Menceritakan tentang seorang wanita yang menyesal karena telah mengkhianati suaminya.
Penyesalannya berujung membuat dirinya mengejar kembali cinta mantan suaminya.
Bagaimana kisah selanjutnya? ayo ikuti terus ceritanya.
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14.Bertengkar
Sementara Rama dan anaknya yang duluan pulang ke rumah, langsung saja mengemaskan semua pakaiannya ke dalam koper. Rama berniat untuk pergi dari rumah bersama anaknya.
Selang beberapa saat Sania pun telah sampai di rumah. Dia berlari masuk ke dalam rumah menghampiri suaminya yang ternyata sedang menuruni tangga sambil menyeret koper dan menggendong Alif.
"Mas....mas....mau kemana kau?" Tanya Sania begitu panik ketika melihat suaminya menyeret koper.
"Minggir kau!" Seru Rama menepis lengan Sania.
"Tolong maafkan aku mas, aku benar benar khilaf." Ujar Sania.
"Kau sungguh keterlaluan Sania. Kau pikir selama ini kau setia padaku. Tapi apa? kau malah mengkhianati ku!"
"Tolong beri aku kesempatan mas!" Sania menangis sejadi-jadinya.
"Tidak, aku akan pergi dari rumah ini dan mulai sekarang aku talak kamu!" Ujar Rama yang benar-benar sudah membuncah emosinya.
"Apa.....? ti-tidak mas.....jangan....aku mohon!" Sania begitu kaget saat mendengar kata talak yang keluar dari mulut suaminya.
"Aku sudah tidak bisa lagi hidup bersama orang yang seperti kamu!" Ucap Rama.
"Secepatnya aku akan mengurus perceraian kita. Dan Alif biarkan ikut bersamaku karena dia tidak pantas denganmu!"
"Mas.....bagaimana bisa kamu memisahkan ku dengan Alif? jangan lakukan itu mas aku mohon!" Pinta Sania.
"Itu salahmu sendiri Sania, kenapa kamu malah berkhianat di belakangku. Apa kekurangan ku Sania? selama ini apapun yang kamu mau selalu aku berikan." Ujar Rama. Namun Sania seperti orang yang sudah kehabisan kata.
Rama kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Sania yang menangis terisak-isak.
"Mas......mas.....jangan pergi!" Pinta Sania mengetuk kaca mobil namun tak dihiraukan oleh Rama.
Kini tinggallah air mata penyesalan Sania. Suami pergi dan anakpun juga. Sania benar-benar tak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia hanya bisa meratapi nasib nya sekarang.
***
Dua minggu kemudian, Rama dan Sania sudah resmi bercerai.. Tak ada sapaan atau kata-kata terakhir yang Rama ucapkan ketika dia saling bertemu di ruang sidang. Namun Rama hanya menunjukan sikap acuhnya pada Sania.
Sania terlihat begitu sedih atas perceraiannya ini. Sungguh sama sekali tidak ada kesempatan untuk dirinya memperbaiki kesalahan. Rama benar-benar kekeh atas keputusannya untuk bercerai.
"Rama....tunggu...." Pinta Sania saat sudah selesai.
"Ada apa? aku tidak punya banyak waktu untuk berbicara denganmu." Kata Rama.
"Bolehkan aku bertemu dengan Alif kapanpun yang aku mau?" Tanya Sania.
Rama menghela nafas panjang lalu menghembuskan dengan kasar.
"Boleh saja, kapanpun kau mau. Tapi tergantung Alif, apakah dia mau? karena dia sudah tahu kelakuan ibunya seperti apa!" Kata Rama lalu berbalik badan meninggalkan Sania.
Mendengar itu Sania pun tertunduk lesu. Dia begitu malu ketika mendengar bahwa anaknya sudah tahu.
Akhirnya Sania pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Di rumah dia termenung sambil memandangi suasana sekelilingnya. Terlihat sangat sepi dan hampa, karena sekarang Sania hanya tinggal sendiri di rumah sebesar itu.
Sania mendudukkan pantatnya di sofa lalu air mata tak terasa mengalir membasahi pipinya ketika mengingat-ingat kenangannya bersama suami dan anak selama sepuluh tahun lamanya.
Sania tidak tahu harus berbuat apa lagi. Dia benar-benar merasa kosong.
Sementara rumah tangga Brian dan Tiara kini baik-baik saja karena Tiara memberikan satu kesempatan pada suaminya.
Tiara terpaksa melakukan semua ini karena ia bertahan untuk anak yang dicintainya.
*murahan dan menjijikan
mereka membela istri selingkuh dan berhubungan badan dengan lelaki lain dengan alasan2 menjijikan
*munafik
dinovel2 suami selingkuh, mereka laknat habis2an suami selingkuh dan tidak ada pembenaran sama sekali
tapi giliran di novel istri selingkuh mereka bela mati matian dengan alasan munafik dan menjijikan
fakt koment kalian membuktikan siapa kalian sebenarnya
wanita baik2 dan normal akan melaknat kelakuan Sania dan tidak ada pembenaran sama sekali
wanita menjijikan dan munafik mereka akan membela dan membenarkan kelakuan menjijikan Sania alias kalian membenarkan kelakuan menjijikan kalian sendiri
...membosankan
kasih sania kebahagiaan dan jgn buat sania jadi kahat thor...kalau pun ada penyesalan jgn sania aja thor..rama juga harus ada penyesalan