Perjuangan seorang gadis muda yang sedang mencari pekerjaan di kota besar demi bisa mewujudkan mimpi nya untuk menjadi seorang designer. Namun, gadis itu harus merelakan mimpi nya untuk menjadi designer karena dia di tuduh berbuat mesum dengan seorang laki-laki yang sama sekali dia tidak kenal bahkan bisa di bilang itu adalah pertama kali gadis itu bertemu dengan laki-laki tersebut.
Mampukah gadis itu menjalani kehidupan pernikahan nya dengan laki-laki yang dia tidak kenal, dan apakah gadis itu bisa mewujudkan mimpi nya untuk menjadi designer walaupun dia sudah berstatus sebagai seorang istri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 14
" Daripada kamu bersama dengan pria semacam Aldo, yang ada kamu malah sakit hati terus " ucap Fero menasehati adiknya.
" Lebih baik kamu kakak jodohkan dengan teman kakak, yang sudah jelas kakak kenal dengan sifat, kelakuan nya dan kakak juga sudah mengenal keluarga nya " imbuh nya.
Chika yang sejak tadi hanya diam saja mendengarkan ucapan kakak nya, kini dia memberanikan diri untuk berbicara.
" Iya kak, maaf " ucap Chika sambil menundukkan kepalanya.
Fero yang melihat sang adik terlihat ketakutan karena dirinya pun, dia langsung berdiri dan menghampiri sang adik, dan langsung duduk di samping Chika.
" Kamu ini, malah meminta maaf. Kakak tidak perlu maaf kamu! Yang kakak mau itu senyum kamu " ujar Fero sambil memeluk Chika dengan hangat.
" Kakak itu sayang banget dengan kamu, kakak tidak mau ada seorang pun yang membuat kamu sedih dik " ucap Fero sambil memeluk Chika.
" Biarkan dia bahagia dengan pilihan nya, dan kamu harus bisa melupakan dan memaafkan mereka berdua " ucap Fero.
" Tapi kenapa mereka tidak jujur saja dengan aku kak, dan kenapa aku harus mengetahui nya melalui orang lain? " ujar Chika lirih.
" Mungkin dia terlalu pengecut untuk bicara jujur dengan kamu " ucap Fero.
" Sekarang lebih baik kamu lupakan laki-laki itu, dan kamu buka lembaran baru dalam hidup mu, dan kamu fokus kembali dengan apa yang kamu cita-cita kan selama ini. Mungkin ini cara tuhan agar kamu bis lebih fokus mengejar cita-cita kamu itu " kata Fero menasihati Chika.
" Iya kak " jawab Chika lirih.
" Yasudah! Sekarang kamu masuk kamar terus istirahat ya " kata Fero sambil melepaskan pelukannya.
" Iya kak " jawab Chika.
" Bun, aku masuk ke dalam kamar dulu ya " pamit Chika.
" Iya sayang " jawab bu Stevi.
Setelah itu Chika langsung pergi meninggalkan ruang tamu dan masuk kedalam kamar.
Fero baru sadar jika sang adik sebentar lagi akan menikah dengan seorang pria yang ada di depan nya.
" Ya ampun! Kenapa aku bisa lupa kalau Chika sebentar lagi mau menikah ya?! " batin Fero saat melihat Arjun.
" Kira-kira tadi perasaan Arjun bagaimana ya? Saat aku mengatakan akan menjodohkan Chika dengan teman ku?! " ucap Fero dalam hati bertanya-tanya.
"Dia biasa saja atau dia cemburu " batin Fero.
" Oh iya! Kenapa aku tidak tanya kepada Arjun mereka berdua tadi bertemu dengan siapa saja di jalan! Sampai-sampai Chika menjadi seperti itu tadi?! " pikir Fero.
" Tadi kalian berdua jadi pergi ke butik? " tanya Fero sambil menatap kearah Arjun.
" Iya. Kami tadi pergi ke butik " jawab Arjun.
" Kalau boleh tahu, kalian di sana bertemu dengan siapa saja? " tanya Fero.
Arjun terlihat bingung dengan pertanyaan Fero.
Fero yang melihat ekspresi Arjun yang terlihat bingung pun langsung berkata " Maksud ku, apa kalian berdua tadi bertemu dengan Aldo? ".
" Aldo?? Aldo teman nya Chika? " ucap Arjun memastikan jika seseorang yang bertemu dengan nya di butik tadi itu adalah orang yang sama dengan orang yang calon kakak ipar nya tanyakan.
" Iya " jawab Fero.
" Iya, tadi kita memang bertemu dengan mereka di butik " jawab Arjun.
" Mereka?? Mereka siapa?? " tanya bu Stevi dan Fero bersamaan.
" Aldo dan calon istri nya " jawab Arjun.
Bu Stevi dan Fero terkejut saat mendengar jawaban dari Arjun.
" Pantas saja, Chika terlihat seperti itu! Jadi, dia bertemu dengan mereka! " ujar Fero sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Bunda tahu mereka berdua menikah nya kapan? " tanya Fero sambil menatap kearah sang bunda.
Sang bunda menggelengkan kepalanya sambil menjawab " Bunda kurang mengetahui nya Fer ".
Arjun yang tidak berniat untuk ikut campur dalam urusan Chika pun memilih pamit pulang.
Sebelum pulang dia menyampaikan jika pemilik butik yang meraka datangi tadi akan berkunjung ke rumah bu Stevi sambil membawa beberapa pakaian karena tadi Chika pergi lebih dulu sebelum sempat mencoba pakaiannya.