Setiap Pernikahan pasti memiliki ujiannya masing-masing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Berulah Kembali
Sam mengetuk pelan jarinya di atas meja, sesekali dia melirik ragu ke arah Monica yang tampak sedang fokus pada pekerjaan. Sam menarik nafasnya dalam, hatinya tidak tenang jika ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya, dia tidak bisa diam saja. "Monica," panggil Sam membuat Monica langsung menoleh dan melihat kearah Sam.
Walaupun ragu pada akhirnya Sam pun berdiri dan berjalan ke arah meja Monica. "Ya?" tanya Monica dengan raut wajah bingung aku tetap tersenyum pada Sam.
"Mengenai tadi pagi, aku pikir itu terlalu berlebihan."
Monica yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya samar. "Berlebihan? Tentang apa?" tanya Monica yang tampaknya benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan Sam.
"Tentang membuatkan King kopi di pagi hari, King selalu membuatnya sendiri bahkan OB pun tidak pernah dia suruh untuk membuatkan kopi. Selama aku bekerja di sini King tidak pernah memintaku untuk membuatkannya kopi, aku harap ini yang terakhir, bekerja saja sesuai tugas kita jangan terlalu berlebihan," ucap Sam cukup tegas namun tetap lembut agar Monica tidak sakit hati.
Monica pun tersenyum, dia mengganggukan kepalanya tampak tenang. "Baiklah, maafkan aku soal tadi, aku benar-benar tidak tahu karena di kantorku dulu aku biasa membuatkan kopi untuk bosku."
Dengan hal itu Sam cukup tenang karena Monica mengerti dengan apa yang dia maksud. Setelah memberi peringatan itu, Sam pun kembali ke mejanya dan fokus pada tugas-tugasnya yang menumpuk.
Waktu berlalu dengan begitu cepat, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 siang. Sam melirik jam yang melingkar di tangannya. "Monica, ayo kita ke ruangan rapat sekarang, masih ada beberapa halaman yang harus aku print, bisakah kau memanggilkan King dulu untuk bersiap?" tanya Sam.
Monica dengan biasa mengangguk, dia cukup sigap dan cepat dalam mengerjakan tugas yang diberikan Sam hari ini. Ternyata rekomendasi yang diberikan temannya benar-benar baik, Monica langsung bisa berbaur tanpa banyak bertanya dalam pekerjaan. Memang hanya beberapa kali bertanya, tetapi itu cukup wajar dan tidak terlalu mengganggu.
"Terima kasih Monica, kalian langsung tunggu saja di ruang meeting, aku akan menyusul," ucap Sam sambil tersenyum.
Dengan masih bersemangat di hari yang melelahkan ini Monica pun mengetuk pelan pintu ruangan King. "Permisi Sir, rapat akan segera dimulai," ucap Monica membuat King yang sedang fokus mengetik langsung melihat jam.
"Oh ya, aku lupa. Apa Sam sudah membawa semua laporan yang aku minta?" tanya King.
"Oh, untuk itu Sam sedang mencetaknya Sir, dia akan menyusul," jawab Monica dengan cepat.
King mengangguk pelan lalu berdiri dari duduknya dan mengambil jas yang dia gantung pada tempat khusus menggantung jas lalu menggunakannya dengan cepat. "Kalau begitu kita pergi sekarang," ujar King yang sudah berjalan hendak ke luar dari ruangan, namun Monica menahan langkah King.
"Maaf Sir, dari mu sedikit miring."
Spontan King memegang dasinya dan menggeserkan nya. "Apa sudah rapi?" tanya King.
Monica tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, dia melangkah maju dan mengulurkan tangannya membenarkan dasi King. "Kau seharusnya menggeser ke arah kanan Sir," kekeh Monica pelan lalu kembali melangkah mundur dan membuka pintu ruangan King untuk menuju ruang rapat.
Alis King berangkat sebelah, rasanya sungguh aneh karena ada seseorang yang bertindak sesuka hati seperti itu tanpa meminta izin terlebih dahulu. Namun, karena waktu rapat sudah semakin menipis, King pun langsung melanjutkan langkahnya menuju ruang rapat, dia harus fokus pada hal yang lebih penting tentang pekerjaannya.