Aku hanya menjalani kehidupan sehari-hariku seperti biasa. Tidur, makan, sekolah, nonton drama, main game, baca novel, tidur lagi. Setiap hari aku menjalani hari yg monoton dan biasa-biasa saja.
Sampai tiba-tiba di hari itu, aku sedang memasak telur goreng dan juga ubi goreng. Membawa cemilan yang kumasak ke kamar sambil nonton drama. Tapi entah kenapa kepalaku terasa pusing, lalu aku tidak bisa bernapas dan tidak sadarkan diri.
Apa-apaan ini? Saat aku bangun, aku ada di ruangan serba putih. Lalu seekor kucing gemuk jelek yg memproklamirkan dirinya sebagai dewa, bilang bahwa aku sudah mati karena keracunan. Apaaa? Lebih bodohnya lagi aku mati karena keracunan sianida dari ubi. Ini benar-benar bodoh
"Oke, karena kamu mati karena kesalahan. Aku akan menghidupkanmu kembali. Kali ini kamu akan hidup nyaman miaow~" dewa kucing jelek itu berkata
"Ya, aku mau kamu membuatku jadi seorang putri hehe"
"Baiklah miaow~"
Setelah itu aku terlahir kembali. Terlahir kembali menjadi seorang putri. Tapi kenapa aku harus menjadi putri yg jahat dari sebuah novel yg pernah kubaca aaahhhh!!! Kucing bodohhh sialann!!!!
Bab 1: Masa Kecil Eva
Bab 2: Menara Sihir
Bab 3: Akademi
Bab 4: Kerajaan Kano
Bab 5: Pertandingan Sihir
Bab 6: Elf Gelap
Bab 7: Penyihir Gelap
kalau kalian suka bacanya, jangan lupa like dan love yah 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ji hj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1: Reina
aku maju dengan berani untuk menghampiri mereka.
"hentikann!" aku berteriak saat salah satu preman mulai mengangkat tangannya untuk memukul Reina.
"jangan ikut campur bocah!" kata preman itu sambil menggertakkan gigi.
"kalian penjahat! berhenti menganggu gadis kecil itu!"
"cih! bereskan" salah satu preman memerintahkan yang lainnya untuk menyerangku.
saat preman itu bersiap menyerang, aku mulai melontarkan sihir tanah dan
BRUKK!! Aku membentuk dinding penghalang.
"bocahh sialann!!" si preman mulai mempercepat langkahnya dengan sihir.
Swosh! aku mulai menggunakan sihir terbang untuk melayang di atas dinding dan
DUARR!! Bola bola api kecil keluar dari telapak tanganku menuju ke arah para preman.
"Uaghh!!" preman itu menjerit kesakitan. lalu preman yang lainnnya mulai ikut menyerang. mereka melontarkan meriam air dan juga bola api.
aku mempercepat pergerakanku dengan sihir angin.
kemudian membuat pelindung dengan sihir tanah.
lalu menyerang mereka dengan 'blind' ditambah bola bola api.
jujur saja aku bangga saat melihat para preman itu terkapar dengan mulut ternganga kaget.
hnph! mereka pasti belum pernah melihat jenius sepertiku
Reina kecil juga sangat kaget. dia belum pernah melihat orang menggunakan banyak elemen seperti itu. tapi, kemudian dia tersadar dan memghampiri Eva.
"ka...kakak...tidak apa apa?" tanya Reina gugup sambil melihat Eva.
ps: Eva dipanggil kakak oleh Reina, karena dia kelihatan lebih tua sekarang.
Eva melirik Reina kemudian membatalkan sihir terbangnya dan turun.
"hemm...aku tidak apa apa. kenapa orang orang ini menganggumu?"
"itu..." Reina menjawab ragu ragu "mereka menagih hutang..."
"hutang apa?" seingatku, tidak ada kejadian ini dalam cerita. atau memang tidak dijelaskan oleh penulis ya?
"panti asuhan kami kehilangan donatur. jadi untuk mencukupi kebutuhan, kami meminjam uang dari pendagang kaya di ibukota. mereka adalah penagih hutang" jelas Reina sambil menunjuk para preman. "karena kami tidak bisa membayar hutang. aku mewakili saudara dan adik adikku untuk negosiasi dengan mereka. tetapi mereka tidak mau, dan malah berencana untuk menjualku sebagai budak hikss..." katanya sambil mulai terisak.
Oh, Reina yang malang!
seperti yang kuduga dari tokoh utama, dia benar benar terlalu baik. bahkan sampai rela mengorbankan diri untuk melindungi anak panti yang lain.
"ohh, kau tenang saja nona. aku sebagai perwakilan dari rumah duke, akan menjadi donatur baru panti asuhanmu" kataku percaya diri.
"...duke....?" kata Reina agak bingung.
"ya. keluarga Duke Court. kami akan menjadi donatur baru untuk panti asuhanmu!"
mata Reina agak berbinar dan berkaca kaca sekaramg. "benarkah...kakak...?"
"hm hm" aku mengangguk.
"ayo kita berkunjung ke tempat tinggalmu. aku ingin melihat keadaannya"
"ya, kakak....
hm??
awasss!!!"
BUK! terdengar suara pukulan kecil.
aku merasakan sakit ditengkukku. sialann! aku dipukul rupanya. aku benar benar lengah dengan para preman itu. rupanya ada yang pura pura pingsan. sambil mengumpat, secara perlahan aku benar benar kehilangan kesadaran...
***
aku perlahan membuka mata.
rasa sakit di leherku masih terasa.
saat pandanganku mulai jernih, aku melihat sebuah ruangan kecil dan gelap. tidak terlalu gelap karena ada sedikit cahaya yang masuk dari lubang lubang kecil.
aku melihat di lantai, ada banyak jerami.
nampaknya aku berada di gudang yang seperti kandang ternak.
"uhhh" aku menggumam. mulutku ternyata disumpal.
kaki dan tanganku diikat.
aku mencoba menggunakan sihir tapi tidak bisa. tampaknya mereka memasang segel untuk meniadakan sihir di daerah ini sehingga aku tidak bisa mengumpulkan mana.
aku mencoba memeriksa sekitar dan aku melihat Reina terbaring pingsan di sebelahku. kondisinya sama sepertiku, tangan dan kaki diikat serta mulut disumpal. tetapi ada sedikit lebam di pipinya.
sialan! mereka memukulnya!
"oh, ada yang sudah bangun" tiba tiba terdengar suara dari luar gudang.
aku melihat tampang seperti pak tua brewokan yang mengintip dari lubang pintu.
"hmm, nampaknya bocah yang jago sihir itu kan?"
"pasti bisa dijual dengan harga mahal hehehe"
"bakat langka seperti itu, banyak yang akan membelinya"
"yang satunya juga tidak kalah baik, bisa sihir penyembuhan"
"oh? kita panen besar hari ini hahaha..."
"mereka juga cantik. pasti ada beberapa yang menginginkan mereka sebagai mainan di masa depan"
"hmm, harga kali ini sangat meroket hahaha"
dari percakapan di luar gudang, aku bisa mengerti sedikit situasinya.
mereka diculikk!! bahkan ingin dijual sebagai budak!!
uahhh!! berani beraninya mereka menculik putri duke, kalau ayah bodoh itu tau, markas mereka pasti musnah.
bagaimana ini?
kalau ketahuan ayah bodoh, bukan penjahatnya saja yg musnah, aku juga akan musnah gara gara dihukummm??
ahhh, harusnya aku tidak bertindak gegabah tadi hiks...
harusnya aku tidak menyombong seperti tadi dan memperhatikan situasi. pasti tidak akan seperti ini jadinya hikss...