NovelToon NovelToon
Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: Shinta Aryanti

Kehidupan rumah tangga Vira dan Vicky luar biasa sempurna, kasih sayang yang tidak pernah Vira rasakan karena Vira seorang yatim piatu ia dapatkan dari sang suami dan Ibu mertuanya. Namun dunia selalu berputar bukan? Konflik dan intrik mulai menyusup ke dalam kehidupan rumah tangga Vira saat ia menerima kerabat sang suami masuk ke dalam rumahnya dengan tangan terbuka. Rumah tangga dengan pondasi yang kokoh perlahan mulai goyah karena gerilya sang kerabat yang diam - diam menginginkan posisi Vira. Akankah rumah tangga Vira dan Vicky bertahan, atau Vira akan menyerah mempertahankan cinta sejati dalam hidupnya? Dan adakah orang yang akan menyelamatkan Vira dari dera siksa yang didapatkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shinta Aryanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siksaan

...Suara adzan yang berkumandang dari gawai menyadarkan Vira, Vira membuka matanya perlahan, kepalanya terasa sakit, sekujur tubuhnya terasa remuk redam, lutut dan kakinya perih luar biasa, perutnya terasa keram. ...

...Vira bangun dari tidurnya, menyadari bahwa sepanjang malam ia tidur beralaskan lantai yang dingin, ia memegang perutnya panik khawatir janinnya kenapa - kenapa, Vira menguatkan diri untuk berdiri.. sekuat tenaga ia meraih gagang pintu untuk menjadi topangannya berdiri, ia meringis merasakan lututnya yang kaku dan mengeluarkan darah segar baru, ia tertatih berjalan ke arah kamar mandi, ingin segera memastikan bahwa tidak ada flek atau darah yang keluar dari rahimnya, ia terus berdo’a memohon belas kasih pada yang Maha kuasa semoga anaknya dikuatkan di perutnya. ...

...Ia mengelus dada lega ketika tidak melihat adanya tanda - tanda ia keguguran, ia kemudian berjalan pelan ke arah kran air untuk mengambil wudhu, sapuan air di tangan hingga sikunya membuat ia meringis, ia melihat ke arah sikunya dan menyadari bahwa ada luka lecet disana, begitu pun ketika ia membasuh kakinya, ia baru menyadari bahwa banyak luka disana. ...

...Vira memakai mukenanya, mencoba untuk sholat dengan berdiri tapi ia tak yakin mampu, akhirnya ia sholat dengan duduk di atas tempat tidurnya, ia berdo’a semoga Allah mengampuninya karena ia tidak bisa melaksankan sholat dengan sempurna. ...

...Selesai sholat dan do’a - do’a permohonannya pada Allah, Vira berjalan ke arah balkon, membuka pintu balkon agar angin pagi bisa masuk ke kamarnya. Ia baru menyadari bahwa ia akan segera melihat kamar Utari ketika ia membuka pintu balkonnya karena kamar mereka yang berseberangan, dan benar saja.. netra Vira menangkap dua orang sejoli yang tengah berpelukan, Vicky memeluk Utari dari belakang dan mengelus lembut perutnya, Vira tergagap melihatnya, hatinya merintih, batinnya menangis sedih, ia kemudian menutup pintu balkon kembali, berjalan gontai menuju kasurnya, kemudian mengelus perutnya ...

...“Tidak apa - apa nak, kamu punya Ibu” ujarnya seolah mencoba menguatkan janinnya bahwa suatu hari ia harus hidup tanpa sosok Ayah....

Vira menangis lirih, ia membenamkan wajahnya di bantal kemudian menangis meraung - raung mengenang nasibnya.

...****************...

Sementara itu diluar kamar Vira, para pelayan tampak melaksanakan tugas mereka seperti biasa, hanya Sumirah, Siti, Leni, dan Bi Welas yang tampak berbeda, mereka lebih banyak diam dan tidak bersemangat menjalani kewajiban mereka, bayangan kejadian dini hari tadi membuat ke empat orang itu tidak bisa memejamkan mata, mereka berempat berjanji untuk tidak bercerita pada pelayan yang lain, dan mencari cara untuk menolong Vira. Meskipun mereka sadar itu tidak akan mudah, tapi mereka manusia yang punya belas kasih dan tak mungkin membiarkan begitu saja penindasan yang terjadi di depan mata mereka terhadap Vira yang mereka tahu betul betapa baiknya wanita itu.

Bi Welas geregetan, ingin segera melihat kondisi Vira.. ia sangat khawatir terutama mengingat Vira yang sedang mengandung sekarang, hanya ia dan Vira yang tahu akan hal ini. Dan ia pun tidak ingin menceritakan hal tersebut pada siapa pun, ia khawatir kabar itu sampai pada orang - orang berhati iblis yang bisa dengan tega melenyapkan janin yang Vira kandung.

Para pelayan menoleh ketika mendengar suara roda koper yang digeret oleh Yuni, salah seorang pelayan setia Nyonya besar Diah. Nyonya besar Diah tampak berjalan di depan Yuni tanpa menoleh ke kanan atau kiri, sepanjang jalan menuju ke teras utama ia menundukkan kepala dan jalan dengan tergesa kemudian menaiki mobil yang sudah menantinya dan berlalu, entah Nyonya besar mau kemana, hanya saja para pelayan merasa ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi di rumah mewah ini.

Tidak berselang lama kemudian, Gendis, Utari, dan Vicky turun dari lantai 2, kemudian mereka berjalan menuju meja makan sekali - kali mereka tertawa seolah tidak ada yang terjadi dini hari tadi, para pelayan dan koki bergegas menyajikan makanan. Bi Welas memperhatikan ketiga orang tersebut dari kejauhan, ia mengepal tangannya.. ingin ia rasanya menyiramkan kopi panas ke wajah Vicky, kemudian menjambak Gendis dan Utari dan melumuri mereka dengan saos cabai, tapi ia menahan diri, belum waktunya.. batinnya.

Para pelayan sekali - kali mencuri pandang ke lantai 2, menanti datangnya wanita yang ramah senyum itu ke meja makan, tapi sampai ketiga orang tersebut selesai bersantap Nyonya muda Vira tidak tampak batang hidungnya.

Hanya Welas, Leni, Siti, dan Sumirah yang tahu apa yang terjadi pada Vira dan sekarang mereka ketar - ketir khawatir Vira kenapa - kenapa. Diam - diam mereka menyiapkan makanan untuk Vira, mengatur strategi agar makanan itu bisa sampai ke kamar Vira.

Setelah bersantap, kepala pelayan Mirna memanggil dua orang pelayan dan menyuruh mereka untuk mengambil koper di kamar Utari, Utari dan Vicky hendak berangkat ke Singapore pagi ini guna memeriksa kandungan Utari.

...“Diah tadi pamit sama Mama, katanya mau mengunjungi resortnya di Bali” ucap Gendis pada Utari dan Vicky...

...“Mami juga udah WA aku Ma tadi pagi” pelayan yang mencuri dengar pembicaraan mereka sedikit kaget mendengar panggilan Vicky untuk Gendis...

...“Ya udah Mami pengen istirahat kali sayang, pengen refreshing” ujar Utari sambil bergelayut manja di tangan kekar Vicky, Bu Mirna yang melihat itu terperangah, begitu pun pelayan yang tanpa sengaja melihat dan mendengar pembicaraan mereka...

Dimana Nyonya muda mereka? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Tuan muda Vicky bermesraan dengan Nona Utari? Pertanyaan - pertanyaan itu muncul di benak para pelayan yang tidak mengetahui peristiwa tadi malam.

...****************...

...Sementara itu di kamar Vira...

Vira terhenyak, ia bangun dengan tiba -tiba, ia bermimpi mengerikan, seorang wanita menarik anak kecil yang tengah di embannya dan kemudiannya membawanya pergi, Vira beristigfar kemudian mengelus perutnya, dan bersyukur karena itu hanya bunga tidurnya

Perut Vira mulai berbunyi, jam menunjukkan sudah pukul 10 pagi, pantas saja perutnya senyaring ini.. apalagi ada nyawa lain yang ia sedang kandung, Vira beringsut dari tempat tidurnya, berjalan dengan tertatih ke arah pintu, memutar kenop pintu beberapa kali dan kemudian berhenti ketika ia sadar pintu itu masih terkunci

Perutnya semakin lapar, ia kemudian mengedarkan pandangan berharap ada makanan atau paling tidak air minum untuk menghilangkan rasa laparnya, tapi ia ingat bahwa Vicky tidak suka kalau ada makanan di kamar, jadi tidak mungkin menemukan makanan di kamar ini, ia menoleh ke arah gelas yang juga kosong. Vira terdiam, dan seketika senyumnya terbit saat mengingat bahwa ia masih memiliki coklat 1 batang sisa coklat yang ia bagikan pada anak panti tempo hari. Ia merogoh tasnya, mencari keberadaan coklat yang kini tiba - tiba begitu ia damba, senyumnya sumringah ketika menemukan coklatnya, dengan segera ia melahap coklat itu untuk menghilangkan laparnya, rasa coklat yang manis kali ini ia rasakan hambar, tapi ia paksakan demi anaknya

Ia bisa aja menghubungi pelayan dan memintanya untuk membawakan makanan, tapi ia ragu.. ia khawatir kalau Vicky sudah mengancam para pelayan untuk tidak memberikannya makanan atau membiarkannya keluar kamar.

......................

...Sementara itu di lantai bawah ...

Bi Welas mengendap, melihat ke kiri dan ke kanan.. memastikan tidak ada Gendis dan Mirna di sekitar sana, terakhir ia lihat Gendis sedang berada di taman belakang di temani Mirna dan setengah lusin pelayan lainnya, melihat teh yang baru saja diantar 5 menit yang lalu oleh pelayan kemungkinan besar Gendis masih lama berada di taman

...“Bi, gimana si nenek sihir ada dimana sekarang” tanya Leni di belakang Bi Welas setengah berbisik, tangan Leni membawa satu nampan yang penuh berisi roti, buah, susu, beberapa kemasan makanan ringan dan air putih....

...“Aman, masih di taman belakang” ujar Bi Welas setengah berbisik, kemudian ia melangkah tergesa disusul dengan Leni dan Sumirah menjadi ekor mereka, Sumirah yang paling belakang ditugaskan menjadi pengintai jika sewaktu - waktu ada pelayan yang tiba - tiba melintas. Ketiga orang berhati mulia itu berjalan tanpa alas kaki, menghindari resiko suara langkah mereka akan terdengar oleh yang lain kalau mereka memakai sepatu....

Mereka meniti anak tangga dengan sangat hati - hati, kamar Vira tiba - tiba terasa begitu jauh.. keringat bercucuran di dahi ketiganya.

Ruangan yang dituju sudah di depan mata mereka, Bi Welas segera merogoh sakunya untuk mengambil kunci cadangan kamar Vira, hanya ia dan Bu Mirna yang memiliki kunci cadangan rumah ini.

Suara kunci pintu yang tengah dibuka mengagetkan Vira yang tengah memakan potongan coklatnya yang terakhir, Vira tergagap, matanya membulat, seketika ia duduk di lantai sambil menangkup lututnya, kedua tangannya ia pakai untuk menelungkupkan kepalanya di tengah lututnya, Vira gemetar ketakutan, air matanya seketika berlinang, ia begitu takut kalau Vicky yang datang, ia mengingat apa yang Vicky lakukan dan katakan tadi malam padanya, ia tak akan sanggup mendengar kata - kata menyakitkan dari Vicky lagi.

Suara pintu yang berderit terbuka makin membuat jantung Vira berdetak kencang, ia tak berani melihat ke arah pintu, ia makin menenggelamkan kepalanya. Beberapa saat kemudian Sentuhan halus di rambutnya membuat Vira sedikit tenang mengetahui bukan Vicky yang datang

...“Neng” ucap Bi Welas sambil terisak, ia begitu kaget melihat kondisi Vira yang begitu menyedihkan, banyak luka goresan di kaki Vira dan diantaranya masih ada yang mengeluarkan darah segar, begitu pun di sikunya, rambut Vira acak - acakan, badan Vira gemetaran...

...“Nyonya, ini Leni.. makan dulu yuk Nyonya” sambung Leni yang juga ikut terisak...

Sumirah yang berdiri paling belakang sudah menangis sesenggukan, membayangkan kalau anak perempuannya bernasib sama, betapa hancur perasaannya.

Vira mengangkat kepalanya pelan, matanya yang sembab, bibirnya pucat, wajah yang selalu cerah itu kini kelam tanpa cahaya sama sekali, kulitnya yang memang putih tampak pucat seperti mayat.

...“Bi” ucapnya pelan...

Bi Welas memeluk Vira, tangis Bi Welas dan Vira pecah.. Vira mengangis tersedu seolah ingin melepas semua duka yang ia alami

...“Sabar ya Neng, Gusti Allah ga tidur” ucap Bi Welas sambil mengelus punggung Vira lembut untuk menenangkan batinnya yang tengah bergejolak...

...“Sini Neng, Bibi bantu berdiri” ujar Bi Welas sambil merangkul Vira dan membantunya berdiri, kemudian memapah Vira dan mendudukannya di sofa...

Leni mendekat, dengan sigap meletakan nampan berisi makanan di meja samping sofa, meraih gelas berisi air putih dan piring yang berisi roti, kemudian ia duduk di samping Vira

...“Nyonya minum dulu ya” ujarnya, yang disambut anggukan lemah Vira. Leni kemudian menyuapi Vira minum, hanya seteguk yang Vira minum...

Kemudian Leni menyodorkan roti kepada Vira, menyuapi Vira dengan pelan

...“Makan yang banyak ya Neng, inget kondisi Neng sekarang” ujar Bi Welas sambil menyeka air matanya yang tak berhenti menetes...

Vira mengangguk lemah, pandangannya kosong, mulutnya memang mengunyah tapi ia tak dapat merasakan apa pun, sebenarnya ia enggan untuk makan tapi ia ingat ada anaknya yang butuh asupan nutrisi

...“Bibi obati lukanya ya Neng” ujar Bi Welas, sambil beranjak menuju kamar mandi, dan kemudian kembali dengan membawa kotak obat...

Bi Welas kemudian membersihkan luka - luka Vira membuat wanita cantik itu meringis, kemudian Bi Welas mengoleskan obat luka di semua luka Vira

Setelah selesai, mereka tinggal beberapa saat disana memastikan kalau Vira menghabiskan makanannya, tak lupa mereka memberikan vitamin untuk Vira, mereka kemudian meninggalkan segelas susu dan buah serta beberapa makanan ringan untuk Vira makan nanti.

...“Neng, Bi Welas, Sumirah, dan Leni pamit dulu ya. Nanti siang kami datang lagi bawa makan siang buat Neng Vira” ucap Bi Welas sambil mengelus rambut Vira yang lusuh ...

...“Terima kasih ya Bi Welas, Bi Sumirah, Leni. Kalian baik banget sama Vira, maaf Vira jadi merepotkan kalian” ujar Vira lirih sambil menyeka air matanya yang kembali menetes ...

Sumirah yang dari tadi setia berdiri berjaga di depan pintu segera menghambur dan memeluk wanita ringkih itu, tangis Sumirah pecah mengingat apa yang sudah Vira alami

...“Yang sabar ya Nyonya, Nyonya orang baik.. Bibi yakin Nyonya akan mendapatkan kebahagiaan yang besar nanti” ucap Sumirah Lirih...

...“Tolong do’akan Vira Bi, tolong” ucap Vira yang kemudian terisak kembali...

Mereka berempat menangis bersama di kamar itu.

...****************...

Suasana kamar kembali hening setelah ketiga orang itu meninggalkan Vira, dengan terpaksa Bi Welas kembali mengunci kamar Vira, karena sebelum berangkat tadi Vicky mengumpulkan semua pelayannya dan mewanti - wanti agar tidak sekali - kali berani membuka kunci kamarnya bersama Vira, jika melanggar Vicky tidak segan untuk memecat orang itu dan kemudian melaporkannya ke polisi dengan tuduhan melanggar kontrak kerja.

Vira mengerti, ia pun tidak ingin membuat orang lain menanggung resiko besar karena ingin menolongnya, biarlah ia yang menanggung deritanya sendiri tanpa mengorbankan orang lain.

Vira mengingat setiap kejadian yang menimpanya beberapa hari ini, dimulai dengan kedatangan Mbok Asih, kepergian Bu Citra yang mendadak karena serangan jantung, kehamilannya, pengkhianatan suaminya, dan setiap kata - kata menyakitkan dari Vicky yang menghujam di hatinya. Air matanya meleleh membasahi seprai tempat ia meringkuk sekarang, ia kemudian terlelap untuk sejenak berlari ke alam mimpi tempat ia bebas dari segala lara.

1
Arye Ghad'iz BinAngun
bagus
Maria Mebanua
Luar biasa
Fitri Yani
alex itu plin plan
Fitri Yani
ceritanya bagus, tapi koc nulisnya kex gini ya,aq kn jadi pusing
SR.Yuni
satu kata buat Alex....begoooooo.....maaf ya Thor jangan marah✌️✌️
SR.Yuni
Jangan sampai mereka mati dengan mudah ya .....
SR.Yuni
Ya ampun tiap baca satu part iklan....lama.pula iklannya....😭😭
Tania Franny
Luar biasa
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
mksh thor sehat n sukses selalu love sekebon
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
tor cinta terlarang beda kasta... lnjut apa stop nih
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
alvier nama belkng mu berat bngettt..... versi emak tuh beraty melebihi ciciln rumah... motor. mobil
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
kontan ya
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
mati jd abu vicky
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
tinggal balikin aja omongan maryam jangan sakiti wanita..... mkn tuh.. sakiti jg yg gimn dulu peaaaa
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
emng ada laki kaya gitu hamble ke cewek laen. ngk mau nyakitin tapi tanpa sadar dah nyakitin bini sendiri... vira trauma lah sama viky dulu
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
mampos kau
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
masih bego aja diah
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
dasar dajal y gitu dah tau anky salah tetep weh d bela.. gaya nya mau bikin ulah awas aja lo tor.....
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
pea setelah kehilngn vira..... adeh vicky
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
enak bnget diah ngomng.. ngk ada yg mau nerima vira seperti diri ye
hei hei hei bu ningrat...... ngk semua mertua bego kaya lo kena hasutan orang....lngsng lo bls budi. koplak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!