Demi membalas orang-orang yang membuatnya terpaksa terpisah dengan orangtua, Nayyara telah merencanakan sebuah pembalasan.
Dia menyamarkan dirinya dengan sempurna, menyembunyikan wajah indahnya menjadi wajah buruk yang menggunakan kacamata tebal!
Namun dalam proses balas dendamnya, Nayyara berbuat salah yang fatal—— dia telah menarik perhatian CEO dingin.
""Semua wanita itu murahan"" Harry Balwis
""Kau hanya pria arogan yang haus akan cinta"" Nayyara.
Mampukah Naya mencapai tujuannya? atau dia malah jatuh cinta pada pria itu sebelum tujuannya tercapai?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom yara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Kerja sama
"Nona, semua persiapan sudah selesai kita hanya tinggal menerima kerja sama dari pihak mana untuk mengadakan pameran perhiasan ini"
"Aku serahkan semuanya padamu, putuskan yang menurutmu tepat"
"Baiklah nona" sekertaris itu membungkukkan badan kemudian meninggalkan nona yang berada diruang itu yang tak lain pemilik perusahaan perhiasan itu.
*
*
Di perusahaan
Harry tersenyum - senyum sendiri membaca balasan pesan dari wanita yang akhir akhir ini membuatnya rindu. Rangga yang melihatnya geleng- geleng kepala.
"Apa kepalamu kebentur tembok? selain gila kerja apa sekarang kau tidak waras" tanya Rangga yang nyaris membuat Harry menendang bokongnya kalau saja Rangga tidak menghindar.
"Berani sekali kau mengatai bosmu, bonusmu hilang bulan ini" ancamnya pada asisten kurang kerjaan.
"Kau pelit sekali, tanggunganku banyak jika kau menghilangkan bonusnya, aku bisa dikejar renternir"
"Bukan urusanku"
"Kau tega sekali. Aku pergi dulu mau bertemu client bersama Nona Naya"
"Kau kenapa bersamanya? "
Dan disinilah mereka berada duduk bertiga menunggu client. Naya mendapat tugas keluar bertemu client karena para seniornya mendapatkan tugas yang lebih penting, jadi dia tidak punya pilihan lain, terpaksa harus bertemu client menemani asisten Rangga. Tapi entah bagaimana bisa besar juga ikut dengan banyak alasan.
"Kenapa kau yang bertemu client?"
"Saya diperintah oleh pimpinan divisi tuan" jawabnya dengan bahasa formal karena disitu masih ada asisten resek.
"Menyuruh karyawan magang?"
"Para senior mendapat tugas yang lebih penting tuan"
"Kalian ini kenapa harus canggung begitu, sudahlah tidak usah pura - pura"
Naya memperlihatkan gigi putihnya, ia tersenyum canggung, ia tidak tahu kalau Rangga tahu hubungan mereka.
"Kau kenapa harus ikut, ini bukan client yang penting, kami bisa mengatasinya"
"Kau... aku bosnya disini, aku perlu mengetahui cara kerja karyawan magang" Bela Harry tidak mau kalah.
"Cih... alasan. Yang ada karyawan magangnya gemetar dilihat olehmu" ucap Rangga berani, ia merasa kalau bosnya ini mulai jatuh hati pada Naya, jadi dengan sengaja ia meminta pimpinan divisi keuangan untuk mengirim Naya menemaninya. Ternyata terbukti Harry mengikutinya, padahal Harry punya pekerjaan yang lebih penting, jadi sebelumnya kami sudah sepakat untuk berbagi pekerjaan untuk menghemat waktu. Tapi lihatlah apa yang dilakukan bosnya, malah menemani dirinya dan dia meninggalkan client yang lebih penting untuk melanjutkan kerja sama.
Setelah 10 menit client yang ditunggu datang.
"Maaf.. saya terlambat, ada kecelakaan dijalan, maaf sekali lagi"
"Tidak masalah tuan Dimas, kami juga baru saja sampai"Rangga berucap ramah, mereka bersalaman.
"Tuan Harry, saya sangat tersanjung anda mau menemui saya yang hanya perusahaan kecil ini" ucap Dimas merasa terhormat, karena biasanya perusahaan kecil yang bekerja sama dengan perusahaaannya akan di tangani oleh asistennya Rangga.
"Tuan Dimas terlalu merendah, segala sesuatu itu berawal dari hal yang kecil, semoga kerja sama kita lebih baik kedepannya" jawabnya ramah. Dimas datang bersama sekertaris wanita yang dari tadi mencuri pandang pada Harry. "Asisten dan karyawan saya yang akan menjelaskan, saya harus segera pergi masih ada jadwal yang harus saya hadiri"
"Tuan Harry pasti sangat sibuk, Terima kasih sudah meluangkan sedikit waktunya untuk menemui kami"
Setelah itu Harry berlalu pergi dari sana. Hanya keluar dari restoran, dia tidak benar - benar pergi, ia menunggu di dalam mobil yang masih bisa melihat Naya dari kejauhan.
Manis.
Harry menatap Naya sambil senyum senyum sendiri. Di matanya hari ini Naya terlihat sangat mempesona, saat dia tersenyum, saat dia menjelaskan kepada pria dihadapannya, saat memutar kepalanya, bagaikan dejavu semua gerakan Naya membuatnya larut.
Setengah jam kemudian, ia menghubungi nomer seseorang yang membuat jantungnya berdetak tak karuan.
"Keluarlah dari restoran sekarang juga" saat Naya ingin menjawab Harry menghentikan ucapannya. " Tidak ada penolakan"
"Baiklah"
Melihat ke arah Rangga dan tuan Dimas secara bergantian.
"Maaf, saya mau kebelakang sebentar" kemudian beranjak pergi dari sana.
Rangga melihat ponselnya yang bergetar, dilihatnya ada pesan di sana dari sang bos.
'Aku akan membawanya dan tidak akan kembali lagi ke kantor' isi pesan dari sang bos.
Setiap dekat dengan wanita pasti lupa pekerjaan, semoga Naya tidak akan menyakitimu bos, kalau sampai itu terjadi kegilaannya terhadap pekerjaan akan kembali.
Rangga mengingat kejadian setahun yang lalu, saat kekasihnya lebih memilih karir dari pada dirinya. semoga dia tidak akan pernah kembali atau semuanya akan hancur. Akan ada perasaan yang harus dikorbankan.
*
*
Di dalam mobil
Mobil langsung melaju setelah wanita yang ia tunggu masuk kedalam mobil. Ia tersenyum jenaka ke arah wanitanya yang malah memperlihatkan wajah masam.
"Kau menyebalkan, aku sedang bekerja, aku tidak mau makan gaji buta karena bos yang tidak disiplin"
"Baby, kau marah?" Naya melengos mendengar jawaban laki - laki yang sedang mengemudi disebelahnya. Tangan satunya menoel dagu Naya, ia sangat suka menggoda wanitanya yang sedang merajuk. "Ya, ya aku minta maaf sudah mengganggu waktu kerjamu lain kali aku tidak akan mengulanginya lagi" Menaik turunkan alisnya menatap wanita di sampingnya, Naya merasa lucu dengan sikap Harry yang seperti ini, tidak ada lagi sifat arogan dalam dirinya.
Deg..
Apa itu artinya, dia sudah jatuh cinta padaku. Tidak, sebelum cinta itu terlanjur dalam aku harus bisa menghentikannya. Mungkin mempercepat rencana adalah yang terbaik. Tapi kenapa aku jadi percaya diri sekali. Cinta, cuih tidak akan datang secepat itu
Naya memandang Harry sekali lagi.
"Kau tampak berbeda hari ini, ada apa?"
"Tidak, aku hanya sedang senang saja"
"Hemmm... " hening sejenak. Naya memandang lurus kedepan, ini bukan arah ke kantor. "Kita mau kemana? "
"Pulang" jawabnya singkat.
"Pulang? ini masih jam kantor"
"Aku bosnya"
"Tapi aku karyawan" balas Naya
"Aku memberimu cuti" lanjutnya santai seperti tidak ada masalah baginya tapi untukku, aku pasti akan disindir seharian sampai telingaku panas.
"Tapi aku harus bilang apa, masak iya aku bolos kerja, aku bukan lagi anak sekolahan yang senang bolos"
"Rangga sudah mengurusnya, lebih baik kita pacaran saja"
Naya menatap Harry aneh, ia merasa kalau laki - laki disampingnya ini berubah, apa yang sebenarnya terjadi padanya, semoga saja pemikiran ku salah.
Diruang tengah.
"Aku tidak nyaman dengan posisi seperti ini" sejak memasuki apartemen dan duduk diruang tengah Harry langsung memangku Naya sambil menonton televisi.
"Apa yang membuatmu tidak nyaman? aku sangat nyaman"
"Aku turun saja, kau membuatku sesak nafas"
"Baiklah" Harry menurunkannya sehingga sekarang posisinya berada di depan Harry. Dan apa yang dilakukan Harry membuatnya merasakan desiran yang aneh. Harry memeluknya dari belakang dengan dagu yang ia letakkan dibahu wanitanya, Harry memeluknya terus tanpa mau melepaskannya.
"Apa yang terjadi, ada apa denganmu? apa ada masalah?" Naya mencerca nya dengan banyak pertanyaan yang tidak satupun mendapatkan jawaban. Harry hanya diam sambil mengeratkan pelukannya. Naya berusaha melepaskannya tapi pelukan itu semakin erat.
"Aku merasa kau akan meninggalkanku" setelah cukup lama itulah yang keluar dari mulutnya.
Deg
Apa dia bisa membaca pikiranku.
terima kasih atas karya yg sangat menghibur ini thor.. semangat terus utk karya² baru yg lebih wow lagi.