Arumi Ningrum
Gadis desa, yang sangat cantik. Namun tidak secantik dengan cara berpikirnya. Memiliki pikiran yang pas-pasan, karena tidak pernah bersekolah.
Arumi hidup dikeluarga yang semua tidak mampu. Bahkan untuk makan sehari-hari saja, masih dalam kesusahan.
Hingga tiba suatu hari, datanglah seorang Dokter tampan, yang diperintah oleh pihak Rumah Sakit untuk mencek kesehatan para warga desa itu.
Saat pandangan pertama, Arumi langsung jatuh cinta kepada Dokter tampan itu. Walaupun Arumi mengetahui kenyataan pahit, bahwa Dokter tampan itu memiliki kekasih yang mau dia nikahi.
"Dokter aku menyukaimu, aku ingin menjadi kekasih mu," seperti itulah ucapan Arumi kepada Dokter tampan.
"Maaf Arumi, kamu wanita cantik dan baik. Kamu pasti bisa menemukan sosok laki-laki baik daripda diriku."
"Jika aku tidak bisa memilikimu, maka izinkan aku untuk memiliki keturunanmu," pinta Arumi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ghina Gita Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Susah Untuk Melupakan
Seminggu kemudian. Pagi-pagi sekali, para warga pada berkumpul di balai desa.
Arumi dan Ibunya yang sedang membuat kue untuk jualan, merasa bingung karena tiba-tiba para warga pada berlarian menuju balai desa.a "Ada apa ini Bu? Kenapa semuanya pada berlarian menuju balai desa?" tanya Surti, kepada salah satu warga.
"Ini loh mbak, kata suami saya para relawan yang berada di kota, datang ke desa sini. Untuk memberikan bantuan kepada para warga."
"Apa ada salah satu Dokter yang juga ikut datang?" tanya Arumi.
"Bukan salah satu lagi Arumi, malah beberapa Dokter yang juga turut ikut hadir. Kalau begitu saya pergi kesana dulu," ucap Nartini.
Setelah kepergian Nartini. Dengan cepat Arumi mencuci tangannya dan berpamitan kepada Ibunya, untuk segera pergi ke balai desa. "Bu, aku pamit dulu," ucap Arumi, yang berlari keluar rumah untuk segera menuju bali desa.
"Aku berharap kamu juga ikut Pak Dokter. Aku sangat merindukan kamu," batin Arumi, yang terus berlari agar cepat sampai di balai desa.
Sesampainya di balai desa, Arumi mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok laki-laki yang sudah beberapa minggu ini tidak Arumi temui lagi. Sosok laki-laki yang sangat Arumi, ingin sekali memeluk.
Namun tiba-tiba, Arumi dikejutkan oleh sosok wanita yang sangat cantik dan anggun. Wanita, yang terlihat menggunakan pakaian Dokter nya. "Maaf, apakah kamu yang bernama Arumi? Saya mencari keberadaan kamu, dan saya sudah keliling dan bertanya kepada warga," ucap Dokter Dinda.
"Iya saya Arumi, Bu Dokter. Maaf, Bu Dokter ada apa ya mencari saya?" tanya Arumi.
Dokter Dinda, menarik tangan Arumi, untuk menghindar dari kerumunan para warga. "Ini ada titipan dari Dokter Teguh, siapa tahu nantinya kamu akan membutuhkan," ucap Dokter Dinda, yang memberikan selembar amplop yang terlihat sangat tebal.
"Ini apa Bu Dokter?" tanya Arumi.
"Ini ada sedikit uang, kiriman dari Dokter Teguh. Dokter Teguh, juga meminta maaf kepada kamu. Tidak bisa datang ke desa ini, karena beberapa hari lagi akan melaksanakan pernikahan," jelas Dokter Dinda, yang sangat berhati-hati berbicara kepada Arumi.
#Flashback On
"Dinda, tolong kirimkan ini untuk Arumi. Maaf aku tidak bisa ikut ke desa. Karena beberapa hari lagi, aku akan segera melaksanakan pernikahan," ucap Teguh, kepada Dokter Dinda.
"Buat apa ini? Apakah kamu memiliki hubungan kepada dia? Ini sangat banyak Teguh! Aku tahu kamu sebenarnya, yang tidak mudah baik kepada orang yang tidak terlalu kamu kenal," jelas Dokter Dinda.
"Aku hanya peduli saja kepada dia. Karena dia baik dan juga keluarga nya baik kepada ku, saat berada di desa."
"Sungguh?" tanya Dokter Dinda, yang mencari kejujuran kepada Dokter Teguh.
"Iya aku serius."
"Baiklah akan aku berikan nanti. Kamu pikirkan saja acara mu nanti! Biar Arumi, aku yang urus."
"Terimakasih kamu bisa mengerti aku."
"Itulah gunanya teman."
"Mulai sekarang aku akan mengubur dalam-dalam, perasaanku kepada kamu. Tapi aku secara diam-diam akan mengawasi dan akan membuktikan siapa Clara itu sebenarnya," batin Dinda, dalam hati.
#Flashback Off
Sekuat tenaga Arumi menahan tangis nya yang sudah di hujung kelopak mata. "Sampaikan kepada Dokter Teguh, terimakasih untuk semuanya," ucap Arumi, yang berpamitan untuk segera pulang, dan membawa bingkisan yang diberikan oleh Pak RT
"Pasti akan aku sampaikan," jawab Dokter Dinda.
Arumi berlari dengan sangat cepat, hingga sampai di tempat yang paling ternyaman yaitu sungai, yang biasanya tempat Arumi mencuci pakaian dan menghabiskan waktu bersama dengan Nining.
"Sampai kapan aku seperti ini? Kenapa hati ku sakit sekali saat mendengar jika beberapa hari lagi Dokter Teguh, akan segera menikah," batin Arumi, yang menangis sejadi-jadinya.
"Aku tidak menginginkan uangmu, yang aku inginkan hanya kamu, yang bisa mengerti perasaanku," batin Arumi.