Cinta Kirana, hidup dengan masa lalu yang tragis ditinggalkan orangtua. Menyisakan trauma sampai dengan ia dewasa. Siapa sangka, seorang datang mengganti luka dengan suka cita. Perbedaan usia, status sosial dan keterkaitan di masa lalu membuatnya Cinta terpuruk dan kembali terluka. Akankah Cinta bisa menerima kenyataan yang menghampiri?
===
“Namaku Cinta, banyak yang cinta udah pasti. Yakin masih mau sama aku?”
“I love you, Cinta. Sekarang, nanti dan selamanya.”
“Masa?”
“Mahameru pantang ingkar janji.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Tugas Baru
Bab 21
Eru diantar sampai parkiran basement. Agak mencolok kalau harus turun di lobby. Bisa saja dia bilang taksi online, tapi jarang mobil mewah dijadikan taksi online. Akan antri di gate, pandangan Eru tertuju pada gadis yang baru saja melewati pintu lobby.
Ia menjadi perhatian dari para wanita, tidak membuatnya besar kepala. Malah tidak menanggapi, meski ada yang terang-terangan menggoda.
“Cowok, baru lihat deh. anak baru ya.”
“Mas, divisi apa?”
“Masih magang, mbak,” sahut Eru lalu keluar dari antrian akan menghampiri Cinta.
“Eh, mau kemana tuh.”
“Lah, nyamperin cewek. Itu Cinta anak produksi bukan?”
“Iya, yang sok kecakepan nolak mas Yahya.”
Eru masih mendengar celoteh itu sambil menggeleng. Cinta menunduk karena fokus dengan ponsel untuk melakukan absen. Padahal ini jam sibuk, para karyawan bergegas sampai di area tugasnya bisa saja ia menabrak atau tertabrak seseorang macam kali pertama mereka bertemu.
“Awas kesandung, mbak.”
Cinta menoleh, mendapati Eru di hadapannya ia tersenyum. “Udah kok, kesandung cinta.” Entah sadar atau tidak, tangan Eru akan merangkul. Ia pun melangkah mundur. “Mau ngapain, ini di kantor.”
“Eh, iya. Lupa, mbak.”
Saat antri untuk masuk gate menuju lift, Eru berdiri di belakang Cinta. Menjaga gadis itu dari pria di belakang.
“Nggak ada fans kamu?” tanya Eru sambil berbisik.
“Fans aku bukannya kamu ya.”
Eru berdecak. “Mas Tarjo.”
Cinta mengedikan bahunya.
“Sebagai karyawan, ternyata kamu famous juga. Penolakan kamu sama Mas Yahya aja pada tahu.”
“Hoh, jelas. Cinta gitu loh.”
Eru kembali pasang badan saat masuk ke lift, terdorong oleh pengguna lain. Memandang Cinta dari atas sampai bawah, ia tersenyum. Agak lucu kostum Cinta hari ini. Kebetulan jadwal menggunakan batik. Blouse batik dengan rok span dan sepatu kets, serta ransel yang biasa dipakai.
“Kenapa?” tanya Cinta heran.
“Nggak pa-pa.”
“Kenapa?” tanya Cinta lirih mencubit perut Eru.
“Penampilan kamu kayak anak SMA. Gemesin," bisik Eru.
Cinta mendelik tajam, tidak berniat menanggapi Eru karena pintu lift terbuka di lantai tujuan. Gegas keluar diikuti oleh Eru.
“CInta, kenalin dong sama temennya.”
“Dia bukan temen saya,” sahut Cinta.
“Cowok, namanya siapa sih? Mau pindah tugas ke sini nggak?”
“Ambil aja mbak, saya juga udah bosen satu tim sama dia,” cetus Cinta.
Eru menanggapi candaan dari rekan kerja CInta beda divisi itu dengan acuh dan dingin. Hanya mengangguk menunjukan sikap santun lalu berjalan mendahului Cinta menuju ruangan di mana tim produksi berada.
“Eh, Eru!” panggil CInta. “Ada yang mau kenalan tuh, bukannya tanggapin.”
“Kalau aku tanggapi, nanti kamu cemburu.”
“Ih, sorry ya. Cinta nggak ada cemburu, kalau emang kamu serius nggak akan lirik kanan kiri, cukup pandang ke depan biar nggak nabrak.”
Eru tersenyum, melihat sekitar lalu mengusap kepala Cinta dan mengacak rambutnya membuat gadis itu berteriak.
“Eh, tunggu!” Cinta menyentuh perut kiri dan kanan Eru dengan telunjuknya. “Ini ginjal masih aman ‘kan? Kemarin traktir aku macam-macam, pasti habis banyak. Magang baru seminggu, insentif pasti belum cair. Jangan bilang sebenarnya kamu CEO atau pemilik Yess TV.”
Eru tergelak, tidak menyangkalnya.
“Yang bener itu, calon imam.”
“Apaan ngomongin imam? Imam mahdi maksud lo.” Asep menyela pasangan itu lalu merangkul CInta untuk masuk ruangan. “Udah jam berapa ini, masih aja pada bercanda. Emang kurang kemarin seharian kencan.”
“Kurang Kang, sehari kayak sejam,” sahut Eru.
“Tahan dulu bir4hi kalian anak muda. Surat tugas baru sudah turun. Siap-siap kita otw lagi.”
“Hah, serius?” tanya CInta.
“Asyik dong. Kemana kita, kali ini,” cetus Eru. Sudah membayangkan 24 jam bersama Cinta.
“Ke barat cari kitab suci. Sana berangkat duluan!”
siap2 reaksi cinta nrma ga ya kenyataan
kamu dah di kasih tau sama mamih kan dan di wanti² tentang gosip tidak enak nah ini maksudnya
harusnya kamu dukung dan restuin agar cinta dapet keluarga baru dari pihak keluarga laki². lah ini aneh² aja 😏
takut nama keluarga tercoreng,takut ini takut itu..
Takut saham hancur dan turun lebih pastinya..
tapi nggak mikir gimana cinta tidak mendapat keadilan untuk orang tuanya...
Perselisihan dan perpisahan pasti ada,tapi aku yakin cinta Eru itu tulus dan kuat.
lama lama Cinta juga akan luluh dan memaafkan Eru..
lagian bukan eru yang menabrak,mereka sama sama korban juga