•Disarankan untuk membaca setidaknya sampai ch.6 sebelum pindah ke novel lain!
Dua orang putri dari Kekaisaran Elgion telah lama terkenal karena mereka tidak pernah mendapatkan tunangan.
Untuk itu, tepat setelah hari kelulusan kedua nya, seorang Ksatria yang menyandang gelar terkuat dan tak terkalahkan - Zone Kursdizt - pun di beri tugas untuk mendidik keduanya agar dapat menemukan pasangan yang layak bagi keduanya oleh sang Permaisuri.
Sementara dirinya masih harus menjaga kondisi perang yang memanas di perbatasan Kekaisaran, Zone harus mengawasi kedua putri yang eksentrik.
Bagaimanakah kisah Zone sang Kesatria terkuat dalam menangani semua masalah yang datang mengancam kedamaian Kekaisaran? Yuk, ikutin terus novel ini!
#Karya orisinil ku sendiri. NO COPY DAN PLAGIAT!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aze07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Dungeon Chaos(2)
"T-tuan..."
"Ya, ini benar-benar gawat."
Di area Dungeon tanpa pepohonan, Zone dan Marie kini sedang menghadapi sebuah krisis. Mereka dikelilingi oleh ribuan rombongan monster yang sering muncul di hutan lebat seperti Goblin, orc, wolf, monster jenis ular dan burung, serta banyak lagi dari mereka dengan jenis monster yang lebih tinggi atau yang telah berevolusi.
Marie mengangkat pedang besarnya, sementara Zone mengambil kuda-kuda pertarungan tangan kosong nya. Ketegangan udara telah meningkat hingga batasnya.
Dan, dengan raungan monster sebagai terompet dimulai nya pertempuran, kedua belah pihak pun bentrok.
-Beberapa saat sebelum itu semua terjadi.
"Haaaa...!" Menjatuhkan dirinya dari dahan sebuah pohon, Marie membawa tubuhnya untuk menebas kebawah pada seekor Goblin yang belum menyadari keberadaan nya. Ketika Goblin itu akhirnya menyadarinya, dia sudah terbelah dua.
"Fiuh! Itu yang kelompok yang ke 10!" Senang atas keberhasilan nya, Marie mengangkat kepalan tangannya di dekat dadanya, tersenyum.
"Jangan terlalu senang dulu. Kita masih... Harus mencari jalan keluar dari tempat ini!" Cukup jauh dari tempat Marie berada, Zone menambahkan ratusan tambahan mayat Goblin kedalam tumpukan yang telah dia buat.
Marie mengangguk. Mengangkat pedang besarnya lagi, lalu mulai pergi membantu Zone.
"Anda benar...!" Marie mengayun kesamping, membunuh lebih dari 5 Goblin dalam sekali jalan.
Sementara Marie dengan mudahnya membelah tubuh Goblin dengan pedangnya, Zone hanya mengandalkan medan dan kekuatan fisik untuk menguntungkan nya dalam pertarungan kalah jumlah ini.
Zone meninju, mendorong, menendang, dan membanting para Goblin menunju kematian mereka selagi terus menghindari setiap serangan dengan gerakan seminimal mungkin. Terkadang, Zone bahkan akan merenggut senjata para Goblin yang adalah sebuah pemukul kayu untuk menghancurkan pemilik asli nya.
Hanya butuh waktu sekitar 2-3 menit bagi pasangan tuan dan pelayan ini untuk membunuh setiap Goblin yang ada.
Menyeka tangannya yang kotor karena darah Goblin, Zone mengalihkan pandangannya kearah Marie - kearah pedang nya, lebih tepatnya.
"Pedang itu secara tak terduga tahan lama, bukan?" ucap Zone, sedikit merasa aneh karena setelah semua pertarungan sebelumnya pedang yang sudah berkarat itu sama sekali tidak terlihat rusak atau tercungkil. Alih-alih rusak, pedang itu malah terlihat seperti menjadi lebih mengkilap dan baru daripada ketika Marie membeli nya.
Ngomong-ngomong, Zone dan Marie kini sudah melepas mantel dan sarung tangan tebal mereka. Selain Syal mereka, mereka berdua hanya memakai pakaian kasual biasa mereka. Zone dengan kaus lengan panjang hitam dan celana panjang, sementara Marie hanya memakai pakaian ketat di atas tubuh atasnya setelah melepas korset. Di bawah, Marie masih memakai rok nya, meski dengan sedikit penyesuaian agar membuatnya lebih mudah bergerak.
Mengikuti arah tatapan tuannya, Marie menjawab dengan senang hati. "Itu benar! Sepertinya pembelianku tidaklah sia-sia, benar!"
"Aku yang membayar nya, kau tau."
"A-anda adalah tuan saya, jadi..."
Setelah bercanda sedikit dengan pelayan setia kecilnya yang lucu, Zone memfokuskan pikiran nya lagi. "Ayo bergerak."
Marie pun menjawab dengan segera. "Baik!"
Setelah menemui cukup banyak musuh selama perjalanan mereka, Zone dan Marie telah cukup mengenal tentang Dungeon macam apa Dungeon yang baru saja terlahir ini.
Pertama, Dungeon ini adalah Dungeon tingkat menengah karena betapa luasnya Dungeon yang bertema dan memiliki populasi monster-monster yang sering berada di Hutan. Pohon-pohon dan tumbuhannya secara aneh terlalu besar, tetapi itu bukanlah intinya.
Kedua, meskipun Dungeon ini baru saja tercipta, sepertinya Dungeon ini tidak akan mulai mengalami Perubahan Medan seperti halnya Dungeon baru lainnya. Poin keduanya ini khususnya adalah yang Zone yakini harus mereka waspadai.
Sejauh ini, Zone dan Marie hanya pernah bertemu dengan monster lemah seperti Goblin saja. Paling menakutkan, mereka hanya bertemu dengan Hobgoblin yang adalah individu yang lebih kuat dari Goblin saja.
Jika hanya Goblin, Zone yakin mereka akan baik-baik saja. Namun, mereka masih belum bisa menurunkan kewaspadaan mereka. Zone yakin masih ada monster-monster yang lebih kuat daripada Goblin di didalam sini.
Pada saat itu, suara itu bergema...
"...!"
Suara logam. Teriakan. Tanda terjadi nya pertarungan.
Zone mendengar itu, jadi dia segera memerintahkan Marie untuk mengikuti nya ketika dia segera berlari kearah suara pertempuran itu berasal. "Ada suara pertarungan disana!"
"B-baik!"
Setiap kali mereka berdua mendekat, semakin keras juga suara yang terdengar.
Butuh waktu selama beberapa puluh detik bagu Zone dan Marie untuk sampai di sana, di depan sebuah gerombolan monster seperti Goblin dan Orc yang sedang mengelilingi sekelompok manusia di sebuah area tanpa pepohonan.
Sekelompok manusia itu sepertinya menyadari keberadaan Zone dan Marie. Mereka mengulurkan tangan mereka, memohon untuk bantuan dengan mata mereka.
Sayangnya, nasib mereka sudah tersegel. Sebelum bahkan Zone dapat datang ke tempat mereka, sekelompok manusia itu telah menjadi makanan bagi para monster.
"T-tuan..." Tak kuasa mendengar suara jeritan, Marie menutup kedua telinganya.
"Sial..." Zone mengepalkan tangannya. Dia hanya dapat mengawasi kematian manusia-manusia itu dalam rasa frustasi.
Akhirnya, setelah menghabiskan setiap bagian tubuh dari manusia-manusia itu, para monster itu berbalik untuk menatap mangsa mereka selanjutnya: Zone dan Marie.
Marie sempat tersentak karena nafsu membunuh yang menyelimuti dirinya, tetapi Zone sama sekali tidak mengatakan apapun sebelum menerjang ke depan setelah menepuk bahu Marie untuk setidaknya memberinya ketenangan.
Mengambil kuda-kuda dengan kaki kirinya di depan tepat dihadapan para monster, Zone mendorong tinju kanan nya kedepan dengan memanfaatkan momentum dia kumpulkan.
Pukulan bagaikan sebuah ledakan itu menghantam wajah seekor Goblin, membuat tak hanya wajahnya, namun semua tubuhnya meledak.
Namun, energi yang terkandung di dalam pukulan Zone tak berhenti disitu saja.
Energi itu juga menjalar ke setiap monster lain yang ada di hadapannya, membuat mereka meledak menjadi hujan darah.
Dihadapan monster yang tersisa, Zone mengepalkan tinju kanannya ke depan. "Majulah, kalian monster."
Semuanya terjadi dengan sangat cepat sejak itu. Bahkan Marie tidak dapat melihat apa yang sebenarnya Zone lakukan sebelum berpindah tempat sebanyak beberapa kali dan meledakkan setiap monster yang ada.
***
-Kembali ke masa kini.
Setelah Zone membunuh setiap monster itu, entah karena alasan apa, lebih banyak monster malah mendatangi mereka disana.
Karena itu, Marie pun terpaksa untuk ikut bertarung bertarung bersama tuannya sementara mereka dikelilingi lebih dan lebih banyak monster.
Begitu rupanya. Tempat tanpa pohon ini pasti adalah Monster Spot! Karena betapa tidak normalnya jumlah monster yang terus muncul, Zone mau tak mau menjadi memikirkan salah satu jebakan paling buruk di Dungeon
Di dalam Dungeon, terdapat berbagai jenis jebakan yang mematikan. Diantara nya, Monster Spot adalah salah satu jebakan paling menyusahkan diantara yang lain. Ketika kau memasuki area yang menjadi Monster Spot, setiap monster di dalam Dungeon akan menargetkan mu dan akan terus memburumu selama kau tidak pergi dari area tersebut.
Ini adalah jebakan yang cocok untuk para pemburu Skill yang berniat untuk mendapatkan Skill dengan mendorong batas dirinya mereka di dalam sebuah Dungeon tertentu. Namun, bagi orang-orang yang hanya secara tidak sengaja menginjakkan kaki ke area itu hanya karena area
Karena monster terus berdatangan, di kebanyakan kasus, kau tidak akan bisa keluar dari area sebelum memusnahkan setiap monster yang ada di dalam Dungeon.
Dan,