Gue Alana Pradipta. Kalau lu liat penampilan , gue yakin lu bakalan berpendapat gue cewek gak bener, preman dan cewek kasar. Gue maklum sih kenapa lu bisa mikir gitu.
Sampe hari gue ketemu malaikat kecil yang gue jamin bikin lu yang sekeras batu karang bisa leleh kayak es krim kepanasan.
Angel minta gue jadi ibu sambungnya.
Yang bikin gue binggung adalah gue sayang sama Angel tapi gak sama bapaknya. Belum lagi sosial ekonomi kita yang nge jomplang banget.
Apa siap Angel punya ibu sambung preman kayak gue gini? Terus pernikahan tanpa cinta sama Pak Ricard gimana? Masa iya ngabisin hidup gue sama orang yang gak gue cinta dan mencintai gue?
cover source : wallbox. ru
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Belas
...Sindiran Pedas...
...🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸...
"Angel" tiba - tiba ada seorang wanita paruh baya yang menerobos masuk ke kamar rawat Angel.
Dibelakangnya mengikuti wanita muda yang cantik dan modis bak model.
"Richard ada apa dengan cucuku?" tanya wanita paruh baya itu dengan khawatir. Gue tebak ini neneknya Angel dari eomma nya. Wajahnya Indonesia banget.
Gue menjauh dari ranjang untuk memberikan ruang pada neneknya Angel. Nenek Angel menciumi wajah cucunya. Memperhatikan setiap senti tubuh cucunya.
"Gak papa ma. Kecelakaan. Tapi Angel udah tidak apa - apa."
"Oppa..." gue menangkap suara syahdu berasal dari wanita cantik yang datang bersama nenek Angel. "Oppa gak apa - apa?"
Gue merasa ini adalah acara keluarga jadi sebaiknya gue keluar. Gue gak mau menganggu. "Tuan, saya keluar dulu." gue pamit sebagai sopan santun.
Gak lupa gue bawa tas pinggang gue, gue butuh nikotin. Terakhir gue ngerokok sebelum menyelamatkan Angel.
"Jangan jauh - jauh." pesan Tuan Richard. Gue mengerti agar mudah di panggil saat Angel butuh gue. Gue hanya mau ke pujasera yang ada diseberang gedung rumah sakit. Gue mau merokok disana, karena diarea rumah sakit dilarang merokok.
Gue menoleh kebelakang karena merasa diikuti, ternyata benar. Asisten si oppa Lee Min Ho KW ngikutin gue.
"Mas ngikutin saya?" gue menghentikan langkah dan berbalik badan.
"Saya diperintah Tuan Lee untuk menjaga nona."
"Gue bisa jaga diri. Tapi ya udah lu ikut aja, temenin gue ngerokok, gak enak ngerokok sendirian." lumayan gue ada temennya daripada gue benggong sambil rokokan.
"Nona, tuan Lee meminta anda kembali ke kamar." kata si mas asisten. Hampir setengah jam dia nemenin gue merokok, habis dua batang Marlboro putih dan segelas es kopi. Sayang nya si mas asisten gak merokok, jadi dia hanya menunggui gue aja.
Gue bergegas kembali ke kamar rawat Angel. Gue takut Angel menangis karena mencari gue.
"Tante... " Angel menyambut gue yang baru masuk.
"Tunggu, ya. Tante ganti baju dulu." Gue ambil kaos warna putih untuk ganti. Di kamar mandi gue cuci muka, sikat gigi dan cuci tangan juga ganti baju. Gue sadar dampak asap rokok untuk perokok pasif juga bahaya, jadi gue sebisa mungkin mencegah itu.
Gue berdiri disamping ranjang Angel sambil tersenyum. Agak canggung sebenarnya karena ada orang yang belum gue kenal. Tapi demi Angel gue cuek aja.
Nenek Angel sedang menilai penampilan gue. Tatapan matanya menatap gue dengan sinis. "Kamu yang namanya Lana?"
"Iya, buk."
"Saya bukan ibu kamu." balasnya ketus. Buset deh... gue jadi binggung harus manggil beliau dengan sebutan apa.
"Panggil saya nyonya. Posisi kamu disini gak lebih tinggi dari pengasuhnya Angel."
What?? Pengasuh juga manusia keles. Seenak itu lu mengkastakan diri lu.
"Iya, nyonya."
"Angel, oma panggilin mbak Lilis ya buat nemenin Angel di rumah sakit." rayu nenek nya.
"Enggak mau. Angel maunya sama tante Lana." renggek Angel sambil mengerak - gerakkan kakinya.
"Tante duduk disini." Angel menepuk tempat kosong disebelahnya.
"Tante berdiri aja, sayang."
"Tapi Angel mau tidur sambil dipeluk tante Lana." Angel merenggek lagi. Gue meminta ijin sama appa nya Angel lewat tatapan mata. Mendapat senyuman, gue memberanikan diri naik ke ranjang Angel.
"Maaf, nyonya saya diatas." gue ngerasa gak sopan aja, ada yang lebih tua duduk dibangku sedang gue berbaring .
Oma nya Angel memalingkan wajah dengan sebal.
"Angel, oma pulang ya... " oma nya Angel bangkit dari duduknya.
"Richard sebaiknya kamu panggil Lilis. Jangan sampai Angel dijaga sama sembarangan orang."
Eng ing eng
Gue tau itu sindiran buat gue. Tapi gue udah kebal. Yang terpenting sekarang adalah menghilangkan trauma Angel dan mengembalikan senyumannya.
...🌼🌼🌼 Jangan lupa masukin list favorit ya, Like dan komen. Ngasih gift seiklasnya ajah 🌼🌼🌼...
Kasian Angel pengen ortu yg lengkap..