NovelToon NovelToon
Noda Dibalik Cadar

Noda Dibalik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Patahhati / Cintamanis
Popularitas:54.1k
Nilai: 5
Nama Author: Amallia

Arsyila Almahira, seorang mahasiswi tingkat pertama yang berprestasi tetapi mengalami kejadian pahit. Tersebarnya video scandal itu membuat dirinya harus pergi jauh dari ibukota. Ayahnya bahkan mengusirnya dari rumah dan tak lagi menganggapnya anak.

Arsyila memutuskan untuk merubah penampilannya menjadi wanita bercadar. Ia berpindah kuliah di universitas Islam dengan jurusan berbeda dari sebelumnya. Ia juga tinggal di pesantren untuk memperdalam ilmu agamanya. Jujur, kejadian yang menimpanya membuatnya sedikit trauma dan berniat untuk memperbaiki diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode.14

Sudah satu minggu Ning Aisyah pulang. Hari ini ia akan kembali ke Mesir. Jika saja bukan untuk menyelesaikan kuliah, ia sedikit malas untuk pergi. Apalagi ia tak mau membiarkan Arsyila jika nantinya mendekati Gus Ilham. Semenjak mendengar cerita dari Dinda, Ning Aisyah sedikit terpengaruh dengan omongannya itu. Apalagi Umi Khadijah sendiri pernah berpesan untuk secepatnya mengambil hati Gus Ilham. Biar bagaimana pun selama janur kuning belum melengkung, masih ada kekhawatiran jika saja ada pihak ketiga yang menjadi penghalang.

Arsyila melihat rombongan Abah Ahmad yang akan pergi. Gus Ilham juga ikut bersama mereka.

"Cil, kamu lihatin apaan sih?" tanya Fatimah menatap ke arah pandang Arsyila.

"Itu Abah Ahmad sama keluarganya mau kemana ya?"

"Oh mereka mau ke bandara mungkin. Kan Ning Aisyah kembali ke Mesir sekarang," jawab Fatimah.

"Kamu kok update banget ya, aku juga nggak tahu," ucap Arsyila kepada sahabatnya itu.

"Iya dong, kamu sendiri yang suka ngilang pas kita lagi pada santai jadinya nggak tahu gosip."

"Bukan ngilang tapi aku menenangkan diri," ujar Arsyila beralasan.

"Iya deh aku percaya. Kamu menenangkan diri karena ditinggal nikah," spontan Fatimah menutup mulutnya karena keceplosan. "Upss sorry, aku keceplosan."

"Biasa aja kali, semua orang juga udah tahu. Aku baik-baik saja kok." Arsyila mencoba tersenyum di hadapan sahabatnya itu. Seolah hatinya sudah baik-baik saja.

"Eh tunggu! Lihat tuh!" Fatimah menunjuk ke arah masjid.

"Kamu nunjuk apaan sih?" tanya Arsyila yang kini menatap ke arah masjid.

"Itu bukannya Adam ya. Keren ya sekarang style nya dia pakai sarung sama kopyah. Padahal sebelumnya dia sendiri yang masih pakai celana di banding santri putra yang lain," ucap Fatimah.

"Bagus dong, itu berarti sekarang dia mulai mengikuti peraturan pesantren," ucap Arsyila.

"Sepertinya boleh juga tuh kalau berjodoh denganku." Fatimah senyum-senyum sendiri membayangkan ketampanan Adam.

Pluk

Arsyila menepuk bahu sahabatnya. "Jangan halu! Belajar dulu yang bener biar cepat lulus. Jangan pikirkan jodoh dulu!"

"Ngomong aja kamu juga naksir," godanya.

"Tidak," jawab Arsyila.

Arsyila tampak termenung memikirkan perkataan Fatimah. Memang Adam yang sekarang sudah jauh berbeda. Bahkan ia tak pernah lagi melihat Adam menyelinap lewat belakang asrama putri.

'Apa mungkin Adam berubah karena aku? Ish apa-apaan sih, kamu jangan memikirkan yang tidak-tidak, Cil.' batin Arsyila sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Fatimah mengernyit heran melihat tingkah aneh sahabatnya. "Kamu kenapa, Cil?"

"Tidak kok, tidak apa-apa." Lalu Arsyila melanjutkan langkahnya. Sedangkan Fatimah masih memperhatikan sahabatnya itu. Tiba-tiba merasa aneh melihat tingkahnya yang tak biasa.

...

...

Malam ini Arsyila dan beberapa santri yang lain akan mengisi acara pengajian yang sebelumnya sudah di bicarakan oleh Ustadzah Hilya. Namun, ada sedikit perubahan dalam pelaksanaan. Jadi, bukan hanya santri putri saja yang menyaksikan mereka. Tetapi santri putra pun ikut serta. Nanti antara santri putri dan santri putra ada sekat pemisah, biar tidak ada acara saling mencuri pandang. Sedangkan Arsyila dan temannya yang akan tampil sudah pasti bisa dilihat oleh santri putra.

Aula pesantren sudah terlihat ramai. Kegiatan pengajian rutin mingguan yang baru diselenggarakan itu mendapat tanggapan positif dari para santri dan juga para pengurus pesantren. Mereka mendukung kegiatan ini karena bisa melatih mental para santri.

Santri putri yang akan mengisi acara memakai pakaian yang senada, yaitu gamis berwarna putih dan jilbab berwarna hitam. Suasana yang tadinya terdengar ramai karena banyak yang mengobrol, kini menjadi hening. Mereka semua menatap ke depan karena acara akan di mulai. Pertama, Fatimah dan grupnya tampil membawakan beberapa lagu sholawat. Setelah itu Arsyila sebagai pembawa acara, membacakan rangkaian acara.

Adam tak sedetik pun mengalihkan pandangannya dari Arsyila. Walaupun ia melihat Arsyila duduk menyamping, tetapi Adam tetap setia menatapnya.

Pengajian malam ini berjalan dengan lancar. Semua santri putri yang bertugas tampil dengan baik. Ustadzah Hilya langsung mengumumkan jika minggu depan tugas santri putra yang akan tampil.

"Cila, ayo kita kembali ke asrama!" ajak Fatimah. Pasalnya santri putri di dahulukan meninggalkan aula agar tidak berdesak-desakan. Sedangkan santri putra belakangan.

"Iya, Fa." Arsyila beranjak dari duduknya lalu berjalan berdampingan bersama Fatimah dan juga Salma meninggalkan aula.

Sepanjang jalan mereka saling mengobrol. Mereka memuji kepintaran Salma yang tadi membacakan ayat suci Al-Qura'an dan juga mengisi tausiah.

"Sal, nanti ajarin aku ya. Aku juga ingin bisa tausiah," ucap Arsyila.

"Beres, aku pasti bantu kalian, biar nanti kalau giliran kita yang tampil, gantian jangan yang tadi."

"Wah bagus tuh kalau kamu yang tausiah, Cil. Bisa-bisa Adam tambah terpesona," ucap Fatimah sambil melirik sahabatnya.

"Siapa itu Adam?" tanya Salma yang merasa penasaran.

"Ah kamu mah terlalu sholeha jadi nggak ngelirik cogan. Itu loh santri putra yang paling tampan, dia itu hampir mirip Gus Ilham," ujar Fatimah.

"Aku nggak tau cogan, cuma tau Malik doang yang juara 1 MTQ tahun kemarin," ucap Salma

"Ya ya kalau sekelas kamu mah pasti cogannya yang pintar ngaji. Semoga saja kalian berjodoh," ucap Fatimah

"Jangan bahas cogan terus deh, belum tentu yang kalian bicarakan juga membicarakan kalian," sahut Arsyila.

"Stt jangan ganggu kesenangan kita deh!" tegur Fatimah.

Arsyila hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Heran dengan Fatimah yang hobi banget bahas cogan. Salma yang tak pernah tertarik pun ikut-ikutan membahas cogan.

Sesampainya di kamar, Arsyila dan sahabatnya langsung beristirahat. Setidaknya besok libur kuliah jadi bisa bersantai. Arsyila yang sedang berbaring, kembali duduk saat mendengar ada yang memanggilnya.

"Ada apa ya?" tanya Arsyila kepada santri yang merupakan kakak tingkatnya.

"Ini ada titipan dari santri putra," ucapnya sambil memberikan surat kepada Arsyila.

"Siapa namanya?" tanya Arsyila.

"Kalau nggak salah Adam. Soalnya dia yang paling bening sendiri dari yang lain," jawabnya.

Setelah kakak senior itu pergi, Arsyila langsung membuka suratnya. Ternyata Adam mengucapkan permintaan maafnya karena tak bisa lagi menemuinya di belakang asrama putri. Adam sudah mulai berubah mencoba menjadi lebih baik lagi. Arsyila terlihat senang saat tahu perubahan Adam.

Fatimah sedikit heran melihat sahabatnya yang sedang senyum-senyum sendiri sambil memandangi sebuah kertas putih yang ia sendiri tak tahu itu apa. Fatimah merebut kertas itu dari Arsyila.

"Wah baca apaan nih sampai senyum-senyum gitu?"

"Balikin, Fa." pinta Arsyila.

"Nanti dulu." Fatimah langsung membaca surat itu. Lalu ia menatap Arsyila yang menurutnya begitu beruntung. Setelah di PHP sama Gus Ilham, kini Arsyila sudah mendapat gantinya. Apalagi Adam lebih keren dari Gus Ilham.

"Cie cie yang dapat surat dari pangeran Adam," ucap Fatimah dengan sedikit keras sehingga terdengar oleh santri yang lain.

"Diam ih! Kamu mah bikin aku malu." Arsyila kembali merebut surat dari tangan Fatimah lalu menyimpannya. Mengabaikan tatapan teman sekamarnya yang kini menatapnya.

1
Umun Munawaroh
sangat bagus
Airin See
cerita nya bagus
zevayya abrielle
pengen gue buang ke amazon mak tirinya sih cilla
Dek Raraaa
laku banget adam yaaa ..
hahaha 🤣🤣🤣
Tien Tiennesdha Titin
nah ada kecebong lagi yg mau dekatin si Adam 😄,hati hati Adam jangan sampe terjebak Ama si cebong nesa 😄
Dek Raraaa
ahh cilla .
kamana wae eta .. 🤣🤣🤣
Ama
aku lum update ya, hp ku yg buat nulis di rumah, aku nya lagi pergi belum pulang
Dek Raraaa
😭😭😭😭cilaaaaaa
Dek Raraaa
jangan smpe ada poligami ya thorrr..
🤣🤣🤣
Dek Raraaa
eng inggg enggggg ..
saudaranya mungkinn . atau adiknyaa . 🤣🤣🤣🤣🤣
Dek Raraaa
cie ilehhh .😆😆😆
org tua ga tau apa manten baru
pake nannya lagi ga buka pntu lama ngapain . 😝😝😝😝
Miftahul Jannah Maulida
hajar terus adam jangan kasih kendor🤣😊
Dek Raraaa
uhuyyyy . buka puasaaa ayang adamm yaa 🤣🤣🤣
Miftahul Jannah Maulida
terima kasih up nya kak othor
Miftahul Jannah Maulida
syukur lah semoga tidak ada masalah lagi yah kak di pernikahan mereka
Dek Raraaa
gus ilham denger apa ga ngilu yaa 🤣🤣🤣 ning aisyah jga kek nya ga baik baik bgt sma ky hilya licik kynyaa ..
Miftahul Jannah Maulida
legaaaah akhirnya kebusukan hilya terbongkar, gak pantes gelar ustadzah tetap melekat
Dek Raraaa
hahhhh lega ...
habs ini apalgi konflik nyaa . 🤣🤣 seruu yaaa.
Miftahul Jannah Maulida
semoga memang batal dan terbongkar semua kelicikan ustadzah hilya
Tien Tiennesdha Titin
nah si Fatimah mungkin udah ada bukti ,klo ustat hilya licik 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!