, kebetulan hari Sabtu, jadi sekalian libur juga", jawab Hana.
"Oh ya sudah, kamu juga butuh istirahat, perhatikan juga kakekmu, dia sudah semakin tua, ucap ibu itu.
"Benar Bu, tapi dia rajin kontrol ke puskesmas depan, untung ada BPJS, ya sudah Bu ojek sudah datang", jawab Hana dan pergi menuju arah pasar.
Hana tidak ke pasar, terlebih dahulu, tapi dia mendatangi toko Emas, subuh sebelum dia keluar dari Cincin Surgawi, dia mengambil, 5 Batang Emas masing-masing beratnya 1 kg, dan 1 set perhiasan terbuat dari Emas, dengan Liontin batu Safir biru senada dengan anting-anting nya.
Tiba di toko Emas, Hana langsung menanyakan apa mereka menerima barang yang di jual, si pelayan memanggil bos dan memberitahukan niat kedatangan Hana.
"Maaf, saya mau menjual warisan keluarga saya, 1 set perhiasan, ucap Hana, dan menunjukkan barangnya.
"Apa benar anda mau menjualnya, dan apakah ada suratnya? Tanya bos itu.
"Saya mau menjualnya, tapi barangnya sudah lama, jadi suratnya entah kemana, Jawab Hana.
Sang bos terkejut, melihat keaslian emas dan batu safir nya, dia teringat ada seorang bos besar yang mencari 1 set perhiasan dengan model klasik.
"Berapa harga yang Nona inginkan dari perhiasan ini ? tanya Bos itu.
"Batu itu adalah batu Safir, itu lebih mahal dari Emas ini, total berat batu itu, 30 carat, sedangkan emasnya, total 25 gram, perhiasan ini sudah lebih dari 100 tahun, anda boleh cek, saya minta harga 5 milyar saja, tidak kurang, kalau anda berminat, jika tidak, ya tidak masalah, saya cari toko lain saja", ucap Hana tegas.
"Hahahaha, jangan kuatir Nona, harga ini terlalu murah, asal anda ikhlas, saya akan bayar 7 milyar tanpa kurang 1 sen pun, ucap bos itu mengagetkan Hana.
"Baik pak, silahkan transfer ke rekening saya, ucap Hana dan langsung memberikan nomor rekening nya.
"Sudah saya transfer, dan ini bonus dari saya 10 juta cash, dan jujur saja, harganya jika saya jual kembali bisa 10 milyar, saya tidak mau serakah, jadi bayar 7 milyar, ucap bos itu dengan jujur.
"Terimakasih atas kebaikan anda, ambil ini sebagai hadiah dari saya, ucap Hana sambil memberikan sebuah kotak berisi 4 Pill di kemas dalam botol Giok.
"Apa ini Nona, bingung si bos.
"Di dalam ada 4 Pill berharga, saat ini anda mengalami gagal ginjal hingga anda mesti cuci darah, begitu juga salah satu Putrimu, memiliki penyakit sama dengan mu, tapi belum sampai cuci darah.
"Darimana anda tahu Nona, ucap sang bos kebingungan.
"Tidak penting darimana saya tahu, sekarang pulanglah dulu dan berikan Pill itu, besok kalian cek dokter, jika ada masalah hubungi saya, jika tidak jangan hubungi saya, aturan pakai sudah tertulis di kertas itu, ucap Hana dan langsung beranjak.
Kepergian Hana dari toko itu membuat bos itu bingung sekalian bahagia, dia berpikir sebelum di berikan kepada istri dan anaknya, maka dia coba dulu, lalu dia ke belakang, dan berangkat pulang.
Hana, naik ojek lagi dan turun di toko sembako, yang berdampingan dengan toko bahan kue, Hana belanja bahan-bahan dapur dan bahan kue, kemudian dia memanggil ojek langganan nya jika mau pulang pasar, dia menitipkannya agar di antar kerumahnya.
Hana kemudian ke Toko handphone dan beli 2 unit handphone, 1 buat dia dan 1 buat Ayah angkatnya.
Terakhir dia ke bagian daging dan ikan, dia belanja daging dan ikan cukup banyak, dia berencana akan buat syukuran.
Dia mencari ojek untuk pulang kebetulan hari sudah menjelang siang.
Tiba di rumah sang ayah angkat sudah ada, setiap pagi ayah angkatnya, akan pergi nongkrong di warung kopi, pria berumur 65 tahun itu adalah pensiun PNS, tidak pernah menikah lagi setelah istrinya melahirkan, namun sayang beberapa hari kemudian anaknya juga meninggal, hingga dia hidup sendiri hingga saat Hana dia temukan di pinggir jalan saat dia jalan-jalan pagi.
"Sudah pulang nak, ucap Hartono nama si ayah angkatnya.
"Sudah ayah, dan duduklah dulu, ada yang ingin Hana sampaikan, ucap Hana.
"Ada apa nak, jangan bilang kamu dan Daniel akan meninggalkan ayah", ucap kakek Hartono.
"Ada-ada saja Ayah ini, Hana mau kita pindah dari sini, di perbatasan kota dan kampung ini, ada perumahan sederhana, tadi Hana ambil brosur dan harganya tidak terlalu mahal, disini sudah sempit dan pengap, takutnya berpengaruh pada perkembangan Daniel.
Ayah juga bisa tiap hari kesini berkumpul dengan teman-teman Ayah, bagaimana? tanya Hana.
"Lantas rumah kita bagaimana? Balik tanya pak Hartono.
"Kita renovasi dan sewakan saja, atau di bongkar buat Kios, itu bisa dapat 4 kios, lumayan ayah ada penambahan pemasukan", ucap Hana.
"Nak, rumah itu peninggalan ibumu, kalau pun kamu punya uang dan kita pindah dari sini, rumah itu ayah mau renovasi, dan sewakan saja, agar bentuknya tidak berubah", balas pak Hartono.
"Terserah ayah saja, Hana ingin yang terbaik buat Daniel dan Ayah, ucap Hana.
"Tapi nak, kamu akan capek cari uang buat bayar cicilan, belum lagi uang muka nya", ucap pak Hartono.
"Ayah, Hana punya uang banyak, jangan tanya darimana Hana mendapatkan nya, tapi percayalah suatu saat Hana akan kasih tau ayah, percayalah semuanya halal, ucap Hana.
Jika warga bertanya-tanya, jawab saja warisan dari orangtua Hana yang sudah meninggal, dan juga ayah coba lihat ini.
Ini adalah Pill ajaib, jika ayah meminumnya, maka ayah akan terlihat seperti umur 40 tahun, dan ayah akan berumur panjang, hingga ayah bisa melihat Daniel jadi orang hebat tanpa ada sakit sedikitpun yang derita.
Tapi semuanya jangan ceritakan kepada siapapun, suatu saat Hana akan berterus terang kepada Ayah.