Devano William seorang cowok yang mempunyai sifat dingin suatu hari karena sebuah kejadian dia bertemu dengan aluna khaina yang mempunyai sifat ceria, dan bawel .Mampukah Aluna mencairkan sifat dingin Devano?
Ini hanyalah sebuah cerita dengan konflik yang ringan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-14- Senin
Hari ini hari senin hari yang paling di benci oleh kebanyakan anak sekolahan karena harus upacara bendera dan hari ini hari yang apes bagi aluna karena dia di paksa sarapan oleh rin saat sampai ke sekolah dan menyebabkannya muntah.
Hoek...Hoek...Heok
"Ini minum air" ucap rin dan memberikan air kepada aluna
"Seharusnya gue nyuruh lo minum susu dulu udah lo mulai terbiada baru gue nyuruh lo makan roti atau sereal, udah makin lama baru makan nasi" ucap rin dengan nada menyesal
"Nggak apa apa kok gue juga tadi udah muntah jadi udah lega"
"Maaf ya al, gue hanya pengen lo terbiasa sarapan karena lo biasa nggak sarapan walaupun lo sarapan palingan udah agak siang"
"Jangan nyalahin diri lo sendiri kita abis ini mau upacara lebih baik kita turun ke lapangan"
"Oke, tapi lo habisin dulu minumannya"
"Iya, rin"
Aluna dan rin turun ke lapangan karena juga sudah ada panggilan dari guru melewati pengeras suara agar siswa siswi turun ke lapangan untuk melaksanakan upacara bendera. Osis juga sedang mengecek satu persatu kelas dan jika masih ada siswa atau siswi yang belum turun ke lapangan mereka akan menyuruh untuk turun ke lapangan jika tidak mereka akan mencatat nama siswa siswi yang tidak turun ke lapangan, jika ada yang sakit disuruh ke uks.
"Ya ampun kenapa panas banget sih, mana upacara masih lama lagi" keluh rin
"Aluna lo baik baik aja kan? Muka lo pucat"
"Gue baik baik aja"
"Tapi muka lo pucat, lo ke uks aja"
"Nggak apa apa kok"
"Yakin?"
"Yakin lah, gue kan orangnya kuat, hanya pusing juga itu kan udah biasa"
"Kalau lo udah nggak kuat bilang ke gue nanti gue antar lo ke uks"
"Iya rin"
Karena kejadian itu rin terus bertanya kepada aluna saat rin melihat aluna sangat pusing tapi jawaban yang didapatnya tetap sama aluna selalu mengatakan bahwa dia masih kuat. Setelah selesai upacara rin menyuruh aluna untuk istirahat di uks sebentar karena aluna hari ini ada latihan untuk olimpiade tapi jawaban yang aluna berikan hanya dia tidak apa apa.
Aluna melihat lihat apakah ada rin di kelas atau tidak karena sejak pengumuman bahwa sekarang jamkos rin langsung menghilang, aluna berniat mencari rin tapi sekarang fisiknya sangat lemah aluna sangat pusing karena aluna takut dia tiba tiba pingsa jadi dia memutuskan untuk menunggu rin hingga aluna tidak sadar kalau dia tertidur.
"Aluna bangun" ucap rin pelan sambil mengguncang tubuh aluna hingga membuat aluna terbangun
"Kenapa rin, udah ada guru ya?"
"Belum kok, ini minum obat dan makan roti aja dulu untuk ngisi perut lo sebelum makan obat"
"Iya"
"Maaf ya tadi lama gue makan dulu dengan bang vano dengan kawannya yang lain"
"Nggak apa apa, lagi pula gue juga tidur tadi"
"Lo bisa latihan hari ini? kalau lo nggak bisa bang vano bilang nggak apa apa"
"Gue bisa latihan tenang aja"
"Bang vano tadi khawatir banget sama lo, dia nyuruh lo ke uks lah, dia nanya lo udah minum obat atau belum, dan banyak lagi pertanyaannya
Kring....Kring.....Kring....
Bel pulang berbunyi aluna pergi menyusul devano karena dia akan latihan di ruang kelas devano dengan langkah yang semangat berbanding dengan tadi pagi saat dia sama sekali tidak punya semangat.