Axelo adalah anak dari pasangan Sela dengan Presdir Axel sedangkan Adrian adik sepupu Axelo anak dari pasangan Seli dengan Presdir Albert.
Dua pemuda tampan mempunyai sifat yang sangat mirip kejam dan anti dengan para wanita yang mendekati dirinya.
Axelo di jebak rekan bisnisnya hingga akhirnya melakukan cinta satu malam dengan seorang gadis yang menjadi kekasihnya.
Adrian yang mempunyai kekasih ternyata selingkuh dan melarikan diri dengan rival bisnisnya hingga suatu ketika Adrian bertemu seorang gadis yang mirip dengan kekasihnya. Dendam Adrian membuat Adrian melakukan cinta satu malam.
Masing-masing orang tua Axelo dan Adrian meminta mereka untuk menikahi gadis tersebut.
Bagaimanakah pernikahan mereka? Apakah berakhir perceraian atau bertahan ketika kekasih masa lalu mereka datang untuk memintanya kembali dengan sejuta penyesalan.
Ikuti novelku yang ke 33
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Revisi : Penjelasan
"Axelo melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke kamarnya kemudian berjalan ke arah kamar mandi sambil melepaskan satu persatu pakaiannya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun dan masuk ke dalam kamar mandi tanpa memperdulikan keberadaan Adelia.
Axelo memutar kran shower dan air dingin shower membasahi tubuh Axelo yang sudah panas karena sejak tadi menahannya. Adelia yang di tinggal pergi oleh Axelo hanya bisa duduk di ruang keluarga.
"Apa aku pamit pulang saja?" tanya Adelia sambil berpikir.
"Lebih baik pamit saja, jika Kak Axelo tiba-tiba mengatakan ingin putus hubungan maka aku akan berusaha untuk menerimanya walau hatiku sakit asalkan Kak Axelo bahagia." Ucap Adelia sambil tersenyum namun terlihat jelas hatinya terluka namun tidak berdarah.
Adelia bangun dari kursi kemudian berjalan ke arah tangga, satu demi satu tangga dinaiki dengan perasaan yang bercampur aduk. Dirinya takut terluka jika Axelo memintanya putus tapi di sisi lain dirinya tidak mau memaksa Axelo untuk mempertahankan hubungan mereka.
Terlebih dirinya tahu Axelo adalah salah satu cucu terkaya nomer dua setelah Keluarga Besar Alvonso sedangkan dirinya tidak pantas untuk bersanding dengan Axelo.
Tes
Tes
Adelia yang sejak tadi menahan agar air matanya tidak keluar akhirnya keluar juga dan langsung di hapus nya dengan kasar.
Fiuhhh
Adelia menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian perlahan mengetuk pintu sebanyak tiga kali karena tidak ada jawaban Adelia membuka pintu dengan perlahan namun ternyata bukan kamar Axelo.
Adelia kembali menutup pintu kemudian berjalan ke pintu satunya namun lagi-lagi kosong dan di kamar ke lima barulah dirinya merasa kalau itu kamar Axelo karena lebih luas dari kamar - kamar sebelumnya.
Adelia perlahan masuk ke dalam dan melihat pakaian milik Axelo berserakan di lantai dan dengan inisiatif Adelia memunguti satu persatu pakaian milik Axelo dan memasukkan ke dalam keranjang khusus pakaian kotor.
Setelah selesai Adelia melihat ranjangnya berantakan membuat Adelia merapikan ranjang tersebut hingga rapi bersamaan pintu kamar mandi terbuka.
"Adelia, kenapa kamu ada di kamarku!" Bentak Axelo dengan menggunakan jubah handuk.
"Maaf, aku tadi ingin pamit pulang dan melihat pakaian milik Kak Axelo berserakan di lantai maka aku masukkan ke keranjang khusus pakaian kotor." Jawab Adelia jujur.
"Lalu kenapa merapikan ranjang ku?" tanya Axelo dengan nada setengah oktaf.
"Aku hanya ingin merapikan dan tidak ada maksud lain." Jawab Adelia sambil berjalan ke arah pintu.
"Maaf kalau kehadiranku membuat Kak Axelo tidak nyaman dan aku janji mulai hari ini dan seterusnya aku akan pergi dari kehidupan kak Axelo." Sambung Adelia sambil membuka pintu kamar Axelo.
"Selamat tinggal Kak, semoga Kakak selalu bahagia." sambung Adelia lagi sambil berjalan keluar dari kamar Axelo.
Grep
Tanpa menjawab Axelo mengejar Adelia kemudian menahan tangan Adelia agar tidak pergi.
"Maafkan Kakak, Kakak mohon jangan pergi." Mohon Axelo untuk pertama kalinya.
Adelia menarik tangannya sambil membalikkan badannya untuk menatap wajah tampan Axelo.
"Sebenarnya ada masalah apa? Kenapa Kakak tiba - tiba seperti ini?" tanya Adelia.
Grep
"Kamu ingin tahu, kenapa Kakak seperti ini?" Tanya Axelo sambil memeluk tubuh Adelia.
Adelia hanya menganggukkan kepalanya sambil membalas pelukan Axelo.
"Ada orang yang memberikan obat perang sang dan saat ini Kakak masih berusaha untuk tidak memakan mu. Sebelum itu terjadi pergilah dari apartemen Kakak karena Kakak tidak ingin merusak orang yang Kakak cintai." Jawab Axelo menjelaskan ke Axela kenapa dirinya berkata dengan kasar.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :