NovelToon NovelToon
PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA

Status: tamat
Genre:Mafia / Hamil di luar nikah / Selingkuh / Pelakor / POV Pelakor / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Meta Janush

Belinda Alexandra Amani dijual oleh ayahnya pada seorang pria asing saat ia berusia tujuh belas tahun. Dia dikurung dalam kamar gelap, kaki serta tangannya dirantai dan matanya ditutup kain hitam. Hampir setiap malam dia disiksa.

Setelah dilepaskan dari tempat terkutuk itu, Bella dijual kembali ke Nightclub sebagai pembayar hutang ayahnya. Empat tahun kemudian dia bertemu kembali dengan pria yang merenggut kesuciannya.

Pria itu bernama Dante Sebastian, seorang pria beristri dan sudah memiliki seorang anak.

“Sejak kapan kau bekerja disini?” Dante melontarkan pertanyaan sambil tangannya menyentuh tubuh gadis itu. Tangannya mengusap kulit lembut dan mulus Bella.

“Ehmm…..sejak tiga setengah tahun lalu!” jawab Bella dengan jujur.

“Kenapa kau bekerja disini? Apa kau kekurangan uang?”

Trauma, dendam dan keinginan untuk membalas orang-orang yg menghancurkannya. Tapi takdir membuatnya menjadi orang ketiga untuk membalaskan dendam dan merebut kembali miliknya.

PELAKOR ISTIMEW

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meta Janush, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14. MABUK

“Kau baru bangun sekarang? Apa kau tahu sudah jam berapa ini?” tanya Dante lagi.

“Maafkan saya Tuan Dante Sebastian, anda benar saya memang baru bangun. Maaf telah mengecewakan anda. Apa yang harus kulakukan untuk menebus kesalahanku?” tanya Bella tanpa basa-basi. Dia mendekatkan diri pada Dante yang berdiri sambil bersidekap dihadapannya.

Bella bersimpuh diujung tempat tidur tepat dihadapan Dante

“Kau tahu jam berapa ini?” tanya Dante seraya kedua tangannya menyentuh si kembar yang kemarin malam masih tertutup lambang X.

“Tidak tahu, Tuan.” jawab Bella menggelengkan kepala. Matanya melirik kearah nakas lalu mengambil ponselnya. Ha? Ponselku mati lagi? Sementara dikamar itu tidak ada jam dinding.

“Lihat jam tanganku!” Dante tahu jika ponsel gadis itu padam. Tangannya masih memainkan puncak kembar dan Bella berusaha menahan rasa geli lalu melirik kearah jam tangan pria iu\tu. Jam terbang Bella sudah tinggi, sentuhan kecil saja tidak akan membuatnya kelimpungan.

Tangan Dante masih bermain-main dan Bella justru menikmati apa yang dilakukan tangan pria itu.

“Sudah jam delapan.” jawab Bella seraya mendongak menatap dante. “Jam delapan pagi ya?” kata Bella mengulangi saat Dante tak meresponnya.

“Aaahhhhh!”

“Pffffff!” pertanyaan Bella justru membuat Dante kembali mendengus dan kedua tangannya justru mencengkeram si kembar hingga terasa sakit.

“Maaf Tuan…..apa jam delapan malam sekarang?” Bella mencoba menebak kembali. ‘Syukurlah, berarti tebakanku benar dan dia tidak menyakiti tubuhku gumamnya dalam hati. Bella merasa lega karena Dante sudah melepaskan cengkeramannya meskipun masih memegang lembut kedua kembar milik Bella.

“Kau tidur seharian?”

“Ya...maafkan saya Tuan, sepertinya memang begitu. Saya tidak ingat apa-apa.”

Tangan Dante kembali memainkan si kembar. ‘Aduhhhh sialan banget sih lelaki ini, dia menyentuh keduanya membuatku ingin menyentuhnya juga. Tapi dia tidak mengijinkanku untuk menyentuhnya, haa…...apa dia menyukai permianan tanpa sentuhan? Ini sangat menyiksa, dia sengaja menyiksaku! Bisik hati Bella yang frustasi menahan gairah.

Bella mencoba keberuntungannya, tangan terjulur hendak menyentuh pria itu, “Jangan sentuh aku!”

“Maaf tuan.’ Bella pun mengurungkan niatnya

“Kau tida bisa konsentrasi. Apa kau tidak makan?”

“Makan?” refleks setelah mendengar kata ‘makan’ perut Bella pun berbunyi. Seakan asam lambungnya merespon dengan mengeluarkan bunyi. Tangan Bella langsung memegangi perutnya dengan raut wajah menahan sakit.

“Pasti perutmu bunyi dan terasa sakit karena kau belum makan, iyakan?”

Bella mengganggukkan kepala sebagai jawaban.

“Apa terasa pahit dan mual?” Dante kembali bertanya dengan wajah dingin tanpa ekspresi.

“Iya Tuan….”

“Apa kau tahu apa yang akan terjadi padamu tiga bulan lagi saat aku mengembalikanmu ke VIP Club?”

Bella sangat tidak menyukai pertanyaan itu dan dia hanya menundukkan kepala lemah. ‘Aduh...bagaimana ini? Aku tidak mau kembali lagi kesana, sudah tidak ada kesempatan lagi bagiku jika Tuan Dante mengembalikanku kesana. Aku akan berakhir mengerikan. Jerit hatinya panik tapi dia tidak mau berkata sepatah katapun pada Dante.

“Aku tidak tahu seberapa buruknya tempat itu sehingga wanita terbaik ditempat itu adalah wanita sepertimu! Ujar Dante lagi melihat Bella yang masih diam dan menegang. Padahal tangan Dante masih bergerak memainkan puncak kembar gadis itu.

“Maafkan saya, Tuan. Saya akan bersiap untuk anda.” hanya kalimat itu yang mampu dia ucapkan.

“Berdiri!” perintah Dante kemudian memaksa Bella bergerak turun dari tempat tidur dengan jari tangannya yang masih berada ditempat yang masih disentuhnya ditubuh Bella.

‘Sssshhhh perutku sakit sekali. Kenapa sih aku bisa seceroboh ini? Bella…..perutmu tak bisa kompromi lagi. Situasi lagi genting tapi malah membuat masalah baru.

Pasti aku akan dikembalikannya pada Julian dan pria itu akan menjualku ketempat lain untuk melunasi semua hutang-hutang si Julian. Aku pasti akan berhutang lebih besar lagi ditempat yang baru, pusaran hidupku akan tetap sama dan tidak akan berubah. Bisa saja aku dilemparkan ke jalanan!

Ayolah Bella, berpikir cari jalan untuk menyenangkan pria ini. Kalau aku tidak keluar dari sini, berarti selamanya aku akan terikat dengan orang ini menjadi simpananya sampai diabosan, huh menjijikkan.

Semua pilihan sulit, tidak ada yang baik tapi mungkin jika aku tinggal bersama pria ini akan lebih baik karena dia tidak akan menaruhku dijalan. Pikiran Bella dipenuhi oleh berbagai pikiran, berandai-andai tentang kemungkinan yang bisa saja menimpanya.

“Apa yang harus kau lakukan disini?” tanya Dante seakan tak peduli dengan tangan Bella yang memegangi perutnya yang sakit.

“Melayani anda.”

“Kau yakin sanggup melayaniku?”

Bella menggangguk meskipun dia ragu, rasa perih dilambungnya semakin terasa saat dia berdiri.

“Apa kau tidak melihat dirimu? Bau alkohol dan berantakan. Sangat menjijikkan, tidak menggoda sama sekali. Kau pikir aku mau dilayani oleh wanita pemabuk sepertimu?” bentak Dante marah.

“Saya akan membersihkan diri dulu.” jawabnya.

“Kau bukan saja bekas orang lain tapi juga pemabuk! Bagaimana bisa kau melayaniku? Aku sama sekali tidak tertarik melihatmu!” Dante seakan enggan merespon langsung menyerang bella dengan kata-kata sarkas.

“Maafkan saya Tuan!” suaranya lemah sambil menundukkan kepala.

“Maaf...maaf…..hanya kata itu yang bisa kau ucapkan!”

Bella tak menjawab selain semakin menunduk dan dia. Dia sadar jika dia telah melakukan kesalahan.

“Kemana semua keberanian yang kau tunjukkan kemarin, ha? Sekarang kau bahkan tidak bisa berkata-kata untuk menentangku!” sindirnya.

“Maafkan saya Tuan! Kemarin saya pikir club akan mempertahankan saya makanya saya berani bicara. Tapi sekarang saya terikat dengan anda, saya tidak berani melawan.” ucap Bella sambil mengangkat wajahnya. Mata mereka bertemu, sambil menahan sakit perut Bella hanya bisa meringis karena Dante kembali mempermainkan kedua bukit kembarnya.

“Lihat dirimu! Kau bahkan tidak mengganti pakaianmu saat aku datang. Sungguh menjijikkan!” pria itu terus menerus mencari kesalahan Bella dan menghinanya.

“Saya tidak mempunyai pakaian disini dan saya juga tidak bawa baju ganti.”

“Kau pikir aku tidak tahu tentang itu?” sudut bibir Dante terangkat mendengar ucapan Bella.

Bella merasa kesal dengan sikap dan perilaku pria itu. ‘Maunya apa sih, apa dia ingin aku yan berinisiatif? Mana mungkin aku keluar untuk beli baju dengan pakaian seperti ini.’

“Tuan, apakah anda berkenan jika aku kembali kerumah untuk mengambil pakaianku?”

“Tidak berkenan!” ucap Dante dingin. Lalu dia mendekatkan kepalanya ke tengkuk Bella dengan tangan yang diangkat dan memegang wajah Bella.

Tangan satunya menyibak rambut gadis itu. “Kalau tidak ada pakaian yang bisa kau pakai disini ya sudah tidak perlu memakai apapun. Disini tidak ada siapapun yang melihatmu kecualiaku dan kau.”

Mendengar ucapan dante membuat bulu kuduk Bella meremang. Dante melepaskan Bella dari cengkeramannya lalu mebalikkan tubuh dan berjalan menuju pintu.

“Bersihkan tubuhmu dan siapkan makanan! Aku lapar!” ujar Dante lalu menutup pintu.

“Apa? Makanan?” Bella menghembuskan napas panjang dan mengerjapkan matanya ketika pria yang baru saja menginterogasinya sudah keluar dari kamar. ‘Mau buat makanan apa? Memangnya dia pikir aku bisa masak? Ahhhh….merepotkan saja.

Padahal dia kaya kenapa tidak minta chef saja yang menyiapkan makanan untuknya? Bella protes, memikirkan dapur dan masakan sukses membuatnya semakin cemas.

Sambil berdecak, Bella berlari ke kamar mandi lalu membersihkan tubuhnya dibawah shower untuk menyegarkannya dari hangover. Selesai mandi, dia mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. ‘Apa yang harus aku pakai? Tidak mungkin aku pakai celana ini lagi, sudah kotor!

Saat Bella melihat wardrobe yang kosong  melompong. Dia pun melepaskan handuk basah yang melilit tubuhnya dan mengganti dengan handuk kerinh. Bella terpaksa melilitkan handuk menutupi tubuhnya.

1
Nami chan
Dejavu ama ant man 🙈 tp beda
Nami chan
Hah? Kok jadi cerita superhero?
Fredy: ada hulk ga?
total 1 replies
Nami chan
Kan dante udah dikasih tau nick? atau siapa ya yg bilang udh dikepung, makanya kalo fiserang suruh semua penghuni masuk bunker
Nami chan
Paa secara ga langsung mau kasih info ke anna biar ga bingung. Tp knp mesti muter2 sih, ga langsung ngomong. Kan cm ada manuel doank, dan lagi udh dikasih tau dante dia bukan bella
Nami chan
Kan barrack udah tau bukan bella, seingetku dante pernah ngomong
Nami chan
Yg heran itu kok bs mimpin lama.. Pdhl perasaan tiap perang banyak pasukan federal yg mati.
Mmg robert sll kambing hitamin org tiap ada gagal perang. Tp kan ttp dibawah kepemimpinan robert intinya.
Anggep ada yg backing org kuat. Tp kalo presidennya bener harusnya ttp curiga. Kecuali presiden jg iblis
Nami chan
Bukannya rudal udah diganti target ke arah gudang senjata yg dikepung federal?
Nami chan
Disuruh jangan sebut nama padahal
Nami chan
Aku ga paham maksudnya robert kane ngrencanain apa?
Nami chan
kan haizzz pengacau emg bocil kematian ini. kok emosi aku
Fredy: sabar mba..sabar jgn emosi, cukup hajarrrr..pukulll..tendangg 😂😂😂
total 1 replies
Nami chan
malah jd beban si sarah itu. Jd kebagi konden dante
Nami chan
Ga paham dante skrg udah sampe dimana? Maksudnya sarah ikut ke tempat transaksi?
Nami chan
Apa ga seharisnya bilang ya walau mgkn anthony pun ga akan langsung percaya.
Tp kalo ga bilang ada kemungkinan anthony bakal lindungi robert.
Walaupun udh tau bukan anaknya tp pasti merasa udh dirawat. Krn blm tau sifat asli robert
Nami chan
Noel kenapa manggilnya masih tuan aja 🤣 masih sungkan kah?
Nami chan
nah udah kuduga.. aku ketar ketir takut pas dante tlp malah sibuk gr2 nick lg tlp ed. Harusnya mereka punya hp sebanyak jumlah temennya gasih ? 🤣
Nami chan
Tp duduk manispun otaknya bekerja lbh berat drps yg lain. Biasanya pemimpin lelah di otak
Nami chan
Maksud belinda mungkin dunia dante CS itu bahaya. Belinda udh mmg biasa ada di sikon bahaya jd biar dia aja yg udah terlanjur masuk. Jangan sarah juga.
Lagipula dante tipe setia, barrack tipe suka jajan. Mgkn itu yg jadi pertimbangan
Nami chan
Ya karna waktu belinda hamil itu yg belinda rasain, makanya nurun ke janin. Lagian jg belinda takut gelap gara2 kau dante
Nami chan
Maksudnya ini 1 arah? trs kuarnya gimana? Berarti tiap kesana harus 2 org. Apa itu untuk penjara apa gmn
Nami chan
Wkwkwkk grogi sampe dante gagal romantis.
Ada cjncin berlian ditaroh di atas spon cuci piring 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!