Cerita ini merupakan cerita sambungan atau sequel dari Kisah Cinta Dalam Perjodohan (Tian dan Bianka) yang memiliki dua anak Fillio dan Fillona.
Dan kali ini akan menceritakan kisah kehidupan Fillona atau Lona dengan suami (Zicko) juga Anak mereka (Zilo).
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zi_13
Zicko mencari keberadaan istrinya yang tidak kembali bahkan sudah hampir satu jam lebih, dia pun keluar untuk mencarinya dan menggeleng saat melihat Istrinya malah mengantarkan pesanan pengunjung.
Lona yang melihat nya pun tersenyum seraya berbalik menghampiri.
" Jadi,-
" Aku bantu mereka, Cafe ramai masa mau diam saja " Ucap Lona tersenyum membuat Zicko mengangguk.
" Wait aku ke dapur sebentar "
Zicko menatap Cafe nya yang memang selalu ramai, sangat bersyukur baginya karena semua usahanya berjalan sangat lancar.
Hotel yang juga ramai serta Cafe yang juga selalu banyak pengunjung.
" Sudah selesai urusan dengan Kak Sandi " Ucap Lona yang sudah kembali.
" Sudah, semua Informasi Lisa sudah aku tau."
Lona mengangguk,,
" Kita pulang sekarang " Ajak Zicko dan Lona sendiri mengangguk memang sudah sore dan Malam ini Putranya pulang bersama Opa juga Oma nya.
" Aku ambil tas dulu "
" Tunggu Sayang,, Biar Aku yang ambil " Cegah Zicko dengan mengusap wajah Istrinya.
Lona menatap beberapa pengunjung yang berada di sana, Rasanya semakin tahun usaha mereka semakin bertambah bahkan kini suaminya bisa membuka cabang di beberapa tempat.
" Yuk "
Lona menoleh dan tersenyum saat Zicko menggenggam tangan nya dan berjalan keluar.
Beberapa pengunjung tampak menatap mereka, banyak yang merasa kagum namun ada juga yang merasa patah hati karena melihat pemilik Cafe berjalan bersama istrinya nya.
Walau Zicko sudah banyak yang tau telah memiliki Istri dan Anak, namun tetap saja pengunjung Cafe yang lebih banyak remaja itu mereka sengaja datang pun karena ingin melihat ketampanannya.
____
Lisa menetap tidak percaya saat semua Informasi Lona dia dapatkan, bahkan dia tidak menyangka jika ternyata Istri dari laki laki yang dia kagumi adalah anak dari Salah satu Pengusaha Sukses di Jakarta dan termasuk Asia.
Jadi wanita itu anak dari Cristian Wiharto pantas aku merasa tidak asing dengannya.
Tapi walaupun dia anak Pengusaha Nomor satu, aku tidak akan menyerah begitu saja.
Semua aku perjuangkan sampai detik ini karena Zicko.
Aku ingin bisa bersanding sejajar Dengan nya.
Aku bukan perempuan yang dulu, Tidak memiliki apapun dan hanya bisa diam melihat laki laki pujaan aku.
Lisa menutupnya,,
dan mengambil Ponselnya.
" Ya Bu Lisa "
" Hubungi sekretaris Tuan Cristian Wiharto untuk kita bertemu dan melakukan kerja sama."
" Baik Bu "
Lisa menutup telponnya dan terdiam,,
Dia akan lebih dulu mencari tau Keluar Wiharto dengan seperti itu, dengan mudahnya dia akan bisa menjauhkan Lona dari Zicko.
Walau Lisa seorang Pembisnis, namun dia tidak lebih mengenal siapa Cristian dan keluarganya.
Lisa pun menghela napas nya dan menatap sebuah Foto dimana terpampang jelas wajah Zicko yang terdiam di dalam perpustakaan.
Dulu Lisa sering sekali mencuri pandang Zicko dan sesekali mengambil fotonya.
Di saat dirinya tidak berani mendekat walau hanya sekedar mengapa nya nya dan hanya dengan mencuci pandang saja itu sudah sangat membuat Lisa bahagia.
Namun kini, Siapa yang tidak tau dan mengenal dirinya, Sudah banyak Produk kosmetik yang dia luncurkan dan sangat laris di pasaran.
Dengan mengandalkan semua itu, Lisa berharap bisa menggantikan Posisi Lona di sisi Zicko.
Tok,,
Tok,,
Tok,,
" Permisi Bu Lisa "
" Ya Ada Apa "
" Saya sudah mencoba menghubungi Sekretariat Tuan Cristian namun untuk hari ini dan beberapa hari kedepan Tuan Cristian tidak bisa di temui karena sedang berada di luar Kota, tapi Setelah pulang Mereka akan menghubungi balik kita."
Lisa mengangguk,,
" Jika mereka menghubungi Balik, Langsung Kabari Saya untuk bisa segera bertemu."
" Baik Bu , Kalau begitu Saya Permisi."
Lisa tersenyum,
Sedikit harapan untuknya bisa mendekati mereka, Jika Zicko sangat sulit dia akan mencoba dari keluarga Lona bahkan Lona sendiri.
______
Zicko dan Lona sampai di rumah, dan terlihat sebuah Mobil terparkir di depan rumah mereka.
Lona Langsung berlari karena tau jika Orang tuanya juga Putranya sudah sampai di Rumah.
" Sayang hati hati " Ucap Zicko
" Zilo Sayang " Ucap Lona masuk ke dalam rumah nya.
Zilo yang tengah duduk di meja makan pun menoleh,,
" Mommy " Ucap Zilo dengan mulut penuh makanan.
LoNa tersenyum dan segera memeluk Putranya,,
Bianca yang baru saja keluar dari dapur pun hanya menggeleng melihat tingkah putrinya.
" Astaga Honey,, Itu Zilo kasihan Nak " Ucap Tian yang berada di sana.
Lona melepaskan pelukannya dan mencium pipi Putranya.
" Maaf Ya Mommy kangen banget "
" Pa, Ma , " Sapa Zicko mencium punggung mertuanya.
" Hai Boy " Sapa Zicko menghampiri Putranya.
Zilo pun memeluk Zicko karena juga dia merasa kangen dengan orang tuanya.
" Papa ,, Mama sampai jam berapa kok gak ngabarin Ade sih "
" Maaf Sayang,, Bibi bilang kamu lagi ke Cafe jadi ya Udah kita di sini dulu deh terus Zilo lapar Mama masak aja, Kalian sudah makan ? "
" Kita sudah makan di Cafe Ma "
Bianca mengangguk,,
" Papa dan Mama boleh menginap malam ini kan, Besok Papa harus kembali ke Bandung untuk ketemu Klien di sana dan juga menjenguk Abang"
" Sebenarnya Kita juga ingin ikut Pa, tapi Besok Zilo sudah mulai Sekolah."
Lona terdiam,,
Dia pun sangat rindu dengan Abang juga semua yang berada di Bandung, namun Zilo harus sekolah.
" Kan bisa lain waktu,, Lagian Kami juga tidak lama Honey,, " Lanjut Bianca yang melihat kesedihan Putrinya.
Lona mengangguk..
" Jadi Opa dan Oma nginap malam ini "
Bianca mengangguk membuat Zilo kembali senang.
" Tapi Kakak tidur di kamar sendiri dan tidak boleh bareng Opa Oma oke "
" Siap Mommy "
Lona tersenyum dan mengusap rambut Putranya yang masih menikmati makanannya.
Mereka masih berada di meja makan dengan saling mengobrol.
*****
Hari sudah Malam,,
Semua sudah berada di kamar masing masing termasuk Tian dan Bianca yang memang menginap di rumah Lona.
Bianca terlihat menyisir rambut panjangnya, dia baru saja selesai mandi berbeda dengan Tian yang malah menatap Laptopnya.
Beberapa hari dia meninggal Perusahaan dan masih akan harus ke Bandung untuk bertemu Klien di sana.
Ting,,
Ponselnya bunyi, Tian melirik dan menyambar nya.
Sebuah pesan dari Asistennya.
" Lisa,, " Gumam Tian heran karena dia sama sekali tidak pernah mengenalnya atau tau dari perusahaan mana.
" Kenapa Mas " Ucap Bianca menatapnya.
" Gapapa Sayang, ini hanya Andri Mengabarkan jika ada salah satu Pengusaha wanita untuk bertemu. "
" Lisa siapa sih "
" Mas juga gak tau Sayang, Baru pertama Ada Klien wanita yang ingin mengajak kerja sama."
Bianca mengangguk,,
Memang selama ini Semua Klien suaminya pasti lah seorang laki laki dan sangat Jarang perempuan.
Dan siapa itu Lisa, bahkan nama yang begitu asing baginya.
" Sudah Malam Mas, istirahat besok kita harus berangkat pagi Loh "
" Ya Sayang "
Tian menutup Laptopnya dan berjalan menghampiri Bianca yang sudah berada di atas tempat tidur.