NovelToon NovelToon
Belenggu Mafia Lapuk

Belenggu Mafia Lapuk

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Mafia / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 5
Nama Author: Neti Jalia

Warning! 21+


Evellyn seorang gadis muda berusia 17 tahun terpaksa melarikan diri dari rumah. Gadis yang bahkan belum lulus sekolah itu terpaksa melepaskan diri dari jerat sang ibu tiri yang ingin menjual dirinya, karena terlilit hutang judi disebuah pusat perjudian kasino.

Namun kesialan terjadi saat dirinya dalam misi pelarian diri. Gadis itu terjebak dalam situasi yang tidak kalah rumit dan menegangkan. Evelly terjebak diantara orang-orang yang menguasai dunia bawah tanah.

Akankah Evelly berhasil lolos?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neti Jalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14.Menghilang

"Oh...pasangan yang romantis. Biar tambah romantis, aku kirim kalian bersama ke neraka ya bro Yansen?"

Klakkk

Klakkk

Door

Byuurrrrrrrr

Yansen menghindari peluru dengan ikut melompat kelaut.

"Sial...!!" umpat si codet.

Drap

Drap

Drap

Si codet melihat ke arah jatuhnya Yansen, berharap melihat sedikit riak air disana. Namun air itu sungguh tenang, hanya ada ombak yang berasal dari lajunya kapal, seperti tidak ada tanda-tanda keberadaan Yansen.

Si codet akhirnya memutuskan bergabung dengan anak buahnya yang lain. Karena dia yakin Yansen tidak akan mampu bertahan ditengah lautan tanpa bantuan pelampung, terlebih air laut sangat dingin dan hari saat ini masih dini hari.

Si codet murka saat mendapati anak buahnya banyak yang tewas, dan hanya tinggal 3 orang saja. Si codet memutuskan untuk membawa anak buahnya mundur, setelah melihat Owen yang terkena luka tembak dilengannya.

"Mundur!" perintah codet.

Si codet menggunakan kesempatan itu untuk kabur dengan kapal kecilnya. Sementara itu Owen tengah bersandar didinding kapal sembari menahan laju darahnya yang terus mengalir dari lengannya.

Byuuurrrr

Byuurrr

Byuuurrr

Diego dan Zavier melemparkan para mayat geng Halilintar kelaut.

"Selamat jadi makanan hiu," ujar Zavier.

"Zav. Dimana Owen dan Yansen?" tanya Diego.

Zavier yang teringat, menggelengkan kepalanya. Kedua pria itu buru-buru mencari keberadaan Yansen dan Owen.

"Wen....Yansen..." teriak Zavier.

"Zav..." teriak Owen dengan sisa tenaganya.

Diego yang mendengar keasal suara, bergegas menghampiri sahabatnya itu.

"Astaga Owen....Zavierrrr...." teriak Diego sembari mengeluarkan sapu tangannya dan mengikat lengan Owen.

"Owen? apa kamu baik-baik saja?" tanya Zavier yang melihat wajah Owen sedikit memucat.

"Ayo," Diego dan Zavier memapah lengan Owen disebelah kiri dan kanan.

"Akhhhh...sial ini sakit sekali," ujar Owen merintih kesakitan saat Zavier dan Diego membuat pria itu duduk disebuah kursi.

"Biar aku lihat lukamu," ujar Diego.

Diego menggunting sedikit lengan baju Owen, untuk melihat seberapa parah luka sahabatnya itu.

"Sial..sepertinya peluru itu benar-benar dalam. Kamu harus segera dibawa kerumah skait," ucap Diego.

"Sialan. Kenapa aku harus mencicipi meja operasi seperti Yansen. Yansen? kemana Yansen?" Owen yang teringat Yansen, baru menyadari kalau sahabatnya itu tidak berada ditengah-tengah mereka.

Tidak jauh berbeda dengan Owen, Zavier dan Diegopun saling berpandangan, karena baru merasa kehilangan Yansen.

"Sial! Owen, kamu tunggu disini! kami akan mencari Yansen dulu," ucap Zavier.

"Ya." Jawab Owen.

"Kemana Yansen?" tanya Ivanka yang baru nongol dari kamarnya.

"Kami akan mencarinya. Sebaiknya kamu panggil yang lainnya, agar bergabung disini semua." Jawab Diego.

"Baiklah." Kali ini Ivanka lebih mudah diajak bekerja sama.

Diego dan Zavier bergegas mencari Yansen. Sementara Ivanka memanggil teman-temannya yang lain termasuk Evellyn.

"Terakhir kita harus memanggil gadis kecil itu," ucap Ivanka pada gadis bawaan Owen, Zavier dan Diego.

Namun saat mereka tiba dikamar Evellyn, mereka sama sekali tidak menemukan keberadaan gadis kecil itu.

"Kemana dia? apa dia sudah diruang tengah lebih dulu?" ucap Ivanka.

"Ya sudah, kita langsung ke ruang tengah saja," sambung Ivanka.

Sementara itu ditempat berbeda, Diego dan Zavier tampak kebingungan, karena mereka sama sekali tidak menemukan keberadaan Yansen atau pun tanda-tanda keberadaan pria itu.

Zavier mengusap wajah dan rambutnya dengan kasar. Pikiran buruk sudah bergelayut dalam benaknya.

"Tidak! ini tidak mungkin sesuai dengan yang aku pikirkan kan?" ucap Zavier.

"Oh God...tidak mungkin Yansen menghilang jatuh kelaut kan?" ujar Diego.

"Kalau iya, bagaimana cara kita mencarinya? kapal ini terus berjalan sejak tadi. Kita tidak tahu dimana titik terakhir dia jatuh. Sial!" umpat Zavier.

Diego mondar mandir seperti memikirkan sesuatu sembari memegang dagunya.

"Aku tidak percaya kalau dia meninggalkan kita semua sebelum kita menemukan orangnya ataupun Jasadnya. Nanti setelah matahari mulai ada, kita harus memanggil tim SAR untuk membantu kita mencari keberadaan Yansen." ujar Zavier.

"Setuju. Sekarang kita harus sampai ke pelabuhan dulu, salah satu dari kita harus membawa Owen kerumah sakit dan menungguinya selama operasi." ucap Diego

"Baiklah. Kita berbagi tugas kalau begitu," ujar Zavier.

Zavier dan Diego kembali keruang tengah dan berkumpul bersama yang lain.

"Mana Yansen?" tanya Owen.

Zavier dan Diego hanya mampu menggelengkan kepalanya.

"Apa maksud gelengan kepalamu itu brengsek!" hardik Owen dengan sisa tenaganya.

"Kami tidak menemukan dia dimanapun. Menurut perkiraan kami, Yansen jatuh kelaut atau..." Zavier tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.

"Jangan teruskan kata-katamu itu, aku tidak mau mendengarnya. Aku yakin Yansen baik-baik saja," ucap Owen dengan suara bergetar.

"Apa yang terjadi dengan Yansen?" tanya Ivanka yang baru datang.

"Yansen menghilang. Kami sudah mencarinya dimanapun, tapi tidak berhasil menemukannya." Jawab Zavier.

"Tidak mungkin! tidak mungkin Yansen mati kan?" Ivanka syok.

"Mati kepalamu! bisakah kamu jangan menyebutkan kata-kata mengerikan itu untuk sahabatku itu?" hardik Owen.

"Owen. Kendalikan dirimu, darahmu semakin mengucur kalau kamu tegang begitu," ucap Diego.

"Jadi apa yang harus kita lakukan untuk menemukan dia?" tanya Owen.

"Aku dan Zavier sudah sepakat. Kita harus kembali kepelabuhan dulu. Aku akan mengantarmu kerumah sakit buat operasi, sementara Zavier mencari Yansen bersama tim SAR." Jawab Diego.

"Sepertinya pencarian kalian bertambah satu orang lagi," ujar Ivanka.

Owen, Zavier dan Diego menoleh bersamaan kearah Ivanka.

"Kami sudah mendatangi kamar gadis kecil itu, tapi gadis kecil itu tidak ada dikamarnya."

"Apa?" Zavier, Owen dan Diego terkejut.

"Kemana si bocil? tadi saat mencari Yansen , kami juga tidak melihat dia," ujar Zavier.

"Tidak mungkin kan kalau mereka jatuh bersamaan?" ucap Diego.

"Ya Tuhan...kalau itu benar, bagaimana kondisi anak itu, dia sedang sakit kan?" ucap Owen.

Diego dan Zavier kembali memutuskan untuk menyisiri tiap sudut kapal, dan berharap menemukan keberadaan Evellyn dan Yansen. Namun tetap saja mereka tidak menemukan siapapun.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit, mereka akhirnya sampai dipelabuhan. Matahari mulai menyingsing saat Diego tiba dirumah sakit bersama Owen. Sementara Zavier mengantar para gadis kerumah masing-masing. Setelah itu Zavier bergegas menemui tim SAR untuk membantunya menemukan keberadaan Yansen dan Evellyn.

"Cari sampai ketemu. Kalau kalian berhasil menemukan orang-orang yang kami cari, kami akan memberikan hadiah buat kalian semua," ujar Zavier.

Para tim SAR itu membantu Zavier dengan penuh semangat. Namun mereka sama sekali tidak menemukan Evellyn dan Yansen. Mareka malah menemukan potongan-potongan tubuh milik orang-orang yang dihabisi oleh Diego,Yansen, Zavier dan Owen.

"Yansen, Evellyn, dimana kalian? aku sangat berharap kalian baik-baik saja," batin Zavier.

*****

"Uhukkkkk"

Yansen terbatuk dan mengeluarkan cairan dari mulutnya. Rupanya sengatan matahari, berhasil membuat pria itu terbangun dari pingsannya. Yansen yang berhasil membuka matanya, perlahan mengingat-ingat apa yang terjadi sebelum dirinya tidak sadarkan diri.

"Eve..." ucap Yansen lirih.

TO BE CONTINUE...🤗🙏

1
Febby fadila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Febby fadila
udah mulai malas bacax, mafia kok nggak ada yg jelas 1 heran deee, beda banget sama cerita yg disebelah, mafiax bekerja sangat rapi dan cepat
Febby fadila
orland lebih licik daripada Yansen,,,
Febby fadila
kalian berempat itu terlalu bodoh mafia kok nggak bisa bijak dlm berpikir siii heran deee
Febby fadila
klw dsni kayakx orland yg lbih cerdik dan licik dari Yansen deee, orang² orland yg duluan cepat daripada orang² yansen
Febby fadila
hmmm makin menarik, orland juga yg menyelamatkan Evelyn kayakx,, waaahh butuh perjuangan besar buat Yansen untuk menemukan eve dari musuh bubuyutannya
Febby fadila
knp nggak di masukin Ivanka kedalam karung baru buang dia,
Febby fadila
kok lambat sekali siii Nemu kebenaranx,
Febby fadila
Ivanka cari mati ditangan Yansen rupanx
Febby fadila
ooo Ivanka jual² nama Yansen biar eve membenci Yansen,,
Febby fadila
aku sumpahi kamu Yansen tidak punya anak seumur hidup, bila perlu jonimu mati suri seumur hidup,,, kamu pikir harta dan tahtamu bisa membuatmu bahagia
Febby fadila
pasti ulah ivanka
Febby fadila
kabur saja dari situ Evelyn biar Yansen menyesal
Febby fadila
mantap eve sandiwara yg sukses,, 🤣🤣🤣🤣 panas Yansen ❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥
Febby fadila
pasti eve bakalan hamil secara Yansen tidak pakai pengaman,,
Febby fadila
racun yang bikin ketagihan eve 😁😁😁😁
Febby fadila
awas aja kau Yansen jadikan eve seperti Ivanka,
klw Ivanka bukan perawan tua tp kek gadis rasa janda udah bolong semua
Febby fadila
iyalah wong Ivanka dia cuman bisa diranjang doang,,,
Febby fadila
bikin ngakak aku, Yansen seperti suami yg ketahuan selingkuh dari istrix 🤭🤣🤣🤣🤣
Febby fadila
uuuuhhh Yansen baik banget siiii,,, menolang tanpa terlihat orang² di sekitarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!