Emin Erdana gadis cantik nan rupawan, usia 18 tahun terpaksa harus menikah dengan Tuan muda Abelano putra tunggal Tuan Basten dan Nyonya Agatha. Untuk menyelamatkan reputasi Keluarga Besar Basten. Setelah pernikahan Putranya Abelano gagal karna sang kekasih lebih memilih pria lain.
Akankah Emin Erdana menerima pernikahannya dengan Abelano?
"Apakah Abelano dapat menerima pernikahan itu? simak ceritanya di "Contrac wedding 30 day's with CEO "
by Morata
FB Nolan s
Ig Sihalohoherlita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14. INGIN BEKERJA
Setelah selesai berbicara dengan Daren, Ia pun mematikan sambungan telepon selulernya. "Oh jadi ponsel yang kamu gunakan dulu pemberian dari lelaki itu? dan sekarang kamu menggunakan ponsel pemberiannya lagi? Kamu pikir saya tidak mampu membeli ponsel untukmu?" tanya Abelano merasa diremehkan oleh Emin dan Daren
"Maaf tuan, Sepertinya saya tidak pernah mengatakan kalau Tuan tidak mampu membeli ponsel. Bahkan Tuan membeli pabriknya saja pasti mampu. Bagaimana mungkin aku berpikir Tuan tidak mampu membelikan sebuah ponsel seperti ini.
Inilah yang namanya persahabatan, saling memahami, walaupun aku hanya rakyat jelata. tetapi Daren tidak pernah memandangku seperti itu. Karena Daren lelaki yang taat agama, bermoral dan berakhlak. Emin memuji Daren di hadapan suaminya sendiri.
"Apa maksudmu memuji-muji lelaki itu di hadapanku? apa kamu mencintainya? kalau kamu mencintainya silakan pergi dari sini!" Emin menggelengkan kepalanya. Memiliki pendidikan yang tinggi dan kaya raya, bukan membuat orang semakin berakhlak dan juga bermoral. Tetapi banyak di antara orang-orang kaya yang berpendidikan tinggi tetapi tidak berakhlak.
Menatap remeh rakyat kecil, tanpa menyadari harta kekayaan hanya titipan dari Allah. Jika Allah berkehendak semuanya bisa lenyap begitu saja dengan sekejap. Tuan Abelano memang memiliki segalanya. Tetapi bukan berarti Tuan Abelano memiliki kebebasan berbicara kepada rakyat kecil sepertiku.
Seharusnya Tuan Abelano menyadari, Mengapa kekasih Tuan Abelano Clarissa meninggalkan anda. Intropeksi diri sendiri Jangan pernah menyalahkan orang lain akan kejadian yang menimpa anda.
Untuk menyelamatkan reputasi keluarga utama Basten, aku rela menikah dengan anda. Bukan berarti aku ingin menguasai dan berharap harta kekayaan yang anda miliki. sedikitpun itu tidak pernah terbesit di benakku untuk memiliki harta kekayaan keluarga ini.
Dari awal pernikahan kita, anda mengetahui saya menolaknya. Tetapi karena permohonan dari Nyonya Agatha dan Tuan Basten untuk menyelamatkan reputasi keluarga ini, saya akhirnya menyetujui pernikahan ini. walaupun saya mengetahui Anda tidak akan pernah menerima saya sebagai seorang istri.
Jangankan sebagai seorang istri, menatapku saja anda tidak sudi. Karena aku hanya anak seorang pembantu. Tapi perlu Anda ketahui Saya juga manusia memiliki harga diri dan hati nurani. Seharusnya Anda berterima kasih kepada saya, karena rela menikah dengan lelaki yang sama sekali tidak aku cintai. Untuk menyelamatkan reputasi keluarga anda.
Betapa malunya keluarga ini, jika pernikahan itu tidak berlangsung. Apalagi undangan catering dan segalanya sudah dipersiapkan. Aku diam bukan berarti anda semakin melunjak menghina saya, mengatai Ku wanita murahan. Memangnya Sejak kapan saya Anda lihat menjual diri? tanya Emin dengan garang karena dirinya sudah merasa sangat direndahkan Abelano.
"Tapi saya bersyukur dengan kontrak pernikahan yang ada berikan itu kepadaku. Itu artinya setelah 30 Hari Berlalu, aku terlepas dari pernikahan bohongan ini. Sungguh menyedihkan. Tetapi aku harus jalani. tidak pernikahan yang seperti ini yang aku inginkan. Aku ingin menikahi lelaki yang aku cintai dan lelaki itu juga mencintai aku. walaupun kamu tidak memiliki harta kekayaan seperti Tuan Abelano.
"Terima kasih, sudah membuat kontrak pernikahan itu." ucap Emin dengan lantang yang mampu membuat Abelano langsung terdiam. Emin meninggalkan Abelano begitu saja di kamar berniat untuk menghampiri Bi Astuti setelah menyampaikan apa yang ada di dalam isi hatinya kepada Abelano.
"Mengapa aku diam? ketika dia mengutarakan segalanya dan memuji-muji pria lain di hadapanku." gumam Abelano dalam hati ketika sudah menyadari kepergian Emin dari hadapannya
"Assalamualaikum bibiku yang cantik dan kece badai." sapa Emin sambil memeluk Bi Astuti yang sedang memotong memotong bahan makanan yang akan diolah."Kamu memang bisa saja selalu menggoda Bibi. Ada apa Sayang? ada yang bisa bibi bantu?
" Oh no Bibi, justru Emin datang ke sini untuk membantu bibi. Adakah yang bisa Emin bantu?
"Kamu duduk saja di sini. Jangan pegang apa-apa. Nanti nyonya besar marah. "Apa kamu mau Bibi dipecat? Emin menggelengkan kepalanya. lalu menuruti apa yang dikatakan oleh bi Astuti kepadanya.
"Oh ya Bi, ada sesuatu yang ingin Emin tanyakan kepada bibi.
"Apa itu sayang?
"Jika suatu saat nanti aku tidak ada di rumah ini lagi, apa Bibi masih bersikap sama kepada Emin?
"Hus.....pertanyaan macam Apa itu emin, Memangnya Bibi pernah bersikap Bagaimana kepadamu? sebelum kamu menikah dengan tuan Abelano Bibi selalu bersikap sama kepadamu." sahut Bi Astuti kepada Emin dibalas anggukan dari amin.
"Memangnya ada apa Emin? Mengapa kamu bertanya seperti itu? Emin menghela nafas panjang. Ingin sekali Emin memberitahu segalanya kepada sang asisten rumah tangga yang begitu menyayangi Emin selama, berada di rumah utama keluarga Basten.
Nanti setelah ini, apa Bibi masih memiliki pekerjaan yang lain? jika waktunya bibi istirahat bolehkah meminjam Bibi sebentar? Memangnya ada apa Emin? Bibi semakin penasaran saja apa yang ingin kamu bicarakan kepada bibi?
Emin hanya nyengir kuda. dan tidak menjawab pertanyaan Bi Astuti. Karena ia menyadari ada Nyonya Agatha yang baru saja datang menghampiri mereka. Sehingga Emin memilih Untuk menghentikan percakapannya dengan Bi Astuti. "Kamu di sini sayang, di mana suami kamu? tanya Nyonya Agatha sambil menelisik seisi ruangan. Tetapi tidak menemukan sosok putranya di sana.
"Mas abilano masih berada di kamar. Besok dia baru ke kantor." sahut Emin sambil mengembangkan senyumnya kepada Nyonya Agatha.
Tiga minggu sudah berlalu setelah pernikahan Emin berlangsung. Emin gundah gulana, ketika mendapat kabar dari Arum kalau Emin sudah diterima bekerja di tempat Arum saat ini bekerja. Di salah satu perusahaan.
"Bagaimana caranya aku meminta izin kepada Nyonya Agatha, agar diperbolehkan bekerja. dan bagaimana aku mengatakannya kepada Abelano. Padahal sebentar lagi pernikahan kami akan segera berakhir." gumam Emin di dalam hati.
Emin memberanikan diri menemui Nyonya Agatha."Mom ada sesuatu yang ingin Emin bicarakan kepada mami.
"Ada apa Sayang katakan saja apa yang ingin kamu bicarakan?
"Begini mom, untuk menghilangkan kebosanan Emin di rumah, Emin berniat untuk bekerja. dan kebetulan Emin sudah diterima bekerja di salah satu perusahaan yang kantornya tidak jauh dari komplek perumahan kita." ucap Emin berhati-hati kepada Nyonya Agatha
"Memangnya kamu mengapa ingin bekerja? bukankah suami kamu memberikan nafkah yang cukup kepadamu?
"Mas Abelano memberikanku nafkah yang cukup mom, tetapi bekerja hanya agar Emin tidak merasa bosan saja di rumah."sahut Emin yang mampu membuat Nyonya Agatha menggelengkan kepalanya.
"Tidak nak, apa kata orang nanti, menantu keluarga Basten dibiarkan bekerja di salah satu perusahaan. sementara kamu tahu sendiri perusahaan kita juga sangat besar Jika kamu ingin bekerja dan menghilangkan rasa bosan, lebih baik kamu menemani suami kamu di kantor. Dan membantunya disana." ujar Nyonya Agatha kepada Emin yang dapat membuat Emin langsung terdiam, ketika mendengar jawaban dari Nyonya Agatha. Itu artinya harapan bekerja di perusahaan tempat Arum bekerja saat ini, pupus sudah.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN
Dan semoga Emin selalu sukses di luar sana,Jgn mau di pujuk pulang oleh pria tua itu lagi iya Emin..👍🏻