NovelToon NovelToon
Mencintai Pria Lumpuh

Mencintai Pria Lumpuh

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: La-Rayya

Akira Olivia, seorang wanita tangguh yang menjadi istri dari seorang pebisnis terkenal Dimas Abraham.

Akira membutuhkan pasangan hidup, bukan seorang penjaga yang selalu mengawasi setiap gerak-geriknya. Namun Dimas bukanlah tipe suami yang diharapkan Akira.

Hingga suatu hari, Akira memutuskan untuk pergi meninggalkan Dimas, meski hal tersebut sangat melukai hatinya, tapi dia harus melakukannya - atau dia akan terus merasa terkekang..

Akira mulai membangun kehidupan barunya sendiri. Dia mulai mendirikan sebuah butik dengan pakaian yang didesain sendiri olehnya, membeli sebuah rumah dan, yang paling penting, menjadi dirinya sendiri - Akira Olivia.

Lalu sebuah panggilan telepon ditengah malam mencari "Nyonya Dimas" membuat kehidupan baru Akira merasa terusik kembali. Dimas mengalami kelumpuhan dan membutuhkan bantuannya sekarang.

Akira sepenuhnya jatuh cinta kembali pada Dimas yang tampan dan mempesona.

Tapi sekarang Akira, hanyalah seseorang yang merawat Dimas, bukan istrinya.

Apakah cinta mereka akan bertahan kali ini?


Follow me on IG: La-Rayya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Segera Kabur

"Apa kau mau membantuku lagi?" Tanya Dimas setelah selesai dengan urusan teleponnya dengan Sam, sekretarisnya.

"Seperti biasa, tentu saja. Kau ingin aku melakukan apa?" Ucap Akira balik bertanya.

"Hmmm apa kau bisa bekerja paruh waktu denganku disini. Aku butuh orang yang bisa menjadi sekretaris cadangan ku. Orang yang bisa mengetik dengan laptop, atau sekedar mengirim berkas-berkas penting pada klienku."

Akira tersenyum kecut.

"Oh Dimas, maafkan aku. Jika untuk hal itu, aku tidak bisa. Karena aku juga punya bisnis yang harus aku jalankan."

"Tapi ini kan hanya paruh waktu. Memangnya apa saja yang kau lakukan di butik mu itu?" Tanya Dimas penasaran.

"Aku bekerja. Mendesain, menjahit, dan kini aku harus menyelesaikan pesanan dari customerku. Mmmmm.... aku bisa membantumu mencari orang yang tepat untuk menjadi sekretaris mu."

"Oh, baguslah. Jadi aku tidak memerlukan mu lagi disini."

"Andai saja aku bisa merekam ucapan mu tadi." Balas Akira dengan dada yang sesak.

"Ya, aku pikir aku telah menyita banyak waktumu, bukan begitu?"

Akira terlihat berpikir, 'iya, memang ada baiknya aku tidak datang lagi.'

"Ada banyak pekerjaan yang harus ku lakukan. Waktuku tidak banyak, aku benar-benar dikejar target. Ya, sekarang bisnisku tengah mengalami kesulitan."

"Apa kau butuh uang? Aku bisa memberikan padamu. Berapa banyak yang kau butuhkan?" Tanya Dimas.

"Apa kau sedang bercanda? Kau ingin memberiku uang? Apa kau ingin menyumbang?" Akira balik bertanya.

"Bisa dibilang seperti itu." Balas Dimas.

"Aku heran kenapa baru sekarang kau mau memberikanku uang? Padahal dulu kau menolak saat aku meminta bantuanmu untuk memulai usahaku."

Suara Akira terdengar sangat ditahan untuk tidak marah, tapi Dimas dapat merasakan kemarahan itu.

"Ayolah, jika kau tidak ingin aku memberimu secara percuma, maka anggap saja kau meminjamnya. Kau bisa mengembalikannya kapanpun, aku tidak akan menaruh bunga."

Akira berpikir meskipun itu sebagai pinjaman, ia tak akan mau menerima uang itu dari Dimas. Karena bagaimanapun, jika ia menerima uang dari Dimas, otomatis dia akan sering bertemu dengan Dimas lagi. Dan Akira tidak mau itu terjadi.

"Kau sangat baik Dimas, tapi aku tidak mau meminta uangmu."

"Itulah yang seorang teman lakukan. Dan, kau tidak memintanya. Akulah yang menawarkan."

"Aku tidak mau bergantung padamu lagi. Aku suka menjadi mandiri. Tapi terima kasih untuk tawarannya, teman."

Suara Akira terdengar penuh penekanan.

"Akira, apa kau sungguh berpikir, kita bisa hanya menjadi teman saja?" Tanya Dimas.

Ekpresi Akira terlihat khawatir saat ia menjawab pertanyaan Dimas, "aku tidak tahu, tapi aku akan mencoba. Aku yakin hanya itu satu-satunya hubungan yang cocok untuk kita."

***************************

Ponsel berdering, membuat Akira yang tengah fokus bekerja jadi hilang konsentrasi.

'Sial, siapa yang menggangguku malam-malam begini.' pikirnya.

[Halo, hai Akira, ini aku si lelaki yang baru saja punya ponsel terbaru,] ucap seorang lelaki di telepon.

Akira menarik nafas panjang, berpikir bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi.

[Setelah kau pergi, aku baru sadar. Ternyata aku tidak mengucapkan terima kasih atas hadiah yang kau berikan, dan hadiah itu dapat membuatku jadi lebih mandiri.]

[Sama-sama Dim.] Balas Akira.

[Kau biasanya tidak pernah mendukungku dalam hal pekerjaan. Makanya aku sedikit heran saat kau memberiku ponsel untuk mendukung pekerjaanku] Ucap Dimas.

[Aku melakukannya karena hanya pekerjaan saja yang kau perduli kan. Semuanya telah berubah sekarang, dan aku pikir bekerja adalah terapi yang bagus untukmu.]

[Ya, kau benar. Bekerja adalah terapi yang bagus untukku. Selamat malam, Akira.]

Belum sempat Akira berucap, suara ponsel sudah dimatikan Dimas.

'Sialan kau Dimas.' rutuk Akira dalam hati.

**********************

Setelah Dimas mengatakan untuk tidak terlalu sering bertemu dengannya, Akira memutuskan untuk mengurangi intensitas waktunya untuk mengunjungi Dimas di rumah sakit.

Dua minggu terakhir, Akira hanya datang ke rumah sakit setiap sore hari saat pulang bekerja. Dia selalu duduk di jarak yang aman dari Dimas. Mereka membicarakan tentang pekerjaan, bisnis, dan yang lainnya kecuali perasaan mereka.

Tapi terkadang, saat merasa suntuk dengan pekerjaan, Akira memutuskan untuk menghabiskan waktunya bersama Dimas. Meski hanya sekedar mengobrol saja.

Malam, saat Akira bersiap untuk meninggalkan rumah sakit, Dokter Jerry datang.

"Saya punya berita baik untuk anda, Tuan Dimas. Minggu depan saya harap kita bisa menyelesaikan perawatan anda. Anda sudah siap untuk pergi dari sini."

Akira menarik nafas dengan dalam dan menghembuskannya perlahan. Ia merasa senang mendengar kabar itu.

"Aku pikir, aku tidak akan sanggup berjalan saat keluar dari sini Dokter," ucap Dimas ragu, "kemana aku harus pergi?"

"Kamu punya beberapa pilihan. Banyak pasien yang mengalami kelumpuhan yang sama seperti anda memilih untuk pergi ke pusat rehabilitasi untuk melakukan terapi penguatan otot. Jika anda memilih itu, maka anda akan berada disana beberapa bulan lamanya. Tapi beberapa pasien memilih untuk tinggal di rumah dan melakukan terapi setiap hari. Artinya anda harus menyewa alat dan perawat untuk bertugas di rumah." Jelas Dokter Jerry.

"Aku akan memikirkan semuanya Dok. Saat ini, aku sudah sangat senang mendengar kabar tentang aku bisa segera kabur dari tempat ini, sekarang aku hanya ingin berbaring dan beristirahat sebentar." Balas Dimas.

"Baiklah. Saya akan memberikanku rekomendasi tentang tempat-tempat fasilitas terapi di kota ini dan anda bisa memulai untuk memikirkannya." Dokter Jerry kemudian keluar.

Mata Dimas menunjukkan kebahagiaan, "yeeahhh, terima kasih Tuhan," teriaknya. "Sebentar lagi aku akan bebas! Aku akan pulang!"

"Kita harus merayakannya Dim." Ucap Akira.

Dimas tertawa dengan lepas. Tawa yang tak pernah Akira dengar beberapa waktu ini.

"Aku rasa, kita tidak bisa berdansa." Gelaknya.

"Tidak, tapi aku punya ide bagus." Akira berjalan keluar dari ruangan Dimas.

Tak ingin kejadian yang sama terulang, Akira memutuskan untuk tidak lagi menyiapkan makan malam. Akira kembali dengan membawa laptop serta proyektor. Ada keranjang piknik juga yang dibawa Akira. Berisikan pop corn, dan jus buah.

"Aku pikir, kau ingin melihat dunia luar karena sudah berada disini dengan waktu yang lama. Anggap saja sekarang kita tengah menonton bioskop." Ucap Akira.

Tak lama film diputar, keduanya fokus menonton film yang disiapkan Akira. Namun, pikiran Akira kembali melayang kepada fakta bahwa Dimas akan meninggalkan kota ini minggu depan. Akira melihat perubahan yang signifikan dari Dimas dua minggu ini.

Sejujurnya Akira bahagia karena akhirnya Dimas bisa keluar dari rumah sakit. Dan seperti kata Dimas dia ingin segera kabur dari tempat ini.

'Aku yakin, dia lebih ingin kabur dariku. Dia tak membutuhkan aku lagi.'

Tanpa sadar, keduanya saling menggenggam tangan dengan erat.

"Sekali lagi, selamat Dimas. Akhirnya kau akan segera meninggalkan tempat ini," ucap Akira berusaha menahan air matanya, "aku senang bisa merayakannya denganmu."

Dimas tersenyum, namun sorot matanya menampakkan kesedihan.

"Terima kasih Akira, kau yang membuat perayaan ini." Balas Dimas.

Setelah Akira pergi, Dimas bingung dengan perasaannya yang malah merasa sedih karena harus meninggalkan rumah sakit.

'Aku tidak akan dapat melihatnya lagi.' pikirnya.

Dimas memutuskan untuk menelepon Sofia.

[Aku butuh bantuanmu untuk menentukan tempat dimana aku harus melakukan terapi. Dan aku juga butuh orang yang bisa membantuku untuk mengurus semua serta membantu pekerjaanku.] Ucap Dimas.

[Tentu saja sayang, aku kakakmu. Tapi itu memerlukan tanggung jawab yang besar untuk memilih tempat terapi.]

[Aku percaya padamu.]

[Baiklah, Dimas. Tapi kau tau sendiri, aku paling tidak tahan untuk mengurus orang sakit.]

[Tentu saja.] Balas Dimas, meski kecewa ia tahu memanv begitulah Sofia, kakaknya.

[Aku akan mengurus semuanya, dan akan menghubungimu saat semuanya sudah siap. Dan aku akan menemuimu segera mungkin.]

[Baiklah, terima kasih Sofia.]

Sambungan telepon terputus. Pandangan Dimas menerawang ke plaffon. Ia merasa kedinginan, selimut yang di pasangi Akira tak dapat menghangatkan tubuhnya.

Dimas lalu memanggil perawat untuk memberinya selimut lagi, tak lama ia memejamkan mata seraya membayangkan wajah Akira yang tengah tersenyum.

Bersambung....

1
Nenk NOER
Ceritanya menarik dan selalu Tamat g digantung kaya jemuran.. semangat Thor..
Nurbayti Bayti
lanjut
Anita Awju
bagus
Theresia Onih
semoga bagus ceritanya
Dedeh Supriatin
cuss
Nurlaela Hamid
mampiiir
Nurlaela Hamid
pasti mampir thor
Teruterubuzu
sama.. or wajah latin juga ok thor
Teruterubuzu
bahagia untuk selamanya..
Teruterubuzu: Sama" Bu.. Jangan berhenti & teruslah berkarya & tetap semangat💪🥰❤
total 2 replies
Teruterubuzu
akhirnya harapan keduanya terkabul.. selamat untuk dimas & dimas
Teruterubuzu
positif hamil
Teruterubuzu
Pertolongan datang diwaktu yg tepat.. good job dimas.. biar mampus Daniel
Teruterubuzu
cinta membutakan mata hati & pikiran menjadi tidak jernih & mereka tidak belajar dari pengalamannya masing" & saling gois
Teruterubuzu
manusia BODOH dimas, acara formal & eksklusif seperti ini mana bisa masuk sembarangan tanpa menunjukkan undangan.
Teruterubuzu
OMG.. menyebalkan dimas.. menyalahkan Akira padahal dia menikmati juga
Teruterubuzu
dim, jgn mengulang kesalahan yg sama
Teruterubuzu
Ada kepanasan nih.. kasihan amat si daniel bagai pungguk merindukan bulan.
Teruterubuzu
Daniel pebinor.. alasan jjadi investor padahal mau mengikat akira dgn cara cantik.
Teruterubuzu
cepat" pulang ingin bercinta.. ga tahan nih
Teruterubuzu
ngarep banget si Daniel.. mimpi kali yee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!