[Cover buatan salah satu pembaca baik hati yang mau membuatnya]
"Namaku Yaoma aku hanyalah bocah kecil, yang hidup bahagia, setidaknya itu menurutku sampai kehancuran akibat para Dewa di langit terjadi...."
"Peperangan para Dewa terlalu menghancurkan dunia, ibuku yang seorang Dewi kembali ke langit dan berusaha menghentikannya..."
"Tapi dia tidak pernah kembali, dan senyuman kebahagian keluargaku tidak pernah lagi terlihat..."
"Aku yang masih kecil terkadang berpikir begini 'Apa semua masih bisa kembali?' yah meski setelah melihat fakta hari itu harusnya mustahil yah."
(Authornya jarang off, sorry kalo jarang baca komen + ini novel uji coba. Semoga menikmati)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoake-Sama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14 "Darah Dan Teknik Pedang, Prt 2"
Chapter 14
"Darah Dan Teknik Pedang, Prt 2"
"Baiklah kumulai!" ucap Asmodeus mengambil start pertama untuk ingin berubah menjadi awekaning.
Asmodeus menusuk jantungnya dengan tanpa ragu dan mulai menghisap darah di jantungnya dengan cakarnya.
"Ergh.... Awekaning : Vampire Brutal Hands!!!" ucap Asmodeus sembari menahan rasa sakit di jantungnya.
"Kepada api dari neraka dan naga
putih dari surga, datanglah dan jawab doaku, aku memintamu datang dan pinjamkan kekuatanmu padaku!" ucap Biiel sembari berdoa untuk kekuatannya.
"Awekaning : White Dragon And Fire Hell!" ucap Biiel sembari tubuhnya bercahaya dan mulai berubah.
Tak lama berselang, kemudian tubuh mereka berdua mulai berubah secara sedikit demi sedikit.
*Ilustrasi
Biiel
[White Dragon And Fire Hell]
"Baiklah waktunya untuk serius," ucap Biiel dengan ekspresi yang jauh lebih serius dari sebelumnya.
"Bukankah kau seorang iblis, tapi kenapa berdoa kepada surga?" tanya Yaoma kepada Biiel karena merasa aneh.
"Karena hatiku masih manusia, selain itu ... ini juga bisa menjadi kekuatan," jawab Biiel pada Yaoma.
Dan secara tiba tiba sesuatu mendaratkan pukulan keras pada Yaoma dengan sebuah tangan yang besar.
Yaoma menghidarinya dengan kekuatan fisik dan instingnya dari pukulan tersebut.
"Apa itu?" tanya Yaoma sedikit bingung karena serangan yang sempat tak ia rasakan dan datang tiba-tiba.
"Yeehahaha BUNUH!" tawa Asmodeus dengan ekspresi dan suara yang jauh sekali berbeda dari sebelumnya.
*Ilustrasi
Awekaning
[Vampire Brutal Hands]
"Tubuh, kecepatan dan kekuatannya berubah drastis dan terlihat seperti monster," gumam Yaoma melihat penampilan Asmodeus.
"Dia yang sekarang sudah mulai menjadi tak waras lagi, dia menyerap darah dari jantungnya sendiri dan mengubah sayapnya menjadi semacam monster pada kedua tangannya," penjelasan Biiel kepada Yaoma yang terlihat bingung.
"Begitu yah, baiklah ... kalau begitu aku juga akan menggunakan skill darah!" peringatan Yaoma sembari mengkikis sedikit kulit jarinya.
"Kenjutsu : Bloody Dark Sword!" Yaoma mengaktifkan skill berdang kegelapan dengan di padukan oleh darah di jarinya.
Pedang Yaoma pun berubah menjadi gelap dengan darah yang masih mengalir di sekitar pedangnya.
Kemudian disusul juga oleh serangan Biiel, ia menancapkan pedangnya ke tanah sembari berusaha mengaktifkan skillnya.
"Fire Hell : Magma Floor!!" ucap Biiel mengaktifkan skill dari awekaningnya.
Setelah merapalkan jurusnya, seketika lantai di ruangan itu menjadi retak dan sedikit demi sedikit mulai terisi oleh lava.
"Sial, menghambat pergerakan saja!" gumam Yaoma yang baru saja mau menyerang.
Kemudian Asmodeus mulai mengambil langkah untuk melewati lava dengan lompatan dari lantai ke lantai yang masih tersisa dengan mudahnya karena ia menjadi sangat gesit.
"BRUTAL : MONSTER PUNCHHHH!!!" teriak Asmodeus dengan sangat keras sembari mengaktifkan skillnya.
Asmodeus menyerang Yaoma dengan pukulan monster yang sangat cepat hingga Yaoma pun tak sempat menghindar.
"Sial tak sempat!" ucap Yaoma melihat pukulan Asmodeus yang terlalu besar dan cepat untuk di hindari.
Asmodeus berhasil mendaratkan pukulan pada wajah Yaoma dengan keras sampai ia terkena lava.
"PANASSSS," jerit Yaoma dengan kepanasan karena lava terkena tubuhnya..
"YAOMAAAAAA!" teriak Asmodeus dengan lantang sembari melancarkan serangan berikutnya.
Setelah menyerang dengan pukulan yang sangat keras dan cepat itu, Asmodeus melompat kembali dan berusaha mengaktifkan 1 serangan lagi untuk menyerang Yaoma.
"BRUTAL : RENZOKU CHI PUNCHIIIIIII!!!!!!" teriak Yaoma berusaha mengaktifkan skillnya dan langsung terjatuh kembali lagi ke arah Yaoma untuk memancarkan serangan.
Tangan Asmodeus berubah menjadi gumpalan darah yang semakin membesar dan menyerang Yaoma secara bertubi-tubi.
"Tak ada waktu untuk memikirkan rasa sakit yah," pikir Yaoma yang kemudian mulai memberi serangan balasan.
"Kenjutsu : Namerakana Chi No Surashu!" Yaoma mengaktifkan skill berepedangnya lagi namun kali ini dengan lembut. Tidak mengayunkan pedangnya dengan keras ataupun cepat.
Yaoma menebas tangan monster Asmodeus dengan sangat halus di saat Asmodeus hampir menyerangnya dan hampir membunuhnya.
"Kau kalah, Asmodeus-san," ucap Yaoma dengan seringai kemenangannya dan senyuman percaya dirinya.
Kemudian Yaoma mulai berpindah dengan melompat jauh ke lantai lainnya karena lava dari Biiel semakin menjadi-jadi.
"AKU TAK AKAN KALAH DARIMU!" teriak Asmodeus yang semakin geram sembari melihat Yaoma yang lari darinya.
Tak lama kemudian, tangan monster Asmodeus pun tiba-tiba terlepas dengan perlahan dan bekas tebasan yang sangat halus.
"UARGHHHHH SAKITTTTTT," jerit Asmodeus dengan kesakitan karena tangannya putus.
Gumpalan darah yang keluar dari tangan Asmodeus mulai membesar dan membesar sampai terlihat seperti ingin meledak.
"TIDAK! TIDAK!" teriak Asmodeus yang semakin panik melihat tangannya membesar terus menerus.
Tanpa bisa dihentikan lagi, darah Asmodeus pun akhirnya meledak hingga membuatnya tak sadarkan diri setelah tangannya putus.
"ASMODEUS!" teriak Biiel sembari menahan pedangnya sendiri.
"Sekarang kau!" ucap Yaoma dari depan Biiel dalam keadaan membungkuk dan ingin memegang lava dari Biiel.
"Dark : Reveletion!!" ucap Yaoma mengaktifkan skill netral nya.
Dengan jurus kegelapannya, Yaoma menghisap lava yang ada di lantai. Melihat hal itu, Biiel pun mencabut kembali pedangnya lalu menggunakan lagi untuk kuda-kuda bertarung dengan pedangnya.
"Bagaimana kalau kita selesaikan ini dengan 1 tebasan?" tanya Biiel sembari bersiap bertarung sekali lagi dengan Yaoma.
"Menarik, kalau begitu ... ayo lakukan! akhiri pertarungan ini dalam 1 serangan," jawab Yaoma pada tantangan Biiel.
"Baiklah!" ucap Biiel yang merasa mereka berdua telah sepakat.
Mereka berdua langsung berkuda-kuda pedang dengan skill berpedang masing-masing.
"Kenjutsu : Ittoryu
"Kenjutsu : Ittoryu
Mereka berdua menggunakan gaya berpedang yang sama dan mengatakannya bersamaan pula.
Shiro Dragon Herufaia Surashu!!" ucap Biiel mengaktifkan skill pedang terbaik nya.
Biiel menebas dengan kekuatan naga putih api neraka di pedang nya dalam kekuatan maximalnya.
"ini adalah teknik pedang ayah!"
Dark And Light Alestaria Ken!!!" ucap Yaoma mengaktifkan skill pedangnya dan mengadunya dengan serangan Biiel.
Yaoma menebas dengan serangan dalam pedang berkecepatan cahaya yang dikombinasikan dengan kekuatan kegelapannya pada katananya.
Keduanya terkena serangan itu masing-masing, dan Yaoma pun yang pertama berlutut dan muntah darah.
"Uargh...," ucap Yaoma dengan muntahan darah di mulutnya.
Dada Biiel pun setelah beberapa saat akhirnya juga tertebas dan perlahan darahnya mulai keluar, dan kemudian ia langsung terjatuh.
"Ahaha ... aku kalah... maaf Asmodeus....," Biiel menertawakan kekalahannya dan melihat Asmodeus yang tergeletak sekejap sebelum akhirnya ia tumbang dan tak sadarkan diri.
"Sial... White Dragonmu sangat kuat rasanya menebas hampir semua organku dan api nerakamu itu membuat tubuhku terasa begitu terbakar...." gerutu Yaoma sembari memegang dadanya yang terasa terbakar.
"Tapi aku tak ada waktu untuk memikirkan rasa sakitku," ucap Yaoma sekali lagi sembari mulai berjalan kembali.
"Dan juga, teknik pedang Alestaria ayah kali ini bisa ku gunakan loh..," ucap Yaoma di pikirannya sembari berjalan.
"Dan juga....
Hanya tersisa 6 lagi!"
Pertarungan berakhir dan disisi atas Dunia Bawah, tepatnya di hutan di atasnya fajar sudah mulai terbit dan malam sudah berakhir.
Di sisi lain di ujung seluruh gerbang kastil Hades, di singgasana Hades.
"Behemonth, sepertinya dia berhasil yah," ucap Hades dengan telepati pada Behemont.
"Dari insting saya... benar tuan," jawab Bahemonth pada Hades.
"Begitu yah, sepertinya hanya kalian saja yang beranggotakan 2 orang yang terakhir. Aku harap kau dapat mengalahkannya dengan Luciel tapi jika keadaan terburuk Sebisa mungkin lari saja ke gerbang ke-6 dan minta bantuan Baal!" perintah Hades untuk melanjutkan rencananya.
"Baik tuan," jawab Bahemonth pada Hades.
Telepati mereka pun diputuskan dan Hades langsung duduk dengan santai kembali di singgasana.
"Sekalipun kau bisa mengalahkan seluruh komandan sebelumnya, aku tak yakin kau akan bisa mengalahkan komandan peringkat 1-3 Yaoma, karena....
Astaroth, Slypharia dan Rebbeca tingkatannya sangat lebih jauh loh...."
Episode berikutnya "Hewan Iblis Dan Iblis Biru"
well tidak adanya tanda baca disana kau jadi seakan akan menghina ibumu sialan:)
kau ini mau pakai kalimat apa?! jangan dicampur seperti itu coba pelajari lagi tentang tata letak kalimat langsung tidak langsung. ada beberapa hal yg butuh penjelasan latar tapi sudah dilanjut ke adegan berikutnya.
mohon perhatikan lagi.
kata yaoma dengan sedih.
yaoma dengan sedih ....bla bla..
tadi sempat kulihat sudut pandang tokoh aku di tengah sudut pandang penulis.
tolong kurang pengulangan kata. selain boros juga bisa membuat bosan! perhatikan juga latar waktu tempat dan keadaan! bukan hanya suasana.
selain itu. bagus.