NovelToon NovelToon
Tersadar Cinta

Tersadar Cinta

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:38.5k
Nilai: 5
Nama Author: mom mimu

Kisah seorang mahasiswi, berasal dari keluarga berada dan di jodohkan paksa dengan seorang pengusaha muda tampan dan berbakat. Namun sayangnya mereka tidak saling mencintai, hingga akhirnya beberapa peristiwa membuat hubungan keduanya berubah setelah kehadiran orang ketiga...

Akan kah keduanya saling mencintai, atau semakin membenci...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom mimu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14.

Tiba di parkiran hotel, Devin bergegas masuk dan menuju kamarnya bersama Lulu. Sebelumnya, Devin juga menyempatkan diri untuk bertanya pada bagian resepsionis. Dia berharap jika Lulu belum cek out dari hotel itu.

"Kamar 505, ya Pak? statusnya masih belum cek out!" Ucap sang resepsionis setelah mengecek daftar kamar yang masih berpenghuni.

"Terimakasih!" Ucap Devin segera bergegas meninggalkan lobi.

Langkah kakinya yang lebar terus dia ayun hingga menaiki lift. Tiba di lantai yang di tuju, Devin melenggang kembali hingga menemukan pintu kamar hotelnya.

"Semoga saja gadis bar-bar itu baik-baik saja!" Gumam Devin sebelum membuka pintu.

Ceklek...

"Kenapa perasaanku tidak enak? ruangannya terlalu sepi, apa jangan-jangan gadis itu pingsan di kamar mandi, ya?" Gumam Devin seraya bergegas membuka pintu kamar mandi.

Namun ternyata dugaannya itu salah. Tidak ada seorang pun yang berada di ruangan lembab tersebut. Alhasil, Devin kembali menutup pintu dan mencoba menghubungi kontak ponsel istri barunya itu.

Dering pertama, masih memperdengarkan nada menunggu. Dering berikutnya, Devin mendengar suara operator yang menjawab. Gelisah dan rasa khawatir seketika menyeruak hingga ke ubun-ubun. Itulah yang dirasakan pria tampan yang sedang berusaha menghubungi seseorang melalui ponsel pintarnya.

"Astaga, kenapa semua orang kompak tak menjawab telepon dariku?" Kesal Devin saat tak seorang pun yang dia coba hubungi menyahut panggilannya.

"Luis! tinggal dia yang belum aku hubungi, tapi apa kira-kira dia tau kemana gadis bar-bar itu pergi? sepertinya tidak mungkin!" Gumam Devin mengurungkan niatnya untuk menghubungi sang sahabat.

Karena putus asa, akhirnya Devin memutuskan kembali ke lobi untuk bertanya letak ruangan CCTV. Devin berharap, dirinya bisa menemukan sedikit petunjuk setelah melihat rekaman pantauan CCTV hotel hari itu.

"Permisi, apa saya bisa meminta bantuan?" Ucap Devin.

"Silahkan Tuan, apa yang bisa kami bantu?" Sahut resepsionis.

"Saya ingin melihat rekaman CCTV hotel hari ini!" Ucap Devin.

"Maaf tuan sesuai ketentuan privasi pengunjung, kami tidak bisa sembarangan menunjukkannya selain pada pihak-pihak tertentu!" Sahut sang resepsionis.

"Tapi saya sangat memerlukannya, Mbak! tadi pagi sebelum saya keluar dari hotel untuk membeli obat ke Apotek, istri saya masih ada di kamarnya, tapi setelah saya kembali dia tidak ada di kamar, saya benar-benar khawatir sekarang! sebab, ponselnya juga tidak bisa di hubungi. Saya takut terjadi apa-apa pada istri saya! saya mohon perlihatkan saya rekamannya, Mbak! saya akan membayar berapa pun biayanya sebagai ganti rugi!" Tutur Devin tak sepenuhnya berbohong.

Sang resepsionis terlihat menghela kasar nafasnya sebelum menjawab. Rasanya, dirinya juga sedikit tidak tega melihat pria tampan yang malang di hadapannya itu. Alhasil, sang resepsionis meminta izin terlebih dahulu pada atasannya. Setelah di perbolehkan, sang resepsionis segera memperlihatkan rekaman CCTV hotel hari itu pada Devin.

"Ini rekaman CCTV nya, Tuan!" Ucap sang resepsionis seraya memperlihatkan layar monitor di hadapannya pada Devin.

Dengan seksama, Devin memperhatikan putaran gambar pada rekaman CCTV tersebut. Banyaknya pengunjung hotel, membuatnya sedikit kesulitan untuk menemukan apa yang sedang dia cari.

"Tolong putar kembali di bagian lift!" Seru Devin penasaran.

"Apa yang ini, Tuan?" Tanya resepsionis memastikan.

"Iya, tolong gambarnya di perlambat ya!" Ucap Devin.

Setelah menelaah dan yakin, Devin akhirnya bisa sedikit lega. Setelah puas mendapatkan apa yang dia cari, Devin memberikan uang terimakasih untuk resepsionis hotel karena sudah membantunya.

Pria tampan itu, lantas kembali ke kamar hotelnya dan mengemasi barang miliknya dan Lulu. Devin memutuskan untuk membawa kedua koper tersebut ke apartemennya terlebih dahulu. Setelahnya, Devin akan menghubungi Luis jika sudah tiba di apartemen nanti.

"Apa kamu tidak bisa sabar menungguku, ya? kenapa kamu malah nekat keluar kamar! untung kamu bertemu dengan Luis!" Batin Devin seraya menatap foto dirinya dan Lulu saat pesta pernikahan, hasil kiriman sang Mama.

"Ya Tuhan, kenapa aku begitu mengkhawatirkan gadis ini! mungkin karena tanggung jawab yang Kakek berikan padaku, membuatku turut ingin melindunginya!" Batin Devin bermonolog.

Setibanya di apartemen. Devin segera membawa kedua koper miliknya dan Lulu ke kamarnya. Setelahnya, Devin melepaskan seluruh pakaiannya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Rasanya, hari itu membuatnya benar-benar sangat lelah dan penat.

Di Rumah Sakit.

"Luis, sebaiknya kamu antar aku pulang ke apartemen Dev saja, aku ingin istirahat di sana!" Ucap Lulu.

"Hm... baiklah, aku akan mengantarmu kemana pun kamu mau!" Sahut Luis seraya membantu Lulu beranjak dari bangsal Rumah Sakit.

"Astaga! aku lupa menghubungi Pak Kasim! dia pasti sudah menungguku lama di hotel!" Ucap Lulu yang baru saja teringat dengan supir Papa nya yang di mintai menjemput.

"Ya sudah, kalau begitu kamu telepon saja orangnya! biar supir Papa kamu itu tidak menunggu lagi, atau sekalian suruh pulang saja! toh, sekarang kamu ada aku kan yang mengantar!" Sahut Luis.

"Emm... ya sudah deh, aku coba telepon dulu, ya!" Ucap Lulu.

Setelah merogoh saku pakaiannya, Lulu segera menghidupkan ponselnya yang ternyata sudah mati sejak tadi karena kehabisan baterai. Alhasil, Lulu harus mengurungkan niatnya itu sampai dia mengisi daya baterai ponselnya nanti.

"Yahhh... ponselnya mati! sebaiknya kita cepat pulang sekarang saja, nanti jika sudah sampai di apartemen, aku akan menghubungi Pak Kasim sambil mengisi daya ponselku!" Tutur Lulu.

"Baiklah, aku menurut padamu saja, Lu!" Kekeh Luis, semakin gemas melihat wajah panik Lulu yang membuatnya semakin imut.

Tiba di basemen apartemen, Lulu segera menuju lift dan menekan nomor yang dia tuju. Sesampainya di depan pintu, Lulu sedikit bingung karena melihat pintu yang sedikit terbuka.

"Kenapa pintunya sedikit terbuka? Apa Dev sudah pulang, ya? atau.... jangan-jangan ada maling lagi?" Gumam Lulu menerka-nerka.

"Tidak mungkin ada maling, di sini! ayo masuk! aku yakin Dev sudah ada di kamarnya sekarang! dasar bajingan busuk! istri sakit malah di tinggal pergi begitu saja!" Gerutu Luis membuka lebar pintu.

"Sudahlah, sebaiknya aku charger ponsel dulu, kasihan Pak Kasim, pasti dia sudah menunggu ku lama?" Sahut Lulu seraya menghampiri stopkontak listrik yang akan mengisi daya ponselnya.

Namun, saat Lulu menundukkan kepalanya, Lulu terasa pusing kembali dan sedikit limbung. Dengan cekatan Luis segera menangkap tubuh mungil Lulu ke dalam dekapannya. Bertepatan dengan itu, Devin baru saja selesai mengenakan pakaiannya setelah membersihkan diri di kamar mandi. Kedua netra nya menyiratkan kilatan merah. Wajahnya yang tampan pun berubah dingin sedingin kutub Utara.

"Hati-hati! aku sudah bilang, kan! sebaiknya tadi kamu jangan pulang dari Rumah Sakit! kamu ngeyel, sih!" Tegur Luis.

"Aku baik-baik saja, Is! barusan cuma..." Ucap Lulu tercekat.

"Alula Mikayla Herlambang!" Seru seseorang yang begitu tak ingin Lulu lihat saat ini. Seketika kedua makhluk Tuhan yang tengah berdebat itu pun menoleh ke arah sumber suara.

"Apa yang kalian berdua lakukan di belakangku? Jadi seperti ini ya tingkah asli gadis polos sepertimu?" Ucap Devin.

"Dev, Ini semua tidak seperti yang kamu lihat! Lulu baru saja keluar dari Rumah Sakit! kamu tidak boleh menuduhnya sembarangan!" Sahut Luis geram.

"Diam! aku tidak berbicara denganmu! cepat masuk ke kamar dan masukkan pakaianmu ke dalam lemari! Sebentar lagi Papa dan Kakek akan kemari, sebaiknya kamu juga pulang, Luis! aku tidak mau Kakek salah paham pada kalian!" Tutur Devin seraya meninggalkan Lulu dan Luis yang masih mematung di posisinya.

"Luis, apa yang Dev katakan ada benarnya, sebaiknya kamu pulang saja sekarang! terimakasih banyak karena sudah membantuku hari ini, aku akan mengajakmu makan siang kapan-kapan sebagai balasannya! kamu mau, kan?" Ucap Lulu.

"Tentu! kau harus mentraktirku makan siang yang banyak untuk membalasnya! kalau begitu aku pergi, ya! jaga dirimu baik-baik," Sahut Luis seraya menepuk kedua bahu Lulu sebelum pergi.

"Semoga kamu mendapatkan pasangan yang begitu mencintaimu juga, Is!" Batin Lulu menatap kepergian Luis.

Setelah mengirim pesan pada Pak Kasim, Lulu menghampiri kamar Devin untuk membereskan pakaiannya sesuai yang Devin suruh sebelumnya. Namun, setelah dia melihat isi kopernya. Lulu sedikit mengerutkan kening.

"Kemana semua pakaianku? tadi Dev bilang aku harus merapikannya di lemari, kan?" Gumam Lulu.

"Pakaianmu sudah aku masukkan semuanya ke dalam lemari, kamu istirahat saja sekarang! dan ini, minuman lah selagi hangat!" Ucap Devin menghampiri seraya menyerahkan segelas susu pada Lulu.

"Tapi, kamu bilang Papa dan Kakek akan kemari, kan? kalau aku istirahat sekarang, aku tidak bisa mempersiapkan apa pun untuk menyambut mereka!" Sahut Lulu.

"Mereka tidak jadi kemari hari ini, aku sudah memberi mereka kabar jika kamu masih butuh istirahat, jadi mereka membatalkan datang!" Tutur Devin seraya duduk di sofa kamarnya seraya menyeruput kopi buatannya sendiri sambil membaca email yang masuk.

"Hm... ya sudah, kalau begitu kamu menyingkir lah dari sana, aku mau istirahat!" Seru Lulu mendekati Devin.

"Untuk apa kamu tidur di sini! kamu mau tambah sakit? sana pergi, kamu tidur di tempat tidur saja! biar aku yang tidur di sofa malam ini!" Sahut Devin seraya kembali fokus pada layar laptopnya.

"Hm... kadang pria ini benar-benar membuatku bingung dengan sikapnya, dalam sekejap dia bisa begitu manis dan perhatian tapi dalam sekejap juga dia bisa sangat mengerikan seperti saat di luar kamar tadi," Batin Lulu seraya menaiki tempat tidur dan mulai merebahkan tubuhnya yang memang masih sangat lemah.

Tak butuh waktu yang lama, Lulu akhirnya pergi ke alam mimpi. Setelah memastikan suhu badannya normal, Devin menghela nafas lega dan turut membaringkan tubuh lelahnya di samping Lulu.

.

.

.

.

.

Like, komen, gift, dan vote nya mana nih guys, jangan lupa daratkan buat Momi ya, biar Momi tambah semangat Up, see you next bab 😘😘

1
Roro
bisa aja pak heru pakai pura pura sakit segala
Aprilia
Lumayan kan menghibur🤭
Aprilia
Panik dehhh panik🤣
Anita Jenius
Cicil baca sampai sini dulu ya .
3 like mendarat buatmu thor. semangat ya.
Anita Jenius
Salam kenal kak..
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Jimmy psikopat, 5 🌹 untukmu Thor
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
gimana sih, seharusnya devin, knp jadi luis yg nolong... duh jadi bimbang antara luis atau devin yg pantas buat Lulu
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
ih, buang aja laki2 kayak jimmy lu, devin juga, kok makin pintar saja sih bohongnya
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Mereka tuh cocok markotop dah, couple
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
saya baca sm senyum2 sendiri thor, mereka itu cocok sekali jahilnya wkwkwkwk
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Devin udah nggak sabar wkwkwk
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
bahas
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
syukurlah kebusukan jimmy ketahuan,
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
satu mawar untukmu kak
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Wah, enak sekali kalau jadi pemilik hotel ya, bisa ambil kunci kamar pengunjung wkwkwk
Neng Shy
lanjut Thor part 2
R.F
selamat tahun baru kak
Atha Diyuta
pak heru oh pak heru, jago bnget kya aktor sinetron
Atha Diyuta
aku mampir nih ka, salken y
TereLea(♥ω♥ ) ~♪
likeeeee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!