Yumna tiba-tiba saja diculik oleh seseorang yang ternyata adalah kakak dari sahabat baiknya sendiri. Yumna lantas dikurung di villa milik Zayn, kakak dari sahabat baik Yumna, Zunia, yang baru saja meninggal karena sebuah kecelakaan mobil. Dan kenyataan bahwa ternyata Zayn sudah resmi menikahi Yumna membuat Yumna sangat syok.
Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Kenapa Zayn ( kakak Zunia ) sampai menculik dan mengurung Yumna, bahkan sampai menikahi Yumna secara paksa? Dan ada rahasia apa sebenarnya dibalik kecelakaan yang sudah menewaskan Zunia itu?
Bahkan rahasia dari identitas Yumna yang sesungguhnya pun akhirnya diungkap secara mengejutkan oleh Zayn. Bagaimana Yumna menjalani takdir hidupnya yang tiba-tiba berubah drastis ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Mendatangi Zayn
Mobil milik Yusuf sudah berhenti di halaman rumah orang tua Zunia dan Zayn saat ini. Yusuf langsung melompat turun dari dalam mobil dan bergegas menuju ke arah pintu rumah besar tersebut. Yusuf menggedor pintu rumah orang tua Zunia dan Zayn itu dengan tidak sabaran.
Dok. Dok. Dok.
"Buka pintunya," teriak Yusuf.
Tidak lama kemudian pintu rumah itu pun terbuka dari dalam dan rupanya Zayn sendirilah yang membukakan pintu rumah kedua orang tuanya tersebut.
"Oh, Tuan Yusuf. Selamat pagi, Tuan Yusuf," sapa Zayn seperti biasanya, seolah-olah tidak sedang terjadi apa-apa.
Dan bukannya menjawab sapaan dari Zayn, Yusuf justru langsung maju dan mencengkeram kerah kemeja Zayn dengan raut wajah yang penuh dengan emosi.
"Di mana adik perempuan saya Yumna? Di mana kamu sembunyikan Yumna sekarang?" tanya Yusuf dengan emosi.
"Hei, tunggu dulu. Ada apa ini? Kenapa Tuan Yusuf tiba-tiba datang dengan marah-marah seperti ini? Dan apa maksud dari perkataan Tuan Yusuf tadi? Saya benar-benar tidak mengerti," kata Zayn seraya berusaha untuk melepaskan kedua tangan Yusuf dari kerah kemejanya.
Tidak lama kemudian sebuah mobil kembali berhenti di halaman rumah orang tua Zunia dan Zayn tersebut. Dan ternyata itu adalah mobil milik Malik. Malik dengan segera melompat turun dari dalam mobilnya dan langsung berlari menghampiri Yusuf dan Zayn.
"Yusuf, hentikan!" hardik Malik.
Malik langsung menarik tubuh Yusuf dan melepaskan Yusuf yang sedang mencengkeram kerah kemeja Zayn saat ini.
Ya, dari rumahnya tadi, Malik dengan sengaja langsung mengejar mobil milik Yusuf dan mengikutinya dari belakang karena Malik tau saat ini putranya itu sedang berada dalam keadaan sangat emosi.
Sejak kemarin sore Malik dan Yusuf masih belum berhasil juga menemukan jejak keberadaan Yumna. Dan ketika tadi pagi Yuki secara tidak sengaja berucap 'Apa mungkin Kak Nana dibawa sama keluarganya Kak Zunia, ya?', maka Yusuf pun seakan tersadar akan sesuatu hal.
Yusuf menduga kalau Zayn, kakak Zunia, sudah mengetahui tentang apa yang sudah terjadi antara dirinya dengan Zunia. Terbukti dari Zayn yang kemarin sempat menyinggung masalah Zunia dan mempertanyakan tentang pertemuan antara dirinya dengan Zunia, ketika mereka sedang bertemu untuk membahas masalah kerja sama di antara perusahaan mereka berdua kemarin.
Dan kemungkinan besarnya, seperti yang dikatakan oleh Yuki, Yumna dibawa pergi oleh keluarga Zunia, yaitu Zayn. Mengingat ponsel milik Yumna yang tertinggal di sebelah makam Zunia kemarin itu. Itu kenapa Yusuf langsung bergegas untuk mendatangi rumah orang tua Zunia dan Zayn dengan keadaan emosi yang memuncak. Dan Malik juga dengan segera langsung menyusul kepergian putranya itu.
"Apa yang sudah kamu lakukan? Bagaimana bisa kamu bertindak tidak sopan seperti ini kepada Tuan Zayn?" tanya Malik dengan setengah berteriak.
"Pasti dia yang udah nyulik Nana, Yah. Nana pasti sedang disembunyikan sama dia," jawab Yusuf dengan setengah berteriak juga.
"Yusuf, cukup! Kita tidak punya bukti apa-apa. Jangan langsung bertindak kasar dan tidak sopan seperti ini," peringat Malik.
"Tapi Yah ---"
"Cukup, Yusuf! Hentikan semuanya ini," potong Malik dengan tegas.
Yusuf yang melihat sang ayah sudah dalam mode serius seperti itu pun akhirnya memilih untuk mengalah. Malik kemudian berbalik dan menghadap ke arah Zayn.
"Tuan Zayn, tolong maafkan untuk sikap lancang dan tidak sopan yang sudah diperbuat oleh putra saya kepada Anda barusan. Saya benar-benar minta maaf untuk hal tersebut," kata Malik, meminta maaf kepada Zayn.
"Tentu, Tuan Malik. Saya tidak akan mempermasalahkan tentang kejadian tadi. Apalagi Tuan Malik juga sudah meminta maaf kepada saya seperti ini. Tetapi kalau saya boleh tau, apa yang sebenarnya sudah terjadi, Tuan Malik?" ucap Zayn sekaligus bertanya.
Malik mengesah pelan.
"Hmh, putri kedua saya menghilang sejak kemarin, Tuan Zayn. Dan sampai sekarang kami masih belum bisa menemukan jejak keberadaan Nana," jawab Malik.
"Putri kedua Tuan Malik menghilang?" tanya Zayn, berpura-pura merasa terkejut.
"Benar, Tuan Zayn. Namanya Yumna. Dan kemarin sore kami menemukan ponsel milik Yumna tergeletak di sebelah makam Zunia, adik Tuan Zayn. Karena memang Yumna dan Zunia adalah sahabat baik. Kemarin pagi Yusuf memang mengantarkan Yumna yang katanya hendak berziarah ke makam Zunia. Itu kenapa Yusuf jadi berpikiran kalau Tuan Zayn yang sudah menculik Yumna. Sekali lagi saya mohon maaf kepada Tuan Zayn untuk ketidaknyamanan ini," jawab Malik, menceritakan.
"Oh, seperti itu rupanya. Iya Tuan Malik, sudah saya maafkan. Dan saya ikut prihatin untuk hilangnya putri Tuan Malik. Semoga Yumna bisa segera ditemukan," kata Zayn, menunjukkan rasa simpatinya.
"Terima kasih banyak, Tuan Zayn. Kalau begitu saya dan putra saya permisi dulu. Sekali lagi saya minta maaf untuk ketidaksopanan putra saya kepada Tuan Zayn tadi. Dan maaf juga karena sudah mengganggu waktu Tuan Zayn pagi-pagi begini," ucap Malik kemudian, sekaligus berpamitan.
"Tidak masalah, Tuan Malik. Dan silahkan," balas Zayn.
Malik kemudian berbalik dan mengajak Yusuf untuk meninggalkan rumah orang tua Zunia dan Zayn tersebut. Meski sedikit menolak dan merasa tidak rela, akhirnya Yusuf pun mengikuti perintah sang ayah dan ikut pergi meninggalkan rumah orang tua Zunia dan Zayn tersebut.
Zayn tersenyum smirk setelah mobil milik Yusuf dan mobil milik Malik keluar dari pintu gerbang rumah kedua orang tuanya itu. Dennis kemudian berjalan menghampiri Zayn. Ya, sedari tadi Dennis sudah memperhatikan semua yang terjadi antara Zayn, Yusuf, dan Malik itu dari dalam rumah.
"Puas banget senyuman Lo, Zayn," cibir Dennis.
"Sangat puas," balas Zayn.
Dennis menggelengkan kepalanya beberapa kali melihat tingkah sahabat baiknya itu.
"Ayo kita pergi ke villa sekarang, Den," ajak Zayn kemudian.
"Tentu, Tuan. Silahkan," balas Dennis, mengiyakan.
Zayn dan Dennis pun kemudian melangkah keluar. Masuk ke dalam mobil milik Zayn yang sudah terparkir di halaman rumah, keduanya pun lalu meninggalkan rumah besar tersebut, hendak menuju ke villa milik Zayn.
🌿🌿🌿
Di rumah Tirta.
"APA??? Kak Zayn udah nikah? Kak Tirta serius?" tanya seorang gadis cantik kepada Tirta.
Gadis itu adalah Julia. Adik sepupu Tirta, yang kebetulan juga sudah menyukai Zayn sejak lama. Sayangnya Zayn tidak pernah menanggapi apalagi membalas perasaan suka dari Julia itu.
Julia, yang sedang berkunjung ke rumah Tirta, merasa sangat terkejut ketika mendengar Tirta yang sedang bercerita kepada Nisa, istrinya, tentang Zayn yang sudah menikah.
"Kakak serius. Zayn udah resmi nikah kemarin," jawab Tirta.
"Nggak. Itu nggak mungkin. Kak Tirta pasti cuma bercanda, kan?" tanya Julia, menolak untuk percaya.
"Cukup, Julia. Jangan selalu memaksakan kehendak Lo. Lo juga tau sendiri kalau Zayn nggak pernah suka sama Lo. Dan Zayn juga udah nikah sekarang. Jadi stop dengan semua obsesi Lo sama Zayn itu," peringat Tirta, tegas.
Julia melengos, tidak ingin berdebat lebih panjang lagi dengan kakak sepupunya itu. Karena Julia pasti selalu kalah kalau berdebat dengan Tirta tentang masalah Zayn. Tetapi diam-diam, ternyata Julia juga sedang merencanakan sesuatu. Tidak, Julia tidak akan diam saja setelah mengetahui tentang masalah ini.
"Ya udah ah, Kak. Gue mau cabut aja. Masih ada urusan lain juga," pamit Julia kemudian.
"Hati-hati ya, Julia," pesan Nisa.
"Jangan bertindak yang macam-macam, Julia," peringat Tirta juga.
"Hmm, iya-iya, Kak," balas Julia dengan malas.
Julia kemudian melangkah keluar meninggalkan rumah Tirta tersebut. Julia harus segera mendatangi Zayn sekarang juga.