NovelToon NovelToon
Crazy Rich

Crazy Rich

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Balas dendam. / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

Demi harta warisan, Gadhiata rela menikahi gadis cupu pilihan sang kakek. Pernikahan sandiwara yang akan mereka jalani apakah berjalan sesuai rencana? Apa Hanum sang calon istri akan diam saja saat mengetahui dia hanya dipakai sebagai alat? Bagaimana jika Hanum marah, apakah gadis cupu itu akan menjadi suhu? Hanya untuk membalas dendam pada perlakuan Arrogant Gadhiata selama ini padanya yang memandang sebelah mata.

Baca juga novel Sept yang lain :

Rahim Bayaran
Suami Satu Malam
Dinikahi Milyader
Suamiku Pria Tulen
Dea I love you
My boss my Husband
Pernikahan Tanpa rasa
Menikahi pria dewasa
Cinta yang terbelah
Wanita Pilihan CEO
The Lost Mafia Boy
Dokter Asha and KOMPOL Bimasena
KANINA yang Ternoda

IG Sept_September2020
Fb Sept September

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IRI

Crazy Rich Bagian 14

Oleh Sept

Hanum yang terlihat polos, sederhana dan penampilan biasa itu, kadang membuat banyak mata salah menilai. Dalam penampilan yang kadang dipandang sebelah mata, ditatap rendah serta remeh, ada sesuatu dalam diri Hanum, yang memang sejatinya ia pendam dan tahan selama ini.

Gadis itu hanya diam tanpa melawan karena malas ribut. Ia menghindar dari masalah, ketika bersitegang dengan kakak tiri, ia pun memilih mengalah. Sebab ia butuh tempat berlindung di rumah itu. Setidaknya, ayah sambungnya dulu pernah baik pada mereka.

Sedangkan di kantor, ia menahan selama ini. Karena Hanum butuh pekerjaan itu. Tidak masalah diperlakukan bagai keset oleh para rekan kerjanya. Toh selama ini Pak Bagas cukup baik dan menghargai kerja kerasnya. Tapi akhir-akhir ini, pria berwibawa itu malah berulah.

Bagai membangunkan macan tidur, Hanum selama ini yang memilih diam saat ditindas, dan ketika Pak Bagas mulai menyentuhnya, Hanum pun tidak segan-segan memberikan perlawanan. Tidak tanggung-tanggung, ia langsung memukul kepala Bagas dengan sepatu pantofle yang ia pakai.

Jadi dalam sikap diamnya selama ini yang terlihat lemah, tersimpan amarah yang ia tahan dan pendam. Seperti bom waktu, kemarahan Hanum bisa sewaktu-waktu meledakk tanpa terduga.

Seperti sekarang ini, saat ia harus mengendarai seekor kuda yang lepas kendali. Ketika kuda yang ia tunggangi sudah jauh keluar jalur, dan para pengawal masih terlihat jauh, Hanum pun mulai menunjukkan siapa dirinya.

Jika semula ia terlihat ketakutan, sekarang Hanum mulai mencengkram tali kudanya tersebut. Ia hentak kedua kakinya keras, menunjukkan siapa sebenarnya yang berkuasa. Hanum juga menarik tali dengan sangat kuat, membuat kuda itu hampir oleng dan menjatuhkan siapa saja yang ada di atas punggungnya. Beruntung bagi Hanum, dia sangat pandai menjaga keseimbangan.

'Apa kau mau main-main?' batin Hanum.

Ia menoleh ke belakang sejenak, kemudian kembali menghentakkan kaki dan tapi cukup kencang.

"Sepertinya aku mulai menyukaimu!" ujar Hanum lalu menepuk tubuh kuda dengan keras.

Membuat kuda itu hampir melompat, sekali lagi Hanum tetap bertahan dan tidak jatuh. Hanum malah larut dalam permainan kuda liar tersebut. Senyumnya merekah, memperlihatkan gigi-gigi putihnya yang rapi. Ada kepuasan tersendiri, dan sepertinya Hanum menyukai olah raga yang menantang adrenaline ini. Perlahan ia mulai belajar menguasai kudanya itu.

"Kau mau lari? Ayo ... larilah lebih kencang!"

Hanum menghentakkan kaki lagi, dan kali ini membuat kuda itu melesat semakin cepat. Sambil menahan tawa, Hanum menikmati petualangan berkuda dengan kuda yang sangat aggressive karena pengaruh obat yang sengaja diberikan pada kuda atas suruhan Nyonya Suha.

Jauh di belakangnya, seekor kuda yang besar dan gagah, berlari kencang ingin mengejar Hanum. Kuda itu sama-sama melesat di luar jalur, hingga keluar jauh dari pacuan kuda.

Hingga sampai akhirnya, Hanum beserta kudanya sampai di hamparan pasir putih. Hanum yang memang sudah bermandikan keringat, nekat melompat. Gadis itu jatuh terguling-guling di atas pasir yang bersih.

Bukannya meringis kesakitan, gadis itu malah tertawa lepas. Matanya menatap hamparan awan cerah yang menghiasi langit biru yang indah. Ia rentangkan kedua tangannya, menikmati sensasi kulit yang bersentuhan dengan alam.

Mungkin baru kali ini Hanum menikmati hidup, bisa tertawa lepas meski tanpa kawan. Ya, dia seperti orang gila kalau dilihat-lihat. Tertawa sendiri, tapi Hanum tidak gila, dia hanya merasa baru keluar dari cangkangnya. Merasakan dunia baru yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

"Hey ... apa yang kau lakukan? Apa kau terluka?"

Bukkkk

Suara Gadhi turun dari kudanya. Pria itu kelihatan khawatir, tapi begitu ia melihat wajah Hanum, rasa khawatir itu langsung menguap bersama ribuan bui.

"Kenapa kau ada di sini?" tanya Hanum reflek. Karena tiba-tiba ada Gadhi di pantai itu.

Gadhi langsung memasang muka datar.

"Ini lahan milik Grup Tourshine, wajar aku di sini!" cetus Gadhi tidak mau mengakui kalau sebelumnya ia khawatir. Mungkin bukan khawatir, hanya kasihan, entahlah. Rasanya masih abu-abu. Anggap saja dia penasaran, karena Hanum bukan tipenya. Tapi cukup membuat ia ingin tahu lebih banyak tentang gadis yang sama sekali tidak menarik itu.

"Oh ... ku kira kau mengikutiku seperti yang lain," tebak Hanum sembari melihat kawanan kuda yang mulai datang dari belakang. Satu persatu mereka mulai mendekat.

Gadhi pun langsung menolak tegas tuduhan Hanum dengan memasang muka arrogant.

"Aku sama sekali tidak tertarik apa-apa tentangmu, kau tadi kelihatan ketakutan ketika kuda itu berubah liar. Anggap saja tadi jiwa sosialku terusik. Jadi jangan GR, aku sama sekali tidak tertarik dengan wanita sepertimu. Kalaupun kakek meminta menikah, itu hanya pernikahan di atas kertas. Sebab mana mungkin aku mau menikah dengan gadis sepertimu?"

Bukannya marah, Hanum malah bangkit. Ia kemudian berdiri lalu menghampiri Gadhi, calon suaminya pilihan kakek Mahindra.

"Bagus, karena aku juga tidak tertarik."

"Cih ... bohong. Wanita sepertimu pasti sangat senang, dan berapa yang kakek berikan padamu?"

Hanum tersenyum getir, ya begitulah orang kaya. Melihat sesuatu berdasar harta.

"Sangat banyak, aku bahkan berani menukar dengan kebebasanku."

"Astaga! Kau memang wanita mengerikan! Apa tujuanmu yang sebenarnya? Aku rasa kakek sudah salah menilaimu."

Tap tap tap

Sebuah mobil berhenti dan madam Li langsung keluar menghampiri Hanum.

"Nona ... apa Nona terluka?"

Gadhi pun mundur, ketika madam Li datang mendekat, ia mulai menaiki kudanya. Pembicaraan dengan Hanum pun terputus. Karena satu persatu anak buah kakek Mahindra sudah tiba di sana.

Tanpa kata, Gadhi pergi dengan kudanya. Sedangkan Hanum, gadis itu menatap punggung Gadhi yang semakin jauh dan menghilang di tengah pohon cemara.

'Tugasku akan mudah, jika kita tidak memakai hati. Semoga kau tidak menarik kata-katamu tuan muda yang sombong!' batin Hanum menatap kepergian Gadhiata Ratama Prakas.

"Nona ... Astaga. Tangan anda lecet!" pekik Madam Li khawatir.

Hanum tersadar dari lamunan, ia juga tidak sadar kalau kulitnya jadi lecet.

"Tidak apa-apa!" Hanum menepis tangan madam Li. Tapi wanita itu langsung saja membawanya masuk dalam mobil.

"Tuan besar pasti akan marah pada kami, mohon agar Nona bekerja sama."

Ucapan madam Li bagai mantra, Hanum pun langsung menurut.

***

Di peternakan kuda

Gadhi sudah tiba sebelum yang lainnya datang. Kakek Mahindra terlihat senang saat melihat Gadhi turun dari kuda. Baru saja kakek ditelpon oleh anak buahnya, bahwa Hanum tadi sempat berbicara dengan Gadhi di pantai. Dan terlihat mereka berbicara cukup lama.

Kakek malah salah paham, dikiranya Gadhi sudah ada rasa. Padahal kemarin saja menolak keras. Sekarang Gadhi malah mengikuti ke mana Hanum berada. Entah mengala, pria tua itu merasa lega. Seakan beban di atas pundaknya terangkat.

"Kakek!" sapa Gadhi saat ia sudah turun dari kudanya yang bernama Ramos tersebut.

"Kau memang cucu Kakek!" puji kakek Mahindra dengan wajah sumringah.

Jelas Gadhi yang tidak tahu apa-apa merasa aneh. Sedangkan di belakang mereka, Nyonya Suha menatap penuh iri dan dengki.

"Gradi juga cucunya, tapi tua bangkaa itu selalu berat sebelah!" gerutu Suha penuh cemburu.

"Kakek tidak sabar melihat kalian menikah," ucap kakek kemudian.

Gadhi pun hanya bisa menelan ludah. Ya, mau bagaimana lagi. Keputusan sudah dibuat kakeknya.

'Baru kali ini aku tidak iri pada nasib cucu kesayangananmu itu. Rasakan kamu Gadhi, menikahi gadis miskin dan udik!' rutuk Suha dalam hati, kemudian muncul menyapa mereka sambil tersenyum penuh topeng.

"Bagaimana keadaan gadis itu?" tanya Suha pura-pura khawatir.

"Semuanya baik-baik saja, Kita tidak usah khawatir. Hanum tidak selemah yang kelihatannya!" celetuk Gadhi kemudian mengambil air minum. Rasanya haus juga mengejar-ngejar Hanum tadi.

'Apa? Gadis itu baik-baik saja? Sialannnn ... kok bisa?' Suha merutuki nasib baik yang menimpa calon istri Gadhi tersebut. BERSAMBUNG

Mungkin tidur Nyonya Suha kurang miring, jadi pikirannya ngaco kemana-mana.

IG Sept_September2020

1
✨️ɛ.
Mak Geni kebanyakan nonton sinetron en teori konstipasi ini..
eh, konspirasi..
Ros Yusmiasih
suks2nya author lah
.....
Ros Yusmiasih
benar author ......bisa gak tamat2 ceritanya 😄😄
Ros Yusmiasih
kapok.mj Ghafi kakrk dilawan ....eh bulan author maksudnya😂😂😂
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🤣🔥🔥🔥🔥
Andriyati
jangan bilang kalau ibu yg Hanum rawat mrninggal
Elly Rasmanawati
Luar biasa
Elly Rasmanawati: ceritanya mantap....tdk ber tele2....
total 1 replies
RossyNara
kan sudah ku duga, ternyata beberan si Hanum cucunya si kakek.
RossyNara
apa mungkin Hanum cucu kandungnya kakek y?
RossyNara
hati2 Gandi jangan buat Hanum marah dan berubah jadi hulk. /Smirk//Smirk/
RossyNara
ku tunggu kamu bucin parah sama Hanum, Gadhi. /Joyful//Joyful//Joyful/😈😈
Ruswa 123
Kecewa
Ruswa 123
Buruk
Hikmah
lho..lho...tidak sesuai dengN rencana./Drool/
Omha Achun
Luar biasa
Nurhayati Ningsih
gemes
N Wage
aamiin.
si sulung aku umur 8 th baru punya adek.
N Wage
masih penasaran dg cerita masalalu hanum.bagaimana cerita ibunya sampai meninggal dunia sehingga ia diasuh oleh ibunya yg sekarang beserta ayah sambung dan kk tirinya.
N Wage
seperti kemasan terigu saja...segitiga biru😂😂😂😂😂
N Wage
ada.
aku menyaksikan sendiri,walau bukan aku yg mengalami.ada keluarga yg boleh dikata mampu dan berkecukupan tapi masih juga resahndan ingin menguasai harta saudaranya yg lain.padahal sdh dibagi rata oleh orangtua mereka dulunya.sampai memutuskan tali silaturahmi dg saudara2nya yg lain.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!