Semua berawal dari kesalahan.
Tapi kesalahan itu lah yang mengantarkan mereka pada akhir yang mungkin bahagia.
"Kak Genta itu kayak es krim🍦Dingin tapi manis😋"
~Kinara Adinda A~.
Tapi ini bukan akhir dari segalanya.
Melainkan adalah awal perjalanan mereka.
mohon dibaca ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FIFITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14.Ditegur
Embun embun mulai meluncur jatuh dari ujung dedaunan.
Matahari mulai menampakkan kemegahannya.
Dengan enggan manusia mulai bangun dari kegiatan berbaringnya.
Dinda melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi.
Membasuh muka dan menggosok giginya.
Ia beranjak ke arah meja belajar untuk merapikan bukunya.
Jam yang terpajang indah di dinding kamarnya baru menunjukkan pukul setengah enam.
Setelah selesai membereskan keperluan sekolahnya Dinda kembali ke arah kamar mandi untuk melaksanakan ritualnya.
🍚🍚🍚🍚
Dinda melihat di meja makan sudah berkumpul keluarganya.
"Pagi Pa,Ma,Bang" sapa Dinda sambil duduk tepat di sebelah abangnya.
"Pagi juga princess" balas mereka kompak.
"Tumben nggak telat sayang" ujara Papa yang tak biasanya melihat anak gadisnya selesai sepagi ini.
"Sekali kali rajin nggak pa pa lah Pa" jawab Dinda sambil menyuapkan nasi goreng yang di hidangkan Mamanya.
"Lo bareng gue nggak dek?" tanya Bara melirik adeknya
"Nggak deng.gue sendiri aja bang" jawab Dinda setelah sedikit berpikir.
"Telan dulu itu nasinya sayang" tegur Bunda lembut pada Dinda.
"Adek mah kebiasaan" kompak Bara dan Papa.
"Udah udah lanjut makan aja" Mama yang melihat tampang memelas putrinya pun menengahi.
Mereka menyantap makanan deng lahap.
Maklum lah masakan nya emak Dinda the best katanya.
"Ma,Pa,Bang.adek meluncur dulu ya" Dinda menyalami satu per satu keluarganya itu.
"Hati hati ya dek.jangan ngebut" pesan Mamanya.
"Iya dek.lagian masih pagi" sambung Papa
"Bye bye"
Dinda mulai menggas motornya dan meninggalkan pekarangan rumahnya itu.
🏫🏫🏫
Bel menggema di seluruh penjuru kelas.
Siswa siswi mulai memasuki kelas satu per satu.
Di ruang kelas 11 IPA 2 kegaduhan masih terlihat.
Ada yang bergosip di pojokan ruang,Main game bareng,Make upan,dan ada yang joget joget nggak jelas.
Aktivitas mereka terhenti karena ketukan dari luar pintu.
Mereka menahan napas saking tegangnya suasana.
"Lah lo pada ngapain?" Rido selaku ketua kelas melangkahkan kakinya ke dalam kelas lalu menutup pintu.
"Kampret lo Do,Gue kira guru *****" umpat yanda.
"Lo mah kalau masuk ya masuk aja Do.bikin orang deg degan aja" timpal Tiya.
"Guru mana Do?" tanya Dinda mewakili isi pikiran anak kelas 11 IPA 2
"Nggak masuk Din" jawab Rido sambil melangkahkan kakinya ke singgasananya.
"Din ngadem yok" Didi mengajak Dinda.
"Nggak ah gue mau tobat.di kelas aja" jawab Dinda melirik Didi.
"Gue baru dapet pasword Wi-fi loh Din" Fhatur juga menimpali.
"Ayok lah" Dinda langsung berjalan meninggalkan kursinya menuju perpustakan.
"Lah Din ikut" Tiya langsung menyusul Dinda.
"Gayaan lo mau tobat"
Didi,Fhatur,Reksa,dan Dwi menyusul mereka dari belakang.
📚📚📚
Di perpustakaan anak kelas 12 IPA 1 Lagi sibuk menjelajah rak buku guna mencara buku untuk tugas membuat referensi.
Genta memilih mencari buku di arah pojok perpus.
Ketika sedang asik memilah buku fokus Genta terpecah karena mendengar umpatan umpatan dari balik rak buku di depannya itu.
"Ah elo kok Ninggalin gue sih *****"
"Woi jan maju maju sendiri lah ****"
"Bantuin gue ****"
"Ah gue mati kampret"
Begitu lah bunyi suara yang terdengar oleh Genta.
"Tunggu kok suara itu rasanya gue pernah dengar" batin Genta.
Karena ada sedikit kepo yang muncul dari hatinya,ia melangkahkan kakinya ke sumber suara.
Dapat Genta lihat ada 2 orang siswa yang dan 4 siswi.
Genta melihat siswi yang duduk di antara 2 siswa itu.
"Pantasan kayak kenal suaranya" batin Genta melihat siswi itu,yang tak lain adalah Dinda.
"Suaranya"
Spontan Dinda dan teman temannya melirik ke sumber suara.
Mata mereka membulat ketika mendapati Genta sedang berdiri dengan tangan yang dimesukkan ke dalam saku celananya.
"Ma.....af kak" jawab Dwi sambil menunduk.
"Kalian ganggu konsentrasi orang lain tau nggak?" ucap Genta datar.
Dinda dan temannya masih menunduk.
"Yooo.lo apain anak orang ni?" suara Gama memecah atmosfer yang mencekam itu.
"Mereka berisik" Genta menjawab sambil melirik satu per satu adik kelasnya itu.
"Sans aye lah Gen.Mending lanjut nyari buku"
Gama menerik tangan Genta meninggalkan Dinda dan temannya.
Gama memutar kepalanya menghadap arah Dinda sambil mengedipkan sebelah matanya.
Tiya yang melihat itu melompat kegirangan seakan lupa dengan apa yang baru saja terjadi.
"Ya,udah kamu mau di tegur lagi?" Dwi menenangkan Tiya yang melompat kegirangan.
Dinda melangkahkan kakinya menuju pintu perpus.
"Mau kemana Din?" tanya Reksa yang melihat Dinda pergi itu.
"Ke kelas" jawab Dinda singkat.
"Lah napa tuh bocah?" Didi menghampiri Reksa.
Reksa mengangkat bahunya kemudian ikut menyusul Dinda.
🍁🍁🍁🍁
Terus gimana dengan Genta,kapan Dinda mau ngomong ke Genta??akan kah Genta bisa percaya dengan mudah nya??? hadeehh,,,