Kaisar Pratama, pemuda tampan yang disukai banyak wanita. Anak bungsu dari pasangan pengusaha Andi Pratama dan Wina Pratama. Di usianya yang baru menginjak dua puluh lima tahun seorang Kaisar sudah menjabat sebagai Manager keuangan di salah satu Bank swasta terbesar yang ada di Indonesia.
Kaisar Pratama sudah di kenal banyak orang sebagai pemuda dingin tingkat tinggi.
Yasika, gadis sederhana berparas cantik, pintar dan sedikit pendiam. Melanjutkan pendidikan terakhir nya di salah satu Universitas yang berada di Jakarta. Menjadi seorang pengacara adalah cita-citanya.
Yasika pernah bertunangan
dengan seorang laki-laki yang merupakan cinta pertamanya.
Anne Putri, gadis cantik, tinggi, dan juga pintar. Menjadi seorang Dokter adalah impiannya sejak kecil. Anne dan Kaisar pernah menjalin hubungan selama lima tahun lamanya.
Dan hubungan mereka harus berakhir ketika Anne memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di negeri kangguru.
Bagaimana kisah asmara antara mereka bertiga?
Siapakah diantara kedua gadis itu yang akan mendapatkan hati seorang Kaisar?
Yasika, gadis sederhana berparas cantik dan sedikit pendiam.
Atau Anne Putri, yang merupakan mantan terindahnya.
yu ikuti terus kelanjutanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon parida hakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14.Jangan menjauh dan menghindar dariku
*selamat membaca
semoga kalian suka
mohon dukunganya ya*...
*****
Kaisar membawa Yasika pergi, mengendarai mobilnya sendiri dengan kecepatan sedang. Agar mereka semua tidak khawatir, Kai menghubungi temannya memberitahukan bahwa Yasika pergi bersama dengannya.
Yasika diam, sesekali matanya sayunya itu melirik ke arah Kaisar.
Sebenarnya dia mau ngajak aku kemana?
Kenapa rasanya sangat sulit untuk bicara?
Apa karna kita sedang berdua?
Yasika gugup bukan main, perasaannya campur aduk, pikirannya terbang entah kemana.
Kaisar hanya fokus menatap jalanan, mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.Tidak ada suara sedikitpun yang keluar dari mulutnya. Diam, hanya itu yang di lakukannya sekarang.
Kenapa aku membawa gadis ini.?
Ada satu alasan kenapa aku membawanya pergi.
Cukup lama perjalanan yang mereka tempuh, sebelum akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan. Setelah memarkirkan mobilnya, Kai turun, dengan segara membukakan pintu untuk Yasika.
Yasika-pun turun dari mobilnya, merasa takjub dengan pemandangan di depan matanya. Sangat indah itulah yang ia lihat. Udara malam ini sangat terasa dingin, bagaimana tidak? ternyata Kaisar mengajak Yasika ke sebuah bukit yang berada di pinggir kota.
Yasika berjalan mendekat menuju sebuah tembok besar yang menjadi pagar pembatas. Matanya terus berputar mengelilingi keindahan bukit itu. Hatinya sangat ketika ia bisa melihat pemandangan pada malam hari.
Kai berjalan mendekatinya, berdiri sambil memasukan kedua tangannya kedalam saku celana. Ia ikut memandang lurus kedepan, menikmati keindahan malam tersebut. Kai juga merasakan kenyamanan dan ketenangan saat berada disini. Tempat yang dulu sering ia kunjungi bersama dengan sang mantan kekasih. Dulu, tempat ini adalah favoritnya mereka berdua. Banyak waktu yang mereka habiskan di tempat ini.
Dan sekarang ia datang lagi kesini setelah sekian lama tidak pernah mengunjungi tempat ini. Kai datang tidak sendiri, ia datang membawa seorang gadis, gadis yang bukan kekasihnya untuk saat ini.
Kai berdiri bersebelahan dengan Yasika, dengan tangan yang saling menempel. Jarak keduanya sangat dekat, mereka sama-sama sedang menikmati udara malam ini yang begitu dinginnya.
"Apa kamu suka_?" Tanya Kai memecah keheningan malam.
Yasika menoleh dan tersenyum "Ya, sangat suka kak, tempat ini sangat indah sekali."
"Apa kak Kai suka datang kesini?". Yasika memberanikan diri untuk bertanya.
"Hemm____." hanya itu yang keluar dari bibirnya.
Mereka diam sejenak, sebelum Kai kembali bersuara. "Maaf___?". Yasika menoleh, merasa heran dengan apa yang di katakan oleh lelaki itu.
"M__maaf untuk apa.?" Yasika bertanya dengan nada sedikit bergetar.
"Untuk semuanya." Kai berujar seraya menatap gadis cantik itu.
Mereka bertatapan dalam diam, dengan segera Yasika tersenyum "Kenapa Kakak minta maaf? Udahlah Kak, aku tidak apa apa kok. Aku juga tidak mau menyalahkan kakak sendirian, karena aku juga bersalah." berkata seraya menatap balik matanya Kaisar.
Kai sedikit menyunggingkan bibirnya ke atas, tidak mengira kepada gadis yang ada di hadapannya saat ini. Ternyata gadis ini tidak membencinya, Kai tidak tahu dengan perasaannya sendiri, perasaan apa yang ada di hatinya saat ini. Apalagi disaat mereka berdua seperti ini.
Kini mereka berdua memberanikan diri untuk saling berbicara, di tengah dinginnya udara malam. Sesekali saling melempar pertanyaan, hingga ada satu pertanyaan yang membuat Kaisar bisa tersenyum lebar.
"Kak, kenapa sih kakak selalu bersikap dingin? seperti es batu saja, padahal kalau aku lihat dari kedua orang tua kakak saja mereka tidak seperti kak Kai. Apalagi dengan momynya Jasmine, sungguh berbeda, dari pertama aku lihat Kak Kai sungguh bikin merinding sekali, kakak itu seperti orang yang angkuh, sombong, dinginnya minta am __ ".
"Terus apalagi?" potong Kai cepat. Sengaja ingin menggoda gadis itu. Wajah Yasika memerah saat Kai menatapnya seperti itu.
Yasika sadar dengan ucapannya sendiri, ia mengatupkan bibirnya dan menutup dengan kedua tangannya. Malu sangat malu itulah yang ia rasakan saat ini.
Ada apa denganku?
Kenapa kalau ngomong gak bisa di jaga..
Dasar bodoh, bodoh, bodoh...
Yasika merutuki dirinya sendiri, merasa gugup saat lelaki itu terus saja menatap wajahnya. Memasang wajah memelas dan tersenyum kikuk.
"Ma __ "
Sebelum mengucapkan itu, lagi-lagi Kaisar memotongnya "Kenapa begitu banyak bicara sekali huh"? Katakan apalagi? kenapa kamu gugup dan kenapa wajahmu sangat merah? Kamu sengaja ingin menggodaku kan.?" Itulah pertanyaan yang sengaja di lemparkan oleh Kaisar kepadanya. Kai gemas saat ia melihat wajah merah itu.
"Disaat sedang gugup saja dia sangat cantik" gumam Kaisar dalam hatinya.
Kai mendekat, mengikis jarak di antara keduanya. Membuat Yasika semakin terlihat gelisah.
"Kak ____ Aku minta ma __?".
Cup ....
Satu kecupan mendarat di bibir gadis itu, Yasika terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Kaisar. Ini adalah kali kedua Kaisar menciumnya. Yasika membeku, untuk menghindar saja rasanya sangat sulit.
Kai mengecup bibir itu lagi, menutup matanya dan perlahan membuka bibirnya sedikit untuk ******* bibir ranum itu. Mereka saling berbalas ******* saling menelan saliva. Kai membelai punggung itu lembut, membuat Yasika meragang merasakan panas di sekujur tubuhnya. Membalas ******* itu, dengan lidah saling membelit. Ia juga mencengkram kuat bajunya Kaisar. Mereka terhanyut dan terbawa suasana. Tapi kali ini, mereka melakukan itu penuh dengan perasaan.
Kecupan itupun berhenti, mereka masih merasakan aura yang menggebu, dengan nafas yang masih memburu. Keduanya memejamkan mata dengan dahi yang masih menempel.
Setelah semuanya kembali normal, mereka membuka matanya dan saling menatap, mereka tersenyum bahagia. Kaisar mencium kening Yasika dengan sangat lama, mendekap tubuh itu dalam pelukannya. Ia juga kembali mencium pucuk rambutnya Yasika. Kai memeluknya dengan sangat erat, seolah ia tidak ingin kehilangan gadis itu lagi.
Malam ini, adalah malam yang paling bahagia buat Yasika, ia merasakan kehangatan dan kenyamanan saat bersama dengan laki laki yang sekarang sedang memeluknya. Ia juga membalas pelukannya. Pelukan hangat yang di berikan Kaisar. Tanpa ada suara yang keluar dari mulut mereka.
Apakah saat ini mereka sama sama saling jatuh cinta sekarang?
Apakah semua ini menandakan bahwa mereka sekarang adalah sepasang kekasih?
Ataukah mereka hanya saling membutuhkan saja?mana mungkin?
Siapa wanita yang mau diperlakukan seperti itu? Yang mau dicium seenak jidatnya oleh seorang laki laki tanpa adanya ikatan dan perasaan.
Hanya mereka yang tahu. Tahu tentang perasaannya sendiri. Karena sampai sekarang, tidak ada yang menyatakan cintanya secara langsung.
"Jangan menjauh dan menghindar dariku lagi "
*****
*Terima kasih buat semua yang suka dengan ceritaku ini.mohon dukungan ya buat aku.
ternyata untuk menulis itu butuh ketenangan.
mohon maaf bila ada salah dalam penulisan ataupun ceritanya.
berikan like,komen, dan vote-nya juga...
thank 🙏💕*