NovelToon NovelToon
Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Dhavin Bos Mafia Jatuh Cinta Kepadaku S2

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:98.5k
Nilai: 5
Nama Author: RisyArhes

Sekuel kedua dari Chat Story dengan judul yang sama.

Kisah ini akan menceritakan Dhavin Calvaro yang merupakan seorang Bos mafia yang akhirnya sudah mendapatkan wanita yang dicintainya.

Hari-harinya dipenuhi dilema karena Revina, sang istri selalu memiliki keraguan terhadapnya.

Siapa yang tidak ragu, jika suaminya adalah seorang pria kaya, punya penampilan dalam berjuta pesona yang mampu membawa dosa untuk para wanita lain, justru adalah orang yang menyukai Revina yang merupakan perempuan dari desa.

Dan satu keraguan yang dimiliki Revina pun adalah karena Dhavin masih saja menyimpan rahasianya.

Dhavin tetap menyimpan rahasia besarnya yang merupakan seorang Bos mafia, kelompok yang selalu berada di sisi dari kegelapan dari kota metropolitan.

Kisah apa saja yang dijalani oleh dua orang ini? Ikuti kisahnya.

Warning! : Yang tidak suka alur lambat, skip saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RisyArhes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14 : DBMJCP : Mengurus masalah

Sore hari di hari yang sama.

Setelah ditelusuri sampai ke akar-akarnya, dalam kurun waktu kurang dari dua jam dan di bantu dengan Arlsei, dhavin akhirnya bisa menemukan orang yang berani memanipulasi foto yang di kirim ke handphone nya Revina, dan itu adalah…

BRAKK….

Pintu dari sebuah kamar hotel langsung terbuka dengan cukup kasar. dan Dhavin lah yang akan turun tangan sendiri atas insiden yang melibatkan wajahnya yang berharga itu.

Dhavin berjalan dengan langkah cepat dan lebar untuk menemukan sang tersangka atas kasus pertengkaran Dhavin dengan Revina tadi siang. 

Setelah berhasil masuk kedalam kamar, Dhavin akhirnya menemukan seseorang yang sangat Dhavin kenali itu, saat ini sedang tertidur dalam posisi tengkurap dan itu adalah…

“Freddy! Apa niatmu yang sebenarnya itu, sampai melakukan hal ini kepadaku?!” Kata Dhavin seraya menarik selimut yang menutupi tubuh Freddy yang sudah separuh telanjang itu.

“...........?!” Freddy yang sedang dalam keadaan kondisi separuh sadar, langsung membalikkan badannya dari posisi tengkurap tadi menjadi terlentang. “Niat apa?” Tanyanya. 

Dia tentu saja dalam posisi kebingungan, karena tiba-tiba saja Dhavin mendatanginya dengan ekspresi marah. Dan satu hal lagi, Dhavin bisa mengetahui lokasinya?

Namun di saat yang sama, tepat setelah Freddy membalikkan posisi tubuhnya, wajahnya langsung dihantam oleh handphone yang Dhavin lempar itu.

PLAK..!

“...........!” Freddy meringis, karena wajahnya yang terkena lemparan handphone itu sukses membuat dahinya sakit, tapi yang pasti hal itu juga membuat Freddy jadi dalam kondisi sadar sepenuhnya. ‘Apa-apaan Dhavin ini. Kenapa tiba-tiba mendatangiku? Bukannya dia sedang mencari hadiah untuk Revina? Kenapa justru ada disini memarahiku?’ pikir Freddy, seraya mengambil handphone lipat berwarna ungu itu. 

“Lihat saja itu. Aku tidak mau basa basi, katakan saja alasanmu melakukannya kepada Revina, karenamu dia menangis mengerti?! Jika tidak, aku tidak akan segan-segan memberimu pelajaran langsung saat ini juga.” Ucap DHavin memperingatkan Freddy dengan tegas. 

Freddy langsung mengernyitkan matanya saat dia melihat sebuah foto, dimana foto itu terpampang jelas adalah foto dengan wajah Dhavin, dan sayangnya di sebelahnya terdapat seorang wanita yang sedang tertidur. 

Akan tetapi, mengingat posisinya saat ini, Freddy tentu saja langsung menyadarinya, kalau laki-laki yang ada di dalam foto itu sebenarnya bukan Dhavin, melainkan Freddy sendirilah sosok dari pria yang sedang tertidur dengan seorang wanita itu. 

Untuk seseorang yang punya kemampuan dalam mengamati dalam presisi yang tinggi, maka dia langsung menyadarinya saat itu juga. Dan Freddy tentu sadar, itu benar-benar adalah dirinya. 

“Ini memang aku, tapi bukan aku yang melakukannya.” Freddy melipat kembali handphone tersebut, dan memberikannya kepada Dhavin lagi.

Tentu saja melihat keterdiaman Dhavin itu, Freddy sudah tahu kalau Dhavin masih tidak percaya dengan ucapannya itu. 

Karena itu, Freddy kembali berkata : “Aku tidak membutuhkanmu untuk percaya kepadaku. Tapi sebaiknya tanyakan saja pada Ibumu itu. Kamu tahu kan, Ibumu itu selalu saja punya rencana aneh di dalam kepalanya, seperti kejadian yang terjadi pada Revina satu tahun yang lalu, dialah yang merencanakannya.” Jelas Freddy panjang lebar. “Sampai sisi Dev itu keluar..apa kamu paham maksudku? Ibumu lah yang melakukannya. Dan kali ini juga.”

Ekspresi wajah Dhavin tentu saja langsung menjadi buruk. Lagi-lagi yang melakukannya Ibu?

“Tapi jika saka kamu tidak menuruti perintahnya, tidak mungkin Revina memarahiku!”

“............” Freddy hanya duduk sambil mendengarkan ocehan dari Dhavin, yang ternyata benar-benar menyangkut Revina lagi dan lagi. ‘Revina ya-’ panggil Freddy di dalam hatinya. 

Sosok wanita yang satu tahun lalu pernah Freddy culik, agar Dhavin yang kala itu pergi ke luar negeri, harus terpaksa kembali, dan cara paling ampuhnya adalah dengan memancing Dhavin dengan Revina yang perlahan ternyata berhasil menarik perhatian Dhavin. 

Dan karena insiden itu pula, kedua orang itu bisa bersma-sama. 

‘Hah…aku ternyata seperti mak comblang. Padahal dulu niatku hanya menculiknya dan membawanya ke negara ini saja, setelah anak ini benar-benar pulang, aku juga niatnya akan mengembalikan wanita itu ke negaranya. Tapi siapa yang akan menyangka, wanita yang pernah aku goda sampai menangis ketakutan seperti itu, justru berhasil mendapatkan hati Dhavin.’ Dalam diam Freddy pun tertawa mencibir dirinya sendiri karena ulahnya, membawa majikannya ini bisa menikah dengan Revina. “Ibumu paling hanya menguji istrimu itu ap-”

BUKHH…..

Satu pukulan dari bogem mentah milik Dhavin langsung mendarat di wajah Freddy, sampai Freddy sendiri jadi tumbang ke atas kasur lagi dengan rasa sakit yang langsung menjerat di wajah berharganya itu. 

“Kau itu bawahanku. Jangan turuti perintah dari Ibuku lagi!” Tegas Dhavin. 

Freddy kembali duduk dalam keadaan sudut bibirnya sudah memunculkan sebuah darah.

“Hahh…. kamu benar-benar-” Freddy tidak jadi bicara. 

Dhavin tentu saja langsung memberinya tatapan sengit kepada Freddy. “Hari ini ikut aku.” Cetus Dhavin dengan singkat. 

Setelah itu Dhavin meninggalkan Freddy sendirian, untuk memberinya waktu bersiap, karena Dhavin ingin memberi Freddy perlajaran, tentunya.

Tapi pelajaran apa yang an Freddy dapat itu?

____________

“Owwe…owee….owee….” Satu baby kecil itu menangis terus, sedangkan yang satunya lagi begitu anteng. 

Hal itu pun membuat Revina yang masih awam sebagai seorang Ibu, jadi kebingungan sendiri.

“I-ini…ini bagaimana caranya nenanginnya? Aku sudah coba memberinya susu, tapi tidak mau juga.” Revina benar-benar bingung saat sudah menggendong Levine, anak pertamanya yang sedang menangis sejadi-jadinya. “Sudah aku gendong lama, tapi tidak tenang juga.”

“Nyonya, anda istirahat saja. Biar saya yang akan menenangkan Tuan muda.” Kata wanita ini, yang bertugas untuk membantu mengurus kedua anaknya?

Bukan hanya dia saja, tapi ada satu orang lagi. Namun disebabkan babysitter yang satunya lagi sedang izin cuti keluar, maka saat ini Revina pun jadi turut turun tangan langsung untuk bergantian mengurus kedua anaknya itu. 

“Tapi kamu juga lelah mengurus selama seharian ini, aku mana bisa tinggal diam. Aku kan jadi tidak enak kepadamu.” Jelas Revina. 

“Nyonya, saya tidak apa-apa. Anda sendiri kan juga sedang dalam masa pemulihan, sebaiknya anda istirahat saja dulu. Lagi pula ini memang sudah menjadi pekerjaan saya.” Jawab babysitter ini.

“Oweee….Owee….”

‘Kenapa mengurus bayi sesusah ini?’ Sampai Revina, sebenarnya sampai sore ini dia sama sekali belum mandi.

“Ah..cup..cup…anak mama, tenang dong.” Revina sontak jadi gil sendiri karena bicara sendiri dengan bayi kecil yang hanya bisa tahu untuk menangis saja. ‘Haduh..haduh…kalau serepot ini, aku tidak mau punya anak lagi. Ini susah-’ Racau Revina. Dia sebenarnya memang sudah lelah, karena dalam seharian ini, ia sudah mendapatkan berbagai banyak hal, dan salah satunya tentang kasus Dhavin, yang saat ini sedang mengejar orang yang berani menggunakan wajahnya untuk membuat Revina jadi salah paham.

“Nyonya-”

“Tidak, biar aku saja.” Tolak Revina. Walaupun memang sudah cukup lelah, sayangnya melihat bayinya yang menggemaskan itu, dia tidak mau untuk memberikannya kepada babysitter ini dulu. 

KLEK…

Sampai suara pintu kamar, tiba-tiba saja terbuka dan meninggalkan sebuah pertanyaan untuk mereka berdua. 

“Ada apa ini? Kenapa kalian ribut, sedangkan bayinya terus menangis?” Tanya pria ini, siapa lagi kalau bukan si Dhavin. 

“...........!” Revina sedikit terkejut karena Dhavin tiba-tiba muncul dan langsung melontarkan pertanyaan yang memang kenyataannya dirinya sedang berdebat dengan baby sitter itu. 

“Owee…owee…owee….”

Dhavin segera mengambil langkah masuk. Saat itu juga, Dhavin melihat satu persatu wajah dari dua orang yang ada di dalam kamar anaknya itu, dan satu lagi salah satu anaknya ternyata sedang menangis. 

Namun di satu sisi, Revina yang sedang menggendong Levine, terlihat sudah pucat juga lelah. ‘Dia memang cukup keras kepala, kenapa tidak membiarkannya untuk di urus si Nanny saja?’ Pikir Dhavin. 

“K-kamu mau apa?” Tanya Revina, saat melihat Dhavin berjalan mendekatinya dengan tatapan mata penuh menyelidik. 

Tentu saja hal itu membuat Revina sedikit mundur. 

Melihat reaksi wajah Istrinya kelihatan takut, Dhavin segera memejamkan matanya dan berkata, “Sini, biar aku saja yang menggendongnya. Kamu istirahat saja sana.” setelah itu, matanya terbuka, dan menampilkan ekspresi wajah yang lebih lembut kepada Revina. 

Si Nanny itu pun langsung menunduk, karena sesaat tadi sempat diberikan delikan yang cukup tajam, sampai si Nanny ini merasa kalau tatapan mata yang diberikan oleh Tuan majikannya itu seakan bisa membuat matanya jadi buta. 

“Memangnya kamu bisa?” Tanya Revina, ragu. 

“Makannya di coba dulu.” Sela Dhavin di detik berikutnya. 

“Tapi aku ragu.”

“Jangan ragu terus, sini.” Pinta Dhavin, sudah memberikan mengulurkan kedua tangannya untuk menerima Levine itu. 

Awalnya Revina ragu untuk memberikan Levine kepada pria beruang ini?!

Tangan yang bisa saja memenyet segala hal dalam sekali penyet dengan tangan kekarnya itu, sekarang ingin digunakan untuk menggendong Levine?

‘Dia..aku tidak yakin. Saat dia memelukku saja, pinggangku rasanya seperti mau patah. Dan dia mau menggendong Levine?’ Wajah tak percayanya pun terpapar jelas di wajahnya, membuat Dhavin yang lelah menunggu, langsung merebut Levine dari tangan Revina. 

“Owee…owee….oweee…..”

“Jangan membuat Levine menangis terus. Dia pasti sudah lelah, sini.” Dan dengan sigap, Dhavin mulai menggendong Levine?!

“Owee…..”

Dhavin kemudian mencoba mengayun-ngayunkan tubuhnya agar membuat Levine mungkin saja mau diam?

“He?” Revina langsung bersuara kecil dengan wajah bingung.

“Wah…ternyata langsung diam. Sepertinya Tuan muda, sangat ingin di gendong dengan anda.” Terka Nanny ini, ikut terkejut karena Dhavin mampu menenangkan bayi menangis hanya dalam satu kali percobaan.

“Dia..menyukaimu.” Revina jadi merungut sedih. Karena lelah, dan melihat Dhavin mampu menenangkan Levine, maka Revina pun keluar dari kamar dan memberikan waktu sampai Levine benar-benar tertidur.

“Vin-”

KLEK..

Pintu kamar pun tertutup juga, menghentikan Dhavin untuk tidak memanggil namanya istrinya yang sudah keluar lebih dahulu. 

“Ada apa dengannya?” Gumam Dhavin. “Apakah dia masih marah denganku?” Imbuhnya. 

“Saya pikir ini karena stress saja Tuan. Biasanya seorang wanita yang biasanya hanya mengurus diri sendiri, tiba-tiba mengurus anak, mood seorang Ibu itu bisa langsung anjlok, jadi usahakan Tuan jangan terlalu membuat Nyonya terlalu banyak pikiran.” Jelas Nanny ini, memberitahu Dhavin atas masalah Revina yang tiba-tiba pergi begitu saja. 

‘Ya..dia kelihatan lelah sih. Bagaimana tidak, tadi siang saja dia mengajakku bertengkar karena foto itu.’ Pikir Dhavin. Dia pun tiba-tiba jadi merasa bersalah karena merasa terlalu cepat untuk membuat anak, dan tidak pernah memikirkan pendapat tentang Revina, apakah sudah siap atau belum. 

Hanya saja, di tengah-tengah Dhavin sudah berhasil menenangkan Levine, tiba-tiba saja..

PREEET….

“..........?!” Sepasang mata Dhavin membulat sempurna, saat hidungnya mencium aroma yang sangat familiar. 

Nanny ini mencoba menahan tawanya. “Sepertinya Tuan muda baru saja kentut.”

“Ya..aku tahu itu, tapi ini juga terasa ada yang hangat.” Kata Dhavin, dengan wajah horornya. 

“Kalau begitu, artinya Tuan muda akhirnya bisa buang air besar.” Imbuh Nanny ini. 

“I-ini ..ini harus bagaimana?” Dhavin jadi panik, karena dia benar-benar ingin mual dengan aroma dari BAB milik Levine. 

“Sini Tuan, biar saya saja yang mengurusnya. Tuan pergi dan istirahat saja bersama dengan Nyonya.” Ucap Nanny ini, memberikan solusi terbaiknya agar Dhavin lebih baik pergi, karena pada akhirnya Dhavin tidak akan mampu mengurus Levine sampai ke tahap untuk mengganti popok. 

1
Dina Novitasari
baru baca, seru crtanya😍
Mommy QieS
Like, subscribe n vote ya, Kak.
Mommy QieS
gift 🌹 untuk awal mulanya
Mommy QieS
like, subscribe n vote, Kak!
Xiaomi Redmi 4a
kok Uda tamat, maksudnya tamat beneran Thor??
Jiang Yingxia: ya.., sesi ini udah ditamatin dulu, nnti ada kelanjutannya sih. 🤧 tapi mau cri ide dulu.
total 1 replies
Xiaomi Redmi 4a
aiiih kasian Vina,,jgn lama2 amnesia nya ya thor
Xiaomi Redmi 4a
hah..jadi itu dhavin beneran,tapi kok jadi amnesia!!!??
Xiaomi Redmi 4a
Freddy nih bukan dhavin..ck
Xiaomi Redmi 4a
gimana vinella ma dhavin ya?
Xiaomi Redmi 4a
wooow...mulai terungkap satu2 ya.
Hera Imoet
ceritanya jadi ga terarah yaa arka kakak angkat Adel... tapi kakaknya vinella.... lajuttt thoorrr
Hera Imoet: owh seperti itu .. yaaa.... hehehehe
total 2 replies
Xiaomi Redmi 4a
semoga dhavin jadinya cepat plg lagi Krn ada penyerangan
Xiaomi Redmi 4a
Wuii kasian pengawal dhavin yg kocak tadi mati,,tapi jgn buat dhavin knp2 ya Thor...aq vote ya Thor... semangat
Xiaomi Redmi 4a
semoga dhavin baik2 aja
Xiaomi Redmi 4a
hmmm seminggu terasa lama yah buat yg saling mencinta
Hera Imoet
ishhh ada apa siii sebenernya... kepooo.. lanjutttt thoorrr cemungutzz
Hera Imoet
lanjutttt thoorrr cemungutzz
🍏A↪(Jabar)📍
lanjut
Xiaomi Redmi 4a
Uda la Vina,,kamu susul aja gih...
Xiaomi Redmi 4a
vinela,,kamu emang serba bisa..Ng salah kaki tangan pilihan dhavin,semua serba ok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!