NovelToon NovelToon
Mayang Dan Bima

Mayang Dan Bima

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Nikahmuda / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:100.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rumaika

[[ TAMAT ]]

IG : @rumaika_sally

Menikahi temen sebangku semasa SMA. Bagaimana rasanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumaika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kado Untuk Bima

Jumat siang sepulang sekolah, Papa menjemput Mayang. Bima berpapasan dengan mereka di gerbang, melambaikan tangan dan kembali melaju dengan motor trailnya.

Papa sudah berjanji akan mengantarkan Mayang ke kota. Di sana mungkin tak selengkap toko yang ia jumpai di Jakarta. Tapi semenjak sore itu, ia menghubungi semua toko kamera yang paling lengkap barang dan stoknya. Meminta yang terbaik untuk disiapkan dan akan diambil pada Jum'at siang. Hal yang mudah bagi Haris. Apapun yang terbaik untuk Mayang. Sudah biasa ia lakukan semenjak mereka kembali ke Jakarta.

Pemilik toko itu mengeluarkan pesanan Papa Mayang. Diletakannya satu persatu alat keluaran terbaru itu di atas etalase display. Mayang menatap Papanya tak percaya, senang sekaligus terkejut. Papanya pura-pura tak melihat, hanya tersenyum tipis. Mayang menggandeng lengan Papanya. "Makasih, Pa," bisiknya.

"Ini kameranya. Ini lensa-lensanya. Ini tripod, ada stabilizer juga. Nah, ini microphone. Memory card ada beberapa, tinggal pilih," pemilik toko itu menjelaskan satu-persatu barang.

"Ini kartu garansinya dan kuitansi, silakan ditandatangani."

Papa Mayang mengurusnya, sementara Mayang mengagumi hadiah barunya. Pemilik toko menjelaskan dengan singkat. Mayang bilang nanti temannya sudah paham cara pakainya. Ia berpikir, Mas Bima sudah jago mengoperasikannya.

Besok makan malam di rumah Bima, Mayang ingin memberinya hadiah. Papanya mengajaknya mengunjungi toko  tak jauh dari situ.

"Apa yang Bima suka?" Papanya bertanya.

Mayang tak yakin, ia menyusuri rak-rak mini figure itu begitu saja. Setahunya Mas Bima tidak terlalu suka. Action figure? Ah enggak. Ia melewatkan rak itu kembali. Lalu perhatiannya tertuju pada mini figure motor trail. "Kayak motornya Mas Bima", Mayang berseru dalam hati.

Mayang memberi isyarat pada Papanya. Papanya mendekat. Mayang menunjuk miniatur motor trail itu. Papanya mengangguk setuju.

Sepanjang perjalanan pulang seperti biasa, Papanya memutar lagu-lagu favorit Mamanya di mobil. Mayang bersenandung riang. Di tangannya sebuah kotak hadiah terbungkus manis.

***

Sore itu seseorang mengetuk pintu rumah Mayang. Bukan Mbok Jum yang datang. Mayang sedikit terkejut. Namanya Pak Agus. Begitulah ia memperkenalkan diri.

"Kata Bapak, saya diminta kesini Non," katanya setalah Mayang mempersilahkannya duduk di kursi tamu teras luar.

"Ooh, panggil Mayang aja, Pak."

"Wah, saya nggak enak, Non."

"Yaudah, Mbak Mayang aja mungkin Pak?" Mayang merasa sungkan sendiri. Ia sudah terbiasa dipanggil Mbak oleh Mbok Jum. Tak berapa lama kemudian Papanya pulang.

Mereka berbincang. Mayang mengeluarkan dua cangkir berisi teh manis.

"Pak Agus udah lama bisa nyetir mobil? Bapak punya SIM?"

Pak Agus mengangguk cepat. "Ya, udah sekitar 3 tahun, Pak. Biasa bawa mobil pickup, buat ngangkut sayuran ke kota. Saya berangkat malam, pulang menjelang subuh. Biasa ke pasar induk dekat Kabupaten sana, Pak," jelasnya.

"Yaudah, hari Minggu besok coba antar saya dulu ke Pabrik ya, Pak."

Mereka lalu mengobrol sebentar, lalu Pak Agus pamit pulang.

Mayang keluar membereskan bekas gelas minum tamu. Papanya memintanya duduk.

"Jadi Papa rencananya mau nyari sopir buat antar jemput Mayang ke sekolah. Papa bingung. Mulai Senin depan ada teknisi khusus yang datang dari Brunei untuk mengatur ruang produksi dan mesin-mesin. Sekitar sebulan mungkin kalau pekerjaan selesai sesuai jadwal. Ya, Papa pengin bisa selesai secepatnya, tapi kondisi lapangan kan tidak menentu. Papa lumayan menyita waktu hampir 2 jam bolak-balik jemput Mayang pulang sekolah. Jarak pabrik sama sekolah lumayan juga. Mayang nggak apa-apa, kan?"

Mayang tak pernah mempermasalahkan itu sedari dulu. Tapi Papanya sendiri yang bersikeras harus mengantar dan menjemputnya sendiri. Ia begitu khawatir meninggalkan putri kesayangannya bersama orang asing.

"Nanti hari Minggu Papa coba minta antar sendiri dulu deh ke Pabrik. Semoga cocok ya. Susah banget nyari sopir di sini, nggak kayak di Jakarta," ada nada kekawatiran dalam kata-kata Papanya. Mayang tahu betul. Papanya tak mudah percaya pada siapapun.

Sore itu juga sebuah mobil baru datang. Chevrolet Trailblazer keluaran terbaru berwarna putih terparkir di garasi. Kata Papanya mobil itu rekomendasi temannya. Cocok untuk medan daerah ini yang berbukit-bukit dan menanjak jalannya. Warnanya putih, warna favorit Mayang.

"Emang nggak bisa ya sopirnya pakai mobil Papa aja terus nanti balik lagi ke Pabrik?"

"Nanti repot. Lebih nyaman ini juga kayaknya. Bagus kan, Mayang suka? Coba lihat interiornya. Ayo coba lihat dalamnya," Papa Mayang terdengar antusias. Mayang mengikutinya.

"Mayang pengin bisa nyetir mobil sendiri," Mayang mencoba kursi penumpang di jok barisan depan dan memaju-mundurkannya. Terasa nyaman. Ia rebahkan sedikit sandarannya.

"Nanti ya, Papa takut. Kalau Mayang udah punya KTP nanti Papa ajarin nyetir," Papanya tertawa.

"Papa takut nanti Mayang kemana-mana sendiri, nggak butuh Papa antar lagi," imbuhnya.

"Mas Bima bisa nyetir mobil sendiri. Keren ya, Pa."

"Nanti Mayang juga bisa. Kan Bima udah cukup umur. Udah boleh punya SIM juga."

Mayang jadi ingat pacar Kak Alex, cewek itu keren juga bisa bawa mobil sendiri. Mayang tertawa geli dengan ingatannya sendiri. Dulu ia begitu kecewa dan ingin cepat dewasa. Kak Alex, apa kabarnya sekarang?

***

Mayang Dan Papanya berangkat dari rumah selepas jam 7 malam. Mereka mengenakan jaket tebal. Tentu saja udara di tempat ini bisa membuat orang menggigil kalau malam tiba. Nanti katanya mereka akan membuat api unggun di samping rumah. Mereka akan berkemah kecil-kecilan. Membuat tenda mini di samping api unggun. Membakar jagung dan juga ikan dan ayam kampung. Bima mengirim whatsaap foto tenda itu sedari sore. Mayang semakin tak sabar. Katanya dia sama Om Wira yang bikin. Om Wira datang bersama dua temannya.

Hari ini hari spesial Bima. Dan juga Mama...

Mayang dan Papanya tak lupa melakukan hal yang biasa mereka lakukan setiap tahun begitu tanggal itu tiba.

Sekeranjang mawar putih mereka taburkan di bawah pohon kapuk samping rumah.

Papa menaruh bangku kayu di situ. Mereka berdua mengobrol sambil menikmati angin dan sesekali melihat kapuk-kapuk yang pecah beterbangan di udara.

"Mama pasti senang sekarang. Karena Papa udah melakukan hal yang seharusnya Papa lakukan sejak dulu," Pria itu membuka suara. Ada nada rindu dalam kata-katanya.

"Mayang juga berdoa buat Papa. Mayang nggak pengin Papa sedih terus dan menghukum diri dalam rasa sesal. Mayang maafin Papa, tanpa Papa minta maaf. Mayang sayang Papa. Masa lalu ya sudahlah biarkan berlalu. Sekarang ada Mayang, ada Papa. Kita semua saling sayang."

1
Qaisaa Nazarudin
Penuh liku2 banget hubungan mereka,tapi mengambil waktu yg lama juga nuat mereka nikah sungguhan ya..
Apapun karya mu bagus thor,,Aku salut sgn perjuangannya Bima 👍🏻👍🏻👍🏻⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺🌹🌹🌹🌹
Qaisaa Nazarudin
Menurutku cara mayang ini salah,Tempat istri adalah disisi suaminya apapun keadaannya,apalagi sekarang keadaan Bima yg madih terpuruk dan tergoncang,Mayang harus menjadi kekuatan utk Bima,Bukannya malah ninggalin suami,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Astaga Mayang ingat status kamu,kamu gak bisa lg seenakbya ngadih nomor kamu ke pria lain..apalagi Reza terang2 an bilang alesannya utk apa..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Makanya seharusnya bilang aja tunangan,apa susahnya sih kalo gak mau jujur udah suami istri..
Qaisaa Nazarudin
Udah sakit baru mau cari MANTAN ISTRINYA.. kalo aku jadi Asti ogah ambil tau soal mantan suami lagi,,Aku bukan orang yg sabar dan terlalu pemaaf orgnya,.Jadi sekali di selingkuhin,Seumur hidup akan ku ingat,aku langsung dikte kalo kamu itu org yh gak ku anggap lagi,,
Qaisaa Nazarudin
#Udah SAH gitu..
Qaisaa Nazarudin
Tunangan aja,jgn adek atau sepupu lah,sekurang2 nya mereka harus jgn menutupi ikatan mereka sepenuhnya,sekurang2 nya irg tau mereka ada hubungan spesial gitu,takutnya ada yg ganggu..
Qaisaa Nazarudin
#Ibu angkat
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Mayang masih manggil TANTE Asti?? Udah jadi Mertua juga inu angkat juga, Harusnya panggil MAMA juga dong..
Qaisaa Nazarudin
KARMA buat papanya selingkuhin istrinya sendiri,ninggalin anak dan istri,Nah sekarang dia yg di tinggalin,, Mantoopp👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Nyesek aku thor🥹🥹🥹😫😫😫😫😫😭😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Mengambil alih pengasuhan Mayang?? Bukannya Mayang mmg udah istrinya Bima ya,, jadi Mayang udah jadi tanggungjawab nya Bima,walaupun umur mayang masih dibawah standar umur utk menikah tp tetap pernikahannya dlm agama itu SAH..
Qaisaa Nazarudin
Lho kok papanya Mayang meninggal?bukannya td udah sadar ya saat Bima ngadih minum..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan,ku bilang juga apa!!! Hadeeuuhh..Rumit..
Qaisaa Nazarudin
Apa papanya Mayang dan mamanya Bima mulai ada hubungan?? Dan nyata nya Bima juga suka sama Mayang..
Qaisaa Nazarudin
Papanya Mayang dan mamanya Bima tuh pekerjaan mereka apa? kok mereka harus pindah ke sini,daerah terpencil,pantesan Bima gak suka,dia itu anak kota,,
Qaisaa Nazarudin
#Dendam mu
Qaisaa Nazarudin
Kasihan sama mama kamu Bim,Dendam ku sama papa kamu,terus kenapa mama kamu yg jadi mangsa nya,harusnya kamu banggain tuh mama kamu,Tunjukkan ke papa kamu,kalo kamu bisa sukaes tanpa beliau..
Nita Yulianita
ceritanya bagus.. tiap bab di like.. semangat thor
Rumaika Sally: thankyou, Kak. baca cerita aku yang lain juga yuk
total 1 replies
Nita Yulianita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!