~Disarankan untuk membaca 365 Days Wedding dulu yaa😉~
Tragedi kelam membuat Danu harus menikah dengan bocah yang telah ia anggap adik sendiri, bagaimana lagi? itu ulah nya sendiri.
lebih menyedihkan nya lagi, wanita itu adalah adik dari musuh abadi nya.
"Aku Terima tanggung jawab mu, kak.. tapi, kita menikah kontrak saja seperti kakak ku." ajak bocah yang telah membuat hidup Danu menjadi rumit.
"tak sudi!" tolak Danu.
Ayo mampir😉 jangan lupa Vote yaaa.. agar novel ini bersinar🤩eh iya, jangan lupa follow akuu😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haasaanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
Danu meletakkan tas kerja nya, lalu menggendong Lovie. Tubuh Lovie yang mungil membuat Danu tidak merasa keberatan sedikitpun, ia malah seperti terlihat biasa saja.
“Kau sakit?” Tanya Danu, Lovie memeluk Danu erat.
“Aku lapar, kak.. Aku tidak ada makan dari siang, cuma nasi goreng.” Adu nya, hal itu membuat Danu sangat terkejut.
“kenapa begitu?”
Danu menurun kan Lovie menuju sofa ruang televisi, hingga wanita cantik itu terduduk lemas. “Kenapa? Aku sudah menyediakan berbagai makanan untuk mu, banyak loh.”
“Iya aku tahu, kak. Cuma aku kan ngga tahu memasak, cuma tahu masak telur mata sapi aja.” Jelas Lovie, Danu terduduk di sebelah Lovie.
“Lalu, kenapa tidak memasak itu?” Tanya Danu dengan wajah lelah nya, ia lelah dengan pekerjaan yang menumpuk.. Eh istrinya melakukan hal yang memalukan untuk nya.
“Nasi habis, aku tidak tahu juga masak itu..”
Danu ingin pingsan saja rasanya, ia menghela napas panjang melihat kelakuan Lovie kali ini.
“Kenapa tidak beli online? Uang jajan aku letakkan di lemari kamar, pasti kau tahu.”
“Iya aku tahu, cuma kan kakak bilangnya ngga boleh ada orang lain yang masuk. Dan jangan sampai aku keluar dari Apartemen, lalu..”
“Sudah, jangan banyak bicara lagi.” Potong Danu, ia saja yang salah. Lupa dengan kenyataan bahwa Lovie adalah anak manja, yang tidak tahu apa-apa.
Lovie hanya menundukkan kepalanya saja, Danu menjadi kasihan dan merasa bersalah.
“Maaf..” Ucap Lovie, ia tahu dengan kebodohan nya ini. Yang tidak tahu tugas seorang istri, bahkan Lovie berniat untuk belajar memasak kali ini.
Danu bangkit, ia menggendong Lovie lagi. Bagaikan karung beras, dan membawa Lovie menuju dapur. Lovie hanya pasrah dengan hal yang dilakukan Danu, perutnya sangat lapar.
“Mau makan apa?”
Danu menurunkan Lovie di kursi yang ada, hingga wanita itu duduk memerhatikan apa yang dilakukan Danu.
“Terserah”
“Tidak ada menu terserah disini, katakan dengan jelas.” Kata Danu membuat Lovie menjadi takut, pria itu terkadang ada fase tidak mau diajak bercanda.
“Ayam goreng aja deh”
Danu langsung mengambil ayam dari lemari pendingin, mulai berkutat dengan potongan ayam.
“Lov, Bantu aku masak nasi.” Ucap Danu, karna akan lama jika ia sendiri yang melakukan nya. Walaupun sedikit lemas, Lovie bangkit.
Lovie mengambil tempat memasak nasi, lalu Danu menaruh beras ke dalam nya.
“Cuci beras nya”
“Pakai sabun?”
“Lovie ku sayang, tidak ada manusia di bumi ini yang cuci beras pakai sabun.” Ucap Danu dengan menahan kesal dan tawa nya. Kata Lovie ku sayang, membuat sang pemilik nama tersenyum malu.
“Ajarin dong, aku kan ngga tahu!”
Danu menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah Lovie, tidak pernah mau disalahkan.
Lovie melakukan sesuai arahan Danu, ternyata sangat mudah untuk pertama kali seperti nya.
“Air nya segini.” Ujar Danu sambil menunjukkan jari nya, Lovie mengarahkan jari nya ke arah Danu.
Danu tertawa kecil, ia berdiri dibelakang Lovie. Membuat Lovie gugup, apa lagi kala dagu Danu berada di bahu nya. Tangannya di genggam oleh pria itu, dan diarahkan ke arah rendaman beras.
“Segini, sayang..” Menunjukkan ukuran air yang diperlukan sesuai jari Lovie. Deru napas dari Danu membuat Lovie merinding sebentar, ia berusaha untuk tidak berpikir yang tidak tidak kali ini.
Setelah selesai, Danu memasukkan nya kedalam rice cooker. Setelah itu kembali fokus dengan ayam nya, Lovie ingin membantu.
“Aku bantu ya, kak” Pinta nya, Danu mengangguk.
“Potong bawang merang dan bawang putih, Hati-hati pisau nya tajam.” Ucap Danu, Lovie tersenyum senang. Dengan penuh hati-hati ia melakukan nya sesuai perkataan Danu, sekalipun ia sedikit takut dengan pisau.
Akhirnya ayam goreng nya selesai juga, dan nasi nya juga sudah matang. Lovie mengambil piring dan Danu menuangkan minum.
“Wahh.. Kelihatan nya enak.” Ucap Lovie, ia tersenyum bahagia. Karena hasil dari ayam goreng itu, ada juga dirinya membantu.
Danu tertawa melihat tingkah Lovie, ia menyuruh Lovie untuk duduk disamping nya. Lalu mereka makan bersama, jangan tanya.. Lovie makan dengan lahap. Karna memang kelaparan sedari tadi, Danu sampai ternganga melihat Lovie yang lahap.
“Lov, enak tidak?” Tanya Danu sambil merapikan rambut Lovie yang berantakan.
“Enak banget, pandai ya kakak masak nya. Nanti ajarin aku terus ya..”
“Ada bayaran nya dong”
“Ih dasar tidak pernah ikhlas” Cibir Lovie, Danu tertawa mendengar cibiran itu. Lovie selalu berkata sesuka nya saja, sama saja seperti Radit.
“Bayaran nya apa?” Tanya Lovie, ia juga penasaran dan ingin belajar memasak agar menjadi istri idaman.
Danu menunjukkan kearah bibir nya lalu pipi nya, Lovie tidak mengerti. “Maksud kakak, aku bayar nya pakai pipi dan bibir ku?” Tanya nya dengan wajah lugu, ia benar-benar tidak mengerti dengan maksud sang suami.
Danu melempar tulang ayam kepada Lovie, untung nya Lovie menghindar kalau tidak.. Bisa terkena wajah cantik nya.
“Bayaran nya dengan mencium pipi dan bibir ku, setiap kali kau belajar. Dan sambil belajar harus mencium aku, begitu.” Jelas Danu tanpa beban sedikit pun.
Lovie saja mendengar nya jadi malu, tapi belajar dengan Ghea tidak akan sempat. Pasti kakak ipar nya itu sibuk mengurus baby R, kalau sama ibu nya pasti juga tidak akan bisa.
“kau akan rugi menolak ajaran ku, aku ini berbakat dalam hal apapun.” Ucap Danu bangga, “apa lagi dalam modusin Lovie..” Lanjut nya yang tentu di dalam hati.
Lovie mengangguk setuju, ia akan belajar memasak dengan sang suami. Lagian itu tidak salah, karena Danu juga suami nya.
“Baiklah, kak.. Mulai kapan belajar nya?”
“Besok, sekarang aku mau istirahat.” Jawab Danu, pria itu bangkit dengan membawa piring sisa makan nya dan diberi kepada Lovie.
“Cuci piring nya..”
Lovie ingin membantah, Danu sudah pergi begitu saja. Meninggalkan dirinya seorang diri, Lovie kesal sekali.
“Minimal temani gitu” Teriak nya, Danu malah berjoget saja lalu melanjutkan langkah kaki nya menuju lantai atas.
Lovie tertawa kala mengingat jogetan ala Danu tadi, benar-benar lucu.
“Huh.. Beginilah seorang istri” Kata Lovie, ia mengambil piring dan membawa nya menuju wastafel. Dan mulai mencuci piring, sambil bersenandung kecil.
Kala sedang asyik mencuci piring..
“Lovie! Dimana baju ku? Kenapa semua baju mu?!” Teriak Danu dari lantai atas.
Sebenarnya apa yang telah dilakukan Lovie kepada lemari pakaian Danu?