NovelToon NovelToon
Dinikahi Jenderal PTSD

Dinikahi Jenderal PTSD

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syfaanca

Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.

Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.

Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 - Pertemuan?

Mobil itu melaju dengan kecepatan yang dahsyat, perjalanan mereka kembali ke Fuzhou bagian Utara masih jauh, namun itu semua tidak sebanding dengan perjalanan mereka setelahnya. Melewati atau menyamar masuk ke wilayah musuh bukanlah hal yang mudah, bagaimana caranya ia bisa menyelamatkan istrinya jika harus berhadapan langsung dengan kandang berisi macan full?

Kepala Jingyuan penuh dengan segala kemungkinan dan cara-cara yang harus ia tempuh agar bisa menjemput istrinya kembali. Sepanjang perjalanan, kedua ajudannya yang berada di mobil yang sama dengan sang Jenderal terus menerus bertukar pandang, gelisah dan kebingungan dari Jenderal di kursi belakang mampu dirasakan juga oleh para ajudannya.

Mereka baru tiba di Fuzhou Utara ketika hari sudah menuju malam. Langit sudah gelap dan suara gemuruh hujan juga mulai terdengar. Ajudan Han yang sudah tiba lebih dulu di Fuzhou Utara langsung menghadap. "Lapor Jenderal, kondisi cuaca tidak memungkinkan, lebih baik kita lanjutkan perjalanan di esok hari ketika cerah."

Jingyuan yang tidak memperdulikan laporan itu hanya berjalan masuk menuju kamarnya dan melepas pakaiannya asal lalu menggantinya dengan yang baru. Ia langsung mengenakan topi yang menutupi hampir seluruh wajahnya dan masker wajah.

"Kalian bersiaplah, jangan mencurigakan." Ujarnya sembari bersiap membawa beberapa bawaan yang terlihat normal seperti seorang musafir, beberapa bungkus roti gandum dan nasi kepal.

Jingyuan serta dua ajudannya termasuk ajudan Han berkumpul, mereka membahas peta yang diberikan dan strategi terbaik untuk bisa melewatinya. "Kita cukup membawa 5 tael untuk perjalanan kali ini, jangan ada yang bawa Bianbi atau uang kertas lainnya sama sekali. Ingat, kita akan memasuki wilayah pemberontak revolusi. Bersikaplah seperti mereka." Ujarnya memberikan instruksi.

Jingyuan menyimpan masker yang menutupi wajahnya dan memutuskan menggantinya dengan kumis palsu yang ia buat sendiri untuk tugasnya semasa dulu di pasukan militer luar negeri. Mengingat itu, dadanya terasa sesak lagi, nafasnya jadi lumayan pendek dan berbunyi mengi. Ketika dirinya merasakan itu, Jingyuan pasti sedang dalam kondisi relapse atau mengulang dan mengingat kembali masa lalu yang membuat kecemasan dan PTSD nya kambuh.

Berusaha relax sebentar dengan meminum teh hangat dan duduk santai, Jingyuan akhirnya bangkit lagi dan mereka pun memulai perjalanan. Jingyuan terus berharap apapun dan bagaimanapun kondisinya, Wanqing saat ini dalam keadaan baik. Ia terus menerus mengingat senyum wanita itu setiap dia pulang ke rumah dinas, betapa hangatnya sup dan makanan buatannya, betapa sangat penuh kehati-hatian dan perhatiannya dia dalam melayani segala kebutuhan untuk dirinya.

Jingyuan juga terus menerus memegangi obat salep bengkak yang sudah dibekali Wanqing kepadanya dari sebelum Fuzhou Utara ini ditaklukan. Baginya, barang itu sangat berarti dan membuatnya merasa dekat dengan nyaman dan aman.

Perjalanan mereka tidak mudah, awal mereka sampai di pintu Fuzhou bagian Barat Laut, beberapa petugas pemerintahan Fuzhou memintai dokumen mereka, namun karena sudah tau kebobrokan sistem pemerintahan orde lama, Jingyuan dengan mudahnya melewati mereka dengan memberikan satu tael kepada penjaga-penjaga itu.

Mereka berhasil melewatinya dan bersikap seolah hanya musafir yang datang berdagang dari wilayah Fuzhou lainnya. Ajudan Han dan salah satu ajudan lainnya yang bernama Xien menarik gerobak yang berisikan beberapa bahan makanan mulai dari gandum, jagung, sampai kentang yang mereka pakai sebagai alibi berjualan, sementara Jingyuan berjalan di paling depan.

Jingyuan menganalisis beberapa standar kehidupan di Fuzhou bagian ini sembari berhati-hati dan terus memahami situasi yang terjadi. Perjalanan mereka terasa sangat mudah karena dilakukan di malam hari, beberapa penjaga sudah mabuk atau mengantuk, jadi tidak terlalu memperdulikan pedagang keliling seperti mereka.

Salah satu hal yang hampir menyulitkan mereka adalah ketika mereka tiba di pintu gerbang utama Fuzhou bagian Barat di pagi hari, beberapa penjaga mulai awas dan banyak sekali pedagang yang masuk ke dalam kota itu.

"Dokumen!"

Salah satu petugas berusaha menggeledah isi gerobak mereka. Jingyuan mengeluarkan satu tael lagi dari kantongnya. "Tolong jangan persulit pedagang kecil ini." Ujarnya dengan nada memelas.

Pria yang merupakan petugas penjaga gerbang itu menatapnya tajam dan memanggil beberapa penjaga lainnya. "Penyusup!" Ia berteriak menunjuk Jingyuan dan dua ajudannya. Menyadari kondisi yang memburuk, Jingyuan memberikan isyarat pada kedua ajudannya untuk melakukan plan B yang sudah mereka rencanakan.

Karena ramainya penduduk yang mengantri dan petugas, Jingyuan serta kedua ajudannya mengeluarkan pistolnya. Mereka menodongkan pistol itu dan menembakkannya ke udara, memaksa para penduduk yang panik berhamburan kemana-mana sementara para petugas yang ketakutan membunyikan lonceng tanda bahaya sekaligus mengisyaratkan para petugas terdekat untuk berkumpul.

Jingyuan dan kedua ajudannya memanfaatkan kondisi itu untuk berlari memasuki gerbang Fuzhou bagian Barat itu dengan berlari meninggalkan gerobak mereka dan berpencar. Plan B yang sudah matang di masing-masing otak mereka, mereka jalankan dengan sangat baik.

Jingyuan berlari masuk ke salah satu toko dan berusaha untuk bersikap normal, ia perlahan mencabut kumisnya dan memasang gigi palsu, mengganti topinya dengan wig yang lain dan memasang plester di salah satu matanya agar tertutup seolah habis terluka. Jingyuan keluar dari toko itu pas bertemu dengan salah satu petugas yang memandangnya curiga.

Jingyuan menyapanya dengan menganggukkan kepala lalu berjalan santai pergi. Petugas itu menepuk pundaknya.

Jingyuan menoleh spontan, ia hampir meraih pistol di sakunya ketika petugas itu berkata, "Apakah tadi Anda melihat tiga orang berlari masuk?"

Jingyuan yang merasa lega itu menggeleng kuat. "Tidak." Jawabnya singkat, ia berusaha membuat suaranya terdengar cempreng dan tidak sama.

Petugas itu mengangguk dan membiarkan Jingyuan pergi, namun, ia merasa ada yang janggal, sepertinya ia mengenal pria itu. Ketika petugas itu berbalik, Jingyuan sudah hilang entah kemana.

Hari sudah siang menjelang sore ketika Jingyuan dan kedua ajudannya bertemu di titik dalam hutan yang telah mereka tentukan dari peta. "Huft, hampir saja Aku ketawan tadi." Ujar Ajudan Han sembari melepas wignya.

"Bau sekali wig itu." Gerutunya lagi.

Malas menjawab atau mendengar ocehan Han, Jingyuan melemparkan wig dan tas kecilnya kepada Han sembarangan, beberapa isinya berserakan. "Ambil dan menyusul lah." Titah ya sambil berjalan cepat.

Han menggerutu kecil sambil dengan cepat memunguti beberapa tael yang berserakan. Ia pun mengejar ketertinggalannya dari Jingyuan dan Ajudan Xien.

Mereka akhirnya tiba di depan pagar tinggi nan besar dengan villa mewah yang megah di dalamnya, Jingyuan dengan nekat langsung memanjat gerbang itu dan berjalan dengan cepat dan siaga sambil menodongkan pistolnya ke sekitar, dua ajudannya juga mengikuti langkahnya.

Villa itu sangat besar dan mewah, namun terlihat usang dan tertinggal dari luar. Tapi, Jingyuan yakin tadi melihat cahaya dari jendela di halaman depan. Jingyuan mengetuk pintu itu 2x sesuai isyarat yang diberikan bersamaan dengan peta itu.

Ia berteriak,

"Pasokan."

Denting jam terdengar di dalam hatinya seiring pintu besar di hadapannya terbuka lebar. Seorang pria paruh baya menatapnya sekilas dan berkata, "Ayo."

Mereka memasuki rumah itu, tepat saat Jingyuan menoleh ke ruang tamu, di atas sofa itu, ada sosok Wanqing dan seorang wanita paruh baya yang memiliki kemiripan yang luar biasa sama seperti Wanqing.

Berjalan perlahan dan pasti, Jingyuan menghampiri Wanqing yang kini sudah berdiri menyambutnya.

Berhadapan langsung dengan Wanqing, Jingyuan tak mampu berkata-kata, Wanqing dipenuhi dengan perban dan wajahnya sedikit lebam di area pelipis. Wanqing tersenyum lirih, "Kau menemukanku." Ujarnya singkat.

Mendengar itu, Jingyuan mengangguk, "Bagaimana kondisimu?" Ujarnya sembari mengelus kecil rambut di kepala Wanqing.

"Terima kasih." Wanqing dengan cepat memeluk tubuh besar nan kekar milik suaminya itu. Merasakan kehangatan itu, Jingyuan balas memeluk istrinya dan berbisik lembut, "Aku tidak akan membiarkan siapapun yang melukaimu hidup, akan kuhabisi bahkan sampai tulang dan sendirinya memohon ampun."

*BERSAMBUNG*

Semuanya, akhirnya Jingyuan dan Wanqing ketemu nihh, jangan lupa support aku selalu ea, love u all!

1
arya
modus
Lamycut
Suka geremm banget baca si Bai Bai itu ish sebalnya, buang ajah dia 🤭
Syfaansa: harusss🤣🤣🤣
total 1 replies
Lamycut
keren kakak, itu si dingin jendral malu-malu yah, lanjut dan semangat ya kak
arya
ini terbaik sih, author bisa buat karya se megah ini, mau dong tips nya.. hehe
Syfaansa: menghayal dan menonton drachin lah tipsnya KWKWKW
total 1 replies
Syfaook
Lanjut Thor!! jangan lupa update banyak banyak yan
Xxzyeyi
WOII KEREN BANGET MBA AKUNTAN HAHAHA, diem diem idenya nulis beginian, bagus lanjutkan saudarakuh!! semangatt /Curse/
Eat Reactwithmee
Slow burn ya ini Thor hahaha, temen kerjaku karyanya bagus banget, bikin greget banget sama perilaku saling malunya mereka berdua, si Jingyuan juga sok bener nahan nahan padahal mah udh demen kan, ngaku hayu /Scream/
Fei Lord
Ceritanya sangat unik dan menarik sekali yaa, jadi penasaran kelanjutan hubungan kaku bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!