NovelToon NovelToon
The Yakuza Boss'S Favorite Twins

The Yakuza Boss'S Favorite Twins

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Anak Kembar / Romansa / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:67.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nima Nisa

Dilarang boom like! bijaklah dalam membaca.

Saito Rei dan Saito Ren adalah anak kembar Saito Asahi dan Saito Narumi.

Disaat kematian Narumi ia menitipkan wasiat terakhirnya pada adiknya yang bernama Aiko Miho dan kedua putranya.

Disisi lain kehilangan Narumi membuat Asahi susah untuk melupakan istri yang ia cintai itu. Sedangkan bagi Miho sebagai adiknya ikhlas dan merelakan kakaknya, tetapi yang berat baginya adalah memenuhi permintaan terakhir kakaknya.

Mampukah Miho memenuhi permintaan kakaknya walaupun banyak lika-liku yang dijalani nya, dan bisakah ia meluluhkan hatinya Asahi dengan bantuan Rei and Ren.

Penasaran sama cerita nya, cus baca say!

maafkan jika ada typo berterbangan ya say!

fb: Dzun Nurain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nima Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Licik

Pembicaraan mereka pun berakhir, dan mereka masuk kembali ke dalam rumah. Rei and Ren pergi ke kamar mereka untuk membersihkan diri.

Sesuai membersihkan diri, Rei pergi ke ruang tamu untuk menonton TV dan meninggalkan Ren yang masih sibuk mencari pakaiannya.

Rei berjalan melewati pintu masuk rumah dan ketika itu ia melihat seorang pria yang sedang berdiri di depan pintu rumah sambil menatap dirinya, Rei juga menatap orang tersebut.

"Kenapa dia menatapku seperti itu, apakah dia mengenalku? tapi kenapa aku tidak ingat kalau aku pernah bertemu dengan nya." Batin Rei.

"Apakah dia yang membuat kak Hisao tunduk dan memerintahkan ku untuk masuk ke klan Yakuza. Cih! menyebalkan sekali." Batin Sora.

Tak selang berapa lama Rei dan Sora bertatap tatapan, tiba-tiba Ren datang sembari berlari menuju ke arah Rei.

"Hei Rei! kenapa kau tidak menungguku. Dasar kau ini!" kesal Ren yang sudah ditinggalkan oleh Rei.

Tetapi Rei sama sekali tidak menggubris perkataan Ren.

"Rei?" panggil Ren kebingungan melihat Rei.

"Apa yang sedang dilihatnya?" Batin Ren lalu menoleh melihat apa yang sedang di lihat oleh Rei.

"Siapa orang aneh itu, dan kenapa dia tetap berdiri di sana. Apakah dia ingin menjadi sebuah patung?"

"Entahlah." Jawab Rei.

"Heh? mereka mirip, tapi yang satunya lagi sepertinya mirip seperti Soma, terlalu blak-blakan." Batin Sora.

Rei and Ren terus menatap orang aneh itu, hingga Hisao datang memanggil Rei and Ren untuk makan siang.

"Rei, Ren kalian … sedang apa?" tanya Hisao pada Rei and Ren.

Tatapan Hisao seketika tertuju pada orang yang berada di depan pintu. "Eh' Sora, kau datang."

Sora tersadar dari tatapannya yang tertuju pada Rei and Ren. "A' iya."

"Siapa dia Hisao?" tanya Rei pada Hisao.

"Apakah dia patung berbicara yang baru saja kau pesan?" timpal Ren.

"Hei' bukankah cara berbicara kalian itu sangat tidak sopan, terlebih lagi kau." Sora menunjuk Rei.

"Aku?"

"Bukankah kau seharusnya memanggil Kak Hisao itu dengan sebutan Paman."

"Ya, tapi menurutku wajahnya tidak kelihatan tua. Jadi untuk apa aku memanggilnya dengan sebutan Paman."

"Hmm' benar juga." Ren mengangguk.

"Sudahlah aku tidak ingin berdebat."

"Emangnya siapa yang ingin berdebat denganmu, lagipula aku tidak punya waktu meladeni orang sepertimu." (Ren).

"Oh' ternyata anak kecil mempunyai kesibukan yang lebih banyak daripada orang dewasa ya."

"Tidak juga, aku hanya sibuk memikirkan rencananya dan orang dewasalah yang menjalankannya." (Rei).

"Licik sekali dirimu."

"Di dunia yang seperti ini, tidak licik tidak akan pernah bisa mencapai puncak yang ingin kita gapai." (Rei).

"Hei sudahlah sudahlah. Sepertinya bukan hanya Soma, tetapi kau juga ingin berdebat dengan mereka berdua. Hentikan saja." Jelas Hisao.

"Soma? apa dia ada di sini? dimana dia?"

"Ohh' orang g*la itu, apa kau mengenalnya orang aneh?" (Ren).

"Orang g*la?"

"A' oke. Rei, Ren pergilah ke meja makan."

Rei and Ren menuruti perkataan Hisao dan pergi ke meja makan, sepanjang jalan menuju ke meja makan Rei menatap sinis Sora dengan di tuntun oleh Ren ke meja makan.

Hisao meminta Sora untuk masuk dan duduk di ruang tamu.

"Jadi ada kabar apa Sora?" tanya Hisao.

"Asahi saat ini tidak ada di markas, dan aku mengabari beberapa temanku untuk mencari tau keberadaannya. Ternyata dia berada di suatu bar yang sangat jauh dari Kota ini, bar itu sepertinya sangat dekat dengan anggota mafia." Jelas Sora.

"Bar? kenapa tuan Asahi bisa sampai ke sana? apa yang dia pikirkan?"

"Aku juga tidak tau yang jelas temanku berkata kalau dia seperti orang gila. Ia menolak semua wanita yang ingin mendekatinya dan tidak ingin di ganggu."

"Tuan tidak seperti itu di rumah, apakah dia menutupi dirinya dari Rei and Ren?"

"Entahlah. Dan juga sepertinya di sana ada orang yang menarik."

"Apa maksudmu Sora! apa kau sudah berani bermain denganku!"

"Tidak ada yang bermain, hanya saja ada kelicikan di setiap perjalanan. Jika kita tidak licik maka kita tidak akan kaya dan jika kita tidak licik maka kita tidak akan menang. Sepertinya Kak Hisao sudah mengerti jika aku mengatakannya sampai di sini."

"Siapa orang menarik yang kau katakan itu."

"Hmm' entahlah, yang jelas dia mempunyai niat buruk. Aku sudah memperingatkan Kakak dan semoga Kakak berhati-hati, tetap awasi orang itu."

"Sora sebaiknya kau jangan bermain-main denganku!"

"Bukankah aku sudah mengatakan, tidak ada yang bermain-main disini. Lagipula aku mengatakan yang sebenarnya." Ucap Sora sambil menutup matanya.

Tiba-tiba Rei and Ren datang dan mendengar perkataan Sora tadi. "Apa yang kau katakan! bisakah kau mengatakannya kepadaku juga," ujar Rei.

Sora melirik Rei. "Untuk apa aku mengatakannya pada anak kecil seperti kalian, lagipula ini tidak ada hubungannya dengan kalian."

"Jika ini menyangkut ayahku maka ini ada hubungannya denganku." Timpal Ren.

"Yaa … jika kau ingin tau maka cari taulah sendiri."

"Kau tau, dirimu yang seperti ini sangat menjijikkan." (Rei).

"Aku tidak peduli, mau kau menganggapku menjijikkan itu tergantung dirimu."

"Orang aneh ini sepertinya sudah melampaui batasnya." (Ren).

"Heh' ahaha … benar juga apa katamu. Dari tadi aku terus berpikir kenapa kau sangat mirip dengan sikapku, dan ternyata aku sudah menemukan jawabannya."

"Terserah apa yang kau katakan, lagipula aku sama sekali tak peduli."

"Sora, sepertinya kau berdebat dengan orang yang salah. Aku mengakui kau sangat pintar, tapi IQ mu tidak sebanding dengannya. Tanpa kau memberitahukan apa yang kau katakan padaku, dia sudah tau semuanya." Jelas Hisao.

Sora terkejut mendengar perkataan Hisao, Rei menyeringai. "Aku benci sama orang yang selalu menebak diriku dengan benar."

Rei berjalan mendekati Sora dan mengambil salah satu bantal di sofa itu, Rei membuka robekan yang sudah ada di bantal itu.

Ternyata yang ada di dalam bantal itu adalah alat perekam suara.

"Kau!" Sora terkejut.

"Aku hanya mengikuti apa katamu untuk mencari taunya sendiri, dan yang paling menarik dari perkataan mu ialah. Jika kita tidak licik maka kita tidak akan menang."

"Bukankah sudah kukatakan Sora, IQ mu sangat rendah walaupun aku mengakui kau sangat pintar." Timpal Hisao.

"Hei Rei, sejak kapan kau menaruh benda itu di situ?" tanya Ren pada Rei."

"Sejak … tiga hari yang lalu, sebelum bibi Miho pergi dari sini."

"Ohh' kau sangat licik."

"Jika kita tidak licik maka kita tidak akan menang, dan kau harus tau itu Ren."

"Heh' aku menyerah. Tidak kusangka Asahi mempunyai putra yang sangat menarik. Jika kau lebih pintar dari diriku, aku akan bersedia mengikutimu dengan mengorbankan kepalaku jika terjadi sesuatu padamu." Kata Sora.

"Heh, orang yang bisa mengalahkan kepintaran ku kini sudah bertuan dengan orang yang lebih pintar darinya." Sambung Hisao.

"Aku menghargai permintaanmu Sora."

1
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
bagus banget
Fida gemoy 😉
lumayan seru alurnya,Thor semangat terus berkarya nya,aku kasih kamu vote ya, happy terus 🤗🙋🏻‍♀️
꧁𝙉Ⓐノ𝙎ム꧂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ: makasih kak, aku selalu semangat kok and trs nulis karya selanjutnya
total 1 replies
Fida gemoy 😉
semangat ya, akhirnya tamat juga
B⃟cMarwa
masa begitu, ada-ada saja dia. haha
B⃟cMarwa
keren Rei ini.
Nurmawati Sari
lnjut thoor
Nm@
Selanjutnya, Apa yg akan dilakukan Asahi?
Semangat up, Thor!
꧁𝙉Ⓐノ𝙎ム꧂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ: hihi banyak kak
total 1 replies
nisa
miho harusnya kau pigi keluar negri aj dan kagak usah balik² lagi biar di cariin
𒅒𝙎ム¥ひ𝘙𒅒
terhura kagak tuh si miho
R.A.H.A.S.I.A. 😅
aduh Asahi kau punya suprise ternyata utk miho ya
kamu nanyeak
wow gaunnya bikin takjub kagak tuh is kalem is tenang y kn
kamu nanyeak
duh so sweet kali kelen iya aku pulak yg iri
kamu nanyeak
rui kau sebenarnya syg kn ma yuichi cuma yuichi nya aja yg terlalu mengikuti keinginan nya
kamu nanyeak
ekhem untung aja ngk apa² tu miho klok tidak melayang sudah jantung ku ini
kamu nanyeak
banyak² sabar aja lah ya
apaan tuh
haduh kayak melihat masad depan kan miho
.•♫•♬• 𝙎𝙤𝙠 𝙰𝚜𝚒𝚔 •♬•♫•.
tu lah kau Asahi pigi istri kau kan makanya jgn gtu lagi lain kali
.•♫•♬• 𝙎𝙤𝙠 𝙰𝚜𝚒𝚔 •♬•♫•.
haduh kok meg sad aq di sini ya
.•♫•♬• 𝙎𝙤𝙠 𝙰𝚜𝚒𝚔 •♬•♫•.
aduh emg lah ya pada wiwit semua
.•♫•♬• 𝙎𝙤𝙠 𝙰𝚜𝚒𝚔 •♬•♫•.
semua sudah beres waktu mencari dalang nya ya kan rui
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!