Seorang Laki-laki yang mencintai Gadis cantik yang dimana seorang gadis itu Adalah Wanita Favorit nya dari masa lalu sampai sekarang, Namun sayang nya gadis cantik itu Telah mengalami kecelakaan bullying dari sekolah lamanya sampai mengalami ketakutan yang berlebihan sampai-sampai gadis cantik itu amnesia, dan melupakan baskara. Apakah Gadis cantik itu Akan kembali mengingat baskara? atau tidak?! dan siapakah Gadis cantik yang menjadi Favorit baskara??
dari pada kalian penasaran sama alur ceritanya mending yukk Baca kisah Antara Baskara Dan seorang gadis cantik ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aeniii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. Pewaris Bukan Perintis
Sedangkan di keluarga NARENDRA, seorang pelayan yang bekerja di rumah keluarga NARENDRA itu menghubungi Baskara setelah mengetahui kalo ibu nya baskara mengalami kecelakaan mobil ringan.
"Hallo Tuan, Maaf menggagu,bibi cuman mau bilang kalo nyonya masuk rumah sakit" Ucap pelayan di sebrang sana.
"Hah mamah masuk rumah sakit bi? Ko bisa? Rumah sakit mana? "Tanya baskara panik kepada pelayan yang menelpon dirinya.
" nyonya mengalami kecelakaan Tuan saat hendak berputar arah, tidak taunya ternyata ada mobil yang sedang melaju kencang dari arah belakang, dan akhirnya mobil tersebut menabrak mobil yang sedang nyonya naiki.dan nyonya langsung dilarikan ke rumah sakit BUDI ABADI. "Jelas pelayan itu kepada baskara
Saat itu juga baskara langsung bergeges pergi ke rumah sakit meski dia sedang berkumpul bersama teman-temannya di Besceam yang Dia bangun untuk perkumpulaan dirinya dan teman-temannya.
Besceam itu sangat Bagus, dan sangat nyaman dan selalu di jadikan rumah kedua bagi baskara dan temen-temen nya yang lain.
Besceam itu terdiri dari 2 lantai, dan 4 kamar, di lantai bawah ada 3 kamar,dan di lantai 2 ada dua kamar salah satunya kamar utama yang dimana di tempati oleh baskara sang pemilik besceam itu. dan masing-masing kamar ada kamar mandi di dalam nya. dan ada satu dapur+kamar mandi nya juga, ruang makan, ruang tamu, ruang bliar,halaman nya cukup luas di barengi ada kolam renang dan parkiran.
___Next____
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam dari besceam ke rumah sakit, baskara langsung bergegas menuju ruang administrasi untuk menanyakan di ruangan mana sang Mamah nya itu di rawat.
" maaf sus, pasien atas nama Sarah Narendra di rawat di ruangan nomber berapa yah" Tanya baskara kepada salah satu suster di sanah
"Pasien atas nama Sarah Narendra di rawat di lantai dua ruangan VIP nya nomber 230 kak. " jawab suster kepada baskara.
"Baik sus, Terimakasih" ucap baskara langsung berlari kecil menuju life, dan ruangan mamah nya yang sudah suster jelaskan tadi.
Setiba nya baskara di ruangan sang mama nya di rawat, baskara langsung menghampiri mama nya itu.
"Mah... Mamah gapapah kan? Mana yang sakit mah" Tanya baskara sambil memastika bahwa mama nya tidak terluka terlalu parah.
"Mamah gappah bas, mama cuman luka dikit doang" jawab Sarah memberitahu kepada putra satu-satunya itu.
"Aku udah nyuruh suruhan aku untuk menyelidiki siapa yang nabrak mama itu. " ucap baskara sedikit kesal kepada orang yang tidak bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan kepada ibunya
"Sudahlah bas, tidak usah di perpanjangan. Lagian itu juga salah mama sendiri yang tidak hati-hati saat mengendarai mobil. " ucap Sarah kepada putra nya, dia tidak ingin memperpanjang permasalahan ini, karna dia tau kalo putra nya ini sangat tegas dan apapun yang dia lakukan tidak akan main-main.
"Baik lah mah, mamah udah makan? " Tanya baskara mengalihkan pembicaraan
"Sudah tadi, di suapin sama suster" jawab nya singkat
"Oh iya gimana keadaan Aeni bas? Udah membaik? Dia sudah mengingat kamu? " Tanya Sarah kepada Baskara.
Namun Baskara hanya menunduk sambil menggenggam tangan mamanya.
"Belum ada perubahan apa pun mah" jawab singkat Baskara sambil tersenyum kecil kepada mama nya.
"Sabar yah bas, jangan pernah putus asa untuk bisa kembaliin ingetan Aeni, mamah yakin Aeni akan segera sembuh dan ingatan nya akan kembali seperti semula. " ucap mama Sarah sambil memeluk putra nya itu, dia sangat paham apa yang sedang putra nya rasakan saat ini.
Baskara hanya tersenyum kecil, "makasih mah, doain yah semoga Aeni cepat sembuh dan kembali sama aku" ucap baskara netra berkaca-kaca dan meng eratkan pelukan nya kepada sang mama wanita yang dia sangat sayangi.
Tiba-tiba headphone baskara berdering pertanda ada panggilan masuk, lantas baskara langsung kenggangkat nya saat itu juga
"Bentar yah mah, papah nelpon" ucap baskara kepada mamah Sarah.
Sarah hanya mengganggukan kepalanya saja.
"Iya kenapa? Tanya baskara setelah headphone itu menempel di telinganya.
" di mana kamu" jawab priaa paruh baya di sebrang sana
"Gak penting gw ada dimana, lu gak usah tau. " jawab tegas baskara kepada pria itu.
"Baskara...! Jangan kurang ajar kamu sama papah" teriak pria itu di dalam telpon kepada baskara.
"Pulang kamu, papah tunggu di rumah ada yang harus papah omongin, sama kamu" ucap pria itu lagi dan dari situ baskara tidak menjawab apapun namun dia langsung mengakhiri telpon itu secara sepihak.
Yah yang menelpon baskara tadi adalah papah nya yang bernama Jack.
Seorang pengusaha sukses, dengan bisnis nya di mana-mana. Meski begitu mamah baskara juga tidak kalah jauh lebih kaya dari pada papa nya baskara, Sarah adalah pengusaha tersukses di kota itu dan banyak usahanya dan perusahaan yang dia bangun di luar negeri maupun di luar kota.
Kekayaan kedua orang tua baskara tidak usah di ragukan lagi.
Tapi sayang nya Kedua orang tua baskara sudah perpisah saat baskara umur 5 tahun.
__NEXT__
Setelah menerima telpon dari papah nya, baskara langsung berpamitan kepada mama nya.
"Mah aku pergi dulu sebentar ya, ada urusan yang harus aku selesai kan, nanti kalo udah beress semua nya, aku balik lagi. " ucap baskara sambil berpamitan pergi kepada sang Mamah nya.
"Jangan berantem lagi sama Papa mu ya bas" pesan mama Sarah kepada putra nya
"Gimana nanti aja mah" jawab baskara sambil berjalan cepat keluar dan menuju parkiran.
Tiba-tiba banget Alana sahabat Aeni menelpon dirinya.
"Kenapa? " Tanya baskara cuek
"Bas lu bisa ke sini dulu gak bentar, Aeni kepalanya sakit lagi, gw bingung harus ngapain" Jawab Alana dengan nada khawatir akan sahabat nya itu
"Gw kesana sekarang, tolong lu kasih aeni air minum dulu" ucap baskara tidakk kalah panik dari Alana
"Oke, buruan yah bas, lu udah tau kan caffe nya di manaM" Tanya Alana ke pada baskara
"Iyah gw tau, karna aeni udah aktifin lokasi di hp nya" jelas baskara dan langsung mengakhiri telpon nya.
Seketika baskara langsung putar arah, dia urungkan untuk pergi menemui papa nya, dia hanya menelpon orang suruhan nya untuk memberitahu kan bahwa dirinya tidak bisa datang hari ini.
"Tom, bilangin ke bokap gw, kalo gw gak bisa dateng hari ini,, karna ada urusan yang jauh lebih penting dari itu. " ucap baskara kepada tomy orang kepercayaan dia di dalam telpon
"Tapi bas, nanti papah kamu bakalan marah besar jika kamu tidak datang untuk menemuii nya!! " jawab tomy mengikatkan
"Kalo masalah itu biar gw yang urus, pokonya lu bilangin aja ke bokap gw kalo gw bakalan nemuin dia besok siang. " jawab tegas baskara sambil memutuskan telpon nya sepihak.
Tomy hanya mengangguk dan dia mengerti apa yang harus dia lakukan untuk sang bos nya itu.
__NEXT__
Setibanya baskara di caffe yang sudah iya liat di maps, dia langsung memarkirkan mobilnya
Dan langsung berlali kedalam untuk menemui aeni dan Alana, sebelum nya Alana sudah memberi tahu baskara mereka duduk di bangku yang mana.
Setelah mencari beberapa saat, baskara menemukan Alana yang sedang berusaha menenangkan aeni dengan cara mengelus-ngelus pundak nya.
"Ay... Astagaa, kan tadi gw udah bilang bawa hoodie nya, Bandel banget kalo di bilangin" ucap baskara mengejutkan mereka berdua.
"Baskara... Ngapain lu ke sini?" Tanya aeni heran
"Gak usah tau, obatnya di bawa gak? " Tanya baskara kepada aeni
Aeni hanya menggaguka kepala nya saja.
"Maaf bas,tadi udah gw perintin aeni jangan banyak ngelamun, dan meksakan untuk mengingat semuanya, tapi dia malah ngeyel tetep kekeuh
, jadi lah seperti ini akibat nya." Jelas Alana kepada baskara, yang di mana baskara hanya menatapnya tajam tanpa berkata sepatah kata pun.
Dan baskara langsung mengajak aeni untuk pulang, karna dia tau kalo sudah seperti ini yang aeni butuhkan hanya istirahat.
"Ayok pulang bareng sama gw, biar mobil Alana yang bawa. " ucap baskara dengan lembut kepada aeni.
Aeni hanya menganguk, karna dia sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit di kepalanya.
Memang sadari tadi aeni berusaha mengingat keras siapa itu baskara, Dan apa yang sudah terjadi kepadanya, dia hanya ingat saat kejadian sahabat nya zahra yang meninggal karna pembulian.
Di dalam mobil aeni hanya menatap baskara yang sedang fokus menyetir mobil, "kalo di liat-liat ni cowok gangeng juga, mana perhatian banget lagi sama gw" gumam aeni sambil tersenyum
Baskara yang menyadari bahwa dirinya sedang di perhatikan oleh gadis di samping nya langsung menengok ke kanan.
"Ada apa hmmm..., mau apa? Jajan? " Tanya baskara dengan nada lembut sambil tersenyum
Aeni yang merasa dirinya di tatap balik oleh baskara langsung memalingkan pandangannya ke arah jendela.
"Pengen itu" ucap aeni sambil menunjuk gulali dari dalam jendela
"Itu terlalu manis ay, jangan yah, yang lain aja" jawab baskara dengan nada sangat lembut
"Aghhh... Gak mau penge itu baskara... " rengek aeni sambil memelas dan memohon supaya baskara membelikan nya.
Mana mungkin baskara bisa menolak, setelah hampir beberapa pulang dia tidak mendengar rengekan dan manja nya gadis yang sangat ia sayangi.
"Oke, tapi lu diem aja di situ biar gw yang keluar" ucap baskara kepada aeni sambil membuka pintu mobil nya.
Aeni hanya menganguk dan menunggu baskara di dalam mobil.
Setelah menunggu beberapa menit baskara kembali dengan membawa kulali pesanan Aeni yang berbentuk kepala bebek yang lucu
"Aghhh.... Lucu banget makasihh " ucap Aeni antusias
Baskara hanya tersenyum tipis melihat tingkah laku Aeni kaya anak kecil itu
"Mau apa lagi" Tanya baskara sambil menatap Aeni
Aeni hanya mengelangka kepalanya saja. Dan setelah memastikan Gadisnya itu sudah tidak ingin apapun lagi, baskara secara melakukan mobilnya kembali, Dan mengantarkan aeni pulang kerumah
Setelah datang kerumah baskara tidak mengantarnya sampai dalam dia hanya mengantarkan aeni sampai depan gerbang saja.
"Hati-hati" ucap Aeni pada baskara
"Iyah" jawab baskara singkat sambil melakukan mobilnya kembali
Setalah memastikan aeni masuk ke dalam rumah nya,, baskara langsung pergi Dan langsung menuju rumah kediaman papah nya. Setalah sampai baskara langsung menemui papah nya yang sedang minum kopi di halaman belakang.
"Akhirnya kamu pulang juga ke rumah papah" ucap jeck papah baskara.
"Duduk, papa mau ngomong sesuatu sama kamu" ucapnya lagi
Baskara tidak menjawab apapun dia hanya menuruti apa yg Jack perintah padanya
"Mau ngomong apa? Gw sibuk? " ucap baskara dengan nada datar
"Papah bakalan jodohin kamu sama anak teman papah, kamu harus nurut sama papa gak ada bantahan apapun. " ucap nya terus terang.
"Gak, gw gak mau" jawab singkat baskara
"Baskara kamu tau kan papa gak suka di bantah " ucap Jack mulai emosi
"Gw bilang gak mau ya gak mau, papa tau kan gw udah punya pacar " tegas baskara kepada Jack papah nya
"Baskara.. Dia itu udah ngelupain kamu, dia udah gak inget sama kamu baskaraaa..., papa gak suka kamu dekat sama si aeni itu. " ucap Jack dengan nada tinggi sedikit menentang
"Terserah mau papah suka tau tidak sama aeni, gw tetep milih dia dari pada harus di jodohkan sama anak temen papah. " jawab baskara ikutan emosi
"Baskaraaa kamu mau nurut sama papa atau papah gak bakalan kasih kamu warisan semua harta papa. Hah!! " ancam Jack pada baskara
"Gw gak peduli masalah warisan uang harta papah, intinya aku gak mau di jodohkan. " jawab lantang baskara dan langsung pergi begitu saja.
"Anak sialan, dasar gak tau di untung" teriak Jack dengan emosi yang meledak-ledak.
Baskara melampiaskan emosinya dengan cara membawa mobil secara kebut-kebutan.
Dan setalah sampai di besceam baskara langsung beristirahat tanpa melihat atau memperhatikan siapa saja yang ada di sanah
"Wehh kenapa dengan bos kita, kaya nyah lagi ada masalah" ucap Andre sambil memakan keripik
"Gw coba Tanya dan tenangin dia dulu guys" ucap gibran sambil berdiri dan membuntuti baskara ke dalam kamarnya
"Kenapa bro" Tanya gibran
"Gappah gw lagi capek aja pengen istirahat" jawab baskara singkat
"Ya udh kalo perlu apa-apa panggil gw" ucap gibran yang sudah tau kondisi yang di alami sama sahabatnya itu.
"Se orang pewaris kaya baskara aja bisa capek, padahal hidup dia enak apa-apa tinggal ngomong sama ortunya" ucap Bagas sambil melamun membayangkan betapa enak nya jadi baskara
" kita mah perintis bukan pewaris bro" ucap gibran yang membuat semuanya terdiam.