Pernikahan yang di dasarkan oleh perjodohan, membuat Max tak pernah menganggap Monica sebagai istrinya. Ia selalu memperlakukan Monica dengan begitu kasar. Bahkan, tak tanggung-tanggung Max selalu membawa wanita bayaran nya ke apartemen nya dan Monica untuk memuaskan nya.
Suara desahan dari dalam kamar Max, membuat Monica terisak. Ia benar-benar merasa tak di hargai sebagai seorang istri. Sudah hampir setahun pernikahan mereka, namun Max masih belum juga berubah.
"Ceraikan putri ku sekarang juga!" ucap Juan.
Bagai tersambar petir di siang bolong, Max merasa tubuhnya begitu lemas saat mendengar ucapan Juan barusan. Kenapa di saat ia sudah mencintai Monica, Juan malah menyuruh nya untuk menceraikan Monica.
"Dad, ku mohon. Jangan pisahkan aku dengan Monica. Aku mencintai nya Dad. Aku sangat mencintai nya" ucap Max. Berlutut di hadapan ayah mertua nya. Namun, bukannya merasa iba, Juan malah menatap Max dengan sinis.
Bagaimana kah kisah nya? Akankah Max bisa mempertahankan pernikahan nya dengan Monica?
Yuk, simak ceritanya.
Update setiap hari senin-jumat!
Sabtu dan minggu libur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 14
Berikan vote, coment, dan like ~
Monica melangkahkan kakinya ke mobil sambil menenteng tas jinjing nya di bahu kiri nya. Baru saja saja ia hendak membuka pintu mobil. Seseorang memanggilnya, hingga membuat Monica menghentikan gerakan nya.
"Chris?" ucap Monica. Saat melihat Chris yang datang menghampiri nya.
"Lama tidak bertemu Nyonya" ucap Chris. Menatap Monica dengan tatapan penuh arti.
"Ha! Iya. Ada perlu apa kau datang kesini Chris" ucap Monica. Membuat Chris menyeringai.
"Saya lewat sini. Saya tidak sengaja melihat anda" ucap Chris.
"Seperti itu. Apa....."
"Siapa dia Sayang" ucap Brian. Yang baru saja turun dari mobil. Karena rasa penasaran nya Brian turun dari mobil untuk menghampiri Monica dan Chris.
"Oh dia. Dia asisten nya Max" ucap Monica. Membuat Chris terkekeh.
"Saya bukan asisten Tuan Max lagi Nyonya" ucap Chris. Membuat Monica mengerutkan keningnya bingung.
"Maksud mu? Max memecat mu. Begitu? " ucap Monica.
"Ya. Seperti itulah Nyonya" ucap Chris.
"Kenapa dia memecat mu? Apa kau membuat kesalahan?" ucap Monica.
"Ya. Saya sudah berani mencintai wanita yang dia cintai" ucap Chris.
"Hanya karena itu?" ucap Monica. Chris menganggukkan kepalanya. "Kekanakan sekali" ucap Monica lagi.
"Monica!" ucap seorang wanita. Menghampiri ketiganya.
"Amber?" ucap Monica. Saat melihat yang memanggil Monica adalah temannya. "Ada perlu apa kau datang kesini Amber. Lalu, kau datang dengan siapa" ucap Monica lagi. Amber menatap ke arah Chris yang juga sedang menatap nya dengan tajam.
"A-aku hanya ingin menemui Alexa" ucap Amber. Monica mengerutkan keningnya. Ia semakin bingung saat melihat wajah Amber yang ketakutan seperti itu.
"Apakah kau....."
"Sayang, ini sudah jam 6 sore. Satu jam setengah lagi aku ada jam terbang" ucap Brian. Memotong ucapan Monica.
"Ha! Iya baiklah. Ayo kita pergi" ucap Monica. "Amber aku duluan" ucap Monica lagi. Amber menganggukkan kepalanya. Monica dan Brian pun segera masuk kedalam mobil. Dan mobil itu pun melaju meninggalkan rumah sakit.
"Sudah ku bilang, jangan keluar dari mobil. Kau melanggar perintah ku lagi Amber" ucap Chris. Menatap tajam pada Amber. "Akan ku beri kau hukuman malam ini" ucap Chris lagi. Ia menarik paksa tangan Amber, membawa nya kembali ke mobil.
"Chris lepaskan aku. Hikss, hikss" ucap Amber terisak. Saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Aku tidak akan melepaskan mu, sebelum aku medapatkan Monica Sayang" ucap Chris menyeringai.
"Chris, ku mohon lepaskan aku. Kau sudah mengurung ku di mansion mu selama satu minggu. Keluarga ku pasti khawatir dengan ku" ucap Amber.
"Kau ingin kembali pada keluarga mu?" ucap Chris. Amber menganggukkan kepalanya cepat. "Baiklah. Tunggu sebentar" ucap Chris lagi. Ia mengambil ponselnya di dalam saku celananya dan menghubungi anak buahnya.
"Kumpulkan keluarga istri ku ini di markas kita" ucap Chris. Saat anak buahnya mengangkat panggilannya.
"Baik Mr" ucap anak buah Chris di seberang sana.
Tut!
Chris mematikan panggilan nya setelah mendengar jawaban dari anak buahnya itu dengan seringai di wajahnya. Amber menatap Chris dengan takut.
"C-chris....."
"Kau tau aku siapa bukan? Dan kau tau apa yang akan ku lakukan pada keluarga mu nanti" ucap Chris menyeringai.
"KAU IBLIS CHRIS! KAU IBLIS!" ucap Amber berteriak. Dengan air matanya yang mengalir di wajah cantik nya itu.
Ciiittt!
Chris menepikan mobilnya dan mengerem dengan tiba-tiba. Sehingga membuat tubuh Amber terhuyung kedepan. Chris menatap Amber dengan tajam.
"BERANI KAU PADAKU AMBER?!" ucap Chris. Dengan berteriak pula. "Oh, baiklah. Akan ku buktikan padamu. Jika aku benar-benar iblis" ucap Chris lagi. Membuat tubuh Amber bergetar ketakutan.
Sreekk!
Chris merobek paksa pakaian yang di kenakan oleh Amber. Hingga belahan dada Amber kelihatan. Nafas Chris memburu. Bercampur amarah dan juga gairah nya yang bangkit saat melihat benda bulat milik Amber. Chris kembali merobek paksa semua yang menutupi tubuh Amber. Hingga wanita itu menjadi polos tanpa sehelai benang pun.
"Chris, hikss. Jangan, ku mohon. Hikss hikss hikss" ucap Amber ketakutan.
"Akan ku buktikan padamu Sayang. Betapa iblis nya diriku ini" ucap Chris menyeringai. Ia melepaskan penutup bagian bawah nya. Hingga bagian bawah nya itu polos tanpa sehelai benang pun. "Kita belum pernah melakukan nya di dalam mobil bukan?" ucap Chris lagi. Ia berpindah di atas tubuh polos Amber. Bertumpu dengan kedua lututnya dan mengarahkan miliknya pada milik Amber. Ia pun memasuki Amber dengan begitu kasar.
...*****...
Brian menghentikan mobilnya di depan kediaman Edison. Dan menatap pada Monica yang masih saja diam. Tampak, sedang memikirkan sesuatu. Brian menggenggam tangan Monica dan mencium punggung tangan wanita itu. Hingga membuat Monica tersadar dari lamunan nya. Ia menarik cepat tangan nya dari genggaman Brian. Hingga membuat Brian menatap nya bingung.
"Ada apa. Apa yang sedang kau pikirkan" ucap Brian.
"Tidak ada" ucap Monica. Ia melepaskan sabuk pengaman nya. Dan membuka pintu mobil itu. "Kalau begitu aku turun dulu. Kau hati-hati lah" ucap Monica lagi. Tanpa menunggu jawaban dari Brian. Monica pun segera turun dari mobil. Meninggalkan Brian yang menatap nya dengan bingung.
Ada apa dengan nya. Ucap Brian dalam hati.
Monica melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah besar itu dengan perasaan nya yang campur aduk. Saat ia melewati ruang tengah. Keluarga nya sedang berkumpul di sana. Termasuk Max dan Adrian.
"Monica" ucap Juan. Saat melihat kedatangan putri nya. "Kemari lah" ucap Juan lagi. Monica pun melangkahkan kakinya ke arah sofa dan duduk di samping Mommy nya.
"Kau habis darimana Monica?" ucap Max.
"Bukan urusan mu" ucap Monica.
"Tentu saja itu urusan ku. Aku suami mu" ucap Max.
"Kau baru mengatakan bahwa kau suami ku? Kemarin-kemarin kau kemana? Kau tidak pernah menganggap ku sebagai istri mu" ucap Monica. Membuat Max terdiam dan menundukkan kepalanya. "Aku sudah memikirkan nya Max" ucap Monica lagi. Membuat Max mendongakkan kepalanya.
"Aku tetap ingin bercerai dengan mu" ucap Monica. Ia bangkit berdiri dan segera pergi meninggalkan semua orang yang berada di ruang tengah.
*
*
*
*
*
Gantung ya? Kek jemuran😂😂
Ayo tebak, siapa Chris sebenarnya. Pasti taulah kalian ini🤣🤣😌😌
TIFFANY udah rilis guys di lapak sebelah🤗🤗
saya mampir lg thor
menang dasar,,,,, cerita ini Tdk ada mencerminkan adab yg baik.