NovelToon NovelToon
LENTERA TERUSLAH BERSINAR

LENTERA TERUSLAH BERSINAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Mafia / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:185.1k
Nilai: 5
Nama Author: ria aisyah

Novel ini bercerita tentang kisah cinta antara guru dan muridnya. Romantisme mereka yang berlangsung secara sembunyi - sembunyi hingga ketahuan, terus bagaimana ya.. penasaran kan..

Lentera dan Rafael Xu alias Wisnu tokoh utama yang memiliki latar belakang berbeda. Siapakah Wisnu sebenarnya?

Akankah Tera berubah?

Dan apakah kisah cinta mereka berjalan mulus?

Simak kisah selengkapnya di novel ini.

Jangan lupa kasih like, favorit, vote, hadiah juga rate buat dukung karyaku ya Kak..

Terima kasih banyak atas supportnya..

Happy Reading..💗💗💗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ria aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Martin

Drrrtttt.. drttt.. Ponsel Wisnu berdering. Terlihat nama Rayn memanggil.

"Hallo." Wisnu mengankat telponnya.

"Mobil yang kamu pesen udah ada di basement hotel. Aku akan menyuru manager hotel untuk menunggumu di lobi." ucap Rayn.

"Baiklah aku akan segera turun." ucap Wisnu.

"Oh ya Rafa, besok ditunggu papi sama mami." ucap Rayn.

"Hmm.. okey.." Wisnu lalu mematikan ponselnya.

Wisnu menghampiri Tera yang sedang asik menonton TV sambil bermain ponsel. Maksudnya TVnya yang nonton Tera main game.

"Tera, jalan yukk. Bosen di kamar terus." ucap Wisnu.

Tera mendongak melihat Wisnu lalu bangkit dari duduknya.

"Kita mau kemana sayang?" tanya Tera tersenyum manis sambil melingkarkan tangannya di leher Wisnu.

"Jangan mulai dechTera. Kalau kamu begini aku nggak janji bisa ngendaliin diri aku." Wisnu mulai terpancing dengan sikap Tera.

Tera buru - buru melepaskan tangannya dari leher Wisnu.

"Kenapa sih gitu aja napsu?" ucap Tera sewot.

"Namanya juga sayang Tera. Pokoknya kita harus segera menikah." ucap Wisnu.

"Iya, iya, bawel. Nikah aja yang dipikirin." ucap Tera.

"Kesabaranku ada capeknya Tera. Kayak kamu nggak mau aja." ucap Wisnu.

"Hmm.. kita jadi jalan atau berantem saja sampai capek." Tera berjalan mengambil tas selempang dan sedikit merapikan poninya di depan cermin.

"Udah cantik, yuk buruan." Wisnu menggandeng tangan Tera keluar kamar dan turun menggunakan lift pribadi.

"Kita ke mall aja ya kak." ajak Tera.

"Dengan senang hati nyonya Rafael." ucap Wisnu.

"Aku terbiasa manggil kamu kak Wisnu." Tera cemberut.

"Baiklah nyonya Wisnu." Mereka tertawa bersama menyadari sikap mereka yang seperti anak kecil.

Lift terbuka dan mereka berjalan ke lobi hotel. Disana sudah nampak seorang pria muda yang menunggu mereka.

"Selamat sore Tuan Rafa. Saya Manager Rio, ini kunci mobil Anda. Mari saya antar." Rio berjalan ke arah mobil di depan lobi dan membukakan pintu mobil untuk Wisnu. Lalu dia berputar membukakan pintu untuk Tera.

"Terima kasih Pak. Kami permisi dulu." ucap Tera.

"Sama - sama Nona." ucap manager Rio.

Setelah kepergian mereka Rio menghela napas merasa lega. Ini pertama kali baginya bertemu pemilik hotel tempat dia bekerja selama lebih dari 3 tahun. Dia masuk ke ruangannya kembali dan memberitahukan para pegawai untuk melayani Wisnu dan Tera dengan baik.

***

Di rumah Nenek Lydia

Sebuah motor harley berhenti di depan kedai nenek Lydia. Pemuda tampan yang mengendarainya membuka helmnya lalu berjalan menuju kedai itu. Keadaan kedai sore itu lumayan sepi dia mencari - cari seseorang yang ingin dia tanyai.

'Apa benar disini ya tempat tinggalnya?' batin pemuda itu.

Nenek muncul dari dalam kedai meninggalkan bibi Ratri yang sedang beres - beres.

"Cari siapa Nak?" tanya Nenek Lidya.

"Mau tanya Bu, apa benar ini rumah Tera?" tanya pemuda itu.

"Iya benar, saya neneknya. Mari silahkan duduk." nenek mempersilahkan pemuda itu duduk ke dalam kedai.

"Terima kasih Nek. Perkenalkan Nek, saya Andra teman sekolahnya Tera." ucap Andra.

"Oh iya, Nak Andra. Apa kamu sedang mencari Tera?" tanya Nenek.

"Iya Nek. Saya ingin tanya Tera tentang buku yang saya pinjam." ucap Andra mencari alasan.

"Tera sedang tidak disini Nak. Mungkin lusa baru kembali." ucap nenek.

"Kalau boleh tahu pergi kemana ya Nek?" tanya Andra.Andra merasa sedikit kecewa tidak bisa menemui Tera hari ini.

"Dia ke Surabaya Nak, ada urusan disana untuk beberapa hari." ucap nenek.

"Baiklah Nek, terima kasih. Saya permisi dulu. Kapan - kapan saya akan kembali kesini lagi." ucap Andra sambil beranjak dari kursi.

"Sama - sama Nak."

'Dia terlihat baik dan sopan.' kata nenek dalam hati.

Andra berjalan menuju motornya saat akan memakai helmnya tiba - tiba ada mobil sport berhenti di depannya. Pintu mobil itu terbuka dan muncul orang yang sangat dia kenal. 'Pak Tyo? Untuk apa dia kemari.' batin Andra.

"Kamu anak KUSUMA BANGSA kan?" tanya Tyo sambil melepas kacamatanya.

"Iya, Pak Tyo mau kemana?" tanya Andra.

"Apa bener ini rumah Lentera?" tanya Tyo sambil berjalan memutari Andra.

"Hmm.." jawab Andra mulai malas. Andra ingat ada yang tidak beres dengan sikap Pak Tyo pada Tera.

"Ngapain kamu kesini?" Tyo bertanya dengan gaya tengilnya.

"Bukan urusan Bapak. Saya permisi mau lewat." Andra memakai helm dan naik ke motornya.

"Eh, anak tidak tau sopan santun. Kamu jangan pernah dekati Tera lagi. Ingat itu!" ucap Pak Tyo.

Andra tidak mempedulikan keberadaan pak Tyo, dia langsung putar balik dan melajukan motornya pergi dari sana.

"Kelihatannya Tera tidak ada didalam." Tyo masuk kembali ke dalam mobilnya dan meninggalkan rumah nenek.

...*...

Di Mall

Tera dan Wisnu turun dari mobil mereka lalu berjalan meninggalkan parkiran. Tujuan pertama mereka adalah membeli baju, karena kemarin mereka tidak banyak membawa baju.

Wisnu membeli 2 stel baju santai dan Tera membeli satu stel baju tidur. Wisnu memilih banyak baju untuknya tapi Tera menolak. Alasannya dia tidak mau kebanyakan bawaan kalau pulang ke rumah nenek. Sebenarnya Wisnu sedikit jengkel tapi dia mengalah. Dia tahu sifat Tera yang tak suka boros.

"Kita kemana lagi sayang?" tanya Wisnu.

"Cari minum yukk. Aku haus Kak." ucap Tera.

"Kamu tahu dimana tempat yang enak?" tanya Wisnu.

"Ke lantai 3 yukk. Ke Cafe tempat temenku." ucap Tera.

"Boleh." Wisnu mengikuti Tera memasuki lift sambil membawa paper bag seperti asisten Tera.

Tak berapa lama mereka sampai di lantai 3. Tera berjalan di depan menuju Cafe milik Martin. Mereka masuk dan memilih meja kosong untuk duduk.

Pelayan dengan baju seksi menghampiri mereka. Dia terus melihat ke arah Wisnu sambil tersenyum manis. Dia menyerahkan buku menu sambil menempel disamping Wisnu, lalu bersiap mencatat pesanan mereka. Sebelum dia menanyakan pesanan Tera segera memilih pesanan.

"Jus mangga.. Cappucino.. salad dan tiramizu." ucap Tera cepat agar dia segera pergi.

"Baik. Pesanan akan segera saya antar." ucap pelayan itu sambil terus melirik ke arah Wisnu.

"Aku seperti mencium aroma gosong ya." ucap Wisnu sadar jika Tera sedang marah.

"Siapa juga yang kebakaran jenggot." Tera mengerti arah pembicaraan Wisnu.

"Tidak ada aku hanya melihat sedikit percikan api cemburu." Wisnu terkekeh.

"Kak Wisnuu.." Tera merajuk lalu manyun.

"Jangan sering - sering marah Tera, itu membuat aku gemes. Kamu nggak mau kan kalau tiba - tiba aku cium disini." ucap Wisnu terus menggoda Tera.

Wisnu dan Tera tak menyadari ada seseorang yang memperhatikannya dari tadi. Orang itu berjalan mendekat ke arah mereka duduk.

"Hai cantik.. kamu kemana aja nggak pernah kemari?" orang itu menyapa Tera lalu menoleh ke arah Wisnu.

"Bertapa ke gunung Fuji." jawab Tera asal. Disambut tawa renyah oleh orang itu.

"Kenalin pacar aku, Wisnu." Tera mengenalkan Wisnu karena mukanya udah seperti cucian kering.

"Martin." orang itu mengulurkan tangan.

"Wisnu." Wisnu menjabat tangannya.

"Nggak, aku beneran nanya. Selama ini kamu ngumpet dimana? Kamu nggak lagi jadi buronan polisi kan?" tanya Martin.

"Enak aja. Aku kan cuma brutal tapi bukan kriminal." jawab Tera.

"Aku ngelanjutin sekolah di Jakarta."

"Wuihh keren, sampai lulus nggak tuh." tanya Martin.

"Lulus lah.. Tuh kamu tanya aja sama gurunya." Tera menunjuk Wisnu pakai dagunya.

"Guru.. Jadi.. Ahh kamu gila ya." ucap Martin ambigu.

"Ehh, jangan omes ya.. Aku lulus karena belajar bukan karena pacaran sama guru." ucap Tera.

"Sorry.. sorry aku lupa.. Preman sini aja lari kalau lihat kamu. Gimana ceritanya dia.." belum juga Martin melanjutkan kata - katanya Tera sudah memotongnya.

"Dia suka sama aku.. Ya mana tau." ucap Tera.

"OMG.. Kamu cantik sih tapi tempramental." ucap Martin.

Pelayan yang tadi sudah datang membawa pesanan kami. Kali ini dia tidak berani mendekati Wisnu karena ada bosnya disini. Dia hanya melirik sekilas.

"Aku udah insaf Martin. Udah capek jadi berandalan. Cafe kamu aman kan sampai sekarang." tanya Tera.

"Aman sih, tapi nggak serame dulu waktu kamu sama Rayn sering kesini." ucap Martin.

"Martin, mendingan kamu balik kerja sana. Kamu nggak lihat apa? Ada yang berasa jadi obat nyamuk." Tera tidak ingin Martin terus membahas masa lalunya bersama Rayn di depan Wisnu.

"Sebenernya aku belum puas berbincang sama kamu tapi sepertinya sekarang keadaannya sudah tidak seperti dulu." ucap Martin.

"Bro, nitip Tera ya. Jangan kaget kalau dia banyak makannya." ucap Martin sambil melihat Wisnu.

"Dia aman bersamaku." jawab Wisnu sambil makan salad buah.

"Ok, aku cabut dulu." Martin pergi dari hadapan Wisnu dan Tera.

Tera dan Wisnu kembali menikmati pesanan mereka. Sesekali mereka saling menyuapi, membuat pengunjung lain di cafe itu merasa iri.

*****

Bersambung..

1
🌻Ruby Kejora
Salam kenal kak😆
estoria_barayas
yang penting rasa sayang nya gak pernah hilang 😊😊😊😊😊
Restviani
waduh... siapa sih orang misterius itu?
Diah_Kustantie ✨💛
sampe.sini tetep suka
Sedang Bertapa: terimakasih kakak... 😍😍😍
total 1 replies
Diah_Kustantie ✨💛
suka kak ceritanya
Sedang Bertapa: terimakasih kakak... semoga menghibur
total 1 replies
Umma Athaya
harus tega Wisnu
Umma Athaya
greget aku sama Wisnu yg masih sempat tergoyah sama masa lalunya 😡
Umma Athaya
wah bibit2 pelakor dah pada muncul ni didalam rumah tangganya tera sama Wisnu 😏,yeee si Wisnu tu harusnya move on dari masa lalu yg gag jelas gitu.jangan sampai tera kasi tinggal kalo Wisnu macam2 lagi sama masa lalunya.ayokkk tera hadapi dan basmi semua calon PELAKOR 💪
Umma Athaya
rasain silvya
Umma Athaya
akhirnya tera diterima dengan baik dalam keluarga Rafael 😘
Umma Athaya
tera sudah jadi seperti Cinderella
Umma Athaya
selamat datang dan selamat bergabung di keluarga Rafael ya tera
Umma Athaya
setiap momentnya selalu sweat antara Wisnu dan tera...langgeng selalu tuk kalian berdua sampe kakek nenek 🥰😘
Umma Athaya
Suka sama Wisnu yg gercep dan jujur langsung sama tera akan perasaannya jadi gag neko2 😍
Sedang Bertapa: terimakasih udah mampir di karya receh saya kak... semoga menghibur...
total 1 replies
Umma Athaya
cieee bunga2 cinta mulai berseri diantara Wisnu dan tera 😍
Umma Athaya
semangat tera
Umma Athaya
semoga Wisnu menjadi cucu menantunya nenek Lydia ya,Thor 🙏😇
Umma Athaya
cieee tera dah ketemu langsung sama opa-opa Korea ala2 Indonesia 🤭
semoga ini adalah awal yg baik tuk tera dan Wisnu kedepannya
Umma Athaya
aku baru mampir dan nyimak alur ceritanya,Thor 😊
Restviani
siapakah orang itu?
lanjut kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!